HIKMAH 1 MUHARRAM


 HIKMAH 1 MUHARRAM

Bismillahirrahmanirrahim.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan umur, kesehatan, dan kesempatan kepada kita untuk kembali memasuki tahun baru Hijriah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Tanggal 1 Muharram merupakan awal tahun dalam kalender Hijriah. Peristiwa ini mengingatkan umat Islam kepada hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, yaitu perpindahan dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik demi mendapatkan ridha Allah SWT.
Karena itu, datangnya 1 Muharram hendaknya dijadikan momentum muhasabah (introspeksi diri), evaluasi perjalanan hidup selama setahun yang telah berlalu, serta menyusun langkah-langkah perbaikan untuk tahun yang akan datang.
📌 Keutamaan Bulan Muharram
Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah.
Allah SWT berfirman:
﴿إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ... مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ﴾
Artinya:
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan ... di antaranya ada empat bulan haram (mulia)." (QS. At-Taubah ayat : 36)
Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ»
Artinya: Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." (HR. Muslim)
📌 Hikmah 1 Muharram
❤️1. Momentum Muhasabah Diri
Setiap pergantian tahun hendaknya menjadi waktu untuk menghitung amal yang telah dilakukan.
Sayyidina Umar bin Khattab berkata:
"Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab."
Pertanyaan yang perlu diajukan kepada diri sendiri:
Apakah shalat kita semakin baik...?
Apakah zikir kita semakin istiqamah...?
Apakah akhlak kita semakin mulia...?
Apakah dosa-dosa kita berkurang...?
Apakah hubungan kita dengan Allah semakin dekat...?
❤️2. Mengingat Singkatnya Umur
Dengan bertambahnya tahun berarti berkurangnya jatah umur kita di dunia.
Allah berfirman:
﴿وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ﴾
Artinya:
"Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu." (QS. Ali Imran ayat : 185)
Seorang mukmin hendaknya mempersiapkan bekal sebelum datang kematian.
❤️3. Momentum Hijrah Spiritual
Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah hati.
Hijrah dari:
- Dari Lalai ➡️ menuju ingat kepada Allah
- Dari Maksiat ➡️ menuju taat.
- Dari Riya ➡️ menuju ikhlas.
- Cinta dunia ➡️ menuju cinta akhirat.
- Hati yang keras ➡️ menuju hati yang lembut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
«وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ»
Artinya: .Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah."
(HR. Bukhari)
📌 Apa Yang Harus Diperbaiki...?
1. Perbaiki Hubungan Dengan Allah
Menjaga shalat lima waktu.
Menambah shalat sunnah.
Memperbanyak zikir.
Membaca Al-Qur'an setiap hari.
Memperbanyak istighfar.
Allah berfirman:
فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ
Artinya: Maka larilah menuju Allah."
(QS. Adz-Dzariyat ayat : 50)
2. Perbaiki Hati
Penyakit hati yang harus dibersihkan:
Ujub , Sombong , Takabbur, Dengki , Khianat,
Riya, Hasad, Ujub, Dendam,cinta dunia berlebihan
Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ»
Artinya: Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itulah hati."
( HR Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.)
Pelajaran dari hadis ini:
Hati adalah pusat keimanan dan amal.
Baiknya akhlak lahir berasal dari bersihnya hati.
Penyakit seperti riya', ujub, hasad, dan sombong bermula dari kerusakan hati.
Seorang salik hendaknya senantiasa menjaga hati dengan zikir, muraqabah, taubat, dan muhasabah.
Sebagaimana firman Allah:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya :
"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih."
(QS. Asy-Syu'ara ayat: 88–89).
3. Perbaiki Akhlak
Akhlak merupakan cermin keimanan.
Yang perlu diperbaiki:
- Cara berbicara.
- Sikap kepada orang tua
- Sikap kepada pasangan dan keluarga.
- Sikap kepada guru dan mursyid.
- Sikap kepada sesama muslim.
4. Perbaiki Amal Ibadah
Lakukan evaluasi:
Berapa banyak Al-Qur'an yang dibaca tahun lalu?
Berapa banyak sedekah yang diberikan?
Berapa banyak majelis ilmu yang dihadiri?
Berapa banyak waktu yang terbuang sia-sia?
Konsep Yang Harus Dipersiapkan Untuk Tahun Depan
📌 TARGET YANG HARUS DICAPAI
1. Target Kedekatan Dengan Allah
Buat target ruhani:
Zikir harian lebih istiqamah.
Sholat berjamaah lebih terjaga.
Qiyamul lail ( sholat malam )lebih rutin.
Muraqabah lebih mendalam.
Hati lebih hadir bersama Allah.
2. Target Ilmu
Tentukan target:
Menyelesaikan kajian kitab tertentu.
Menghafal surat-surat pilihan.
Menambah pemahaman agama.
Memperdalam ilmu tasawuf dan ma'rifat.
3. Target Akhlak
Buat komitmen:
Lebih sabar.
Lebih tawadhu'.
Lebih mudah mema'afkan.
Lebih penyayang.
Lebih ikhlas.
4. Target Dakwah dan Amal Jariyah
Persiapkan amal yang terus mengalir pahalanya:
- Mengajar ilmu.
- Menulis buku.
- Membangun majelis zikir.
- Membantu fakir miskin.
- Dakwah Menyebarkan ilmu agama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ.
Artinya: "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaat darinya, dan anak saleh yang mendoakannya." (Sahih Muslim)
Hadis ini menjadi dalil penting tentang amal yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia, yaitu:
- Sedekah jariyah (wakaf, pembangunan masjid, sumur, dan sejenisnya).
- Ilmu yang bermanfaat yang diajarkan atau ditulis.
- Anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya.
5. Target Husnul Khotimah
Tujuan terbesar seorang mukmin bukanlah kekayaan, jabatan, atau popularitas, tetapi meninggal dalam keadaan beriman.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."
(QS. Ali Imran ayat : 102)
Penutup
Saudaraku yang dirahmati Allah....
Satu tahun telah berlalu, janganlah terlalu sibuk menghitung berapa banyak keberhasilan dunia yang telah kita raih.
Cobalah sejenak melihat ke dalam hati. Tanyakan kepada diri sendiri:
"Apakah aku hari ini lebih dekat kepada Allah dibanding tahun lalu..?"
Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta, tingginya kedudukan, atau luasnya pujian manusia, tetapi pada hati yang mengenal Tuhannya dan merasa tenteram bersama-Nya.
Tahun yang telah berlalu mungkin menyimpan banyak kesalahan, kelalaian, dan dosa. Namun janganlah berputus asa. Selama nafas masih berhembus, pintu taubat masih terbuka. Allah tidak melihat seberapa sering kita jatuh, tetapi melihat seberapa sungguh-sungguh kita bangkit kembali menuju-Nya.
Bagi para salik, jadikan tahun yang baru sebagai kesempatan untuk memperkuat istiqamah. Walaupun langkah terasa lambat, jangan berhenti. Walaupun futuh belum datang, jangan berputus asa. Walaupun ujian silih berganti, jangan meninggalkan jalan yang telah membawa kita mengenal Allah.
Ingatlah, Allah tidak meminta kita menjadi sempurna, tetapi Allah mencintai hamba yang terus kembali kepada-Nya.
Semoga pada tahun yang akan datang:
Hati kita lebih ikhlas.
Zikir kita lebih khusyuk.
Air mata taubat kita lebih sering mengalir.
Cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya semakin bertambah.
Dan semoga kita dipertemukan dengan akhir kehidupan yang husnul khatimah

Sumber dari Haris Haris
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan