Artikel ini berisi kisah karomah ulama asal Aceh yakni Syekh Abdurrauf As-Singkily saat terjadi kemarau di Mesir.
Kisah di atas terjadi sewaktu Syekh Abdurrauf meminta izin kepada gurunya, Syekh Ahmad Al-Qusyasyi, untuk naik haji. Namun, gurunya memerintahkan Syekh Abdurrauf ke Mesir.
Dalam kitab sejarah, Syekh Abdurrauf diceritakan bahwa semuanya telah berkumpul, seperti para ulama mesir, sultan, serta rakyat Mesir ke tengah padang (tanah lapang).
Saat itu, akan dilaksanakan shalat 2 rakaat oleh Syekh Abdurrauf dengan khusyu' dan tawadhu terhadap Allah SWT yaitu shalat istisqa'. Dengan takdir Allah, saat beliau mulai mengangkat tangan membaca takbiratul ihram, petir pun muncul.
Kemudian, juga binatang yang berada di langit pun hilang entah ke mana.
Seketika saat itu langit menjadi hitam pekat, maka ini adalah pertanda akan turun hujan lebat.
Beliau pun tetap meneruskan shalat hingga sempurna.
Namun, para raja, ulama, para pembesar, dan rakyat mesir keheranan melihat Syekh Abdurrauf tidak basah satu helai benang pun.
Kisah di atas terjadi sewaktu Syekh Abdurrauf meminta izin kepada gurunya Syekh Ahmad Al-Qusyasyi untuk naik haji.
Namun, gurunya memerintahkan Syekh Abdurrauf ke Negri Mesir, berkhalwat mengingat Allah SWT selama 12 bulan di dekat Gua Sungai Nil.
Dengan karomah gurunya, dalam sekejap Syekh Abdurrauf pun sampai di Mesir.
Saat itu, di Mesir sedang dilanda musibah dengan tidak turun hujan selama kurang lebih satu tahun.
Setelah hujan, setelah Syekh Abdurrauf melakukan shalat istisqa', Sultan Mesir kemudian memberikan 3 kilogram emas kepada Syekh Abdurrauf. Hal ini dilakukan lantaran hajatnya tertunaikan.
Kemudian, setelah emas tersebut diterima, emas tersebut dibagi-bagikan kepada orang-orang yang kurang uang ingin pergi haji, juga kepada orang fakir, miskin, dan anak Yatim.
Pesan beliau untuk rakyat Mesir: "Kalau betul-betul kita beriman dan takut kepada Allah, maka kita patuhi dan taati segala peraturan Allah, maka Allah akan memberi kita berkah dan rahmat, maka negeri aman,"
Kisah ini diambil dari kitab Sejarah ringkas Auliya’ Allah Solihin Syeikh Abdurrauf bin Ali Al-Fansuri As-Singkili (Syiah Kuala), penulis Imam Mawlana Abdul Manaf Amin Padang.
Sumber dari GSA DAILY

0 comments:
Catat Ulasan