SIAPAKAH WALIYAN MURSYIDA...?
(Wali yang Menjadi Pembimbing Menuju Allah)
Pendahuluan
Dalam perjalanan menuju Allah ﷻ, seorang salik (penempuh jalan ruhani) memerlukan bimbingan dari seorang guru Mursyid agar tidak tersesat oleh hawa nafsu, tipu daya syaitan, maupun kesalahan dalam memahami hakikat agama. Oleh sebab itu, para ulama tasawuf menjelaskan pentingnya keberadaan seorang Waliyan Mursyida (وَلِيًّا مُرْشِدًا), yaitu wali Allah yang telah diberi kemampuan untuk membimbing manusia menuju jalan ma‘rifatullah dengan tetap berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
Istilah waliyan mursyida ini sering dikenal dalam dunia Thoriqat dan tasawuf, dengan istilah lain sebagai:
- Mursyid Kamil
- Syaikh Tarbiyah
- Pembimbing Ruhani
- Pewaris para nabi dalam bidang tazkiyatun nafs
Allah ﷻ berfirman dalam Al Qur'an :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kalian dengan orang-orang yang benar.”
(QS. At-Taubah ayat : 119)
Ayat ini adalah perintah Allah dan menjadi dalil penting tentang perlunya bersama dengan orang-orang yang soleh dan para pembimbing ruhani.
Waliyan mursyida berasal dari dua kata yaitu
Wali dan Mursyid.
1. Pengertian Wali
Kata wali berasal dari bahasa Arab:
( وَلِيّ ) yang berarti: wakil , penolong, kekasih,
orang yang dekat dengan Allah.
Allah ﷻ berfirman tentang wali NYA:
أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ
Artinya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih. Yaitu orang-orang yang beriman dan bertakwa.”
(QS. Yunus ayat 62–63)
Jadi wali Allah adalah seorang hamba yang telah dipilih Allah yang: kuat imannya, bersih hatinya, istiqomah ibadahnya, dan sangat dekat kepada Allah.
2. Pengertian Mursyid
Mursyid berasal dari kata:
( أَرْشَدَ – يُرْشِدُ )
yang berarti:
- memberi petunjuk jalan Ruhani
- membimbing Bagi Ruhani salik
- menunjukkan jalan yang benar.
Dalam Ajaran Thoriqat Mursyid adalah:
Seorang Guru ruhani yang membimbing hati seorang salik untuk menuju kepada Allah.
Jadi Secara makna: Waliyan Mursyida adalah wali Allah yang diberi izin dan kemampuan untuk membimbing manusia menuju jalan kepada Allah secara lahir dan batin.
Dan ia bukan sekedar alim dalam ilmu syariat, tetapi juga:
- Memahami akan ilmu haqiqat
- Mengetahui tentang penyakit penyakit hati,
- Memahami perjalanan ruhani,
- dan mampu mendidik jiwa manusia.
1. Dalil Al-Qur’an :
a. Perintah Mengikuti Jalan Orang yang Kembali kepada Allah
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ
Artinya: “Ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.” (QS. Luqman ayat 15)
Ayat ini dengan jelas menunjukkan pentingnya untuk mengikuti jalan para ahli Allah.
b. Allah Mengutus Pembimbing
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ
Artinya: Dialah yang mengutus kepada kaum yang ummi seorang rasul dari kalangan mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kitab serta hikmah.” (QS. Al-Jumu‘ah ayat : 2)
Tugas para waliyan mursyida adalah meneruskan pendidikan ruhani Rasulullah ﷺ.
2. Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Artinya: Seseorang mengikuti agama sahabat dekatnya, maka lihatlah dengan siapa ia berteman.”( HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadits lain:
الْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ
Artinya: Para ulama adalah pewaris para nabi.”
(HR. Abu Dawud)
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa mursyid yang benar adalah pewaris Nabi ﷺ dalam:
ilmu, akhlak, dan penyucian hati.
Adapun ciri-ciri seorang waliyan mursyida:
Wali yang benar tidak pernah meninggalkan syari'at : Tetap melaksanakan sholat,.tetap melakukan puasa, menjaga halal dan haram,
Menjaga adab adab dalam syariat.
Imam Junaid Al-Baghdadi berkata:
“Semua jalan tertutup kecuali jalan mengikuti Rasulullah ﷺ.”
Dan diantara ciri ciri seorang Mursyid :
- Tawadhu ( rendah hati)
- memiliki sifat Penyabar,
- Memiliki kasih sayang,
- Tidak cinta kepada pujian,
-Tidak pernah berlaku sombong.
Allah ﷻ berfirman dalam Al Qur'an :
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
Artinya: Hamba-hamba Ar-Rahman itu berjalan di bumi dengan rendah hati.”
(QS. Al-Furqan ayat : 63)
Mursyid sejati:
- Tidak mencari kemuliaan dan kemegahan dunia,
- Tidak meminta untuk dikultuskan.
- Tidak mengikat murid kepada dirinya,
tetapi membawa hati murid untuk menuju kepada Allah.
Dalam adab Thoriqat seorang mursyid biasanya memiliki:
- Sanad keilmuan,
- Ijazah dari guru nya
- Mempunyai sanad silsilah mata rantai hingga sampai kepada Rasulullah ﷺ.
1. Membersihkan Hati Murid
Allah ﷻ berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Artinya: Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya.”
(QS. Asy-Syams ayat : 9)
Waliyan mursyida membantu murid:
- Untuk mengenali penyakit penyakit hati,
- Latihan melawan hawa nafsu,
- Memperbaiki niat agas ikhlas dalam segala ibadah dan memperbanyak dzikir.
2. Membimbing Dzikir dan Muraqabah
Dalam ajaran Thoriqat NAQSYABANDIYAH waliyan mursyida mengajarkan:
- Tingkatan Tingkatan dzikir
- Wuquf qolbi,
- Muraqabah,
- Muhasabah,
- Adab adab suluk,
dan latihan menghadirkan untuk Allah dalam hati dan dalam setiap keadaan.
3. Menjadi contoh Teladan Akhlak.
Sebab akhlak seorang waliyan Mursyida adalah mewarisi dari Ahlak Rasulullah sehingga dapat menjadi contoh yang dapat menghidupkan hati seorang salik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”
(HR. Ahmad)
1. Hormat tetapi Tidak Berlebihan
Menghormati mursyid adalah adab.
Namun tidak boleh:
mengkultuskan,
menganggapnya ma‘shum,
atau menyembahnya.
Karena: Mursyid adalah seorang manusia dan seorang tetap hamba Allah.
2. Husnuzhan ( Baik sangka ) dan Taat dalam Kebaikan.
Selama perintah mursyid:
sesuai syariat, tidak melanggar agama, maka murid dianjurkan taat demi tercapainya maksud yakni pelatihan bagi ruhani.
3. Tidak Menjadikan Mursyid Sebagai Tujuan
Tujuan akhir tetap kepada Allah ﷻ.
Mursyid hanyalah:
- penunjuk jalan bagi Ruhani , agar tidak salah jalan.
Apakah ada Mursyid palsu...?
Jawabnya maka lihatlah pada pengajaran nya.
Tidak semua yang mengaku wali adalah wali.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ
Artinya:Allah tidak melihat rupa kalian, tetapi melihat hati kalian.” (HR. Muslim)
Berikut ciri ciri mursyid palsu :
- Berani meninggalkan syariat,
- Sangat cinta kepada harta dunia.
- Ingin selalu di puji dan di agungkan.
- Mengaku mengetahui hal hal ghaib mutlak,
- Meminta di kultuskan.
- Berani menghalalkan maksiat dengan dalil sudah mencapai Maqom haqiqat.
Menurut para ahli tasawuf:
Waliyan Mursyida adalah cermin rahmat Allah kepada hamba-Nya.
Allah membimbing manusia melalui:
para nabi, ulama, orang-orang saleh,
dan para wali yang ikhlas.
Sebagaimana cahaya lampu menerangi jalan dalam gelap, demikian pula mursyid menerangi hati seorang salik yang sedang berjalan menuju Allah.
Namun pada hakikat hidayah tetaplah dari Allah semata.
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
Artinya: “Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Qashash ayat : 56)
KESIMPULAN
Waliyan Mursyida adalah wali Allah yang diberi kemampuan membimbing manusia menuju Allah secara lahir dan batin.
Keberadaan mursyid sangat penting dalam perjalanan ruhani agar seorang salik tidak tersesat.
Mursyid sejati selalu berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah serta memiliki akhlak mulia.
Tujuan mursyid bukan untuk diagungkan, tetapi untuk mengantarkan manusia mengenal Allah dan memperbaiki akhlak.
Hidayah sejati tetap milik Allah, sedangkan mursyid hanyalah sebab dan perantara pendidikan ruhani.
Perjalanan menuju Allah bukan sekadar perjalanan ilmu, tetapi perjalanan hati.
Dalam perjalanan itu, manusia sering tersesat oleh ego, syahwat, dan tipu daya dunia. Maka Allah menghadirkan para pembimbing ruhani sebagai pelita di tengah gelapnya perjalanan.
Namun sebesar apa pun kedudukan seorang wali dan mursyid, semuanya tetap hamba Allah yang fakir di hadapan-Nya. Karena itu, hendaklah seorang salik:
menghormati guru,
menjaga adab,
tetap berpegang kepada syariat,
dan menjadikan Allah sebagai tujuan akhir.
Semoga Allah ﷻ membimbing kita kepada jalan para shalihin, para siddiqin, dan para wali-Nya yang ikhlas.
Do'a
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Artinya: “Ya Allah, tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan karuniakan kami kemampuan mengikutinya. Dan tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan serta karuniakan kami kemampuan menjauhinya.”
Sumber dari Haris haris

0 comments:
Catat Ulasan