Mencari Ilmu itu wajib


 

Mencari Ilmu itu wajib bagi ummat Islam , baik laki-laki maupun Perempuan
ﺍﻧﻤﺎﺍﻻْﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﻴﺎﺕ
Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung pada niatnya.
Kenapa ? karena niat merupakan panduan untuk meluruskan amal perbuatan. Apabila niat itu baik maka amal perbuatan akan menjadi baik dan sebaliknya apabila amal itu jelek maka perbuatan tersebut turut jelek juga.

Sabda Nabi SAW :
ﻭﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻛﻢ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﻳﺘﺼﻮﺭ ﺑﺼﻮﺭﺓ ﺍﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺪ ﻧﻴﺎ ﻭﻳﺼﻴﺮ ﺑﺤﺴﻦ ﺍﻟﻨﻴﺔ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻝ ﺍﻻﺧﺮﺓ . ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﻳﺘﺼﻮﺭ ﺑﺼﻮﺭﺓ ﺍﻋﻤﺎﻝ ﺍﻻﺧﺮﺓ ﺛﻢ ﻳﺼﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻋﻤﺎﻝ ﺍﻟﺪ ﻧﻴﺎ ﺑﺴﻮﺀ ﺍﻟﻨﻴﺔ

Dari Nabi SAW : Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia lalu menjadi amal akhirat,sebab niat yang bagus. Dan banyak juga amal perbuatan yang kelihatannya amal akhirat namun karena niat yang buruk maka menjadi amal dunia.

Tuan Guru Dr. Hj Jahid Sidek Al - Khalidi

ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻧﻮﺭ
Ilmu adalah cahaya
dan mencari ilmu adalah wajib . Namun jika tidak disertai dengan niat yang kuat rasanya malaslah untuk datang ke majlis ilmu. Padahal Sabda Nabi SAW menyatakan Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari Ilmu , maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Syurga
Sabda Nabi SAW
ﻗﺎ ﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﻣﻦ ﺗﻌﻠﻢ ﺑﺎ ﺑﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﻓﻰ ﺍﺧﺮﺗﻪ ﻭﺩ ﻧﻴﺎﻩ ﺍﻋﻄﺎ ﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺧﻴﺮﺍ ﻟﻪ ﻣﻦ ﻋﻤﺮﺍﻟﺪ ﻧﻴﺎ ﺳﺒﻌﺔ ﺍﻻﻑ ﺳﻨﺔ ﺻﻴﺎﻡ ﻧﻬﺎﺭﻫﺎ ﻭﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﺎﻟﻴﻬﺎ ﻣﻘﺒﻮﻻ ﻏﻴﺮﻣﺮﺩﻭﺩ
Barang siapa belajar satu BAB dari Ilmu yang bermanfaat untuk akhirat dan dunianya , maka Allah akan memberi kebaikan kepada orang tersebut dengan lebih baik dari pada perkara dunia yang ia berpuasa tujuh ribu tahun pada siang harinya dan sholat sunat pada malam harinya dengan diterima dan tidak ditolak sama sekali..

Apa jawab N.Sulaiman AS ketika Allah menyuruh Nabi Sulaiman AS untuk memilih antara Ilmu dan harta.
Ternyata Nabi Sulaiman AS memilih Ilmu , dengan alasan sebagai berikut :
1. Ilmu lebih utama dari pada harta , karena Ilmu warisan Nabi ( Milik para Nabi ) . Sedang Harta adalah warisan Qorun dan Fir aun.
2. Ilmu menjaga kita , sedangkan harta harus kita yang menjaganya.
3. Ilmu ibarat teman hidup di dunia ini dan harta ibarat musuh kita . Sebab kita punya Ilmu akan bermanfaat untuk kehidupan manusia di dunia akherat , sedangkan kalau kita banyak harta akan menjadi musuh , mengapa ? karena harta menjadi orang banyak yang iri dan dengki.
4. Orang banyak Ilmu menjadi Alim dan tidak di juluki kikir , tetapi orang banyak harta bisa jadi mendapat julukan kikir / pelit.
5. Ilmu dapat menolong seseorang tetapi harta malah mencelakakan seseorang.
6. Orang punya Ilmu tidak akan berkurang , tetapi orang punya harta bisa jadi akan semakin berkurang / surut
7. Orang punya Ilmu akan rendah hati tetapi orang punya banyak harta , bisa jadi orang sombong / congkak
8. Ilmu dapat menyinari hati sedangkan harta akan menyebabkan hati gelap atau keras.

Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia yang menampakkan segala sesuatu.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia yang tampak nyata dengan segala sesuatu.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia yang terlihat di setiap sesuatu.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia yang tampak pada tiap-tiap sesuatu.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia yang nyata sebelum adanya tiap-tiap sesuatu.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih jelas dari segala sesuatu apapun.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia Esa, tidak ada sesuatu apapun bersama-Nya.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu.
Bagaimana mungkin dapat dibayangkan Allah terhijab oleh sesuatu, padahal andaikan tak ada Dia, niscaya tak akan ada segala sesuatu.

Bila Allah hendak memberi petunjuk dan membuka hijab kepada seorang hamba tentang diri-Nya, maka Ia menutup pandangan hamba dengan tirai kesucian-Nya, sehingga hamba itu tidak mampu melihat sesuatu selain wujud-Nya. Karena pada hakikatnya wujud akwan (keadaan) itu bersifat adamiyyah (sesuatu yang tidak ada). Sebagaimana pula kata pujangga arab: “Camkanlah, bahwa segala sesuatu selain Allah itu palsu belaka. Dan tiap-tiap nikmat kesenangan dunia itu, pasti akan rusak lenyap”.

Tak ada hijab
Dapat ditarik kesimpulan, bahwa pada hakikatnya Allah itu tidak terhijab oleh sesuatu apapun, sebab keberadaan sesuatu yang bersifat adamiyah tidak mungkin dapat menghijabi Allah. Bahkan sebaliknya, makhluk yang bernama manusia itulah yang terhijab, sehingga tidak dapat melihat adanya Allah. Sebab sekiranya ada sesuatu yang mampu menghijabi Allah, berarti sesuatu itu dapat menutupi wujud Allah. Jika ada yang mampu menutupi-Nya, berarti wujud Allah dapat terkurung oleh sesuatu yang mengurung-Nya, maka sesuatu yang terkurung, sudah pasti dapat dikuasai oleh yang mengurung. Maha Suci Allah dari sangkaan orang-orang yang jahil (bodoh), padahal Allah yang berkuasa atas semua makhluk-Nya.

Para ‘arifin billah berkata:
"Segala sesuatu selain Allah pada hakikatnya tidak ada" . Maksudnya, keberadaan Allah tidak dapat disamakan dengan sesuatu apapun. Wujud sesuatu selain Allah tak ubahnya wujud bayangan yang selalu bergantung kepada yang memberi bayangan. Melihat bayangan tanpa mengetahui sumber bayangan, berarti terhijab oleh sesuatu yang hakikatnya tidak ada.



Ilmu Laduni: Datang dari Allah SWT Tanpa Perantara
Ilustrasi ilmu laduni, ilmu yang datang dari Allah SWT.
Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Kewajiban menuntut ilmu dijelaskan dalam beberapa hadist, salah satunya hadist yang diriwayatkan Ibnu Majah berikut ini
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim”
(HR. Ibnu Majah no. 224, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Al Albani dalam Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir no. 3913).
Macam-macam Ilmu
Menurut Ibnu Arabi, ilmu dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu ilmu akal, ilmu al-ahwal, dan ilmu rahasia. Ketiganya dibedakan berdasarkan sudut pandang struktur ilmunya.
Ilmu akal adalah ilmu yang diperoleh melalui hasil percobaan akal dan kebenarannya dapat dibuktikan secara empiris. Ilmu ini boleh dimiliki oleh siapa saja, tergantung pada kesungguhan pencarinya.
Ilmu ahwal adalah ilmu yang tidak dapat diperoleh kecuali melalui dzauq (perasaan). Contoh penerapan ilmu ini adalah ilmu tentang manisnya gula atau madu, pahitnya jamu, dalamnya kerinduan, dan lain-lain.
Sedangkan ilmu rahasia adalah ilmu-ilmu yang berada di atas jangkauan akal. Ilmu ini sering diistilahkan dengan ilmu yang diturunkan secara langsung dari Allah SWT ke dalam hati seseorang. Ilmu rahasia hanya diperuntukkan kepada para Nabi dan wali.para Aulia Allah dan mukmin yang mendalami haqiqat kesejatian diri yang haq
Nah, ilmu laduni menjadi salah satu bagian dari ilmu rahasia. Untuk mengetahui lebih dalam tentang ilmu laduni, simak penjelasan berikut.
Ilmu Laduni: Datang dari Allah SWT Tanpa Perantara (1)
Ilustrasi seorang muslim yang sedang menuntut ilmu.

Ilmu Laduni
Secara bahasa, kata Ladun memiliki arti "di sisi" atau "pada". Sedangkan secara istilah, Ladunna Ilman berarti "Ilmu dari sisi Kami". Jadi, ilmu laduni adalah ilmu yang ditemukan di dalam jiwa seseorang dan berasal dari Tuhan tanpa melalui perantara atau dipelajari sebelumnya.
Dalam Islam, ilmu laduni mengacu pada Surat Al-Kahfi ayat 65 yang berbunyi:
فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا
Fa wajadā 'abdam min 'ibādinā ātaināhu raḥmatam min 'indinā wa 'allamnāhu mil ladunnā 'ilmā
Artinya:
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
Dibanding ilmu lain, ilmu laduni mensyaratkan sesuatu yang amat spesifik yaitu kesucian batin, kedekatan dengan Sang Pemilik Ilmu Pengetahuan, dan restu Allah SWT.
Saat ini, ilmu laduni tidak banyak dikenal dalam pembahasan ilmu pengetahuan modern. Ilmu ini belum boleh diakui keberadaannya dalam kegiatan akademik.
Laduni Maqom tertinggi ada beberapa makna kata laduni
1: Disisi nya
2: pada dirinya
maha menaungi segala sesuatu
Jadi jika masih dibuat ilmu kebatinan maka itu bukan laduni tapi turun lagi kedunia Karna Maqom laduni tidak LG ubuduniya Karna jika sudah benar2sampai padanya segala sesuatu akan tunduk Tanpa perintah dari sang punya kodrat laduni hanya bagi hamba yang sudah sampai kepada nya yang sudah lepas sifat kehambaanya maka dengan sendirinya
lahayun lailmun laqodirun lahulhaq ilallah.

( Sumber dari FB Allastu Birab Bikum )




Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen