MAKRIFAT ATAS ILMU

Tuan Guru Dr. Hj Jahid Sidek Al - Khalidi

MAKRIFAT ATAS ILMUL YAQIN, AINUL YAQIN DAN HAQQUL YAQIN.
Yaqin ialah keadaan yang dapat menenteramkan hati tanpa keragu2an dlm segala tindakan.
Keyakinan itu adalah suatu ilmu yang tidak sesatkan angan2 dan tidak dicampuri keragu2an.
Bahkan keyakinan itu adalah Nur/Cahaya yang dijadikan oleh Allah didalam hati
hamba-Nya sehingga dengan bantuan "Yaqin" itu dapat jelas baginya segala perkara yang ghaib. (Iqazdul Himam).
Yaqin itu adalah kerajaannya Qalbu dan dengan keyakinan itulah menjadi sempurnanya Iman dan yaqin itu pulalah kunci untuk Makrifatullah.
Firman Allah SWT :
WALLAZIINA YUKMINUUNA BIMAA UNZILA ILAIKA WAMAA UNZILAMIN QABLIKA WABIL AAKHIRATIHUM YUUQINUUN
Dan mereka yang percaya apa2 yang diturunkan (Al Qur'an) kepadamu Muhammad dan apa2 (semua Kitab Suci) daripada sebelum dan mereka itu meyakini pada hari akhirat.
(S. Al Baqarah : 4).

Yakin itu adalah Iman, tetapi tidaklah tiap iman itu adalah yakin, karena iman itu kadang2 dimasuki ghaiflah/kelalaian, sedang yakin itu tidak boleh dimasuki kelalaian.

Sabda Rasulullah SAW :
AKHWAFU MAA AKHAAFU 'ALAA UMMATII DHI'FUL YAQIINI, WADHI'FUL YAQIINI INNAMAA YAKUUNU MIN RUKYATI AHLIL GHAFLATI WAMUKHAALATHATI ARBAABIL BITHAALATI WAL QUSWATI
Yang sangat aku takuti diantara ketakutan terhadap umatku adalah telah lemahnya keyakinannya, bahwa lemahnya keyakinan itu adalah karena terdorong kepada orang2 yang lupa agamanya dan karena bergaul dengan orang jahat bersifat kasar dan berkepala batu.

MAKRIFAT ATAS ILMUL YAQIN.

Firman Allah SWT :
KALLAA LAUTA'LAMUUNA 'ILMALYAQIIN
Dan janganlah begitu jika kamu mengetahui ilmul yaqin.
(S. At-Takatsur : 5).

Pengertian yang dapat diambil atas ayat tersebut ialah mereka dalam keadaan mencari Kebenaran dengan jalan akal pikiran.

Misalnya :
Kita kenal Army SH salah seorang Ahli Hukum karena Army memakai gelar SH, memberikan keyakinan kita dengan pandangan ilmu bahwa Army adalah Ahli Hukum meskipun belum kita lihat dengan mata.
Jadi pandang makrifat dibalik tabir, diyakini Kebenarannya berdasarkan dalil yang dapat diterima akal pikiran.
Dalam taraf seperti ini dinamakan Makrifat Atas Ilmul Yaqin.
Taraf Makrifat seperti ini menurut Ahli Tasawuf dinamakan Makrifat dalam taraf :
FANA U FIL AF'ALI, TAJALLI FIL AF'ALI AY LA FA 'ILA ILLALLAH iaitu Fana dalam tingkat Fana Fil Af'al, Tajalli Fil Af'al, artinya tiada fi'il/gerakan kecuali dg fi'il Allah.

MAKRIFAT ATAS AINUL YAQIN.

Firman Allah SWT :
TSUMMA LATARAWUNNAHAA 'AINAL YAQIIN
Dan sesungguhnya benar2 kamu akan melihat dengan mata/'ainul yaqin.
(S. At-Takatsur : 7).

Pengertian yang dapat diambil atas ayat tersebut ialah mereka dalam keadaan mencari Kebenaran dengan penyaksian mata.
Misalnya :
Kita kenal Army SH itu Ahli Hukum, bukannya sekedar karena ia mempunyai gelar SH, tetapi dengan jalan kita telah membaca buku karangannya atau mengikut kuliatnya tentang Ilmu Hukum. Dengan jalan ini maka Army SH dapat memberikan keyakinan kita baik dalam pandangan lahiriyah maupun dalam pandangan bathiniyah bahwa Army SH itu adalah Ahli Hukum.

Taraf Makrifat pd tingkat ini dinamakan Makrifat Atas Ainul yaqin.
Ahli Tasawuf menilai Makrifat seperti ini ialah makrifat dlm taraf :
FANA U FIS SIFATI, TAJALLI FIS SIFATI AY LA HAYYA ILLALLAH iaitu Fana Fis Sifat atau Tajalli Fis Sifat, artinya Tiada yang hidup, yang kuasa, yang berkehendak, yang mengetahui, yang berkata2 melainkan Allah.

Firman Allah SWT :
WAMAA TASYAA UUNA ILLAA AYYASYAA ALLAAHU
Dan tiadalah kehendak kamu melainkan kehendak Allah.
(S. Al-Insan : 30).

MAKRIFAT ATAS HAQQUL YAQIN.
Firman Allah SWT :
INNA HAAZAA LAHUWAL HAQQUL YAQIIN
Bahwa sesungguhnya ini adalah benar2 kenyataan/Haqqul yaqin.
Perumpamaan tadi tentang Army SH :
Pertama : Kita kenal ilmunya Army SH itu karena ia memakai gelar SH, namun ilmunya itu kita tidak lihat dengan mata kepala.
Makrifat pengenalan pada tingkat pertama ini dinamakan "Makrifat Atas Ilmul Yaqin".
Kedua : Kita kenal ilmunya dengan jalan kita melihat dan membaca karangannya tentang Ilmu Hukum, dimana kita telah melihat dengan mata kepala sendiri ilmunya itu karena tulisannya itu.
Makrifat pengenalan pada tingkat kedua ini dinamakan "Makrifat Atas Ainul Yaqin".

Ketiga : Kita kenal ilmunya dengan Kebenaran yang Hakiki karena kita menerima ilmunya langsung tanpa perantara lagi, kita musyahadah berpandang2an dengan dia.
Makrifah pengenalan pada tingkat ketiga ini dinamakan "Makrifah Atas Haqqul Yaqin"
.
Taraf Makrifat pada tingkat ketiga ini oleh Ahli2 Tasawuf dinamakan Makrifat dalam taraf :
FANA U FIZ ZATI, TAJALLI FIZ ZATI AY LA MAUJUDUN ILLALLAH iaitu Fana dalam taraf Fana Fiz Zat atau Tajalli Fiz Zat, artinya salik telah mencapai atas "Haqqul Yaqin", dimana tiada wujud yang mutlak melainkan Allah dan dia telah mencapai "Kamalul Yaqin atau Keyakinan yang Sempurna".
Man Lam Yadzuq Lam Ya'rif = Siapa ysng belum merasai maka ia tidak makrifat.

( Sumber dari Aminullah MA
ILMU RASA )



Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen