SYARIAT ALLAH


PENJELASAN SYARIAT ALLAH
---------------------------------------------------
Syariat Allah itu bukan jasad tapi Ruh
Jasad itu perbuatan syariat
Perbuatan syariat artinya perbuatan Ruh
Ruh bagian DIRI itu sendiri
Maka disebutlah perbuatan Syariat ( jasad) itu Af'al Allah
Bukan af'al mahluk .....
Allah tidak berpisah dengan Syariat'Nya
Seumpama gula dengan manisnya
Ruh amar Rabbi/Ruh haq Allah
Ruh bagian daripada DIRINYA sendiri
Ruh bayangan wajah-Nya
Maka Allah berkata .....
"Jangan tinggalkan syariatKu "
Jika engkau meninggalkan syariat-Ku/ engkau meninggalkan-Ku(lalai)/ tidak ingat kepada-Ku (Allah)
Perbuatan syariat adalah gerak jasad yang dilakukan oleh Ruh untuk menyatakan Syariat Allah (Ruh)
Bukan SYARIAT MAHLUK (menyatakan mahluk)
Sebenar benar Syariat letaknya di Ruh
Ruh itu hidup
Hidup itu Allah .....
Jadi bukan pada jasad
Kalau pada jasad namanya perbuatan syariat
Sedangkan Ruh datang daripada Allah
Dan kembali kepada Allah
Allah berkata .....
Ruh itu sifat-Ku,Sifat-Ku tiada lain daripada-KU
Maka turunlah ayat pertama iqra artinya baca sehingga paham dan mengaku ....
Maksud tujuan membaca itu agar paham sehingga terbit PENGAKUAN
" Mengakulah wahai Muhammad"
Maka bergetarlah badan nabi Muhammad mendengar jibril menyeru hingga 3x
Jibril memeluk baginda nabi dengan erat sehingga beliau sulit untuk bernafas
Hal ini bukti bahwa jibril ingin tunjukkan kepada nabi tentang perkara nafas
Itu adalah perkara Ruh
Ruh itulah nyawa
Disitulah Rahasia Allah yang ada pada Ruh
Yang harus diketahui
Bukan masalah "baca" nya
Apa yang dibaca sedangkan gelar nabi itu ummi (tidak pandai baca tulis ) dan tidak ada kitab yang dibaca ketika itu
Disinilah NYATA ALLAH pada Ruh (DIRI)
Nyata Ruh pada jasad ....
Jadilah MANUSIA
Manusia tempat nyatanya ALLAH
"Allah ciptakan adam sebagaimana rupa Allah"
(shahih muslim)
Wajah Tuhanmu yang memiliki kemuliaan dan kekal
(Q.S 55 Arahman :27)
"Wafi amfusikum afala tubsiruun"
Tidakkah engkau tilik pada dirimu disitu pendzahiran Aku
"Fa aynama tuwallu fasamma wajjhullah"
Kemanapun kau menghadap disitulah wajah-Ku
Al insannu sirri Wa anna sirruhu
Insan itu rahasia-Ku
Dan Akulah yg menjadi rahasianya
Jasad tempat nyatanya Ruh
Ruh tempat nyatanya Allah
LA MAUJUD BIHAQI ILLA ALLAH
Tidak ada (ujud haq ) selain Allah
Jasad itu adam,artinya tidak bersifat
Jika Jasad bersifat maka bathil adanya dan jahil pada diri sebagai kenyataan Allah (mengemban amanah Allah) artinya ingkar lagi syirik
Jika kau datang kepada-Ku dengan amal akan Kuhisab
Jika kau datang kepada-Ku dengan ilmu akan Kutuntut
Jika kau datang kepada-Ku dengan ma''rifat akan Ku hujjah
Jika datang dengan-KU,maka itu urusan-Ku
Segala amal ibadahmu akan kuhisab bila adanya ke akuan dirimu atau masih nyatanya dirimu
Aku ciptakan dirimu dan isi alam ini untuk menceritakan tantang AKU bukan dirimu
Jadi sebenar benarnya Syariat itu adalah "KENYATAANKU"
Adanya surga dan neraka,pahala dan dosa
Karena adanya ke-akuan diri manusia
Yang merampas HAQ ALLAH
Dzahir dan batin yang menjadi amanah bagi diri untuk dikenal dan dikembalikan kepada-Nya sebelum ajal datang
Inilah INNALILLAHI WA'INNA ILAIHI RA'JIUN
menuju"IHDINASSIRATAL MUSTAQIM"
Yaitu Jalan yang lurus ....
Yakni Mengenal DIRI mengenal ALLAH
(ILMU HAKIKAT)

( Sumber dari .Siti Hariyani EA )

SIAPAKAH_AKU

Kita selalu merujuk diri kita seagai AKU. Kita berkata, " Ini Aku " , " Ini Aku punya ", "Ini badan Aku", "cNama Aku si-anu ", dan " Nama bapa Aku si-anu ", dan sebagai nya.
Pernahkah kita terfikir siapakah AKU kita itu ? Apakah AKU kita itu ? Siapa sebenarnya AKU itu ?
Pernahkah anda terbayang apakah AKU kita itu ?
Sebenarnya AKU kita ini adalah ROH kita , bukan badan kasar ini. Badan kasar ini akan mati sekiranya tiada ROH. Sekiranya tiada ROH , badan kita akan hancur binasa.
ROH kita inilah diri kita yang sebenarnya , ROH ini hidup dan tidak akan mati. ROH inilah juga zat diri kita.
ROH ini juga adalah limpahan Yang Maha Hidup iaitu Allah SWT. Allah itu hidup. Dia mempunyai sifat Hayat. Maka hidup ( ROH ) kita adalah limpahan dari Hayat Allah itu.
ROH ini juga digelar " bayangan " Yang Maha Hidup itu. ROH itu bayang kepada Yang Empunya Bayang. Yang Empunya Bayang itu ialah Allah, dan ROH kita itu adalah ibarat " bayangan " Allah itu. Demikian pendapat-pendapat ahli-ahli Sufi.
Allah itu tidak kelihatan, Maha Ghaib dan tidak ada sesuatu pun yang seumpama dengan-Nya. Bagaimana kita dapat tahu adanya sesuatu yang tidak kelihatan dan tidak terperikan.
Ibarat angin, kita tidak nampak angin, tetapi bagaimana kita tahu angin sedang bertiup dan angin itu ada ?
Jawabnya, kita tahu adanya angin itu kerana ada kesannya. Bila daun pokok bergoyang, kita tahu angin sedang bertiup. Kalau kita rasa hembusan , maka itu adalah hembusan angin, sebagainya.
Goyangan daun dan rasa hembusan itu adalah tanda-tanda adanya angin. Kita tidak nampak angin tetapi kita tahu adanya angin melalui tanda-tandanya.
Demikian jugalah keadaannya dengan Allah SWT. Kita tidak nampak DIa , tetapi kita rasa dan percaya ada-Nya melalui tanda-tanda-Nya. Tanda-tanda Allah itu ialah alam semesta raya ini. Tanda-tanda ini dalam bahasa Arab ialah "kalam".
Oleh itu, alam semesta raya dan diri kita ini adalah kalam-kalam Allah belaka.
ROH sangat tinggi martabatnya , melebihi peringkat malaikat. Tempatnya di sisi Allah yang Maha Tinggi. ROH inilah yang mengenang Allah ( zikrullah ) seolah-olah kerjanya mengenang Allah sahaja. Seolah-olah makan minumnya " zikrullah " sahaja.
ROH yang suci ini sentiasa mentauhidkan Allah Yang Maha Suci. Najis padanya ialah menyekutukan Allah. ROH ini sangat cinta kepada Allah SWT. Ia memuja dan memuji Allah sentiasa. Allah itu kekasihnya. Cukuplah Allah itu baginya.
Demikianlah perhubungan Allah dengan ROH, menurut pandangan ahli-ahli Sufi.
Tahukah kita bahawa AKU kita itu adalah ROH yang datang dari Allah, hidup dengan Allah, dan kembali kepada Allah. Allah itulah pengkalan tempat bertolak , blautan yang dilayari dan pelabuhan tempat berhenti.
Jika dikaji dalam-dalam , kita akan sedar dalam pandangan kerohanian bahawa Allah itu adalah tempat permulaan perjalanan kita. Dialah tempat perjalanan itu sendiri, dan Allah itu jugalah destinasi akhir perjalanan hidup ini.
Tempat bertolak , perjalanan dan destinasi yang dimaksudkan di sini bukanlah dari segi pandangan fizikal yang tertakluk kepada ruang dan waktu.
Tempat perjalanan dan destinasi yang dimaksudkan di sini ialah dari segi pandangan rohaniah, perasaan dan khayalan ( thought ) kita.
AKU atau ROH kita adalah tanda-tanda atau tanda kalam Allah. ROH itu juga bayangan-Nya dan penzahiran-Nya.
Dari segi pandangan kerohanian,
Allah itulah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Batin dan Yang Zahir.
AKU yang paling dalam itu bersifat kerohanian. Jika AKU itu dibersihkan pandangannya melalui zikrullah dan latihan kerohanian orang-orang Sufi , maka AKU itu akan mencapai satu tahap pandangan di mana ia rasa wujud ini adalah Esa juga.
Menurut pandangan ini , wujud itu ada bertingkat-tingkat , bertahap-tahap dan pelbagai aspek , namun ia tetap satu. Segala yang ada kelihatan , baik yang zahir mahupun yang batin , semuanya satu wujud sahaja, pada hakikatnya. Inilah pandangan AKU yang paling dalam.
Sekali lagi diulangi bahawa AKU kita itu adalah ROH kita dan itulah juga diri kita sebenarnya.

( Sumber dari FB Abdul Qodir  Kakang Prabu Kakang )



Mati syariat berpisah nyawa dengan badan (datangnya ajal)
Mati hakikat kembali ke Rahmatullah
(Kembali ke asal mula)
Kembali kepada Yang Maha Hidup
(Hidup kekal abadi)
Dihukum Syirik bila mengatakan mati
Karena Diri Hakikat tidak pernah mati
Asbab Ia Almautu qobla antal maut atau Innalliahi wa'inalillahi roji'uun
Kenalilah makhluk yang bersifat fana
Maka kenallah Allah yang bersifat baqo
Kenal dulu makhluk yang bersifat Mati
Maka mengenal Allah yang bersifat Hidup
Untuk mengenal Yang Hidup harus kenal dulu kepada yang mati
Agar yang Mati selamanya tetap mati
Dan yang Hidup akan selamanya hidup
Tidak bisa mengenali yang Hidup kalau tidak mengenal yang mati
Inilah kaidah mengenal diri (ilmu hakikat)
Manusia itu terdiri atas jasmani dan ruhani
Untuk bertemu Allah harus tau mana yang wajib dan mana yang sunah menghadap Allah (ta'rub)
Jasad itu sunnah untuk menghadap Allah sedangkan bathinnya itu wajib kembali (menghadap) kepada Allah
"Alastubirabikum Qolu balla syahidna"
Bukti Ruh sudah pernah bertemu Allah
Sebelum berpindah kepada jasad
Inilah Syariat Allah kepada jasad
Setelah mengenal Allah binasa jasad kedalam wajah-Nya
Arafa Rabbahu Fasadal jasad
Nampaklah La Maujud ilallah
Tidak ada yang Ada (ujud) selain Allah
Jasad itu disebut adam artinya tidak bersifat
Kalau jasad bersifat maka bathil adanya dan jahil pada DIRI,diri sebagai kenyataan Allah (mengemban amanah Allah) artinya ingkar lagi SYIRIK
SYIRIK ini dosa yang tidak terampuni
Meski ibadah seribu tahun akan sia sia
Apalah guna diri yang tidak mengerti
Apabila tidak mengenal Rabbul Idzati
Sadarlah duhai wahai insani
Kenali diri sebelum mati
Sungguh hidup teramat rugi
Pabila diri ingkar pada ILLAHI
( Sumber dari FB Siti Hariyani EA )

Share on Google Plus

About Tv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 komentar:

Posting Komentar