MENCARI JALAN PULANG YANG SEBENARNYA

 


MENCARI JALAN PULANG YANG SEBENARNYA

Pendahuluan :
Setiap manusia pada haqiqat nya adalah musafir di dunia ini. Kita datang dari Allah dan kepada-Nya pula kita akan kembali.
Kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kampung akhirat adalah tujuan yang sesungguhnya.
Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali."
(QS. Al-Baqarah ayat : 156)
Ayat ini mengingatkan bahwa asal kita dari Allah dan tujuan akhir kita juga kepada Allah.
Oleh karena itu, tugas terbesar manusia adalah menemukan dan menempuh jalan pulang yang sebenarnya.
I 📌 APA YANG DIMAKSUD DENGAN JALAN PULANG...?
Jalan pulang adalah bukan jalan pulang ke kampung halaman tempat kelahiran kita , akan tetapi tentang perjalanan RUH untuk pulang kembali kepada Allah.
Pulang yang sebenarnya adalah:
- Pulang dengan Membawa iman.
- Pulang dengan hati yang bersih.
- Pulang dalam keadaan dicintai Allah.
- Pulang dengan husnul khatimah.
- Pulang menuju rahmat Allah.
- Pulang membawa kemenangan.
Allah berfirman :
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۝ ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً ۝ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ۝ وَادْخُلِي جَنَّتِي
Artinya: "Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr ayat : 27-30)
Ayat inilah panggilan jalan pulang yang paling indah Dari Allah.
Il 📌MENGAPA BANYAK ORANG YANG TERSESAT DARI JALAN PULANG....?
Berikut ini sebab sebab seseorang tersesat menemukan jalan untuk pulang.
1. Terlalu Mencintai Dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ
Artinya:
"Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan."
Ketika hati dipenuhi dunia, manusia lupa tujuan akhir perjalanannya.
2. Lupa Kepada Allah.
Allah berfirman:
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ
Artinya: Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri."
(QS. Al-Hasyr ayat : 19)
Dan lagi firman Allah dalam Al Qur'an
اقْرَأْ كِتَابَكَ ۚ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا
Artinya: Bacalah kitab (catatan amal)mu. Cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu." (QS. Al-Isra ayat ': 14)
Ayat ini mengingatkan bahwa kelak manusia akan menghisab dirinya sendiri ketika melihat catatan amalnya.
3. Terlalu Mengikuti Hawa Nafsu.
Nafsu yang tidak dikendalikan akan menutup jalan menuju Allah.
Sebab Allah telah melarang untuk mengikuti hawa nafsu sebagai mana firman Allah:
وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ
Artinya: "Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah." (QS. Shad ayat : 26)
Ayat ini menjelaskan bahwa hawa nafsu yang tidak dikendalikan dapat menghalangi seseorang dari jalan yang benar.
Dan lagi firman Allah
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ
Artinya: "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya?" (QS. Al-Jatsiyah: 23)
Ayat ini memberi peringatan keras bahwa mengikuti hawa nafsu hingga mengalahkan petunjuk Allah seakan-akan menjadikan nafsu sebagai sesembahan.
4. Kurang Muhasabah.
Banyak orang sibuk mempersiapkan kehidupan dunia tetapi lupa mempersiapkan perjalanan pulang.
Al-Qur'an mengajarkan muhasabah (introspeksi atau mengoreksi diri) dalam beberapa ayat. Di antara yang paling terkenal adalah:
Surah Al-Hasyr Ayat 18
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
(QS. Al-Hasyr ayat : 18)
Ayat ini merupakan dasar utama muhasabah. Allah memerintahkan setiap orang untuk melihat dan menilai apa yang telah dipersiapkannya untuk kehidupan akhirat.
Hikmah Muhasabah berarti:
- Mengoreksi amal yang telah dilakukan.
- Menilai keadaan hati dan niat.
- Mengingat dosa dan segera bertaubat.
- Memperbaiki kekurangan sebelum datang kematian.
Umar bin Khattab pernah berkata:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا
Artinya: Hisablah (introspeksilah) diri kalian sebelum kalian dihisab."
Bagi seorang salik, muhasabah adalah cermin hati. Dengan muhasabah, seseorang mengetahui kekurangan dirinya, sehingga tumbuh kerendahan hati, taubat, dan kesungguhan untuk mendekat kepada Allah.
Ill 📌 BEKAL MENCARI JALAN PULANG
Berikut bekal untuk mencari jalan pulang.
➡️ 1. Taubat yang Sungguh-Sungguh.
Taubat adalah langkah pertama menuju rumah Allah.
Allah berfirman:
وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya : "Bertaubatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung."
(QS. An-Nur ayat b: 31)
➡️ 2. Mengenal Diri (Ma'rifatun Nafs)
Barang siapa mengenal kelemahan dirinya, maka ia akan mengenal kebesaran Tuhannya.
Allah berfirman:
وَفِي أَنْفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Artinya: Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan..?"
(QS. Adz-Dzariyat ayat : 21)
Mengenal diri (Ma'rifatun Nafs)
Sebagian ulama hikmah berkata:
مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
Artinya: "Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya."
Maksudnya, ketika seseorang menyadari kelemahan, kefakiran, dan ketergantungannya, ia akan mengenal kebesaran dan kesempurnaan Allah.
➡️ 3. Mengenal Allah (Ma'rifatullah)
Tujuan tertinggi perjalanan ruh adalah mengenal Allah (Ma'rifatullah). Semakin seorang hamba mengenal Allah, semakin dekat ia kepada tujuan penciptaannya dan semakin jelas jalan pulangnya menuju Allah.
Allah berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya: Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat ayat : 56)
Para ulama menjelaskan bahwa ibadah yang sempurna lahir dari ma'rifat, yaitu mengenal Allah dengan benar. Semakin seseorang mengenal Allah, semakin besar rasa cinta, takut, harap, tawakal, dan penghambaannya kepada-Nya.
Ma'rifatullah bukan hanya mengetahui bahwa Allah ada, tetapi:
- Mengenal keagungan-Nya.
- Mengenal sifat-sifat-Nya.
- Mengenal kasih sayang-Nya.
- Mengenal kekuasaan-Nya.
- Merasakan pengawasan-Nya dalam setiap keadaan.
Allah berfirman:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: "Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali." (QS. Al-Baqarah: 156)
Kita datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka bekal terbaik dalam perjalanan pulang adalah mengenal Dzat yang akan kita temui kelak.
Jalan Menuju Ma'rifatullah adalah melalui
- Memperbanyak zikir
Zikir membersihkan hati sehingga cahaya ma'rifat mudah masuk ke dalam qalbu.
- Tadabbur Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah kitab yang memperkenalkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
- Muraqabah
Merasa selalu berada dalam pengawasan Allah.
- Bergaul dengan orang-orang saleh
Karena hati yang hidup dapat menghidupkan hati yang lain.
Buah Ma'rifatullah
Apabila ma'rifat telah bersemi dalam hati, maka lahirlah:
Mahabbah (cinta kepada Allah).
Khauf (takut kepada Allah).
Raja' (harap kepada Allah).
Tawakal, Ridha ikhlas, istiqamah.
Dan puncaknya adalah hati yang selalu hadir bersama Allah dalam setiap keadaan.
Ma'rifatullah bukan sekadar pembahasan ilmu, tetapi perjalanan ruh menuju Rabb-nya.
Semakin seorang hamba mengenal Allah melalui ayat-ayat-Nya, nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan tanda-tanda kekuasaan-Nya, semakin ia sadar bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara.
➡️ 4. Memperbanyak Zikir.
Zikir adalah kompas bagi perjalanan ruh.
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd ayat : 28)
➡️ 5. Istiqomah dalam segala Amal ibadah.
Jalan pulang untuk tujuan kita tidak memerlukan kecepatan, tetapi memerlukan amalan yang istiqomah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya:
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit."
(HR. Bukhari dan Muslim)
IV 📌 TANDA TANDA ORANG YANG TELAH MENEMUKAN JALAN PULANG
Berikut tanda-Tanda Orang yang telah menemukan jalan pulang.
➡️1. Hatinya selalu mengingat Allah.
Allah berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
➡️2. Semakin tawadhu'
Semakin mengenal Allah, maka semakin merasa kecil di hadapan kebesaran-Nya.
➡️3. Mencintai ketaatan.
Orang yang telah menemukan jalan pulang , akan merasakan nikmat dalam ibadah dan menjauhi maksiat.
➡️4. Ridha terhadap takdir Allah.
Ia memahami bahwa dunia ini adalah tempat sementara dan tujuan hidup terakhir adalah kehidupan akhirat.
Semakin mencintai Allah.
Semakin mencintai Rasulullah ﷺ.
Semakin ringan beribadah.
Semakin sedikit mengeluh.
Semakin banyak bersyukur.
Semakin lembut hatinya.
Semakin takut berbuat dosa.
Semakin rindu bertemu Allah.
❤️ Nasihat Untuk Para Salik
Wahai para pencari Allah....
Jangan tertipu oleh gemerlap dunia. Kita hanyalah musafir yang sedang menempuh perjalanan pulang.
Jika hari ini masih banyak dosa, maka bertaubatlah.
Jika hati masih lalai, maka berzikirlah.
Jika langkah terasa berat, maka bersabarlah.
Jika perjalanan terasa panjang, maka ingatlah bahwa tujuan kita adalah Allah.
Jangan berhenti di tengah jalan.
Jangan berputus asa dari rahmat-Nya.
Teruslah berjalan hingga Allah memanggil:
ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً
Artinya
"Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai."
Penutup
Mencari jalan pulang yang sebenarnya bukanlah mencari arah menuju suatu tempat, tetapi mencari jalan menuju Allah.
Dunia adalah persinggahan, kubur adalah gerbang, dan akhirat adalah tujuan.
Orang yang cerdas bukanlah yang paling banyak hartanya, melainkan yang paling siap untuk pulang.
Semoga Allah membimbing langkah kita, membersihkan hati kita, meneguhkan istiqamah kita, dan mengakhiri hidup kita dengan husnul khotimah.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin

Sumber dari Haris Haris
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan