KHALWAT ZAHIR DAN KHALWAT BATHIN

 


KHALWAT ZAHIR DAN KHALWAT BATHIN

Dalam ajaran Thoriqat Naqsyabandiah tak bisa pisahkan dengan Khalwat dan bersuluk. Khalwat dan suluk juga di bagi atas dua bahagian yaitu khalwat Zahir dan khalwat bathin.
KHALWAT ZAHIR
Khalwat zahir ialah seseorang mengambil keputusan untuk memisahkan dirinya sementara daripada dunia dan kesibukan nya, memencilkan dirinya di dalam satu tempat yang terpisah daripada keramaian supaya dirinya dapat terpelihara daripada hiruk pikuk manusia dan makhluk di dalam dunia ini.
Di dalam khalwat Zahir ia juga berharap agar dengan berbuat demikian itu dirinya dapat mendidik dirinya , Selanjutnya dia berharap pengasingan khalwat nya itu akan dapat mendidik egonya dan bujukan nafsunya untuk memberi peluang kepada perkembangan diri rohaninya.
Bila seseorang sudah memutuskan demikian itu maka niatnya mestilah ikhlas karena Allah. Dalam satu sisi dia seumpama meletakkan dirinya di dalam kubur, dalam keadaan mati, hanya mengharapkan semata-mata keredaan Allah, berhasrat dalam hatinya agar setelah itu dia terlahir kembali seperti bayi yang baru lahir yaitu bersih dan suci.
Juga Dia harus mengikat lidahnya dari berkata yang sia-sia , Dia menutupkan matanya daripada melihat sesuatu yang diharamkan agar pandangannya dapat terjaga ,
Dia juga harus menutup telinganya dari mendengar pembicaraan yang sia sia dan kejahatan, serta berniat mengikat kakinya, dan membelenggunya daripada melangkah kepada perbuatan maksiat yang mendatangkan murka Allah SWT.
Allah SWT berfirman :
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ‎
فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ‎
Artinya
“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya, dan menegah diri daripada hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurga itu tempat kembalinya”.
(QS an-Naazi’aat, ayat 40 & 41).
Orang orang yang sedang menjalani khalwat maka harus selalu bertaubat kepada Allah dan menjaga kesucian hatinya seta terus mengerjakan amal Soleh yang sesuai di ajarkan Rasûlullâh serta tidak mencampuri amalan nya dengan sesuatu apapun yang bercampur dengan syirik , agar Allah segera membukakan jalan ma'rifah untuk dapat bertemu kepada Tuhan nya .
Firman Allah:
قُلۡ اِنَّمَاۤ اَنَا بَشَرٌ مِّثۡلُكُمۡ يُوۡحٰٓى اِلَىَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمۡ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ‌ ۚ فَمَنۡ كَانَ يَرۡجُوۡالِقَآءَ رَبِّهٖ فَلۡيَـعۡمَلۡ عَمَلًا صَالِحًـاوَّلَايُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا‎
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya
“ (Q Surah al-Kahfi, ayat 110).
Itulah rangkaian prilaku yang harus dilakukan seseorang dalam rangka khalwat zahir.
KHALWAT BATHIN.
Maksud khalwat bathin ialah tidak ubahnya seperti melakukan khalwat Zahir juga yaitu mengeluarkan mengkosonygkan hati dari segala sesuatu dari dalam hati walaupun hanya memikirkan tentang hal keduniaan, dan juga mengeluarkan rasa cinta kepada Harta benda, keluarga, isteri, anak-anak dan jabatan untuk lebih vocus perhatian kasih sayangnya kepada Allah.
Dalam menjalani khalwat bathin ini seseorang tidak perlu mengasingkan diri dari keramaian , Dia dapat melakukan nya dimanapun dan kapanpun juga .
Dalam melakoni khalwat bathin ini seseorang harus mendidik hatinya agar senantiasa musyahadah kepada Allah serta meyakini bahwa Allah melihat segala sesuatu yang dia lakukan.
Panca indera nya boleh melihat kepada dunia namun mata hatinya haruslah tetap Syuhud pandangan kepada Allah serta tetap menjaga hatinya dari segala sesuatu getaran dan lintasan yang menggodanya dari nafsu duniawi.
Bila seseorang salik sedang melakoni khalwat bathin ini maka akan menghasilkan ilham dan pancaran Nuru sebagai penyucian hatinya. Allah akan mencabut dari hatinya daei segala sesuatu yang merusakkan dan melindunginya agar dia selalu terjaga dari bujukan syetan. Maka wajahnyapun akan menjadi indah ,karena memancar kan nur mahabbah dan akan berwujud kepada perbuatan nya . Apa saja yang dia lakukan ,dilakukannya dengan iklash dan dengan cara yang terpuji karena dia berada di dalam kehadiran Ilahi.
Allah akan mengampuninya dan mengabulkan doanya.
Bila seseorang telah di angkat Allah kepada derjat itu ,maka hatinya menjadi seperti lautan yang luas, hatinya akan lapang penuh dengan rasa cinta kepada semua ciptaan Allah.
Firman Allah:
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ
“Keluar daripadanya mutiara dan marjan . (Surah ar-Rahmaan, ayat 22).
Untuk memelihara lautan tersebut zahirmu mestilah sama dengan bathinmu, ucapanmu harus sesuai dengan perbuatan mu. Suasana zahir dan suasana batinmu mestilah satu.
Bila ini telah engkau rasakan maka inilah nikmat yang terbesar yang harus engkau syukuri dan inilah yang membawa kesejahteraan dan keselamatan dunia dan akhirat.
( Sumber dari Haris Haris / THORIQAT NAQSYABANDIYAH )
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan