EMPAT JENIS MANUSIA MENURUT SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI 'QS'

 


EMPAT JENIS MANUSIA MENURUT SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI 'QS'
Manusia adalah makhluk yang Allah ﷻ ciptakan dengan kesempurnaan dan kemuliaan melebihi seluruh ciptaan lainnya. Karenanya, manusia dipilih untuk memikul amanah kekhalifahan di bumi tugas suci yang bahkan malaikat pun tidak diberi.
Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 30:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat. Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”
Namun tidak semua manusia mampu menjalankan perannya dengan baik. Dalam kitabnya yang masyhur, Futuh al-Ghaib, Syekh Abdul Qadir al-Jailani رحمه الله membagi manusia menjadi empat jenis besar, sebagai bahan tafakkur bagi siapa pun yang ingin selamat dunia-akhirat.
1. Manusia Tanpa Lisan dan Tanpa Hati.
رَجُلٌ لاَ لِسَانَ لَهُ وَلاَ قَلْبَ، وَهُوَ العَاصِي العَبِيّ
Golongan ini digambarkan oleh Syekh Abdul Qodir sebagai manusia yang tidak berdzikir dengan lisannya dan tidak beriman dalam hatinya. Ia tidak mengenal Allah, tidak tunduk pada kebenaran, dan larut dalam maksiat. Lisan mereka kering dari hikmah, dan hati mereka tandus dari cahaya iman.
فَاحْذَرْ أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ
"Waspadalah, jangan sampai engkau termasuk dari mereka."
Kepada golongan ini, SyekhAbdul Qadir menasihati dengan sangat tegas. Jangan menjadi seperti mereka dan jauhi pergaulan dengan mereka. Sebab, mereka adalah penghuni neraka yang nyata.
2. Manusia yang Berlidah Namun Tidak Berhati.
رَجُلٌ لَهُ لِسَانٌ بِلاَ قَلْبٍ
Inilah manusia yang pandai berkata-kata, namun kosong dari amal dan keikhlasan. Mereka menyeru manusia kepada Allah, namun diri mereka sendiri jauh dari-Nya. Mereka berbicara penuh hikmah, namun hidup mereka berlawanan dengan nasihat yang mereka lontarkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ"
"Yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah orang munafik yang pandai bicara." (HR. Ahmad).
Syekh Abdul Qodir memperingatkan, jangan tertipu oleh keelokan tutur katanya, sebab bisa jadi kata-katanya dapat membakar mu, dan hati busuknya bisa membunuh ruhani. Orang seperti ini gemar memamerkan kepandaiannya tanpa akhlakul karimah.
“Ia seakan berkata. Akulah yang paling alim di antara kalian, padahal hatinya kosong dari adab kepada Allah.”
3. Manusia yang Berhati Namun Tak Berlidah
رَجُلٌ لَهُ قَلْبٌ بِلَا لِسَانٍ
Inilah manusia yang berhati akan tetapi tidak berlidah. Merekalah orang mukmin yang disembunyikan Allah ﷻ dari orang lain, serta Allah jaga matanya dengan perasaan hina akan dirinya sendiri. Yaitu mereka yang dibimbing oleh Allah Swt, kemudian ditutupi aib-aibnya dari makhluk dan jua kepada hati inilah Allah memberikan cahaya untuk mengetahui bahwa keburukan itu berasal dari lisan. Sehingga ia menghindar dari banyak berbicara yang tidak penting dan melalaikan diri dari mengingat Allah Swt. Mereka tahu bahwa banyak bicara bisa melalaikan dari dzikir dan mengotori hati. Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَنْ صَمَتَ نَجَا"
"Barangsiapa yang banyak diam, ia akan selamat."
Syekh Abdul Qadir menyebut mereka sebagai wali Allah yang tersembunyi (awliyaullah al-makhfiyyun), Mereka tidak mencari sorotan manusia, tidak mencintai ketenaran, dan hidup hanya untuk Allah semata.
“Mereka inilah kekasih (wali) Allah swt yang senantiasa disembunyikan Allah (dari khalayak ramai”
4. Manusia yang Memiliki Hati dan Lisan.
رَجُلٌ تَعَلَّمَ وَعَلَّمَ وَعَمِلَ بِعِلْمِهِ، وَهُوَ الْعَالِمُ بِاللَّهِ
Inilah manusia pilihan yang belajar, mengajar, dan mengamalkan ilmunya. Allah lapangkan dadanya, Allah titipkan rahasia ilmu ke dalam hatinya. Mereka hidup dalam cahaya petunjuk dan menjadi pelita bagi umat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَنْ تَعَلَّمَ وَعَمِلَ وَعَلَّمَ، دُعِيَ فِي الْمَلَكُوتِ عَظِيمًا"
“Barangsiapa mempelajari ilmu, mengamalkannya, dan mengajarkannya, maka ia akan diseru dengan panggilan agung di alam langit.”
Berbeda dengan jenis manusia pertama, Syekh Abdul Qadir justru memperingatkan agar tidak menentang serta melecehkan ucapannya.
"احْذَرْ أَنْ تُخَالِفَهُ وَتُنَافِرَهُ"
“Berhati-hatilah kamu, agar tidak menyelisihi dan menentangnya.”
Itulah empat jenis Manusia menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab Futuhul Al-Ghaib.

Sumber dari FB
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan