PENTINGNYA BELAJAR ILMU TASAWUF DAN ILMU THORIQOH

 

PENTINGNYA BELAJAR ILMU TASAWUF DAN ILMU THORIQOH
Pendahuluan:
Islam adalah agama yang sempurna, yang mengatur bukan hanya ibadah lahiriah, tetapi juga kebersihan hati dan penyucian jiwa.
Dalam kehidupan manusia, sering kali seseorang mampu melaksanakan syariat secara lahir, namun hatinya masih dipenuhi riya’, sombong, dengki, cinta dunia, dan berbagai penyakit batin lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan ilmu yang mampu membersihkan hati dan mendekatkan seorang hamba kepada Allah Ta‘ālā, yaitu ilmu tasawuf dan thoriqat.
Ilmu tasawuf adalah ilmu tentang penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), memperbaiki akhlak, serta mendidik hati agar selalu ingat kepada Allah. Sedangkan thoriqat adalah jalan praktik ruhani untuk mendekatkan diri kepada Allah di bawah bimbingan seorang guru yang mursyid.
Allah Ta‘ālā berfirman dalam Al Qur'an:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ۝ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams ayat : 9–10)
Ayat ini menunjukkan bahwa kebersihan jiwa adalah jalan menuju keberuntungan.
Maka ilmu tasawuf dan thoriqat hadir sebagai sarana penyucian jiwa agar manusia mencapai ma‘rifatullah dan kedekatan kepada Allah.
📌 PENGERTIAN ILMU TASAWUF DAN ILMU THORIQOH
A. Pengertian ilmu Tasawuf
Apa Itu Ilmu Tasawuf...?
Ilmu tasawuf adalah ilmu yang membahas tentang penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), pembersihan hati dari sifat-sifat tercela, serta usaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah, dzikir, muraqabah, mahabbah, dan akhlak yang mulia.
Tasawuf sering disebut juga sebagai:
Ilmu Ihsan, Ilmu Tazkiyah, Ilmu Ma’rifat ,
Ilmu Batin dalam Islam.
Dasarnya adalah hadits Jibril ketika Rasulullah ﷺ menjelaskan tentang ihsan:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Artinya:
“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)
Inilah ruh tasawuf yaitu membangun kesadaran hati terhadap kehadiran Allah.
Tujuan utama tasawuf adalah:
Membersihkan hati dari penyakit:
riya’ , ujub, sombong ,hasad
cinta dunia berlebihan dan Menghias hati dengan sifat mulia seperti :
ikhlas, sabar, Tawakal, ridha, zuhud, mahabbah kepada Allah.
Mencapai kedekatan kepada Allah:
muraqabah, musyahadah, ma’rifatullah
Dasar Tasawuf Dalam Al-Qur’an
Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10)
Ayat ini menjadi dasar penting ilmu tasawuf tentang penyucian jiwa.
- Dari Mana Kata “Tasawuf” Berasal..?
Para ulama berbeda pendapat tentang asal kata tasawuf:
1. Dari kata “Ṣūf” (صوف) = bulu wol
Karena para ahli ibadah dahulu memakai pakaian wol sederhana sebagai tanda zuhud.
2. Dari kata “Ahlus Shuffah”
Yaitu para sahabat miskin yang tinggal di serambi Masjid Nabawi dan fokus ibadah.
3. Dari kata “Ṣafā” (صفاء)
Artinya: bersih atau suci hati.
Pendapat yang paling populer di kalangan ulama adalah dari kata ṣūf (wol).
Kapan Ilmu Tasawuf Muncul...?
Pada Zaman Rasulullah ﷺ
Hakikat tasawuf sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ, walaupun istilah “tasawuf” belum digunakan.
Karena Rasulullah ﷺ sudah mengajarkan:
ikhlas, zuhud, tawakal, dzikir, muraqabah, penyucian hati.
Rasulullah ﷺ adalah teladan tertinggi dalam tasawuf.
- Kapan Istilah “Tasawuf” Mulai Dipakai....?
Istilah “tasawuf” mulai dikenal sekitar:
Abad ke-2 Hijriyah (sekitar abad 8 Masehi)
Setelah banyak kaum muslimin mulai hidup mewah pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, muncullah kelompok ulama zuhud yang mengajak umat kembali kepada:
kesederhanaan, ibadah, dzikir
takut kepada Allah.
Mereka kemudian dikenal sebagai:
zahid, sufi, ahli tasawuf.
- Dimana Tasawuf Pertama Kali Berkembang..?
Tasawuf awal berkembang di beberapa wilayah Islam, terutama: Basra
Basra menjadi pusat awal gerakan zuhud dan tasawuf.
Tokoh-tokoh besar muncul di sini seperti:
- Hasan al-Bashri
- Rabi'ah al-Adawiyah
Kemudian tasawuf berkembang pesat di Baghdad.
Muncul tokoh-tokoh besar seperti:
- Syekh Junaid al-Baghdadi
- Syekh Abdul Qadir al-Jilani
- Siapa Yang Mempopulerkan Ilmu Tasawuf..?
Tasawuf dipopulerkan oleh banyak ulama dan wali Allah sepanjang sejarah.
Di antara tokoh pentingnya: Hasan al-Bashri
Beliau dianggap pelopor jalan zuhud dan takut kepada Allah.
Junaid al-Baghdadi Dikenal sebagai “Sayyidut Thaifah” (pemimpin kaum sufi).
Beliau berkata:
“Jalan kami terikat dengan Al-Qur’an dan Sunnah.”
Abu Hamid al-Ghazali
Beliaulah yang sangat mempopulerkan tasawuf Ahlussunnah melalui kitab:
Ihya’ Ulumiddin.
Imam Ghazali berhasil menyatukan:
fiqih , aqidah, Tasawuf
Sehingga tasawuf diterima luas oleh umat Islam Sunni.
- Apakah Tasawuf Bagian Dari Islam....?
Ya, selama tasawuf:
berpegang pada Al-Qur’an dan
mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ
tidak menyimpang dari aqidah Islam,
Maka tasawuf adalah bagian dari ajaran ihsan dalam Islam.
Karena agama Islam memiliki 3 pilar:
Islam → fiqih/syariat
Iman → aqidah
Ihsan → tasawuf
Kesimpulan
Ilmu tasawuf adalah ilmu penyucian hati dan pendekatan diri kepada Allah melalui dzikir, ibadah, akhlak, dan mujahadah melawan hawa nafsu.
B. Pengertian Thoriqoh (الطريقة)
Apa Itu Ilmu Thoriqoh...?
Ilmu Thoriqoh (الطريقة) adalah salah satu cabang ilmu dalam Islam uyang mempelajari masalah qolbu. Ilmu Thoriqat adalah ilmu dan jalan praktik ruhani untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui:
- dzikir
- Muraqabah
- Mujahadah
- Bimbingan mursyid
- penyucian hati
- khalwat dan suluk
- Adab adab
Kata Thoriqoh berasal dari bahasa Arab:
الطريقة Ath-Tharīqah Artinya: jalan / metode
cara menempuh perjalanan menuju Allah.
Dalam dunia tasawuf, thoriqoh adalah:
“jalan khusus untuk membersihkan jiwa dan mencapai ma’rifatullah di bawah bimbingan seorang guru ruhani (mursyid).”
Dasar Thoriqoh Dalam Al-Qur’an
Allah berfirman:
وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُمْ مَاءً غَدَقًا
Artinya:
“Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan (thariqah) itu, niscaya Kami akan memberi mereka air yang melimpah.”
(QS. Al-Jin ayat : 16)
Ayat ini menjadi salah satu dasar istilah dalam “thariqah”.
- Hubungan Tasawuf dan Thoriqoh
Tasawuf adalah: ilmunya teori dan pemahaman tentang penyucian hati.
Sedangkan thoriqoh adalah:
metode praktiknya langsung , jalan latihan ruhani yang teratur dibawah bimbingan seorang syekh Mursyid.
- Apa Tujuan Ilmu Thoriqoh...?
Tujuan utama thoriqoh adalah:
- Zikir Mengingat Allah secara terus menerus
- Membersihkan qalbu dari hijab
- Menundukkan hawa nafsu
- Mendekat kepada Allah
- Membentuk akhlak mulia
- Mencapai ma’rifatullah yang sempurna.
- Apakah Thoriqoh Sudah Ada Zaman Nabi...?
Hakikat thoriqoh sebenarnya sudah ada sejak zaman Rasulullah ﷺ, karena Nabi telah mengajarkan: dzikir , khalwat ,muraqabah, zuhud , tazkiyatun nafs ,tarbiyah ruhani kepada para sahabat.
Namun istilah “tarekat/thoriqoh” belum terkenal pada saat itu.
- Kapan Istilah Thoriqoh Mulai Muncul...?
Sekitar Abad ke-5 hingga 6 Hijriyah
Pada masa ini mulai terbentuk:
- sistem Talqīn bai’at
- silsilah mursyid
- zikir khusus
- adab suluk
zawiyah/pesantren sufi
Kemudian lahirlah berbagai tharekat besar dalam Islam.
- Dimana mula mula Thoriqoh Berkembang...?
Ilmu thoriqoh berkembang pesat di beberapa wilayah Islam:
- Baghdad yaitu Menjadi pusat awal perkembangan banyak thorekat.
- Basra menjadi Pusat ahli zuhud dan ahli tasawuf awal.
- Damascus Banyak berkembang majelis dzikir dan suluk.
- Bukhara Menjadi pusat berkembangnya Tharekat Naqsyabandiyah.
- Siapa Yang Mempopulerkan Ilmu Thoriqoh..?
Ada banyak wali dan ulama besar yang mempopulerkan thoriqoh.
Di antaranya:
- Syekh Abdul Qadir al-Jilani
Beliau termasuk tokoh terbesar yang mempopulerkan sistem tharekat secara luas.
Pendiri: Tharekat Qadiriyah
Beliau terkenal dengan dakwah ,kezuhudan
karamah, pendidikan ruhani
Ahmad ar-Rifa'i.
- Syekh Abu al-Hasan ash-Shazhili
Pendiri Tharekat Syadziliyah.
Menekankan: dzikir, Tawakal ,aktif di masyarakat
tidak meninggalkan dunia.
- Syekh Baha-ud-Din Naqshbandy
Tokoh besar Thorekat Naqsyabandiyah.
Ciri khasnya:
- dzikir khafi (diam)
- wuquf qalbi
- Muraqobah
- kesadaran hati kepada Allah
- Apa Itu Silsilah Dalam Thoriqoh...?
Dalam thoriqoh ada istilah :
- sanad ruhani yaitu silsilah guru yang bersambung dari: mursyid → kepada guru sebelumnya → dan hingga sampai kepada Rasulullah ﷺ.
Karena ilmu Thoriqat harus diwariskan melalui Talaqi , Tarbiyah, Adab, pendampingan ruhani
- Apakah Semua Thoriqoh Benar...?
Tidak semua yang mengaku thoriqoh pasti benar.
Thoriqoh yang benar harus:
Berpegang pada Al-Qur’an
Mengikuti Sunnah Nabi ﷺ
Tidak melanggar syariat
Memiliki sanad/silsilah yang jelas
Mengajarkan akhlak dan tauhid yang lurus.
Para ulama mengatakan:
“Setiap hakikat yang menyalahi syariat adalah zindiq.”
Kesimpulan
Ilmu thoriqoh adalah jalan praktik ruhani dalam Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir, suluk, dan penyucian hati di bawah bimbingan mursyid.
📌 KEUTAMAAN BELAJAR ILMU THORIQAT DAN ILMU TASAWUF
1. Membersihkan Hati dan Jiwa.
Tujuan utama ilmu tasawuf adalah untuk membersihkan hati dari segala penyakit penyakit batin ( Ahlakul Mazmumah )
Allah berfirman dalam Al Qur'an:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيم
Artinya: “Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu‘ara ayat : 88–89)
Hati yang bersih hanya dapat diperoleh dengan mujahadah, dzikir, taubat, dan latihan ruhani yang diajarkan dalam ilmu tasawuf.
2. Menjadikan Hamba Selalu Ingat kepada Allah.
Dzikir adalah inti dari ajaran thoriqat.
Allah berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
Artinya: “Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu.” (QS. Al-Baqarah ayat : 152)
Dan lagi firman Allah:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra‘d ayat : 28)
Melalui dzikir dalam thoriqat, hati menjadi hidup, tenang, dan dekat kepada Allah.
3. Membentuk Akhlak yang Mulia.
Tasawuf mengajarkan ikhlas, sabar, tawadhu’, syukur, dan cinta kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”
(HR. Ahmad)
Orang yang belajar tasawuf sejati akan memperbaiki akhlaknya, bukan hanya memperbanyak ibadah lahiriah saja dan akan mewarisi ahlak Rasulullah.
4. Menuntun Menuju Ikhlas.
Tasawuf mendidik hati agar beribadah hanya karena Allah.
Allah berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Artinya: “Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas.”
(QS. Al-Bayyinah ayat : 5)
Ikhlas adalah ruh dari seluruh amal ibadah, Tanpa niat yang ikhlas, maka amal ibadah yang kita kerjakan akan menjadi sia-sia.
5. Menghidupkan Kesadaran Ihsan.
Tasawuf berusaha untuk mencapai maqam martabat ihsan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Artinya: “Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)
Inilah inti dari perjalanan tasawuf yaitu menghadirkan Allah dalam hati setiap waktu dan keadaan, baik dalam melakukan ibadah dan dalam segala aktivitas kita.
6. Menundukkan Hawa Nafsu.
Ilmu tasawuf Mengajarkan untuk selalu menundukkan hawa nafsunya.
Allah berfirman:
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى ۝ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
Artinya: “Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsu, maka surgalah tempat tinggalnya.”
(QS. An-Nazi‘at ayat : 40–41)
Tasawuf mengajarkan mujahadah untuk melawan hawa nafsu agar hati menjadi suci.
7. Mendekatkan Diri kepada Allah.
Thoriqat mendidik kita agar selalu mendekatkan diri kepada Allah.
Sebagaiman Allah berfirman:
وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
Artinya: “Bersujudlah dan dekatkanlah dirimu kepada Allah.”( QS. Al-‘Alaq ayat : 19)
Thoriqat adalah jalan mendekat kepada Allah melalui dzikir, muraqabah, muhasabah, dan adab kepada Allah.
📌 HUBUNGAN SYARIAT, THORIQAT, DAN HAQIQAT
Para ulama tasawuf menjelaskan:
Syariat = menjalankan hukum Allah.
Thoriqat = jalan melatih diri menuju Allah.
Haqiqat = tersingkapnya cahaya ma‘rifat dalam hati.
Ketiganya tidak boleh dipisahkan.
Imam Malik رحمه الله berkata:
“Barang siapa belajar fiqih tanpa tasawuf maka ia menjadi fasik. Barang siapa belajar tasawuf tanpa fiqih maka ia menjadi zindik. Dan barang siapa menggabungkan keduanya maka ia mencapai kebenaran.”
📌 ADAB DALAM BELAJAR THORIQAT DAN TASAWUF
1. Meluruskan Niat.
Adab yang paling utama dalam Belajar ilmu tasawuf yaitu harus karena niat karena Allah, bukan untuk mencari karamah atau kedudukan.
2. Berpegang Teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
Tasawuf sejati tidak keluar dari hukum syariat Islam.
3. Memiliki Guru yang Mursyid.
Allah berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kamu tidak mengetahui.”
(QS. An-Nahl ayat : 43)
Guru mursyid akan membimbing murid agar tidak tersesat dalam perjalanan ruhani.
4. Bersungguh-Sungguh dalam Mujahadah.
Allah berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
Artinya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, niscaya akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami.”
(QS. Al-‘Ankabut ayat : 69)
Kesimpulan
Ilmu thoriqat dan tasawuf adalah ilmu penyucian jiwa yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Tasawuf bukan ajaran yang keluar dari Islam, tetapi bagian dari upaya memperbaiki hati dan mencapai maqam ihsan.
Melalui tasawuf dan thoriqat, seorang hamba belajar:
- untuk membersihkan hati,
- untuk mengendalikan hawa nafsu,
- untuk memperbaiki akhlak,
- melatih memperbanyak dzikir,
- belajar menghadirkan keikhlasan,
- Agar mendekatkan diri kepada Allah.
Tasawuf sejati selalu berjalan di atas Al-Qur’an dan Sunnah serta dipandu oleh guru yang saleh dan mursyid.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersih hatinya, istiqamah dalam dzikir, dan dekat kepada-Nya.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا وَزَكِّ نُفُوسَنَا وَقَرِّبْنَا إِلَيْكَ
“Ya Allah, sucikan hati kami, bersihkan jiwa kami, dan dekatkan kami kepada-Mu.”
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

Sumber dari Haris Haris

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan