Hubungan antara Shuur /Sangkakala, Kiamat, dan Tukang Ekor Manusia
(Ujung Sulbi)
Bismillah
Ash-shuur ( الصور ) adalah kata dalam bahasa Arab yang artinya tanduk ( قَرْنٌ ).
Kata ini digunakan untuk menyebut sangkakala yang akan ditiup pada hari kiamat atas perintah Allah SWT.
Kapankah saat kiamat yang dimaksud, dan apa hubungannya dengan Shuur (Sangkakala) dan tulang ekor manusia?
Simak penjelasannya pada beberapa ayat di bawah ini;
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
Artinya: Dan mereka berkata: "Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?".
(QS.Yasin Ayat 48)
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
Artinya: Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. (QS.Yasin Ayat 49)
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَآ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ
Artinya: Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.
(QS.Yasin Ayat 50)
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ
Artinya: Dan ditiuplah ke dalam Shuur (sangkalala), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
(QS.Yasin Ayat 51)
قَالُوا۟ يَٰوَيْلَنَا مَنۢ بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ ٱلْمُرْسَلُونَ
Artinya: Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya).
(QS.Yasin Ayat 52)
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَٰحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ
Artinya: Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.
(QS.Yasin Ayat 53)
Rasulullah SAW bersabda;
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ قَالَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ قَالَ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ لَيْسَ مِنْ الْلْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Jarak antara dua tiupan (sangkakala) adalah empat puluh." Ibnu Abbas bertanya, "Empat puluh hari?" beliau menjawab: "Tidak." Ia bertanya lagi, "Empat puluh bulan?" beliau menjwab: "Tidak." Ia bertanya lagi, "Empat puluh tahun?" Beliau menjawab: "Tidak." Beliau kemudian bersabda: "Setelah itu, Allah menurunkan air dari langit, maka mereka pun tumbuh (hidup) kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran. Tidak ada tersisa dari seorang manusia pun kecuali ia akan binasa, kecuali satu tulang yakni tulang ekor. Dari tulang itulah, manusia akan disusun kembali pada hari kiamat." (HR Bukhari)
Allah Subhanahu waTa’ala berfirman:
وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ
Artinya: Dan ditiuplah ke dalam shuur (sangkakala), maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup ke dalam sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). (QS. Az-Zumar Ayat 68).
Berdasarkan QS. Az-Zumar Ayat 68, ketika Shuur ditiup maka semua manusia akan mengalami sha'iq, yang artinya keadaan mati, atau pingsan, atau tidak sadarkan diri, kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah.
Maka, Siapakah mereka yang tidak mengalami keadaan sha'iq ketika shuur ditiup?
Semoga kita telah mengalami mati sebelum kita mati pada ajal kita
"Muutu qabla an tamuutu"
artinya; "matilah kamu sebelum kamu mati"
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا الصُّوْرُ قاَلَ قَرْنٌ يُنْفَخُ فِيْهِ رواه أبو داود والترمذي وحسنه وابن حبان في صحيحه
Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin al ‘Ash Radhiyallahu anhuma , ia berkata : “Seorang ‘Arab datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seraya bertanya : “Apa (yang dimaksud) ash-Shuur?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tanduk ( قَرْنٌ ) yang akan ditiup.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ فِي الإِنْسَانِ عَظْمًا لاَ تَأْكُلُهُ اْلأَرْضُ أَبَدًا، فِيْهِ يُرَكَّبُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، قَالُوْا أَيُّ عَظْمٍ هُوَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: عَجْبُ الذَّنَبِ
Artinya; “Sesungguhnya pada manusia ada satu tulang yang tidak dimakan tanah selamanya. Padanya manusia akan disusun (kembali) pada hari Kiamat”. Para sahabat bertanya, “Tulang apakah itu, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tulang ekor.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5255)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
هُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ
Artinya: 'Dan Dialah yang memulai penciptaan (manusia), kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali, dan mengulanginya kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya". (QS.Ar-Ruum: 27).
Maka bagian tubuh manusia yang bakal terlahir ke dunia itu, yang pertama kali diciptakan adalah bagian dari tulang ekornya. Begitu pula setelah kematiannya, akan diulangi lagi penciptaannya yang berawal dari bagian tulang ekornya.
Rasulullah SAW bersabda;
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ قَالَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ قَالَ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ لَيْسَ مِنْ الْلْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, "Jarak antara dua tiupan (sangkakala) adalah empat puluh." Ibnu Abbas bertanya, "Empat puluh hari?" beliau menjawab: "Tidak." Ia bertanya lagi, "Empat puluh bulan?" beliau menjwab: "Tidak." Ia bertanya lagi, "Empat puluh tahun?" Beliau menjawab: "Tidak." Beliau kemudian bersabda: "Setelah itu, Allah menurunkan air dari langit, maka mereka pun tumbuh (hidup) kembali sebagaimana tumbuhnya sayur-sayuran. Tidak ada yang tersisa bagian dari seorang manusia pun kecuali ia akan binasa, kecuali satu tulang yakni tulang ekor. Dari tulang itulah, manusia akan disusun kembali pada hari kiamat." (HR Bukhari).
Menurut hadits Nabi, bahwa jarak antara dua tiupan (sangkakala) adalah empat puluh. Apa yang dimaksud dengan jarak empat puluh tersebut?
Dua langkah nafas kita itu ibarat dua tiupan ke dalam Shuur (Sangkakala).
- Tiupan pertama adalah nafas keluar / nafas turun.
- Tiupan kedua adalah nafas masuk /nafas naik.
Dan sesungguhnya naiknya nafas kita itu adalah perjalanan diri kita naik dari ujung sulbi (tulang ekor) sampai ke ubun-ubun kita, demikian juga turunnya, yaitu dari ubun-ubun hingga ke ujung sulbi.
Di saat nafas keluar itulah saat matimu, tapi banyak yang tidak menyadarinya,
dan saat nafas masuk itulah saat kamu dihidupkan.
وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ
Artinya; "Dan Dia-lah yang menumbuhkan kamu dari nafs yang satu, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui".
( QS.Al-An'am , ayat 97 )
Pada akhir nafas, Shuur itu ditiup, maka jiwa akan mengalami keadaan sha'iq, yaitu mati sementara, atau menjadi tidak sadarkan diri.
Jarak antara tiupan pertama dengan tiupan kedua itu adalah 40??, Kemudian shuur itu akan ditiup untuk yang kedua kalinya atas perintah Allah, untuk menumbuhkan tubuh kita dari tulang ekor tersebut untuk bertumbuh kembali menjadi sebatang tubuhnya dan membangkitkan jiwa kita.
Kecuali Ahli Ma'rifat, merekalah yang tidak akan mengalami keadaan sha'iq ketika shuur itu pertama kali ditiup. Karena sebelum ajal, mereka telah mengalami mati sebelum mati jasmaniahnya, dan mereka telah mengalami kebangkitan ruhaniyah.
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُۥ يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ
Artinya: Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai Janji yang benar-benar dari Allah, Sesungguhnya Allah memulai penciptaan (pada permulaannya) kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (pada hari kebangkitan), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. (QS.Yunus:4).
Kesempatan kita hidup di dunia hanya sekali. Setelah kematian jasmani ada Kebangkitan, lalu jiwa kita berpindah ke alam barzah.
Alangkah baiknya ruhaniyah kita bangkit semasa kita hidup di dunia ini, sehingga jiwa kita itu tidak akan terkurung di alam barzah, tetapi masuk ke alam Nur.
Sumber dari FB Ahmad Nur Al-Kalbary

0 comments:
Catat Ulasan