Hati dan dua sayap

 


"Tuhan membolak-balikkanmu dari satu perasaan ke perasaan lain dan mengajar melalui hal-hal yang berlawanan agar kamu memiliki dua sayap untuk terbang, bukan satu."

— Jalaluddin Rumi
Manusia sering menginginkan hidup yang selalu tenang, bahagia, dan berjalan sesuai harapan. Kita ingin hari-hari yang dipenuhi keberhasilan, cinta, dan kenyamanan. Namun, kehidupan tidak pernah berjalan hanya dalam satu warna. Ada saatnya kita tertawa, dan ada saatnya kita menangis. Ada masa kedekatan, lalu masa kehilangan. Ada musim kemudahan, lalu datang musim kesulitan.
Sering kali kita bertanya, mengapa Allah membiarkan hati kita berpindah dari kebahagiaan menuju kesedihan, dari harapan menuju kekecewaan, atau dari kelapangan menuju kesempitan?
Rumi menjawab bahwa semua itu adalah bagian dari pendidikan Tuhan terhadap jiwa manusia.
Kita tidak akan memahami arti cahaya jika tidak pernah mengenal gelap. Kita tidak akan menghargai kesehatan jika tidak pernah merasakan sakit. Kita tidak akan memahami nilai pertemuan jika tidak pernah mengalami perpisahan. Dan kita tidak akan benar-benar mengerti makna kedamaian jika tidak pernah melewati kegelisahan.
Hal-hal yang berlawanan itu bukanlah kesalahan dalam hidup kita, melainkan pelajaran.
Allah mengajarkan manusia melalui pasangan-pasangan yang bertentangan.
Kesedihan mengajarkan empati.
Kehilangan mengajarkan rasa syukur.
Kegagalan mengajarkan kerendahan hati.
Kesepian mengajarkan kedekatan kepada-Nya.
Dan penderitaan sering kali mengajarkan hal-hal yang tidak pernah dapat dipelajari dari kenyamanan.
Karena itu, para sufi memandang setiap keadaan sebagai guru. Mereka tidak hanya bersyukur ketika diberi nikmat, tetapi juga berusaha memahami hikmah ketika diuji. Mereka menyadari bahwa kedua keadaan itu sama-sama membawa mereka menuju kedewasaan spiritual.
Rumi menggunakan gambaran "dua sayap" dengan sangat indah. Seekor burung tidak dapat terbang hanya dengan satu sayap. Jika hidup hanya berisi kebahagiaan, manusia akan menjadi sombong dan lupa kepada Tuhan. Jika hidup hanya berisi kesedihan, manusia akan kehilangan harapan. Karena itu, Allah memperjalankan kita melalui keduanya agar jiwa kita menjadi seimbang.
Kebahagiaan mengajarkan kita untuk bersyukur.
Kesedihan mengajarkan kita untuk bersabar.
Kemudahan mengajarkan kita untuk berbagi.
Kesulitan mengajarkan kita untuk berserah diri.
Dari kedua sayap inilah manusia akhirnya mampu terbang menuju kedewasaan dan makrifat.
Betapa banyak orang yang justru menjadi lebih bijaksana setelah mengalami kegagalan. Betapa banyak hati yang menjadi lebih lembut setelah mengalami luka. Dan betapa banyak manusia yang menemukan Allah dengan lebih dekat setelah melewati masa-masa yang paling gelap dalam hidupnya.
Apa yang saat ini engkau anggap sebagai masa sulit, mungkin sedang menjadi salah satu sayap yang Allah persiapkan untuk membawamu terbang lebih tinggi.
Karena tidak semua pelajaran dapat diajarkan melalui kebahagiaan.
Ada pelajaran yang hanya dapat dipahami melalui air mata.
Ada hikmah yang hanya terlihat setelah kehilangan.
Dan ada kedekatan dengan Allah yang hanya lahir dari hati yang pernah hancur.
Maka jangan terlalu membenci perubahan perasaan yang terjadi dalam hidupmu. Jangan terlalu takut ketika Allah membawamu dari satu keadaan menuju keadaan yang lain.
Karena bisa jadi, Dia sedang membentukmu.
Sedang menguatkanmu.
Sedang mengajarimu untuk melihat kehidupan secara lebih utuh.
Pada akhirnya, manusia yang paling matang bukanlah mereka yang hanya mengenal kebahagiaan, melainkan mereka yang telah berjalan melewati keduanya: nikmat dan ujian, tawa dan tangis, kedekatan dan kehilangan.
Dan dari semua pengalaman yang berlawanan itu, mereka akhirnya memiliki dua sayap untuk terbang—sayap syukur dan sayap sabar.
Dengan kedua sayap itulah seorang hamba dapat terus melanjutkan perjalanannya menuju Tuhan.

Sumber dari Suluksalik 

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan