" KE-AKUAN DIRI".....

 


Jangan lekas terpedaya dengan faedah2 dunia. Ahli2 makrifat itu tidak pernah mencari faedah akan tetapi mereka2 ini akan terus mencari kaedah.

1) Kaedah mengenal diri
2) Kaedah mengenal Allah.
3) Kaedah pulang kerahmatullah

Berhati2 lah dan janganlah terlena apabila sudah bermakrifat. Bila2 saja Allah boleh membolak balik kan hati kita semua. Yang penting bukan pada permulaannya bermakrifat tetapi diakhir2nya bermakrifat. Semoga Allah tetap memberikan hidayah dan kefahamannya kepada kita semua. Ada yang mengatakan bahawa dirinya sudah putus dari bermakrifat. Soalannya sekarang, siapakah yang memutuskannya? Adakah Allah atau dirinya sendiri yang mengatakan putus itu?
Ahli2 makrifat akan putus dari bermakrifat kepada Allah apabila sudah tidak lagi terlihat adanya diri. Ini lah yang dikatakan putus, putus dari sifat2 keakuan diri. Putus daripada syirik kepada Allah dan putus dari sifat sombong dan bongkak. Selagi ingin menyalahkan orang lain dan selagi ingin menghukum orang lain bererti anda belum lagi putus dari bermakrifat. Masih ada keakuan diri dan masih lagi terlihat adanya makhluk. Jika masih terlihat makhluk maka Allah tidak dapat engkau kenali.
Kata2 dari seorang ulamak.
" JIKA DIA ADA MAKA AKU TIADA. JIKA DIA TIADA, BARULAH AKU BENAR2 ADA."
DIA yang dimaksudkan disini ialah " KE-AKUAN DIRI".....

BUKAN AKU MELAINKAN ALLAH"
Sebuah kesadaran yang seharusnya ada di setiap mukmin dan orang yang beriman, seharusnya mengimani bahwa bukan kita yang ada, melainkan hanya Allah apapun itu.
Yakni sebuah sepenohnya penghambaan yang sempurna selayaknya Nabi Musa A.S yang berani menghancurkan dirinya demi bertemu dengan Allah. Dan benar saja tubuhnya lenyap didalam Kesadaran yang ada hanyalah Allah.
Kita tahu bahwa tubuh ini bukanlah kita, kita adalah nafs yang sebenarnya bukanlah siapa siapa, layaknya bayi yang juga tidak tahu dirinya siapa.
Sebuah kesadaran sempurna adalah kesadaran pengembalian dan memfanakan diri, berganti menjadi esensinya Allah Sang Maha Mutlak, yang tidak ada sekutu, tidak ada pesaing, dan tidak ada tandingan termasuk yang mengaku menjadi diri atau aku yang sering dilakukan oleh Nafs.
Nafs sesungguhnya adalah ketiadaan yang sering menjelma menjadi aku-aku an, bahkan aku ini menjadi pesaing utama dari Allah, betapa kurang ajarnya nafs ini, dari yang tidak ada menjadi sosok yang mengaku menjadi aku dan kurang ajar lagi menjadi pesaing utama dari Allah seperti firaun.
Lemahnya umat islam ini karena meninggalkan kesadaran keTuhanan ini, umat islam ini tidak akan jaya dengan ilmu, tidak akan jaya dengan jumlah bacaan quran dan hadist, tidak akan jaya dengan banyak masjid dan jumlah madrasah pondok , Islam akan jaya jika setiap umat islam terutama yang mengaku beriman benar benar mengakui Allah Sang Maha Mutlak.
Sampai bila terus menerus menjadi pesaingnya Allah, kita merasa hebat dengan ilmu kita yang sudah bertahun tahun belajar di sekolah ataupun madrasah pondok , kita merasa kaya dengan bersedekah namun masih bangga bahwa dia lah yang memberikan sedekah itu bukan Allah.
Maka dikatakan ihklas itu sulit... ya jelas saja sulit, karena kita masih saja menjadi pesaingnya Allah. Sampai kapan kita boleh benar ihklas dan benar menghamba kepada Allah.
Kita ini tidak pernah tau pasti, bila diri kita ini akan dipanggil Allah.
Jika kita tidak sesegera mungkin menyadari eksistensi Allah yang sebenarnya dan masih mengaku aku maka dikhawatirkan suatu saat dipanggil Allah kita akan kesulitan untuk mengihlaskan kematian kita, jika ini terjadi maka mati akan menjadi sesuatu yang amat menyakitkan.
Kita yang belum mampu duduk pada wilayah "Bukan aku tapi Allah" sebaiknya mulai sekarang belajar, dan mempraktekannya dalam hidup dan kehidupan. Dan insha Allah kita akan membuktikan nanti bahwa luar biasa jika kita bisa berada pada wilayah ini.
( Sumber dari TASAWUF FALSAFI )

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen