MENGAPA BANYAK YANG ANTI DENGAN ILMU THORIQOH...?

 

MENGAPA BANYAK YANG ANTI DENGAN ILMU THORIQOH...?

Makalah : 

Mengapa banyak yang Anti dengan ilmu Thoriqat 

Pertanyaan ini sering muncul karena memang sejak dahulu, memang ilmu Thoriqat banyak mendapatkan dukungan dari sebagian umat dan ada juga penolakan dari sebagian yang lain.

Beberapa sebab mengapa ada orang yang anti terhadap ilmu Thoriqat.

Makalah ini ditulis sebagai bekal bagi seorang salik ( pengamal Thoriqat) untuk menjadi pegangan terutama bagi salik yang baru mengamalkan ilmu Thoriqat.

Mengapa banyak yang menolak ajaran Thoriqat, ada yang membid'ahkan ada yang menuduhnya sesat bahkan ada yang menuduh kafir.

Berikut ini sebab sebabnya :

🚦1️⃣. SEBAB MEREKA BELUM MEMAHAMI APA ITU ILMU THORIQOH.

Banyak orang mengira Thoriqat adalah sebuah ajaran baru, padahal inti Thoriqat adalah ilmu penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), zikir, muraqabah, mujahadah, dan pembinaan akhlak yang semuanya yang bersumber dari Al-Qur'an dan Sunnah.

Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."

(QS. Asy-Syams ayat : 9–10)

🚦2️⃣. MUNGKIN PERNAH MENDENGAR PRAKTIK YANG MENYIMPANG.

Tidak dapat dipungkiri, mungkin pernah ada sebagian oknum yang sengaja mengatas namakan Thoriqat tetapi melakukan suatu amalan yang tidak sesuai syariat. 

Akibatnya, masyarakat menganggap semua Thoriqat itu sama.

Padahal para guru guru Thoriqat sangat menjaga adab adab amalan syariat.

Contohnya takkala bersuluk semua jama'ah sudah duduk menunggu waktu datangnya sholat wajib, bahkan setengah jam sebelum datang waktu sholat mereka semua sudah menunggu sambil berzikir , tetap menjaga wudhuk agar tetap suci dan melakukan amalan sunah.

🚦3️⃣. TAKUT TERJERUMUS KEPADA BID'AH.

Sebagian kaum muslimin sangat berhati-hati dalam menjalankan agama. Ketika melihat amalan yang tidak mereka kenal, mereka langsung menolaknya karena khawatir termasuk amalan bid'ah yang tidak pernah di kerjakan oleh nabi.

Sikap hati-hati ini pada dasarnya baik, tetapi perlu diiringi dengan ilmu dan tabayyun (klarifikasi).

Sebab Allah berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl ayat : 43)

Jadi ayat ini dengan menyatakan bahwa jangan terburu buru menilai sesuatu, harus bertanya kepada ahlinya.

🚦4️⃣. SALAH DALAM MEMAHAMI ISTILAH DALAM AJARAN THORIQAT.

Dalam ajaran Thoriqat ada banyak istilah seperti:

- Fana'

- Baqa'

- Musyahadah

- Ma'rifatullah

- Tajalli

sering disalahpahami , seolah-olah mengajarkan penyatuan manusia dengan Allah. 

Padahal para ulama Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa Allah tetap Allah dan hamba tetap hamba.

Sebagaimana Allah berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ

artinya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya." (QS. Asy-Syura ayat : 11)

🚦5️⃣. PENGARUH PERDEBATAN KELOMPOK.

Dalam sejarah Islam, pernah terjadi perdebatan antara sebagian ahli fikih, ahli kalam, dan ahli tasawuf. Akibatnya, muncullah prasangka yang tak baik terhadap ilmu Thoriqat, sehingga prasangka tersebut diwariskan dari generasi ke generasi,  tanpa melakukan kajian langsung terhadap ajaran Thoriqat yang sebenarnya.

🚦6️⃣. TIDAK MENGENAL BUAH DARI AJARAN THORIQAT YANG BENAR.

Apabila seseorang melihat Thoriqat hanya dari luar saja atau mungkin hanya mendengar cerita , pasti ia tidak memahami tujuan sebenarnya.

Tujuan Thoriqat bukan untuk mencari karomah, bukan untuk mendapatkan kesaktian, bukan juga untuk mimpi-mimpi aneh, tetapi:

- Memperbanyak zikir.

- Membersihkan hati.

- Memperbaiki akhlak.

- Meningkatkan ihsan.

- Mendekatkan diri kepada Allah.

Hal ini sesuai dengan hadis Jibril:

عَنِ الْإِحْسَانِ، أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

An ta‘budallāha ka'annaka tarāhu, fa in lam takun tarāhu fa innahu yarāka.

Artinya:

"Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu."

(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Jika menghadapi orang yang anti terhadap Thoriqat, hendaknya tidak membalas dengan permusuhan. Tunjukkan akhlak yang baik, ilmu yang benar, dan amalan yang istiqomah.

Sebab Allah berfirman:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Artinya: "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik." (QS. Fussilat ayat : 34)

Karena pada hakikatnya, tujuan seluruh kaum muslimin yang ikhlas adalah sama: mencari ridha Allah dan mengikuti Rasulullah ﷺ. Selama Thoriqat berjalan di atas Al-Qur'an, Sunnah, dan syariat yang benar, maka ia merupakan salah satu jalan tarbiyah ruhani untuk mendekatkan diri kepada Allah. 

📌  BAGAIMANA SIKAP BIJAKSANA SEORANG SALIK APABILA DITUDUH BID'AH ATAU DI KAFIRKAN.

Sikap Bijaksana bagi Seorang Salik Ketika Dikritik, Dibid'ahkan, atau Dikafirkan, maka

Seorang salik yang sedang menempuh jalan menuju Allah hendaknya memahami bahwa ujian bukan hanya datang dari hawa nafsu dan setan, tetapi juga datang dari perkataan manusia.

 Oleh karena itu, sikap yang paling utama adalah tetap menjaga adab, menjaga akhlak, dan ketenangan hati.

1️⃣. Bersabar dan Tidak Membalas dengan Kebencian.

Sebab Allah berfirman:

وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ

Artinya: "Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan." (QS. Thaha ayat : 130)

Kritikan, celaan, bahkan tuduhan yang tidak benar jangan sampai menghilangkan akhlak seorang salik. Ingatlah bahwa pengamal Thoriqat sangat terkenal dengan adabnya.

ilmu Thoriqat adalah ilmu untuk membersihkan hati , maka tidak boleh membiarkan hatinya dipenuhi dengan kemarahan dan dendam.

2️⃣. Melakukan Muhasabah Diri.

Ketika dikritik, jangan langsung menyalahkan orang lain.

 Periksa dahulu diri sendiri:

- Apakah amalan yang dilakukan sesuai syariat..?

- Apakah ada sikap yang berlebihan...?

- Apakah ada ucapan kita yang telah menimbulkan salah paham...?

Nasihat para ulama:

"Seorang mukmin menjadikan kritikan sebagai cermin untuk melihat kekurangan dirinya."

3️⃣. Menjelaskan dengan Ilmu dan Hikmah.

Jika mampu maka jelaskan dengan ilmu dan hikmah.

Sebab Allah berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

Artinya:  "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik." (QS. An-Nahl ayat : 125)

Jika ada yang bertanya atau mengkritik karena belum memahami Thoriqat, maka jelaskan dengan lemah lembut bahwa:

- Thoriqat itu bukan suatu mahzab baru.

- Thoriqat bukan agama baru.

- Thoriqat bukan syariat baru.

- Thoriqat adalah pendidikan ruhani untuk memperbaiki hati dan memperbanyak zikir kepada Allah.

4️⃣. Jangan Mudah Membalas.

Jika ada yang mengkafirkan pengamal Thoriqat, jangan balas mengkafirkan mereka.

Sebab rasulullah bersabda 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

«أَيُّمَا امْرِئٍ قَالَ لِأَخِيهِ: يَا كَافِرُ، فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا، إِنْ كَانَ كَمَا قَالَ، وَإِلَّا رَجَعَتْ عَلَيْهِ»

(Ayyumamri'in qāla li-akhīhi: yā kāfiru, faqad bā'a bihā aḥaduhumā, in kāna kamā qāla, wa illā raja'at 'alaihi.)

Artinya :  Dengan nama Allah, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

'Siapa saja yang berkata kepada saudaranya: "Wahai kafir!", maka sungguh ucapan itu akan kembali kepada salah satu dari keduanya.

 Jika yang dituduh memang seperti yang dikatakannya, maka tuduhan itu benar adanya. Namun jika tidak, maka ucapan itu akan kembali kepada orang yang mengucapkannya.'"

(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Pelajaran Hadis

Islam melarang mudah mengkafirkan sesama muslim. Sebab memvonis kafir adalah perkara yang sangat berat dan harus berdasarkan dalil yang jelas.

Seorang mukmin diperintahkan menjaga lisan dan berhati-hati dalam menilai keimanan orang lain.

Perbedaan pendapat dalam masalah furu' atau amaliah tidak boleh menjadi alasan untuk saling mengkafirkan.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ﴾

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka..." 

(QS. Al-Hujurāt ayat 12.)

Karena itu, seorang salik hendaknya lebih sibuk memperbaiki diri, memperbanyak zikir, dan mendoakan saudara-saudaranya daripada mudah menuduh atau mengkafirkan orang lain.

5️⃣. Fokus pada Perbaikan Diri, Bukan Perdebatan.

Banyak salik yang kehilangan kemajuan ruhani karena terlalu sibuk berdebat.

Allah telah berfirman:

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا

Artinya:  "Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati."

(QS. Al-Muzzammil ayat : 😎

Tugas utama seorang salik adalah:

- Mengamalkan zikir 

- Muraqabah.

- Tazkiyatun nafs ( Penyucian nafsu )

- Memperbaiki akhlak.

- Menjalankan syariat dengan istiqomah.

6️⃣. Meneladani Akhlak Para Nabi dan Ulama.

Ketahuilah bahwa para nabi pun tidak luput dari tuduhan dan fitnahan juga.

- Nabi Nuh dituduh sesat.

- Nabi Musa dituduh penyihir.

- Nabi Muhammad ﷺ dituduh penyair, dituduh ahli sihir ,pendusta  bahkan sampai di usir dan ingin dibunuh.

Namun mereka tetap sabar dan terus berdakwah.

Demikian pula banyak ulama tasawuf seperti Imam Al-Ghazali, Imam Al-Junaid Al-Baghdadi, dan Syekh Abdul Qadir al-Jailani yang juga menghadapi kritikan, tetapi mereka tetap menjaga ahlak ,adab dan ilmu.

📌 APA BEKAL JAWABAN BAGI SEORANG SALIK TAKKALA DI HUJAT...?

Bekal Jawaban bagi Seorang Salik Ketika Ilmu Thoriqat Dihujat, Maka seorang salik hendaknya menjawab dengan ilmu, adab, dan kelembutan, bukan dengan emosi. Tujuannya bukan memenangkan perdebatan, tetapi menjelaskan kebenaran dengan hikmah.

1. Jika Dikatakan: "Thoriqat Itu Tidak Ada dalam Islam"...!

Jawablah:

➡️ "Benar...! kata 'Thoriqat' sebagai nama suatu metode pendidikan ruhani mungkin tidak disebut secara khusus sebagai nama organisasi. Namun kata thariqah sendiri disebut dalam Al-Qur'an."

Allah berfirman:

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا

Artinya:  Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan (thariqah) itu, niscaya Kami akan memberi mereka minuman yang segar."

(QS. Al-Jinn ayat : 16)

Secara makna, thariqah adalah jalan atau metode untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui zikir, mujahadah, dan pembinaan akhlak.

2. Jika Dikatakan: "Thoriqat Itu Bid'ah"...!

Jawablah : 

➡️"Jika yang dimaksud Thoriqat adalah memperbanyak zikir, memperbaiki hati, melatih keikhlasan, muraqabah, dan mengikuti bimbingan guru dalam kebaikan, maka semua itu memiliki dasar dalam Al-Qur'an dan Sunnah."

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak." (QS. Al-Ahzab ayat : 41)

3. Jika Dikatakan: "Mengapa Harus Ada Mursyid...?"

Jawablah: 

➡️ Karena belajar agama memang memerlukan guru.

Allah berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya:  "Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui."

(QS. An-Nahl ayat :  43)

Sebagaimana belajar fikih memerlukan guru, belajar membersihkan hati juga memerlukan bimbingan orang yang berpengalaman.

4. Jika Dikatakan: "Cukup Al-Qur'an dan Hadis Saja sebagai pegangan" 

Jawablah:

 ➡️ Kami juga berpegang kepada Al-Qur'an dan Hadis. Bahkan Thoriqat yang benar wajib berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah."

Para ulama tasawuf selalu menegaskan:

"Setiap jalan yang tidak ditimbang dengan Al-Qur'an dan Sunnah adalah tertolak."

5. Jika Dikatakan: "Mengapa harus bersuluk...?"

Jawablah: 

➡️ Karena Nabi juga melakukan khalwat di gua Hiro. Dan didalam suluk di ajarkan untuk memperbaiki hati dan memperbanyak berzikir kepada Allah.

Sebagaimana Allah berfirman:

اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya: Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak." (QS. Al-Ahzab ayat : 41)

Dan Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Latin

Matsalul-ladzī yadzkuru rabbahu walladzī lā yadzkuru rabbahu matsalul-ḥayyi wal-mayyit.

Artinya : Perumpamaan orang yang berzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati."

(HR Shahih Bukhari.)

Hadis ini menunjukkan bahwa zikir adalah kehidupan bagi hati. Hati yang selalu mengingat Allah hidup dengan cahaya iman, ketenangan, dan kedekatan kepada-Nya. Sebaliknya, hati yang lalai dari zikir diibaratkan seperti hati yang mati karena jauh dari cahaya petunjuk Allah.

6. Jika Dikatakan: "Thoriqat Mengajarkan Syirik"

Jawablah dengan tenang :

➡️ "Syirik adalah menyekutukan Allah. Sedangkan tujuan Thoriqat yang benar justru menanamkan tauhid, ikhlas, tawakal, dan mahabbah kepada Allah."

Allah berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Artinya:  "Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."

(QS. Al-Bayyinah ayat : 5)

7. Jika Dikatakan: "Mengapa Harus Menghormati Guru Mursyid...?"

Jawablah: 

➡️ Menghormati guru bukan berarti menyembah guru.

Sebagaimana murid menghormati guru Al-Qur'an, guru hadis, dan guru fikih, demikian pula salik menghormati mursyid sebagai pembimbing ruhani.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

Artinya : Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua."

(HR. Ahmad)

8. Jika Dikatakan: "Pengamal Thoriqat Sesat"

Jawablah dengan adab:

➡️ "Tidak semua yang mengaku Thoriqat pasti benar, sebagaimana tidak semua yang mengaku ustadz pasti benar. Yang dinilai adalah kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan Sunnah."

Bekal Terpenting bagi Seorang Salik

Jangan sibuk memenangkan perdebatan.

Allah berfirman:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Artinya:  Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik." ( QS. Fussilat ayat : 34)

Terkadang akhlak yang baik lebih kuat daripada seribu argumentasi.

❤️ NASEHAT BAGI SALIK AGAR TETAP ISTIQOMAH DALAM MENGAMALKAN ILMU THORIQOH

Wahai saudaraku para salik, ketahuilah bahwa jalan menuju Allah bukanlah jalan yang selalu dipenuhi pujian dan kemudahan. 

Sejak zaman para nabi, orang-orang yang berjalan di jalan kebenaran selalu menghadapi ujian, celaan, dan penolakan.

Allah Ta'ala berfirman:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Artinya: Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan: 'Kami telah beriman', sedangkan mereka tidak diuji?"

(QS. Al-'Ankabut ayat : 2)

1. Luruskan Niat.

Tanyakan kepada diri sendiri:

"Untuk siapa aku menempuh jalan ini?"

Jika jawabanmu adalah untuk Allah, maka jangan jadikan pujian manusia sebagai penyemangat dan jangan jadikan celaan manusia sebagai penghalang.

Karena ridho Allah tidak selalu sejalan dengan ridho manusia.

2. Jangan Menilai Kebenaran dari Banyaknya Pengikut.

Kebenaran tidak diukur dari banyak atau sedikitnya orang yang menerima.

Allah berfirman:

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya:  Jika engkau mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah."

(QS. Al-An'am ayat : 116)

Maka jangan goyah hanya karena ada yang mencela atau tidak memahami jalan yang sedang engkau tempuh.

3. Perkuat Syariat Sebelum Mencari Hakikat.

Ingatlah bahwa Thoriqat tanpa syariat adalah kesesatan, dan syariat tanpa penghayatan ruhani dapat menjadi kering.

Jadikan:

- Sholat sebagai tiang.

- Al-Qur'an sebagai pedoman.

- Sunnah Rasulullah ﷺ sebagai contoh.

- Zikir sebagai kehidupan hati.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menuduh bahwa perjalananmu menyimpang dari agama.

4. Jangan Terlalu Sibuk Melayani Perdebatan.

Tidak semua orang yang bertanya ingin mencari kebenaran. Sebagian hanya ingin berdebat.

Allah berfirman:

وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Artinya:  "Dan berpalinglah dari orang-orang yang jahil." (QS. Al-A'raf ayat : 199)

Jawablah dengan ilmu jika diperlukan, tetapi jangan habiskan umurmu dalam perdebatan yang tidak menambah kedekatan kepada Allah.

5. Pegang Tangan Guru dan Jamaah yang Shalih

Bara api yang terpisah dari kumpulannya akan cepat padam.

Begitu pula seorang salik yang menjauh dari bimbingan guru dan majelis zikir sering kali menjadi lemah dan akhirnya berhenti di tengah jalan.

Jagalah hubungan dengan guru, saudara seperjalanan, dan majelis ilmu yang membimbing kepada Allah.

6. Ingat Tujuan Akhir Perjalanan.

Tujuan Thoriqat bukanlah:

- Bukan Karomah.

- Bukan mencari Kedudukan.

- Bukan ingin mendapatkan Pujian manusia.

Tetapi:

- ingin Mengenal Allah (Ma'rifatullah).

- ingin Mencintai Allah.

- ingin Dicintai Allah.

- Mendapatkan Husnul khatimah.

- Mendapatkan Ridha Allah.

Jika tujuan ini selalu berada di dalam hati, maka gangguan manusia akan terasa kecil.

7. Jadikan Hujatan Sebagai Latihan Ikhlas.

Kadang-kadang Allah mengizinkan seseorang dicela agar ia tidak terjebak dalam ujub dan merasa diri lebih baik dari orang lain.

Setiap celaan yang engkau terima dapat menjadi sarana untuk:

- Muhasabah.

- Membersihkan niat.

- Melatih kesabaran.

- Menumbuhkan tawadhu'.

8. Ingat Bahwa Istiqomah Lebih Mulia Daripada Karomah.

Para masyayikh sering berkata:

الِاسْتِقَامَةُ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ كَرَامَةٍ

"Istiqomah lebih baik daripada seribu karomah."

Maka jangan mencari sesuatu yang luar biasa. Carilah hati yang selalu ingat kepada Allah, kaki yang tetap melangkah menuju-Nya, dan jiwa yang tetap tunduk kepada-Nya.

❤️ Penutup

Wahai para salik...

Jika engkau dicela, bersabarlah....

Jika engkau dihujat, tetaplah berzikir....

Jika engkau di kucilkan, tetaplah berakhlak mulia....

Jika engkau ditinggalkan manusia, biarlah ..Tetap jangan tinggalkan Allah....

Karena pada akhirnya yang akan ditanya di hadapan Allah bukanlah:

"Berapa banyak orang yang memujimu..?"

Tetapi:

"Apakah engkau tetap istiqomah di jalan-Ku...?"

Semoga Allah meneguhkan hati para salik, menjaga langkah mereka di jalan zikir dan ketaatan, serta mengumpulkan mereka bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

Aamiin ya Rabbal 'Alamin


Sumber dari Haris Haris

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan