Tuan Guru Sheikh Haji Shamsudin Al - Qodiri R.A



Tuan Guru Sheikh Haji Shamsudin Al - Qodiri  R.A


" Cintailah Dia, beramallah demi-Nya, bukan demi yang lain selain Dia. Takutlah kepada-Nya, jangan kepada yang lain. Semuanya itu dengan hati, bukan dengan cakapan mulut. Itu semua ada dalam khalwat (bathin), bukan dalam jalwat (lahiriah). Jika tauhid di ambang pintu rumah, ternyata syirik bersemayam di dalamnya, maka demikian itu adalah “nifaq” (hipokrit). Hindarilah taqwa di mulut, liar di hati, syukur di lisan dan ingkar di hati. Celaka jika ucapan mulut tidak sama dengan qalbumu."
[ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani قدس الله سره 





“ Untuk hidup di dunia kita perlu berfikir. Untuk hidup di syurga perlu berzikir. Dan kita terlalu menyibukkan diri dengan berfikir sehingga lupa untuk berzikir. Maka jika waktu telah berlalu dan kita lupa untuk mengingati Allah di waktu itu, segeralah bangunkan hatimu walaupun hanya dengan ucapan tasbih dan istighfar. Lalai adalah sebuah penyakit, dan zikir kepada Allah adalah ubat bagi kelalaian hati.”
[ Syeikh Ahmad Thayyib ]






" Janganlah engkau langsung membanggakan pengalaman rohani yang dikaruniakan Allah ke dalam hatimu saat kau berzikir atau beribadah. Itu hanyalah ibarat awan. Tujuan akhir dari awan itu bukan turunnya hujan, tapi tumbuh dan berbuahnya tanaman, yaitu sifat-sifat tercelamu menjadi sifat-sifat mulia."
[ Al-Imam Asy-Syeikh Ibnu Atha'illah As-Sakandari قدس الله سره, kitab Al-Hikam 





” Dan ketahuilah bahawasanya lidah yang tidak dikawal itu dan hati yang tertutup dan dipenuhi dengan kelalaian dan syahwat adalah merupakan tanda kecelakaan seseorang. Dan apabila engkau tidak melawan nafsumu dan tidak bermujahadah dengan benar maka sudah pasti hatimu tidak akan hidup dengan Cahaya Makrifat."
[ Ayyuhal Walad - Imam Al-Ghazali رحمه الله تعالى ]

" Nilailah orang dengan amal perbuatannya jangan dengan ucapannya. Sesungguhnya semua ucapan itu pasti ada buktinya. Berupa amal yang membenarkan ucapan tersebut atau mendustakannya. Jika engkau mendengar ucapan yang bagus maka jangan tergesa-gesa menilai orang yang mengucapkannya sebagai orang yang bagus. Jika ternyata ucapannya itu sejalan dengan perbuatannya itulah sebaik-baik manusia. "
[ Imam Hassan Al-Basri ‎رحمه الله تعالى ]

“Jangan kamu mempelajari ilmu untuk berbangga-bangga di hadapan ulama, berdebat dengan orang bodoh atau memilih majlis yang terbaik (demi mendapat pujian orang). Sesiapa melakukan hal itu, maka neraka tempatnya.” (HR Tarmizi)

# Sumber dari Kalam Sufi


Share on Google Plus

About Tv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 komentar:

Posting Komentar