TINGKATAN PARA WALI ALLAH SWT*

 



TINGKATAN PARA WALI ALLAH SWT*

Dalam kitab salaf, Wali Allah itu ada 85 jenis. Berikut ini adalah beberapa macam Wali Allah beserta tugas-tugasnya, dan secara garis besar terdiri dari sembilan tingkatan Wali Allah.
1) WALI QUTHUB atau WALI AQTHOB
Wali ini memiliki kedudukan tertinggi di antara Para Wali Allah lainnya. Wali Aqthob ini memimpin seluruh Wali yang berada di alam semesta, sedangkan jumlah Wali Quthub ini hanya ada satu di bumi ini.
Masih belum diketahui secara pasti keberadaan Wali Quthub ini dimana, ada sebahagian ulama yang berpendapat bahawa Wali Quthub ini akan selalu berkunjung ke Baitullah (Mekkah) di setiap tahunnya.
Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani adalah salah satunya yang pernah mengambil tugas dari Allah swt sebagai Wali Quthub, setelah beliau mendapatkan tugas tersebut, keberadaan beliau mulai dirahasiakan oleh Allah swt.
Dengan jumlahnya yang hanya satu, Wali Quthub ini akan digantikan dengan Wali di bawahnya jika telah wafat.
Jumlahnya tiap masa hanya seorang, bila ia wafat, ia akan digantikan oleh Wali Imaamaan atau Wali Aimmah.
Syekh Abdul Qadir Jailani ra, mengatakan dalam kitab Miratil Asror : "Sesungguhnya tingkatan-tingkatan keWalian di Wali Quthub itu sendiri ada enam tingkat yaitu ;
a) Thoolibun
b) Muriidun
c) Saalikun
d) Saairun
e) Thooirun
f) Waashilun'
* Thoolib adalah yang memiliki kekuasaan menyucikan bagi Lathifah Jasad yang tersembunyi.
* Muriid adalah yang memiliki kekuasaan Lathifah Nafsu.
* Saalik adalah orang yang memiliki kekuasaan menyucikan bagi Lathifah Hati.
* Saair adalah orang memiliki kekuasaan menyucikan bagi Lathifah Rasa.
* Thooir adalah orang yang sampai kepada Lathifah Roh.
* Wasil adalah orang yang menjadikan kekuatan Lathifahnya menyucikan terhadap Lathifah Ilahiyyah.
2) WALI IMAAMANI/ WALI IMAAMAIN/ WALI AIMMAH
Kedudukan Wali Aimmah ini satu tingkat di bawah Wali Quthub dan tugasnya adalah sebagai pembantu Wali Quthub tersebut, serta menggantikan kedudukan Wali Quthub jika sudah wafat.
Jumlah Wali Aimmah ini hanya ada dua di muka bumi, sedangkan salah satunya harus menggantikan Wali Quthub dengan petunjuk Allah swt melalui Wali Quthub.
Wali Quthub diberi kemampuan oleh Allah swt untuk boleh melihat siapa di antara kedua Wali Aimmah itu yang harus menggantikannya. Kedua Wali Aimmah ini memiliki julukan sendiri-sendiri, yaitu;
a) Abdul Robbi
b) Abdul Malik
Adapun Wali dua Imam (Imaamani), yaitu dua peribadi (2 orang), salah satu ada di sisi kanan Quthub dan sisi lain ada di sisi kirinya.
Yang ada di sisi kanan senantiasa memandang Alam Malakut (Alam Batin) dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya yang di sisi kiri, sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke Alam Jagad semesta (Muluk).
Di kanan Quthub adalah Badal dari Quthub. Namun masing-masing memiliki empat Amaliyah Batin, dan empat Amaliyah Lahir.
Yang bersifat Lahiriyah adalah;
a) Zuhud
b) Wara’
c) Amar Ma’ruf
d) Nahi Munkar
Sedangkan yang bersifat Batiniyah;
a) Sidiq (Kejujuran hati)
b) Ikhlas
c) Memelihara Malu
d) Muroqobah
Syekh Al-Qosyani dalam istilah kitab keWaliannya Berkata;
Wali Imam adalah dua orang, satu di sebelah kanan Qutub dan dan senantiasa memandang Alam Malakut (Alam keajaiaban menyaksikan Mukawwin)
Dan yang lainnya (Satu lagi) di sisi kiri (Wali Qutub), sedangkan yang di sisi kiri senantiasa memandang ke Alam Jagad semesta (Muluk).
Dan derajatnya lebih luhur ketimbang kawannya yang di sisi kanan, di kiri Quthub adalah Badal dari Quthub.
Syekh Al-Qosyani berkata, diantara dirinya (Yang sebelah kiri) dan antara sesuatu yang sebelumnya (Sebelah kanan) memiliki perbezaan dalam perenungan.
3) WALI AUTAD
Wali Autad ini jumlahnya ada empat yang berada di empat penjuru mata angin dengan tugas menjaga wilayahnya masing-masing agar tetap seimbang sedangkan pusatnya ada di Baitullah Mekkah.
Menurut satu pendapat, ke empat Wali ini akan saling bertemu setiap tahun tepatnya pada pelaksanaan Haji di Mekkah.
Di antara empat Wali Autad ini terkadang ada yang wanita, keempat Wali Allah tersebut masing-masing memiliki gelar yaitu;
a) Abdul Haiyi
b) Abdul Alim
c) Abdul Qadir
d) Abdu Murid
Wali Autad juga di sebut Wali Paku Jagat.
"Kemudian Wali Autad mereka berjumlah empat orang tempat mereka mempunyai empat penjuru tiang-tiang, mulai dari penjuru alam timur, barat, selatan dan utara dan Maqam setiap satu dari mereka itu, Mereka memiliki 8 Amaliyah;
Empat bersifat Lahiriyah, dan empat bersifat Batiniyah."
Maka yang bersifat Lahiriyah;
a) Banyak Puasa
b) Banyak Solat Malam
c) Banyak Pengutamaan (Lebih mengutamakan yang Wajib kemudian yang Sunnah)
d) Memohon keampunan sebelum fajar
Adapun yang bersifat Bathiniyah;
a) Tawakkal
b) Tafwidh
c) Dapat dipercaya (Amanah)
d) Taslim
Dan dari mereka ada salah satu Imam (Pemukanya), dan ia disebut sebagai Quthub-nya.
4) WALI ABDAL
Abdal ertinya adalah pengganti, dikatakan demikian sebab mereka diberikan kekuasaan oleh Allah swt untuk menunjuk pengganti mereka jika wafat.
Tugas dari Wali Abdal ini adalah menjaga ketujuh iklim yang ada di alam semesta, jika ada tujuh iklim maka jumlah Wali Abdal ini pun juga hanya ada tujuh Wali dalam satu masa.
Sekitar tahun 586, Ibnu Arabi sempat bertemu dan bergaul dengan salah satu Wali Abdal yang bernama Musa Al-Baidarani. Sedangkan sahabat dari Ibnu Arabi, Abdul Madjid juga pernah bertemu dengan salah satu Wali Abdal yang bernama Mu’az bin Al-Asyrash.
Kedua Sufi tersebut menanyakan sesuatu dengan pertanyaan yang sama;
"Bagaimana cara agar boleh mencapai derajat Wali Abdal",
Dan jawaban dari kedua Wali Abdal di tempat yang berbeza itu pun sama;
a) Dengan lapar (Puasa)
b) Tidak tidur di malam hari
c) Memperbanyak diam serta Uzlah (Mengasingkan diri dari keramaian)
Pendapat lain mengatakan bahawa jumlah Wali Abdal ini ada 40 orang, beberapa dari mereka bertempat di daerah Syam sedangkan beberapa lagi berada di Irak.
Jika ke-40 wali telah wafat semuanya dan tidak ada pengganti dan sudah tidak tersisa satu pun, maka dunia ini akan kiamat.
"Adapun Wali Abdal berjumlah tujuh orang. Mereka disebut sebagai kalangan paripurna, istiqamah dan memelihara keseimbangan kehambaan. Mereka telah lepas dari imajinasi dan khayalan, dan mereka memiliki lapan Amaliyah;
Empat bersifat Batiniyah, dan empat lagi bersifat Lahiriyah."
Adapun yang bersifat Lahiriyah;
a) Diam
b) Terjaga dari tidur
c) Lapar
d) ‘Uzlah
Dari masing-masing empat Amaliyah dan Lahiriyah ini juga terbahagi menjadi empat pula;
Lahiriyah dan sekaligus Batiniyah;
PERTAMA - Diam, secara Lahiriyah diam dari bicara, kecuali hanya berDzikir kepada Allah swt.
Sedangkan Batinnya, adalah diam batinnya dari seluruh rincian keragaman dan berita-berita batin.
KEDUA - Terjaga dari tidur secara Lahiriyah, batinnya terjaga dari kealpaan dari Dzikrullah.
KETIGA - Lapar, terbahagi dua. Laparnya kalangan Abrar, kerana kesempurnaan penempuhan menuju Allah, dan laparnya kalangan Muqorrobun kerana penuh dengan hidangan anugerah sukacita Ilahiyah.
KEEMPAT - ‘Uzlah, secara Lahiriyah tidak berada di tengah keramaian, secara Batiniyah meninggalkan rasa suka cita bersama banyak orang, kerana suka cita hanya bersama Allah.
Amaliyah dan Batiniyah kalangan Abdal, juga ada empat;
a) Tajrid (Hanya semata bersama Allah)
b) Tafrid (Yang ada hanya Allah)
c) Al-Jam’u (Berada dalam Kesatuan Allah)
d) Tauhid
Salah satu keistimewaan-keistimewaan Wali Abdal dalam perjalanan Qoum dari tempatnya dan meninggalkan jasad dalam bentuknNya maka dari itu ia sebagai Abdal tanpa kecuali
Wali Abdal ini ada Iman dan Pemukanya, dan ia disebut sebagai Quthub-nya.
5) WALI NUQOBA'
Wali ini diberi pemahaman lebih tentang Syariat oleh Allah swt dan jumlahnya hanya ada 12 orang dalam satu masa.
Kelebihan Ilmu Syariat yang diberikan pada Wali Nuqoba' ini menjadikan mereka boleh mengetahui dan menyedari dengan cepat akan segala tipuan-tipuan hawa nafsu dan syaitan.
Bahkan, dengan kemampuan tersebut Wali Nuqoba' ini juga boleh melihat dan membezakan mana orang yang alim dan mana orang yang bodoh dengan hanya melihat jejak kaki mereka.
Wali Nuqoba' ini memiliki 10 amaliyah, 4 amaliyah bersifat Lahiriyah dan 6 Amaliyah bersifat Batiniyah.
Maka 4 Amaliyah Lahiriyah itu antara lain;
a) Ibadah yang banyak
b) Melakukan zuhud hakiki
c) Menekan hasrat diri
d) Mujahadah dengan maksimum
Sedangkan Amaliyah Batinnya;
a) Taubat
b) Inabah
c) Muhasabah
d) Tafakkur
e) Merakit dalam Allah
f) Riyadhoh
6) WALI NUJABA'
Jumlah Wali Nujaba' ini terdiri dari 8 orang dalam satu masa, mereka juga diberikan kelebihan tentang Ilmu Syariat seperti halnya Wali Nuqoba' akan tetapi tugas dari Wali Nujaba' ini lebih ringan, masih belum diketahui dengan jelas tugas-tugas Wali ini secara terperinci.
Wali Nujaba ini memiliki 8 Amaliyah, 4 bersifat Batiniyah dan 4 lagi bersifat Lahiriyah.
Yang bersifat Lahiriyah adalah;
a) Futuwwah (Peduli sepenuhnya pada hak orang lain)
b) Tawadlu’
c) Menjaga Adab (Dengan Allah dan sesama)
d) Ibadah secara maksimum
Sedangkan secara Batiniyah;
a) Sabar
b) Redha
c) Syukur
d) Malu
Dan meraka di sebut juga Wali yang mulia akhlaknya. Wali ini hanya boleh dikenali oleh Wali yg tingkatannya lebih tinggi. Jumlahnya selalu 8 orang dan doa mereka sangat mustajab.
An Nujaba’ berasal dari kata tunggal Najib yang mempunyai erti bangsa yang mulia. Wali Nujaba’ pada umumnya selalu disukai orang. Dimana saja mereka mendapatkan sambutan orang ramai.
Kebanyakan Para Wali tingkatan ini tidak merasakan diri mereka adalah Para Wali Allah. Yang dapat mengetahui bahawa mereka adalah Wali Allah hanyalah seorang wali yang lebih tinggi derajatnya. Setiap zaman jumlah mereka hanya tidak lebih dari 8 orang.
7) WALI HAWARIYYUN
Asal kata Hawariyyun adalah Hawari, yang mempunyai erti pembela. Tugas dari Wali Hawariyyun ini adalah membela agama Allah swt baik melalui argumentasi atau berupa senjata.
Ketika zaman Rasulullah saw, Wali ini pernah disematkan pada diri seorang Zubair Bin Awam. Wali ini dianugerahi oleh Allah swt sebuah ilmu pengetahuan, keberanian serta ketekunan dalam beribadah.
8) WALI RAJABIYYUN
Wali Rajabiyyun ini jumlahnya ada 40 orang yang berada di beberapa negara dalam satu masa. Dinamakan Rajabiyyun sebab Karomah (Keistimewaan) mereka selalu muncul pada masuk bulan Rajab.
Wali Rajabiyyun ini saling mengenal satu sama lain, dan mereka diberikan kelebihan oleh Allah swt dapat mengetahui isi batin seseorang dengan hanya melihat wajah orang tersebut.
Di setiap awal bulan Rajab, Wali Rajabiyyun ini badannya akan terasa bagaikan dihimpit langit, terasa sangat kaku dan tidak boleh bergerak bahkan untuk mengedipkan mata saja terasa sangat sulit sekali.
Hal itu seperti akan dialami selama 3 hari berturut-turut tanpa henti, hanya saja di hari pertama akan terasa sangat berat, di hari kedua berkurang dan semakin berkurang sampai hari ketiga. Barulah setelah hari ketiga mereka boleh kembali berbicara.
Dalam tiga hari tersebut, Wali Rajabiyyun melihat segala Rahasia-rahasia kebesaran Allah swt yang tak mampu disingkap oleh manusia biasa. Akan tetapi setelah tiga hari berlalu dengan keadaan tubuh seperti yang dijelaskan di atas bukan bererti Wali Rajabiyyun sudah kembali seperti sedia kala seperti manusia sihat.
Mereka masih merasakan efek dari apa yang baru saja mereka lihat selama tiga hari tersebut, dan hal itu akan terus berlangsung selama bulan Rajab. Setelah bulan Rajab berakhir, barulah mereka boleh kembali beraktiviti seperti biasanya.
9) WALI KHOTAMIYUN
Khotam bererti Penutup (Akhir). Wali ini mempunyai tugas untuk mengurus dan menjaga wilayah seluruh umat Rasulullah saw dan menurut beberapa pendapat jumlahnya hanya ada 1 orang.
Tidak ada pangkat keWalian umat Nabi Muhammad yang lebih tinggi dari tingkatan ini. Wali ini hanya akan ada di akhir masa yaitu ketika Nabi Isa as datang kembali.
Sebetulnya Masih ada lagi Maqam-maqam Para Aulia yang tidak diketahui oleh kita, Kerana Allah swt menurunkan Para Aulia di bumi ini dalam 1 Abad 124000 orang, yang mempunyai tugasnya Masing-masing sesuai Pangkatnya atau Maqamnya.
Suka
Komen
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen