"𝙃𝙖𝙠𝙚𝙠𝙖𝙩 𝙍𝙖𝙢𝙖𝙙𝙝𝙖𝙣"
Ramadhan datang bukan untuk mengubah jadwal makan kita.
Ramadhan datang untuk membongkar siapa diri kita sebenarnya.
Saat lapar, kita mulai sadar… Ternyata selama ini yang kita turuti adalah nafsu.
Saat haus, kita mulai sadar… Ternyata selama ini kita sangat lemah.
Saat malam sunyi, kita mulai sadar… Ternyata kita sangat jarang benar-benar bersama Allah.
Dalam tasawuf, Ramadhan adalah cermin
Cermin yang memperlihatkan wajah batin kita tanpa topeng. Kita baru sadar-
• Betapa sering lisan ini menyakiti
• Betapa hati ini penuh iri dan riya
• Betapa ibadah kita masih bercampur 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖
• Betapa kita merasa dekat, padahal hati jauh
Puasa melemahkan tubuh, agar kesombongan ikut melemah
Puasa mengosongkan perut, agar hati punya ruang untuk Allah
Ramadhan bukan tentang menahan makan.
Ramadhan adalah tentang menahan “aku” Karena yang menghalangi kita dari Allah bukan dunia, tetapi diri kita sendiri.
Dalam lapar, seorang salik mulai melihat- yang ia sembah selama ini bukan hanya Allah, tetapi juga gengsi, amarah, keinginan, dan pujian manusia. Ramadhan adalah bulan di mana Allah seakan berkata- 'Sekarang lihatlah dirimu tanpa kesibukan dunia.
Lihat betapa engkau sangat butuh kepada-Ku.' Air mata di Ramadhan bukan karena sedih tetapi karena baru sadar selama ini kita jauh.
Hakikat Ramadhan adalah runtuhnya rasa hebat pada diri.
Hilangnya rasa suci pada amal.
Lenyapnya rasa bangga pada ibadah.
Yang tersisa hanya satu pengakuan dalam hati-
“Ya Allah… selama ini aku banyak berpura-pura menjadi hamba.”
Doa
Ya Allah… Di bulan Ramadhan ini, hancurkan kesombongan kami tanpa kami sadari.
Luruhkan keakuan kami dengan lapar dan haus yang Engkau titipkan.
Bersihkan hati kami dari riya, iri, dan cinta dunia.
Jadikan puasa kami bukan hanya menahan diri, tapi mendekatkan diri.
Ya Allah… Ajari kami mengenal diri kami yang lemah, agar kami benar-benar mengenal kebesaran-Mu. Jangan Engkau jadikan Ramadhan berlalu, sementara hati kami masih sama seperti sebelumnya.
Terimalah taubat kami, lembutkan hati kami, dan izinkan kami pulang kepada-Mu dengan hati yang hidup. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Sumber dari FB

0 comments:
Catat Ulasan