HAKIKAT_DZIKIR_NAFAS_HUU_ALLAH


HAKIKAT_DZIKIR_NAFAS_HUU_ALLAH
Ilmu Nafas itu dinamakan:
1. Bila diluar = Ilmu Gaibul Guyub.
2. Bila didalam = Ilmu Sirrul Asrar.
-Dari Nafas itulah munculnya ibadah Muhammad.
-Dari Jasad itulah munculnya ibadah Adam.
Sebagaimana yang ada di dalam Rukun Islam bahwa ibadah Muhammad itu adalah Sholahud Da'im= Sholat yang terus-menerus tanpa henti.
Wahdah Fil Kasrah= Pandang satu kepada yang banyak.
Nafas itu yang keluar masuk dari mulut.
Nufus itu yang keluar masuk dari hidung.
Tanafas itu yang keluar masuk dari telinga.
Amfas itu yang keluar masuk dari mata
Maka Nafas itulah yang menuju kepada "ARASHTUL MAJID" karena itu hendaklah kita ketahui Ilmu Nafas, yaitu Ilmu Gaibul Guyub, karena termasuk dari ibadah Muhammad.
Ilmu Nafas harus disertai dengan ibadah praktek, akan sulit jadinya bila hanya dengan teori.
Pahami dulu hal ini :
- Nafas yang keluar dari lubang hidung kiri itu dinamakan Jibrill, maka ucapannya "ALLAH".
-Nafas yang masuk melalui lubang hidung kanan itu dinamakan Izrail, maka ucapannya "HU".
Zikirullah yang dua diatas dinamakan NUR. Maka jadilah dua Nur ="ALLAH" "HU" , dua Nur ini bertemu di atas bibir, tidak masuk ke dalam tubuh, amalan ini sampailah ke derajatnya yang dinamakan "NURUL HADI" maka ke arah itulah yang dicapai.
Setelah itu Nafas naik di dalam badan dan dinamakan AHMAD.
Nafas yang turun dari ubun-ubun sampai kepada Jantung Nurani itu dinamakan Izraill, ucapanya= "ALLAH".
Nafas yang dari jantung naik sampai ke ubun-ubun itu dinamakan Jibrill, maka ucapannya= " HU". Maka amalan inilah yang dinamakan :
"Syuhudul Wahdah Fil Kasrah, Syuhudul Kasrah Fil Wahdah" = Amalan Sholeh = Pintu Makrifat.
Kedua perkara diatas itu hendaklah diamalkan walau tanpa wudhu dan jangan dikencangkan suaranya hanya kita yang dengar semata-mata "Khafi" (lafadz di dalam hati). Sesungguhnya yang dinamakan HATI (Qalbu) itu adalah Nur yang memancar dari bagian bawah jantung (bagian Muhammad) ke arah bagian atas jantung (bagian Allah).
-Adapun zikir NAFAS itu adalah ketika keluar ALLAH dinamakan ABU BAKAR, zikirnya ketika masuk adalah "HU"
dinamakan UMAR, letaknya NAFAS adalah di mulut.
-Adapun zikir ANFAS itu adalah ketika keluar adalah ALLAH dan ketika masuk adalah "HU", letaknya ANFAS pada hidung, dinamakan MIKAILdan JIBRIL.
-Adapun zikir TANAFAS itu adalah tetap diam dengan "ALLAH HU" letaknya di tengah-tengah antara dua telinga, dinamakan HAKEKAT ISRAFIL.
-Adapun zikir NUFUSadalah ketika naik "HU" dan ketika turun adalah "ALLAH" letaknya di dalam jantung, Diri Nufus ini dikenal dengan USMAN dan perkerjaanya dikenal sebagai ALI Sabda Nabi Saw : "Barangsiapa keluar masuk nafas dengan tiada zikir, maka sia-sialah ia.


BAB 28. ZIKIR NAFAS - HU - ALLAH
NAFAS :
- Mengenal Nafas
- Mengenal Asal usulnya Nafas
- Mengenal Datangnya Nafas
- Mengenal Reservoir Nafas
- Mengenal Puncak Kedatangnya Nafas
- Menghargai Nafas dengan Haqqul Yakin
- Melihat kedatangan Nafas dari Pandangan Ainul Yakin
- Tarbiyyah diri dengan Mutu Qabla Antamutu. Mati sebelum engkau mati (hadits)
Latih mematikan diri :
- Latihlah pergerakan Allah (memulangkan DZat, Sifat, Asma, Af’al Allah) Dengan Muraqabah dan Musyhadah.
- Latihlah Ilmu Allah dengan KALIMAT Syahadah dan Syuhud (Qudrat ”Kuasa”, Iradat” berkehendak”, Ilmu ”ilmu”, Hayat ”hidup”).
Bagi kaum Arifinbillah :
- Nafas adalah Imej cermin dari Roh.
- Nafas adalah kembaran bagi Ruh.
- Ruh adalah hakikat dan nafas adalah syariatnya di alam ini.
- Ruh ibarat kapal, ombak bagaikan nafas.
- Jika tenang ombak, tenanglah perjalanan kapal.
- Begitu juga Ruh, jika nafas seorang hamba tenang, maka ia memberi kesan pada ruhnya.
Kaum Arifinbillah dan ahli Rohani amat mementingkan latihan pernafasan. Bila pernafasan baik, maka akan baiklah perjalanan ruh dengan ROBB-nya. Emosi amat mempengaruhi pernafasan, baik ia dalam keadaan marah “stress” atau tenang. Jika seseorang itu berhasil mengawal emosinya maka tenanglah ia. Mereka yang tidak mementingkan rohani adalah seperti jasad yang tiada Roh, mereka amat dibodohi oleh syaitan, apa gunanya sebatang jasad walaupun ia seorang raja, seorang yang cantik dan kaya raya, jika tiada Roh dan Nyawa, maka akan di kebumikan dengan secepat mungkin (mayat namanya). Roh dan kerohanian amat penting dalam memahami pengertian hidup dan perjalanan hidup ini. Nafas berasal dari Robbul Alamin. Bagiamana mengenal turunnya dan naiknya Nafas ini dari sebatang tubuh yang tidak ada haul dan quwwah ini?
Bagaimana ratusan ribu bahkan jutaan makhluk menerima Nafas turun, Nafas naik dengan secara sistematis dan secara teratur tanpa ada gangguan, dan tiada kehilangan satu nafaspun yang terkendala dalam jutaan tahun kecuali jika sudah sampai ajal maut seseorang itu dengan taqdir Nafas dan usia hayyatnya. Nafas adalah sumber kehidupan, tanpa nafas hancurlah kehidupan. Nafas adalah al-Hayat yang datang dari Tuhan, ia adalah rahasia Illahi. Para ulama 'Arifbillah mengamalkan zikir nafas untuk pembersihan rohani, manakala para ahli “tenaga dalam” mengamalkan pernafasan untuk mengaktifkan tenaga ghaibnya sehingga dapat melakukan perkara dengan kekuatan jasad. Kaum Arifbillah menamakannya sebagai Nasma yaitu gabungan antara Ruh Jasmani dan jasad.
Zikir Nafas adalah lentera pengerak semua sistem rohani dan jasmani. Zikir Nafas adalah merupakan IBU dari segala zikir yang mempunyai banyak keistimewaan yaitu mampu membersihkan segala kotoran dalam dan rohanni. Zikir Nafas ini ada pecahan dan rangkaiannya tersendiri. Pecahan zikir ini ialah zikir Nufus, zikir Tanafas dan zikir Amfas. ~ Keempat-empatnya saling berkaitan diantara satu sama lain. Bermula nafas itu karena anfas, dan hidup anfas itu karena nuffus, manakala hidup nufus itu dengan rasa dan rasa itulah merupakan (diri) rasa Allah. Nufus, Anfas dan Tanafas itu adalah satu perkara yang ghaib ~ yang wujud tanpa dapat dirasa dan dilihat seperti juga nafas.
Adalah kurang etis jika membicarakan sesuatu yang tidak boleh dibuktikan dengan ilmu yakin, ataupun ainul yakin. Karena ini akan menimbulkan fitnah besar kepada pembicaranya kelak. Sudah menjadi ghaib manusia akan menolak sesuatu yang tidak tercapai oleh akal dan ilmunya, meskipun jalan paling baik jika ia mendiamkan diri (tawakuf) disamping belajar untuk memahaminya. Kedudukan Sistem Batin dan Spiritual ini bergerak dengan Kuasa Qudrat yang mutlak dan hanya dapat dilihat dengan mata hati oleh mereka yang telah hidup hati mereka secara zahir dan batin. Tanpa ILMU Matahati memang hati tidak akan terbuka dan hidup, dan tidak akan dapat memperhatikan keajaibaan hati ini.
Kedudukan Anfas ialah di Hidung.
Kedudukan Tanafas di Telinga.
Kedudukan Nufus di Jantung.
Kedudukan Nafas ialah di Mulut.
Anfas, Nafas, Tanafas dan Nufus ini merupakan satu “kuasa” ataupun keadaan yang keluar masuk (bergerak) dalam tubuh seseorang manusia. Apakah insan mudah memahami pergerakan sistem spiritual dan rohani ini tanpa mengenal Robbnya dan ILLAH nya? Sekali-kali ia tidak akan mengenal Robb nya tanpa ILMU KALIMAH LA ILAHA ILLALLAH. Semua sistem pengerakan Nafas, Anfus, Tanafas adalah satu sistem Unggul dan ajaib yang penuh dengan mukjizat.
Tanafas bergerak di telinga,
Nufus bergerak dijantung,
Anfas bergerak di hidung,
Nafas bergerak dimulut.
Diantara keempat unsur ini, Nafaslah yang bisa dirasa dan disentuh serta mudah untuk diyakini (kalau kita membicarakan) karena setiap orang bisa merasakan dengan perasaan zahir. Zikir yang digabungkan dengan teknik pernafasan yang betul, atau disebut oleh kaum Arifbillah sebagai zikir nafas, akan memberi kesan yang hebat. Imam Ghazali mengatakan zikir yang dilakukan dengan nafas akan mempercepat proses penyucian hati (membakar mazmumah).
Pernafasan yang betul akan memaksimumkan penyerapan oksigen yang amat penting dalam kehidupan dan kesehatan manusia. Kekurangan oksigen menyebabkan seseorang mengalami berbagai penyakit seperti kanker, gangguan saraf, leukemia dll.
🔵 Persiapan Terapi Zikir pernafasan :
Kita Hendaklah Bersuci Terlebih dahulu. Duduk relaks dengan punggung tegak, lalu amati nafas yang keluar masuk, kemudian ikuti gerak nafas, jangan mengatur nafas, biarkan nafas keluar masuk dengan bebas. Posisi badan tegak, kepala lurus dengan tulang punggung, Sebaiknya bagi Pemula Mata Dipejamkan, mulut tertutup rapat dan lidah sedikit ditekuk diatas (langit-lagit).
🔴 Melakukan Terapi Dzikir Nafas :
Tarik nafas perlahan-lahan dan dalam-dalam, dada digembungkan, perut dikempeskan se-kempes mungkin dan dikeraskan, agar energi yang dibangkitkan besar, dengan penuh perasaan, rasakan seolah-olah energi Ilahi masuk melalui pusat (umbilicus) naik keatas menembus ubun-ubun sampai ke titik omega titik tak terhingga. Tahan selama beberapa detik agar diproses oleh paru-paru, Tahan napas di bawah pusar, kemudian Energi Illahi yang terang benderang diturunkan kembali ke kepala sampai ke tengah dada dan Keluarkan nafas perlahan-lahan dari lubang hidung. Berarti 1 x putaran nafas sudah kita selesaikan. Penarikan Nafas harus dengan tertib dan juga secara natural tanpa dipaksa atau pun didesak, sebab hal ini akan gagal menghasilkan satu proses yang mukammil. Kemudian tarik nafas kembali dalam-dalam, tahan selama beberapa detik, dan selanjutnya [ sebaiknya 5-1-5 atau 10-1-10 atau pun 3-1-3], tarik 3 saat -tahan 1 saat dan lepas 3 saat ] atau ikut kekuatan daya tarikan dan hembusan.
Lanjutkan terapi pernapasan dengan dada tetap digembungkan, dan perut tetap dikempeskan dan dikeraskan. Menarik nafas dengan membayangkan menghirup udara yang bersih dan sehat, lepaskan napas dengan membayangkan membuang penyakit, racun dan udara kotor. Nafas ditahan agar proses biologis didalam paru-paru berlangsung sempurna, yaitu : oksigen yang diudara diserap oleh paru-paru (secara maximal) dan udara kotor beracun (CO2) dilepaskan ke-udara untuk kemudian dibuang keluar saat melepaskan napas. (Dengan bernapas biasa maka proses berlangsung tidak sempurna, karena belum sempat terjadi pertukaran secara lengkap, udara sudah dikeluarkan lagi dari paru-paru).
Ketika engkau bernafas tepat pada tarikan oksigen, maka yang harus engkau fokuskan ialah lafadz "HU (Dia)". baru setelah hembusan nafas maka fokuskan pada lafadz "ALLAH". begitu terus berulang- ulang. Perlu diingat, bahwa pada lafadz "HU" harus benar-benar enkau rasakan, Dia mengalir di pembuluh-pembuluh nadi dan menyebar ke segenap penjuru orangan tubuh. Pada lafadz "ALLAH" ketika dihembuskan, rasakan bahwa yang diluar tubuh enkau tidak lepas dari "Tangan-Nya". Jika engkau ikhlas semata karena Allah, maka engkau akan bertatapan dengan- Nya, tentunya bukan dengan panca indera, tapi lebih dari itu. Jika engkau ingin tahu metode dzikir nafas walisongo yang lain (kecuali Raden Syarif Hidayatullah/Sunan Gunung Jati) tinggal membalik "HU" pada hembusan nafas, dan "ALLAH" pada tarikan nafas.
Waktu ingin melakukan zikir nafas kita wajib memulangkan DZat, Sifat, Af’al kita kepada DZat, Sifat, Af’al Allah yang berarti memulangkan segala wujud kita yang zahir kepada wujud kita yang batin yaitu Ruh dan pulangkan wujud Ruh pada hakikatnya Wujud Yang Qadim DZat Allah juga.
La maujud illaLlah yang maksudanya adalah tiada yang ada di alam ini pada hakikatnya melainkan Allah jua. Hakikat nafi pada diri kita ialah :
La wujud (tiada yang wujud)
La qadir (tiada yang kuasa)
La hayun (tiada yang Hidup)
La muridun (tiada yang berkehendak)
La alimun (tiada yang mengetahui)
La samiiun (tiada yang mendengar)
La basirun (tiada yang melihat)
La mutakalimun fil haqiqathi illaLah (tiada yang berkata-kata pada haqiqatnya melainkan Allah jua)
Berkata para Arifbillah, “matikan dirimu sebelum engkau dimatikan” (Hadits Sohih). Mati disini dibagi empat (4)
1) Mati Hissii yaitu seolah-olah sudah bercerai ruh dari jasad, tiada daya upaya walau sedikitpun jua pada hakikatnya hanya Allah yang berkuasa, kemudian dimusyahadahkan didalam hati dengan menyaksikan kebesaran sifat Jalal dan JamalNya dan kesucianNya.
2) Apa hakikat Asolatu Miraju lil Mukminiin. Miraj yaitu lepas sempurna mematikan diri kita, hendaklah melakukan miraj artinya menaikkan nafas kita melalui alam “Qaba qawsain au adana” yaitu antara kening merasa penuh limpah dalam alam Qudus yaitu dalam benak kepala kita hingga hilang segala ingatan yang lainnya. Ini dinamakan mati ma’nawi yaitu hilang segala sesuatu didalam hatimu melainkan hanya berhadapan pada Allah juga.
3) Mati dalam Hidup dan Hidup dalam kematian, inilah hakikat matilah kamu sebelum kamu di matikan. Mati segala usaha ikhtiar segala daya upaya diri kita hanya kita mendirikan solat dengan melihat pada mata hatinya dari Allah, dengan Allah dan untuk Allah. Dari Allah mengerakkan Ruhaniah, dari ruhaniah mengerakan Al-Hayat, dari Al-Hayat menggerakkan nafas dan dari nafas menggerakkan jasad dan pada hakikatnya itu Allah jua yang menggerakkan semuanya, sebagaimana firmaNya: “Dan tiadalah yang melontar oleh engkau ya Muhammad Sholallahu Alaihi Wasalam - ketika engkau melontar tetapi Allah yang melontarnya”. Pada pandangan dzahirnya perbuatan hamba tetapi pada pandangan matahati perbuatan Allah jua.
4) Mati dalam tidur ini adalah satu rahasia marifat dalam hidup yang hanya diketahui oleh para Arif Billah dan Alimbillah, bukan oleh alimbil kitaab. Zikir Nafas adalah Ummul Zikir yang mampu memberi kekuatan Rohanni adalah Zikir Khafi, ini di jelaskan dalam beberapa hadits sohih. Zikir Nafas adalah sebagai Nur Cahaya yang memancar keseluruh jiwa seorang pengamal Zikir Nafas, besar faedahnya untuk memecahkan kekentalan darah hitam yang berada dihati yang dianggap sebagai istana iblis itu. Selagi istana Iblis tidak terpecah dan hancur musnah Nur Qalbi sebagai penyuluh lampu ma’rifat yang diharapkan itu tidak mungkin diperoleh.
