Ciri-ciri orang yang tidak menjalani tasawuf — hanya tahu teori
1. Suka menyebut tingkatan dan maqam
Contoh-
“itu baru dasar”
“kamu baru sampai kulit”
“tingkatan saya lebih tinggi”
Ini tanda ia hanya hafal nama-nama maqam, bukan merasakan maqam itu. --
- 2. Bicara dengan nada merendahkan
Jika seseorang benar berjalan ke Allah, ia semakin rendah hati.
Yang merendahkan → masih penuh ego (nafs). --
- 3. Selalu membandingkan siapa lebih tinggi Ini ciri paling jelas orang yang hanya tahu teori.
Orang yang mengerti rasa batin tidak berani mengukur orang lain. --
- 4. Hafal istilah, tetapi kosong rasa
Biasanya ia- hafal- sirr, ruh, fuad, maqam, fana’, baqa’, musyahadah tetapi tidak merasakan- ketenangan, keteguhan, halusnya hati, hadirnya Allah, perubahan akhlak Ilmu ada di mulut, bukan di dada. --
- 5. Mengklaim derajat atau kedalaman tertentu
“Ilmu saya sudah sampai makrifat.”
“Ini amalan ahli hakikat.”
Orang yang benar-benar ma’rifah justru-
“Semakin dekat kepada Allah,
semakin merasa tidak tahu apa-apa.” --
- 6. Tidak ada perubahan akhlak
Tasawuf tanpa perubahan akhlak = tasawuf palsu.
Orang yang hanya teori
- mudah marah
lisan kasar
suka debat
menyinggung orang
merasa paling benar --
- 7. Merasa sudah tinggi padahal kosong pengalaman Ia bangga dengan apa yang ia tahu, padahal tasawuf adalah apa yang kita rasakan dan jalani. ---
8. Tidak punya hubungan dengan dzikir yang menetap Tanda orang hanya teori
- dzikir tidak rutin
-tidak kontinyu
- tidak mengalami kehalusan nafas
-tidak ada penjernihan rasa
Tasawuf tanpa dzikir = kering. --
- 9. Menyebut “inti tasawuf” tapi tidak hidup dalam adab Inti tasawuf itu adab.
Jika adab tidak ada, praktis—ia hanya tahu kulit. --
- 10. Selalu ingin benar dan menang dalam pembahasan spiritual Ini tanda “ego spiritual” (al-nafs al-mutamattiq). ---
Ciri-ciri orang yang benar-benar PRAKTEK tasawuf dan ma'rifat
Ini ciri orang yang sedang dituntun Allah.
1. Tidak suka merendahkan Semakin dalam pengalaman batinnya, semakin rendah dirinya. --
- 2. Rasa hatinya halus
Tanda-tanda
- mudah tersentuh
-cepat sadar bila salah
-mudah memaafkan
- tidak suka membalas --
- 3. Tidak terikat pada fenomena (getaran, cahaya, rasa) Ia merasakan, tapi tidak menjadikannya tujuan. --
- 4. Dzikirnya menetap dan hidup Sederhana tapi konsisten-
istighfar
la ilaha illallah Allah
dzikir nafas
sholat terpelihara
Consistent complicated. ---
5. Tenang, stabil, tidak meledak-ledak
Perubahan batin ini tidak bisa diperoleh dari teori. -
-- 6. Adabnya tinggi
-Takut menyakiti orang.
-Takut sombong.
-Takut menilai orang.
Ini ciri orang yang diawasi Allah. ---
7. Ilmunya tidak banyak bicara, tapi banyak terasa Kata-katanya sederhana, tapi ada “rasa dalam”. ---
8. Tidak menunjukkan kelebihan Orang yang berjalan ke Allah justru takut membuka rahasia batinnya. ---
9. Setiap hari lebih lembut daripada hari sebelumnya Tasawuf = perbaikan akhlak.
Kalau akhlak tidak berubah → belum hakikat. ---
10. Tidak pernah mengklaim tingkatan
Orang yang benar-benar mendalami ma’rifat berkata- “Aku ini hamba yang lemah.
Allah-lah yang Maha Menuntun.” ---
Kesimpulan Singkat Orang yang hanya teori
- banyak bicara
-mudah merendahkan orang
-suka membandingkan maqam
-hafal istilah tapi kering rasa
-akhlak tidak berubah
-merasa paling paham ego spiritual tinggi
Orang yang benar-benar berjalan-
-rendah hati
-halus rasa
-adab tinggi
-dzikir menetap
-hati tenang
-tidak membandingkan
-tidak mengejar rasa, tapi tetap merasakan perubahan fokus pada Allah, bukan tingkatan.
Sumber dari UlamaNusantara

0 comments:
Catat Ulasan