TAJJALI ALLAH PADA DIRI INSAN

 


TAJJALI ALLAH PADA DIRI INSAN

Ketika bayi di alam rahim ( di dalam Air ketuban ) belum ada NYAWA,
baru ada hidup yaitu ada ROH, rasa pendengaran dan NAFSU MUTHMAINAH,
dari ALAM RAHIM bayi pindah ke, ALAM DUNIA dan SIFAT FITRAH ROH
berubah SIFAT menjadi ROH, ketika kontak ke ALAM DUNIA, itulah adanya NYAWA,
NYAWA adalah DARAH ada di bawah KULIT di atas permukaan DAGING,
ada-nya NAFAS adalah ada-nya HIDUP, ada-nya hidup adalah karena ada-nya DZAT dan SIFAT.
1 » ROH SULTHONIYAH ( Haq Allah )
tempat-nya di hati, jika roh ini keluar dari jasat, manusia akan mengalami kematian NAFAS.
2 » ROH RUHANIYAH ( Haq Rasulullah )
tempat-nya di dada ( jantung ) dan pada 360 sendi - 360 hari, badaniyah bukan raga,
satu badan satu atap ( menyeluruh )
3 » ROH MAKODIYAH.
roh ini yg suka meninggalkan jasat, termasuk mimpi, mimpi yg benar adalah kita bisa
mengingat- nya, dan menceritakan-nya dengan jelas, walaupun kejadian mimpinya sudah lama,
4 » ROH DINNIYAH / JASADIYAH
berdiri-nya islam, FITRAH DIRI / FITRAH AGAMA, ROH SAMAWI
5 » RUHUL KUDUS RASULULLAH SAW.
1 » ROH SULTHONIYAH > injil > penciuman
2 » ROH DINIYYAH > Al -qor'an > penglihatan
3 » ROH MAKODIYAH > Taurat > pendengaran
4 » ROH RUHANIYAH > zabur > perkataan
HAKIKAT NYAWA adalah RASA JASMANI,
olahan dari > API - AIR - ANGIN - BUMI
pada waktu itu mata trbuka belum bisa melihat, telingga belum bisa mendengar,
hidung belum bisa mencium, mulut belum boleh berkata, hanya ada suara-nya saja,
setelah di beri ASI, atau makanan apa saja, yang berasal dari SARIPATI > API - AIR - ANGIN - BUMI.
maka dari SARIPATI YANG EMPAT inilah yang menjadi NUR DARAH yang empat macam.
1 » NUR DARAH MERAH,
dari saripati API, ada-nya pada DAGING, membesarkan DAGING-nya bayi, hawa-nya keluar
melalui Telinga hingga boleh mendengar ( RUHUS SAMA'- RASA PENDENGARAN )
2 » NUR DARAH KUNING,
dari saripati ANGIN, ada-nya pada SUMSUM, membesarkan SUMSUM bayi, hawa-nya
keluar melalui HIDUNG, hingga bisa Mencium dan merasa ( RUHUN NAFASI - RASA PENCIUMAN )
3 » NUR DARAH PUTIH ,
dari saripati AIR, ada-nya pada TULANG, membesarkan TULANG bayi, hawa-nya keluar
melalui MATA hingga bisa melihat ( RUHUL BASHAR - RASA PENGLIHATAN )
4 » NUR DARAH HITAM.
dari saripati BUMI, ada-nya pada KULIT, membesarkan KULIT bayi, hawa-nya keluar dari
LIDAH ( MULUT ) hingga bisa berbicara ( RUHUL KALAM - RASA PERKATAAN )
5 » NUR DARAH BENING.
setelah bayi membesar KULIT-nya, Membesar DAGING-nya, membesar TULANG-nya,
Membesar banyak SUMSUM-nya, maka keluarlah HAWA-nya, yaitu. EMPAT NAFSU,
1 » NAFSU AMARAH pada telinga
2 » NAFSU SUFIAH pada mata
3 » NAFSU LAWAMMAH pada lidah
4 » NAFSU MUTHMAINAH pada hati
Datangnya nafsu yaitu ke inginan pada waktu. Di beri asi, rasa menjadi berhubung dengan golongan
Api - Air - Aingin - Tanah, sebab itulah ada-nya Air susu asal dari yang empat, bukti-nya adalah
Makanan yang di makan oleh ibu, sebab jika ibu-nya tidak makan apa apa, tidak akan ada air susu
Ketika mulut bertemu dengan air susu, tentu ada rasa, rasa enak dan manis, terasa yang enak
sampai ingin lagi, tidak mau puas , kalau puas suka menangis dan menjerit, semua terjadi
karena ada-nya pertemuan/hubungan bukti berhubungnya bapak dan ibu keluar-lah seorang
bayi dari alam rahim dengan hidung-nya Bertemu-lah hawa Bathin dan Dzohir ketika
berhubung dengan alam dunia ada-nya nyawa,
SIFAT NYAWA
Yaitu nafas, hakikat-nya nyawa, rasa adalah bukti-nya, ketika rasa berhubung dengan makanan.
Maka akan menjadi Nafsu dan banyak kemauan. Sudah pasti dan bibit dari kemauan adalah
karena tadi sudah merasakan air susu tadi di rasakan-nya,
Ada enak sudah pasti ada tidak enak, Muraqabah. Enak dan tidak enak sudah tentu, kepada telinga.
mata, kepada penciuman, begitu juga sudah pasti ada enak dan tidak enak, bukti di pendengaran
Juga begitu, ada yang enak di dengar, ada yang tidak enak di dengar, sehingga menimbulkan, Amarah
Jika pendengaran berhubung dengan suara yang jelik menjadi rasa tidak enak, begitu
juga jika hubungan dengan suara yang baik akan menimbulkan enak, seterus-nya begitu, di
Mata pun bukti, ada enak di lihat dan tidak enak di lihat, malah ada penglihatan yang
menimbulkan Amarah, mata pun tergantung hubungannya dengan sifat, sifat yang baik dan
yang buruk, jika baik maka akan mnjadi enak.,
Di penciuman pun begitu, ada yang enak ada juga yang tidak enak, sama dengan pendengaran
Semua-nya itu adalah bukti dari ada-nya segala ke'inginan Sifat rasa baik dan Sifat rasa buruk,
Tidak ada tuhan selain Aku, Aku-lah Hakikat. Dzat yang maha Suci, meliputi sifat-ku.
Yang menyertai ( Asma ) nama-ku, dan yang menandai ( Af'al ) perbuatan perbuatan-ku,
"Sesungguh-nya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan ( yang haq ) selain aku, maka
Sembahlah Aku dan dirikan Sholat untuk Mengingat Aku "
( At- Thaahaa : 14 )
AKU = Dzat/Nurullah, Sifat laisa kamishlihi Syaiun. Dzat yang tidak dapat di serupai oleh sesuatu
apa pun, Tidak ada umpama-nya,
BILLA HAEFFIN arti-nya tidak berwarna dan tidak berupa. Tidak merah tidak hitam
Tidak gelap tidak pula terang.
BILLA MAKANIN arti-nya tidak berarah tidak bertempat, tidak di barat tidak di timur,
tidak di utara tidak mau pun di selatan.
DZAT.
Yang berdiri sendiri tanpa ada-nya ketergantungan kepada Mahkluk lain ciptaan-nya, berbeda dengan Manusia yang memerlukan Allah, untuk boleh selamat di kehidupan dunia dan Akhirat
Ada-nya Alam semesta, Dunia, Arasy, malaikat, Idajil/Azazil, iblis, setan, jin dan manusia dan
semua ciftaan-nya yg ada, adalah karena akibat dari ada-nya Dzat yg maha Suci.

( Sumber dari
Habibi Ahmad
ILMU WEDARING JATI DIRI SANGKAN PARAN DUMADI / SPD )


Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan