GURU MURSYID* Pengertian dan Ciri dan karakter seorang Guru Mursyid.

 


GURU MURSYID*
Pada hakikatnya Guru Mursyid itu Satu, kerana memang “Isi” nya adalah sama yaitu Kalimah Allah Yang Maha Esa. Setiap Guru Mursyid membawa KEBENARAN dari Rasulullah saw, menyebarkan Tauhid yang murni agar manusia tidak hanyut didalam kemusyrikan, inilah inti utama dakwah dari Guru Mursyid.
Saya tidak pernah menulis nama Guru didalam setiap tulisan dan hanya menyingkatkan dengan “Guru Sufi”, kerana saya ingin sahabat semua menganggap Guru saya adalah Guru anda juga, dan Guru anda adalah Guru saya juga.
Kita menyebut Beliau sebagai Guru Sufi ? kalau kebetulan sifat-sifat Guru Sufi yang saya ceritakan mendekati dengan Guru anda, boleh jadi kita satu Guru dan kalau pun secara fisik Guru kita berbeza tetapi pada hakikatnya adalah sama kerana isi didalam dada dari Guru Mursyid adalah Nur Allah.
Seorang murid harus fokus kepada Gurunya agar boleh mendapatkan pelajaran-pelajaran hakikat yang berharga, mendapatkan kelimpahan ilmu yang memimpin murid itu kepada KEBENARAN. Walaupun pada akhirnya tujuan dari berGuru bukanlah untuk mencari ilmu, mencari kehebatan atau kekeramatan tetapi tujuannya adalah semata-mata hanyalah mencari Redha-Nya.
Suatu hari saya menceritakan sebuah mimpi kepada Guru saya. Didalam mimpi tersebut Guru dari Guru saya berpesan bahawa segala ilmu telah ditumpahkan kepada Guru saya dan Guru saya adalah gudang segala ilmu. Ketika saya selesai menceritakannya, Guru saya berkata;
“Bagus mimpimu itu, dan satu hal yang harus kau ingat bahawa berGuru itu bukanlah untuk mencari ilmu, tetapi mencari Tilik kasih-Nya”.
Saya bertanya;
“Apakah itu tilik kasih-Nya wahai Guru ?”
Guru saya menjawab;
“Kasih Sayang dan Rahmat Allah yang tercurahkan melalui seorang Guru, itulah bekal yang hakiki dan paling berharga bagi seorang murid. Kamu tahu kenapa Guru saya mengatakan semua ilmu ada pada Gurumu ini ?”
“Tidak tahu Guru” - Jawab saya.
“Kerana selama saya berGuru sampai Beliau pulang kehadirat Allah, saya tidak pernah mencari ilmu, tidak pernah mengharapkan harta dan tidak pernah mengharapkan kekeramatan, yang saya inginkan hanyalah Guru semata” - Kata Guru.
Kemudian Beliau melanjutkan;
“Kalau Guru sakit, saya berharap Tuhan mahu memindahkan penyakit tersebut kepada saya, biarlah saya yang sakit dan Guru tetap sihat. Kalaulah Guru susah saya berdoa agar Tuhan memindahkan kesusahan tersebut kepada saya, biarlah saya yang menanggung kesusahan dan Guru tetap bahagia”.
(Saya melihat Guru menangis ketika mengucapkan kata-kata tersebut.)
“Para Sahabat Nabi saw itu orang-orang pilihan, mereka mengorbankan apapun untuk Nabi saw bahkan nyawa pun diberikan andai itu diperlukan” - kata Guru.
“Maka… Didalam berguru kamu jangan pernah mencari ilmu, mengharapkan kehebatan, kalau kamu benar-benar mencintai Gurumu, maka Allah swt akan mencintai kamu dan seluruh alam akan mencintaimu”
(Nasihat-nasihat yang sudah lama sekali saya dengar dari Guru rasanya seperti baru saja Beliau ucapkan, hangatnya masih terasa.)
Begitulah seorang Guru Mursyid salah satu ciri KHAS nya adalah apabila memberikan pengajaran akan berbekas di hati muridnya dan muridnya akan berubah menjadi yang
terbaik
.
Seorang Guru pasti memberikan pelajaran yang baik, tidak terkecuali Guru saya dan Guru anda. Para Guru adalah orang-orang yang dikirimkan oleh Allah swt untuk meneruskan dakwah Rasulullah saw agar menjadikan Islam sebagai Rahmat bagi seluruh Alam. Tentu setiap Guru mempunyai kapasiti yang berbeza antara satu sama lain. Ada Guru yang mempunyai murid yang banyak dan ada yang sedikit, ada yang Khusus untuk satu daerah ada yang tersebar di seluruh dunia.
Ibarat matahari, ia adalah tunggal, tetapi boleh dilihat dan dirasakan diseluruh dunia sesuai dengan kapasiti masing-masing. Ada yang melihat matahari melalui atap rumah yang bocor berbentuk persegi empat, maka matahari itu berbentuk persegi empat dan ada yang melihat dari lubang segitiga maka cahayanya matahari itu berbentuk segitiga juga, sesuai dengan wadah yang dilewatinya. Begitu juga dengan Cahaya Allah, dia akan melewati wadah yang berbeza untuk boleh menerangi seluruh alam, tetapi pada hakikatnya adalah satu jua.
Ibarat elektrik, untuk boleh menerima arus elektrik ia harus melalui kabel, dengan bentuk dan ukuran yang berbeza. Ada yang berukuran besar dan ada pula yang kecil, bahkan ada yang sangat kecil, tetapi semuanya mempunyai isi yang sama yaitu elektrik.
Kabel besar akan boleh menyambung dan membahagi elektrik kepada kabel kecil, dan dengan bantuan lampu boleh menerangi jumlah yang banyak sedangkan kabel kecil hanya boleh dipakai beberapa lampu saja. Walau pun kawatnya banyak, kebalnya ribuan kilometer tetapi tidak menghilangkan isi nya selagi kabel tersebut masih bersambung dengan penjana elektrik.
Begitulah hakikat dari Mursyid yang wadahnya berbeza tetapi isinya sama, kerana itu hakikat dari Mursyid adalah SATU.
Guru Mursyid yang mana paling
hebat
?
Pertanyaan itu tidak akan pernah boleh terjawab, tergantung kepada siapa anda bertanya. Para murid akan menganggap Gurunya paling
hebat
.
Dari pada sibuk mempertandingkan Guru Mursyid itu, lebih baik kita bertanya didalam hati kita, sudahkah kita menjadi murid yang
terbaik
?
Bukankah Guru Mursyid itu adalah murid yang Shiddiq dari Gurunya ?
Lalu kenapa kita fokus kepada pertandingan Guru Mursyid yang bukan wilayah kita, kenapa kita tidak fokus bagaimana menjadi murid yang
terbaik
saja ?
Daripada mempermasalahkan siapa Guru Mursyid yang
hebat
dan itu adalah hak keistimewaan Allah swt, Dia yang mengetahui siapa Wali-Nya yang utama, lebih baik kita belajar menjadi murid yang
terbaik
dan menjadi insan yang
terbaik
.
Bagi saya Guru anda adalah Guru saya juga kerana Guru Sejati itu bukanlah manusia, Guru Sejati adalah Allah swt yang menjadi Maha Guru dari Segala Maha Guru.



* Pengertian Mursyid.
Bila difahami secara mendalam, bahawa belajar ilmu tiada salahnya kepada sesiapapun. Orang yang belajar ilmu Allah swt akan menyedari bahawa dirinya adalah bodoh dan selalu Tawadhu' kepada Allah swt dan orang lain.
Kadangkala disedari KEBENARAN tidaklah selalu datang kepada orang yang berpangkat atau
hebat
, malah didapat dari orang awam biasa. Orang yang diberikan ilmu Allah swt bukan pada penampilan fizik yang berupa pangkat kekayaan, namun Ilmu Allah swt hanya akan bersemayam kepada insan yang memiliki Hati, Iman dan selalu Bertawakal.
Sabda Nabi Muhammad saw;
"Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi baik, maka Allah akan memberikan kecerdasan pemahaman sebaik-baiknya dalam hal agama."
(HR. Bukhari)
Diberikan atau tidaknya ilmu Allah swt kepada seseorang adalah hak Allah, dan Allah yang menentukan bagaimana seseorang itu dapat menguasai ilmunya. Kerana itu jelas ada orang yang dilebihkan atas insan yang satu dengan lainnya terkait dengan penguasaan ilmu Allah, dan disitulah Mursyid itu berada sebagai orang yang diberi kelebihan baik Derajat dan Kemuliaan terkait dengan ilmu Allah swt.

Inilah sepuluh (10)Pengertian
Berbahagialah orang-orang yang sudah menemukan Guru pembimbing setingkat Mursyid. Dengan itu, seseorang itu akan mudah mempelajari Ilmu Tasawwuf termasuk Ilmu Tarekat, Hakikat dan Ma'krifat.
Nabi Muhammad saw;
مَنْ لاَشَيْخٌ مُرْشِدٌ لَهُ فَمُرْشِدُهُ الشَّيْطَانُ
Ertinya : “Barangsiapa yang tiada Mursyid (Guru) yang memimpinnya ke jalan Allah, maka syaitanlah yang menjadi gurunya”.
Namun mendapatkan Guru setingkat Mursyid ini ternyata tidaklah mudah. Oleh kerana itu ada baiknya memahami dahulu bagaimana seorang Mursyid itu terkait erti, karakter dan cara untuk mendapatkan ilmu darinya.
* Ciri dan karakter seorang Guru Mursyid.
Kerana itu untuk mendapatkan Guru setaraf Mursyid tidaklah mudah, Allah-lah yang menunjukkan sesuai kadar niat atau kesungguhan dan tingkatan keimanan seseorang serta ibadah yang dilakukannya. Beberapa ulama memberikan karakter seperti berikut;
1) Sederhana, tidak selalu terkenal cenderung tersembunyi.
Ulama Mursyid tidak selalu sama dengan Ulama yang dikenal luas atau terkenal, malah kadang-kadang tempatnya terpencil dan posisinya sangat sederhana serta selalu Tawadhu'. Ada sebahagian malah disembunyikan Allah swt.
2) Ucapannya terbuka, tidak mahu benar sendiri.
Lalu kalimat yang terucap lebih banyak terbuka, tidak pernah menunjuk dirinya saya atau aku, apalagi mahu benar sendiri. Semua hanya kerana Allah swt dan ajarannya memberi kesejukan di hati.
3) Memiliki ilmu hikmah.
Memiliki ilmu hikmah dalam ertinya, mampu membaca ayat-ayat (Tafsir) terkait dengan ciptaan dan kejadian Allah swt yang terjadi di langit, bumi dan seisinya.
4) Mampu mengungkap Rahasia Allah swt.
Seorang Mursyid memiliki kemampuan mengungkap keRahasian Allah swt (Terutama kalam Allah yang tidak berhuruf, bertulis dan bersuara). Dengan demikian ilmunya tidak selalu sarat periwayatan dan dalil-dalil yang panjang melainkan ringkas dan sederhana (Mudah dihadam) yang semuanya merupakan KEBENARAN yang Haq.
5) Suluk mungkin berbeza, tetapi intinya mengajak dekat kepada Allah swt.
Seorang Mursyid membawakan jalan atau cara (Suluk) kepada salik yang berbeza, tidaklah selalu sama namun hakikatnye mengajak diri untuk lebih dekat kepada Allah swt.
6) Memiliki karomah.
Didalam masa perjuangan Mursyid setaraf Aulia dan Wali tidak pernah marasa takut dan gentar dengan kurnia Allah swt yang berupa karomah yang dimilikinya.
Firman Allah swt;
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (Pula) mereka bersedih hati.
(QS Yunus : 62)
7) Memiliki firasat yang tajam.
Kedekatannya kepada Allah swt, menjadi wajar bila seorang Mursyid sebagaimana orang sholeh memiliki kemampuan dapat mengetahui beberapa hal yang tersembunyi terkait diri kita, bahkan dia akan tahu jauh sebelum kedatangan kita. Hal itu dikeranakan seorang Mursyid itu memiliki firasat mengetahui Rahasia Allah swt yang diberikan kepadanya tentang suatu hal atau kejadian dari makhlukNya.
Sesuai hadist;
Dari Abu Said Al Khudri, bahwa Rasulullah saw bersabda;
"Takutlah terhadap firasat seorang mukmin, sebab ia melihat dengan cahaya Allah, kemudian membaca ayat Inna fi dzalika li ayatin lilmutawassimin."
(HR Tirmidzi)

8} Menyendiri tidak bergantung kepada orang lain.
Mampu hidup dirinya sendiri dengan keyakinan yang kuat pada rezeki Allah swt, sehingga tidak bergantung kepada orang atau kelompok lain. Ini yang disebut "Iffah", ertinya dapat mencukupi dirinya dan memiliki keyakinan yang kuat akan rezeki Allah swt kepadanya.
9) Terlalu rendah diri.
Dia terlalu rendah diri, tidak mahu dikenali orang ramai tidak menonjol penampilannya, tidak pernah akan mengaku bahawa dirinya adalah seorang Guru lagi Mursyid. Dia seperti orang biasa yang kadang-kadang dia berada diantara kita, cuma kita yang tidak sedar akan kehadirannya, kadang-kadang ia juga pernah hadir didalam hidup kita tetapi sering kali kita tidak mempedulikannya, kerana dia kelihatan seperti orang yang biasa-biasa saja pada pandangan kita. Dia juga akan hidup didalam kesusahan kerana baginya dunia bukanlah tempatnya (Terlalu zuhud). Orang yang tidak kisah soal duniawi.
10) Sangat pemurah ilmunya.
Jika bertanya soal ilmu, dia akan menghuraikan persoalan itu sehingga orang yang bertanya itu benar-benar akan faham penjelasannya, dia sama sekali tidak akan pernah menjual agama atau menjual ilmunya dengan wang ringgit atau sebagainya. Sangat mencintai dan menyayangi ilmu agamanya sehinggakan sanggup mengorbankan nyawa jika agamanya di persendakan.
(Dan banyak lagi ciri-cirinya Guru Mursyid itu, ini adalah ciri-ciri yang sangat mudah untuk difahami. Bagi yang mencarinya berusahalah untuk bertemu dengannya, kita hendaklah selalu peka (fokus) dengan apa yang dicari dan perbanyakkanlah berdoa kepada Allah swt agar dihadirkannya)
* Cara belajar kepadanya.
Bila karakter ini ditemukan, tetapkan dan niatkan untuk belajar kepadanya, niatkan untuk patuh dan taat setia kepadanya. Patuh adalah Syarat atau Adab untuk mendapatkan Ilmu Batin ini. Mursyid adalah orang yang dicintai Allah swt kerana dengan mencintai orang yang dicintai Allah swt, maka Allah swt akan menyayangi kita.
Beberapa kisah kepatuhan luar biasa pernah ditunjukkan seperti Sunan Kalijaga, Sheik abdul Kadir Jaelani dan Imam Safi’i.
Hanya kepatuhan kepada Mursyid yang mampu melatih diri kita untuk patuh kepada Allah swt. Mursyid lah yang mengajarkan kita mampu membuka Hijab pada diri kita sendiri dan kemampuan untuk memandang kebesaran dan keagungan Allah swt melalui tali perhubungan hikmah yang disampaikannya.
Nabi Muhammad saw;
عن دود عن ابن مسعود قال رسول الله ص م : كُنْ مَعَ اللهِ وَاِنْ لَمْ تَكُنْ مَعَ اللهِ فَكُنْ مَعَ مَنْ كَانَ مَعَ اللهِ فَإِنَّهُ يُوْصِلُكَ اِلَى اللهِ
Ertinya: “Sertakan dirimu kepada Allah, jika kamu belum dapat menyertakan dirimu kepada Allah, maka sertakanlah dirimu kepada orang yang telah serta Allah, maka ia akan menyampaikan kepada kamu pengenalan kepada Allah.”
(H.R. Abu Dawud)
Firman Allah swt;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah / jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihatlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."
(QS. al Maidah : 35)
Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani;
"Tiada yang membezakan seseorang wali itu dengan manusia yang lain dari segi amalannya kecuali ia memiliki kekuatan jiwa yang besar dan
hebat
dalam menghadapi musibah. Dan bagi wali itu karamah yang paling besar ialah istiqomah dengan Tuhannya, redha dan patuh pada qada' dan qadarNya."

{ Sumber dari FB }
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan