TINGKATAN ORANG YANG MENJALANI IBADAH BERPUASA
PENDAHULUAN
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus.
Puasa adalah perjalanan jiwa, saat manusia belajar kembali siapa dirinya di hadapan Allah. Ketika perut ditahan, sebenarnya hati sedang dilatih; ketika dahaga terasa, sebenarnya ruh sedang disadarkan bahwa kita lemah dan sangat bergantung kepada-Nya.
Betapa sering manusia tenggelam dalam kesibukan dunia, hingga lupa bahwa hidup ini hanya singgah sebentar. Puasa datang sebagai panggilan lembut dari Allah, seakan berkata: “Berhentilah sejenak, tenangkan hatimu, dan kembalilah kepada-Ku.”
Di dalam lapar ada kelembutan hati.
Di dalam dahaga ada kejernihan jiwa.
Dan di dalam keheningan puasa, seorang hamba dapat lebih dekat merasakan kehadiran Tuhannya.
Maka berbahagialah orang yang menyambut puasa bukan sebagai beban, tetapi sebagai kesempatan untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, dan mendekat kepada Allah. Karena sesungguhnya, puasa yang dijalani dengan kesadaran akan menghidupkan hati, dan hati yang hidup akan mudah menemukan jalan menuju ridha-Nya.
Puasa (الصوم) secara bahasa berarti menahan.
Secara istilah syariat adalah:
الإمساك عن المفطرات من طلوع الفجر إلى غروب الشمس بنية لله تعالى
Artinya:
“Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah.
Dalam tasawuf, puasa tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi menahan seluruh anggota lahir dan batin dari selain Allah.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
( QS Al Baqarah ayat 183 )
Dan Allah berfirman dalam Ayat lain:
وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
(QS. البقرة: 184)
Artinya:
“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS Al Baqarah ayat 184 )
Dalil Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
Artinya:
“Puasa adalah perisai.”
(HR muslim )
Hadis Qudsi:
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
(HR. البخاري ومسلم)
Artinya:
“Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.”
( HR muslim)
Hadis tentang menjaga akhlak ketika puasa:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
(HR. البخاري)
Artinya:
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.”
Pembagian ini dijelaskan oleh para ulama, di antaranya Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin.
Yaitu:
Puasa orang awam adalah : Menahan lapar dan haus ,menahan makan dan minum, Menahan syahwat, Menjaga hal-hal yang membatalkan secara hukum fiqih, dari mulai makan sahur sampai berbuka.
Ini adalah puasa orang awam, yang sah secara hukum fikih.
Mereka tetap menjalankan puasa , namun masih melakukan dosa dosa
- Mulut mereka masih melakukan gibah
- Perkataan mereka kadang masih menyakitkan
- Lisan masih mau berdusta
- mata masih mau melihat yang haram.
Memang Secara hukum fiqih puasa mereka tetap sah ,namun mereka tidak mendapatkan pahala ibadah puasa.
Seperti yang di sabdakan oleh Rasulullah:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلَّا السَّهَرُ
Artinya:
"Banyak orang yang berpuasa, namun yang didapat hanya lapar dan haus, dan banyak orang yang shalat malam, namun yang didapat hanya begadang." (HR. Ibnu Majah)
Dan lagi rasulullah bersabda:
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Artinya:
"Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkan puasanya (yang hanya meninggalkan) makan dan minum." (HR. Bukhari)
puasa orang khawas yaitu : selain mereka menahan lapar dan haus selama menjalani puasa, mereka juga menahan diri dari segala sesuatu yang dapat mengurangi pahala ibadah puasa.
- Menjaga mata dari yang haram
- Menjaga lisan dari dusta dan ghibah
- Menjaga telinga dari mendengar keburukan
- Menjaga anggota tubuh dari maksiat.
Dalilnya:
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولًا
Artinya:
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.”
( QS Al isra ayat 36 )
Puasa orang khawasul khawas adalah selain mereka menahan lapar dan haus juga mereka menahan diri segala sesuatu yang dapat mengurangi pahala ibadah puasa dan ditambah mereka dengan melakukan ibadah ibadah yang sunat untuk menyempurnakan ibadah puasanya.
Juga ditambah dengan menjaga hati yaitu
Puasa hati dari selain Allah
Tidak disibukkan oleh dunia secara berlebihan
Hati selalu hadir bersama Allah.
Dalilnya:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”( QS Ar radh ayat 28 )
Para ulama tasawuf menjelaskan:
Puasa tingkat ini adalah puasanya hati dari selain Allah.
Tujuan terdalam puasa adalah:
- Tazkiyatun nafs (penyucian jiwa)
- Melemahkan hawa nafsu
- Menguatkan muraqabah
- Membuka kejernihan hati
Allah berfirman dalam Al Qur'an:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.” ( QS as syamsy ayat 9 )
. Hikmah Puasa
Melatih sabar ,melatih kejujuran,
Dalil:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
(QS. الزمر: 10)
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
Mendekatkan diri kepada Allah
Melembutkan hati
Menguatkan keikhlasan
6. Nasehat Penutup (Renungan)
Sebagian ulama berkata:
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
Artinya:
“Betapa banyak orang berpuasa, tetapi yang didapat hanya lapar dan haus.
Puasa yang sejati adalah:
Perut berpuasa
Anggota badan berpuasa
Hati berpuasa dari selain Allah
Para ulama menjelaskan bahwa kesempurnaan puasa tidak hanya dengan meninggalkan yang membatalkan, tetapi juga menghidupkan amalan sunnah yang menyempurnakan pahala dan membersihkan hati.
Berikut amalan-amalan sunnah
1. Makan Sahur
Sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
(HR. البخاري ومسلم)
Artinya:
“Makan sahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
Hikmahnya:
Menguatkan tubuh untuk ibadah
Membawa keberkahan waktu sahur (waktu mustajab doa)
2. Mengakhirkan Sahur
Disunnahkan sahur mendekati waktu fajar.
Hadis:
لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ وَأَخَّرُوا السُّحُورَ
Artinya:
“Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”( HR muslim)
3. Menyegerakan Berbuka
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya:
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
( HR muslim)
Disunnahkan berbuka dengan:
Kurma, Air
Hadist nya :
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Artinya:
“Nabi berbuka dengan kurma basah, jika tidak ada maka kurma kering, jika tidak ada maka beberapa teguk air.”
( HR abu daud )
4. Memperbanyak Doa Saat Berbuka
Sebab doa orang yang berpuasa mustajab.
Hadis:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ ... وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ
(HR. الترمذي)
Artinya:
“Tiga doa yang tidak tertolak… salah satunya orang yang berpuasa sampai ia berbuka.”
5. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Ramadhan disebut:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
(QS. البقرة: 185)
Para ulama menjelaskan: Puasa melembutkan hati, dan Al-Qur’an menerangi hati.
6. Memperbanyak Sedekah
Rasulullah ﷺ sangat dermawan di bulan Ramadhan.
Hadis:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
(HR. البخاري)
Artinya:
“Rasulullah adalah manusia paling dermawan, dan paling dermawan lagi pada bulan Ramadhan.”( HR Bukhari)
7. Menjaga Lisan dan Akhlak
Ini sunnah yang sangat penting.
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ
Artinya:
“Jika salah seorang di antara kalian berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan bertengkar.”
(HR. البخاري ومسلم)
8. Memperbanyak Dzikir
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya: wahai orang yang beriman berzikirlah dengan zikir yang sebanyak banyaknya.
(QS. الأحزاب: 41)
Sebab zikir memperkuat ruh puasa dan menjaga hati dari lalai.
9. Qiyamul Lail (Sholat Malam / Tarawih)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(HR. البخاري ومسلم)
Artinya:
“Barang siapa sholat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
( HR muslim)
10. I‘tikaf (Terutama 10 Hari Terakhir)
Hadis:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
(HR. البخاري)
Artinya:
“Nabi beri‘tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.”
Para ulama tasawuf mengatakan:
Puasa menjadi sempurna dengan tiga hal:
Lapar perut,
Diam anggota tubuh,
Hadirnya hati bersama Allah
-Jika hanya lapar, itu puasa badan.
-Jika anggota tubuh ikut berpuasa, itu puasa orang saleh.
-Jika hati ikut berpuasa dari selain Allah, itulah puasa para arifin.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa kesempurnaan puasa terletak pada amalan hati.
Karena hakikat puasa adalah menundukkan nafsu dan menghidupkan hati.
Sebagian arifin berkata:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ، وَرُبَّ مُفْطِرٍ قَلْبُهُ صَائِمٌ عَنِ الدُّنْيَا
“Betapa banyak orang berpuasa yang hanya mendapat lapar dan haus, dan betapa banyak orang yang tidak berpuasa tetapi hatinya berpuasa dari dunia.”
Artinya: inti puasa ada pada puasanya hati.
1. Ikhlas (Memurnikan Niat)
Ini adalah amalan batin yang paling utama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
(HR. البخاري ومسلم)
Ikhlas dalam puasa berarti:
Tidak mencari pujian
Tidak merasa diri lebih baik dari orang lain
Hanya mengharap ridha Allah
Dalam tasawuf dikatakan: Puasa adalah ibadah yang paling dekat dengan ikhlas karena tidak terlihat oleh manusia.
2. Muraqabah (Merasa Diawasi Allah)
Puasa melatih seseorang merasa diawasi Allah.
Dalilnya:
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
(QS. العلق: 14)
Artinya: “Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah melihat..?”
Orang yang muraqabah:
Tidak berani berdosa meski sendirian
Menjaga hati dari lintasan buruk
Ini inti dari puasa batin.
3. Menjaga Hati dari Penyakit Batin
Penyakit hati yang merusak pahala puasa:
Riya
Hasad,Ujub,Dendam,Takabbur,dengki khianat
Dalil:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
(QS. الشعراء: 88–89)
Artinya: “Pada hari yang tidak bermanfaat harta dan anak-anak, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
Puasa adalah waktu terbaik untuk membersihkan hati.
4. Memperbanyak Dzikir Hati
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(QS. الرعد: 28)
Dzikir yang paling menyempurnakan puasa adalah:
Dzikir lisan
Dzikir hati
Menghadirkan Allah dalam batin
Para ulama mengatakan: “Lapar melembutkan hati, dan dzikir meneranginya.”
5. Tafakkur (Merenung tentang Allah dan Kehidupan)
Puasa membuat hati lebih jernih untuk tafakkur.
Allah berfirman:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ... لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
(QS. آل عمران: 190)
Tafakkur yang dianjurkan:
Merenungi kematian
Merenungi nikmat Allah
Merenungi kelemahan diri
Tafakkur adalah makanan bagi ruh.
6. Sabar
Puasa disebut sebagai setengah dari sabar.
Allah berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
(QS. الزمر: 10)
Sabar dalam puasa meliputi:
- Sabar menahan lapar
- Sabar menahan marah
- Sabar menahan hawa nafsu
Ini yang memperkuat jiwa.
7. Menghadirkan Rasa Fakir di Hadapan Allah
Puasa mengajarkan:
- Kita lemah
- Kita bergantung kepada Allah
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ
(QS. فاطر: 15)
Rasa fakir ini membuka pintu:
Tawadhu
Doa yang khusyuk
Cinta kepada Allah
8. Memperbanyak Taubat
Puasa adalah waktu terbaik untuk taubat.
Allah berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ
(QS. النور: 31)
Taubat yang sempurna:
- Menyesal dalam hati
- Bertekad tidak mengulangi
- Memperbaiki diri
9. Memutus Ketergantungan Hati kepada Dunia.
Inilah rahasia besar puasa menurut para sufi.
Yaitu puasa:
- Untuk Menundukkan nafsu syahwat.
- Untuk Memutuskan rasa cinta pada dunia.
- Untuk Menguatkan rasa cinta kepada akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبَّكَ اللَّهُ
Artinya:
“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu.”
Kesimpulan Tasawuf tentang Kesempurnaan Puasa
Para ulama merangkum:
Puasa sempurna dengan tiga tingkatan:
- Puasa perut dari makanan
- Puasa anggota tubuh dari dosa
- Puasa hati dari selain Allah
Tingkatan ketiga inilah yang membuka:
- Cahaya hati
- Kedekatan kepada Allah
- Ketenangan batin
Sebagian ulama arif berkata:
“Jika engkau lapar tetapi hatimu lalai, maka puasamu belum hidup.
Tetapi jika hatimu hidup walau tubuhmu lemah, maka puasamu telah sampai kepada Allah.”
Wassalam
Sumber dari Haris Haris

0 comments:
Catat Ulasan