Nur itu tidak akan bersinar menyuluh kegelapan dalam diri. Kalau pun ia menyala tetapi cahayanya tidak terang. Sabda Rasulullah saw: MAN ARAFA NAFSA FAQAD ARAFA RAB’BAH WAMAN ARAFA RAB’BAH FASADA JASAD. “Siapa yang mengenal dirinya, tentu dia mengenal Robbnya dan siapa yang mengenal Robbnya, maka binasalah dirinya.”.
Firman Allah swt: “Dari Allah kau datang kepada Allah kau dikembalikan” (QS. al-Baqarah:156). Apabila Ruh diturunkan kebumi, ia berhajat pada Sifat Iftiqar Allah untuk berfungsi diatas muka bumi ini. Jika tiada Sifat Iftiqar, Ruh tidak berfungsi. Ini disebabkan karena ia memiliki sifat yang suci dan tinggi yang tiada pengetahuan dan kehendak terhadap alam yang rendah (dunia). Oleh karena itu diperlukan Sifat Iftiqar untuk melaksanakan tugas sebagai khalifah, di kehidupannya dan dunia.
4 Sifat Iftiqar yaitu :
Sifat Qudrat,
Hayat,
Iradat,
Ilmu.
Sebelum Ruh dimasukkan ke dalam jasad, Allah melapisi Ruh Al-Qudsi dengan lapisan-lapisan sampai ke alam “Mulkiah” yang disebut “Qiswah Unsuriah” yaitu alam Jabarut, alam Malakut dan alam Mulki karena kekuatan Ruh Al-Qudsi dapat menghancurkan jasad, sebagaimana cahaya matahari yang dihalangi cahayanya bumi dengan berbagai lapisan agar tidak terbakar bumi ini karena kepanasannya. Firman Allah swt: “Lalu kutiupkan Roh-Ku dalam tubuh manusia.” (Al-Hijr:29)
1. QUDRAT (Kuasa) : yaitu dinyatakan pada (RUH JASMANI) dan diletakkan dalam jasad. Ruh memerlukan jasad untuk bergerak di atas muka bumi. (NASMA “fizikal”: kuasa batin yang hebat). TANAH: tubuh badan - istana hakikat.
2. ILMU (ilmu) : dinyatakan pada (RUH SULTANI) dan menjadi akal apabila digabungkan dengan unsur air dan diletakkan pada otak. Ruh tidak akan dapat berfikir untuk kehidupan didunia tanpa ilmu bangsa dunia. (AIR : akal - ilham, laduni pandangan tajam hikmah). AIR : otak - istana syariat.
3. HAYAT (hidup) : ia dinyatakan pada (RUH AL HAYAT) dan menjadi nafas apabila bergabung dengan udara. Ruh memerlukan nafas untuk berhubung dengan nafas. (NAFAS : menstabilkan emosi, akal, kesehatan dan perjalanan Ruh). ANGIN/udara : sistem pernafasan - istana tarikat.
4. IRADAT (berkehendak) : ia dinyatakan pada (RUH SAIRANI RAWANI) dan menjadi nafas apabila digabungkan dengan unsur api dan diletakkan dijantung/qalbi. Ruh memerlukan nafsu yang bangsa dunia untuk memakmurkan dunia. (NAFSU : ketenangan, kasyaf, asyik, cinta, rindu, syuhud, makrifat) API : jantung - istana makrifat.
Syaik Abdul Qadir Jailani, Di dalam Kitab Sirrul Asrar mengatakan: Ruh adalah hakikat diri manusia yang sebenarnya. Ruh adalah Nur cahaya yang tinggi yang dibalut dengan beberapa lapisan pakaian sebelum diturunkan ke alam dunia ini agar jasad tidak terbakar. “Manusia itu rahasiaku dan Aku adalah rahsia manusia.” (Hadits Qudsi). Setiap Ruh mempunyai tempat/ daerah ketika ia berada dalam jasad dan Setiap insan wajib mengetahui bagaimana mengolah setiap lapisan tersebut agar tersingkap baginya rahasia. Kenali dirimu dengan merenungkan kedalam dirimu, niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu tanpa huruf, tanpa suara, tanpa dalil dan tanpa perantara. Galillah rahasia alam dirimu sendiri sehingga berjumpa dengan air dari alam Malakut, alam Jabarut dan akhirnya Lahut, niscaya kamu akan dapat menyaksikan kembali bagaimana dirimu berhimpun dan bertasbih di alam Lahut serta menyaksikan bagaimana dirimu bersaksi akan diri KeTuhanan sebagaimana firmannya: “Adakah Aku Tuhan Kamu, (Ruh menjawab) Bahkan! Kami menyaksikan.” (QS. al-Araf:172)
Siapa yang sampai ke alam ini, ia mengambil ilmunya dari Allah tanpa perantara yaitu ilmu Laduni. Di alam ini, ia beribadah dari Allah, dengan Allah dan untuk Allah. Pandangannya senantiasa melihat pada dua alam, melihat diriNya di alam zahir yaitu Af’al,Sifat dan Asma, bermusyahadah dengan ZatNya di alam lahut. Adakala mereka itu fana (lebur) penglihatan di alam ini ketika mentajallikan rasa-Nya sehingga tiada yang dilihat melainkan Allah swt.
Bagaimana hendak Mengenal diri? Apa yang harus dikenali dengan diri ini? Adakah Mengenal Jasad yang di kenali oleh semua orang kafir dan mushrik agar dengan itu mereka bisa mengenal Robb mereka? Adakah mengenal Batin saja tanpa mengetahui soal Rohani? Mengenal diri tanpa mengenal jalan mengenal diri, anda tidak akan sampai pada kehendak? Mengenal Jalan tanpa mengenal musuh akan tewas di separuh jalan. Mengenal Musuh tanpa bersenjata akan dikalahkan. Mempunyai senjata lengkap namun tidak mengenal maqam musuh akan menempuh kekalahan. Mengenal senjata dan musuh tetapi tidak ada tarbiyah dari orang yang mengenal perjalanan dan kaidah juga akan binasa dalam kesesatan.
Siapa yang benar mengenal dirinya, akan binasalah dirinya, tenggelamlah ia dalam lautan kefakiran, tenggelam ia dalam lautan ketiadaan ke-Aku-an. Didalam kitab Kasaful Asrar dinyatakan bahwa wujud insan adalah bayang-bayang kepada wujud Tuhan. Tiada akan wujud bayang-bayang ini jika tiada yang empunya bayang-bayang, tidak bergerak bayan-bayang melainkan bergeraknya tuan empunya bayang-bayang. Apabila kamu memandang diri kamu, memandang kewujudan dirimu, maka kamu wajib memahami bahwa kamu ada pemiliknya. Wujud kamu menyatakan wujud diri-Nya. Dia ghaib dan kamu nyata, Dia hakikat dan kamu syariat, Dia adalah wujud dan kamu adalah bayang bagi wujud-Nya. Lihatlah diri kamu lagi, pandanglah segala sifat yang ada pada diri kamu, Lihatlah matamu, Lihatlah telingmu, Lihatlah mulutmu, Lihatlah akalmu, Lihatlah gerak diammu, lihat rasa hatimu. Semuanya tidak lain melainkan kenyataan sifat-sifat-Nya. Semoga hati kita tidak dibutakan sama sekali, sehingga tidak mengenal Diri-Nya, yang meskipun Al-Ghaib tetapi sangat dekat sekali, bahkan lebih dekat Dia bila dibandingkan dengan urat nadi yang ada di lehernya sendiri. Itu Berarti lebih dekat Dia meskipun dibandingkan dengan keluar masuknya nafas dalam dada.
.
RINGKASAN DZIKIR HU - ALLAH :
Kalimah HU ringkasan dari kalimah HUWA pada kalimah HUWAL HAYYUL QAYYUM Artinya "dzat Allah yg maha Esa hidup dan berdiri sendiri"
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung".
(QS Al-Baqarah ayat 255).
Pahamkanlah makna QUL HUWALLAHU AHAD Artinya "katakanlah oleh-Mu" HUWA yakni dzat yang bersifat kesempurnaan yang dinamai Allah yang maha Esa
Dimasudkan kalimah HU itu menjadi berbunyi HU HU HU Artinya DZAT DZAT DZAT
Maka nafas keatas, keluar atau terbang tinggi berisi amalan batin yaitu HU HU HU dan kembali nafas kebawah di isi dengan amalan batin pula yaitu ALLAH ALLAH ALLAH.
.
Perlu diingat :
Barang siapa yang hidupnya sekarang ini (di dunia) buta (mata hatinya tidak mengetahui keberadaan Diri Tuhannya yang dekat sekali dan Wajib Wujud-Nya), maka kelak di akhirat juga akan lebih buta dan lebih sesat jalannya.
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen