Makna FANA dalam Tasawuf.

 


Makna FANA dalam Tasawuf.
﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋﹋
Dalam perjalanan spiritual, salah satu maqam (tingkatan ruhani) yang paling sering dibicarakan para ahli tasawuf adalah FANA.
Kata ini sering disalah pahami. Banyak orang mengira fana berarti hilang secara fisik, tidak sadar, atau meninggalkan dunia sepenuhnya.
Padahal dalam hakikat makrifat, fana bukanlah hilangnya tubuh, bukan hilangnya akal, dan bukan pula menjadi LENYAP seperti mati.
Tasawuf adalah lenyapnya kesadaran ego di hadapan kesadaran Ilahi.
Fana adalah keadaan ketika AKU yang selama ini merasa memiliki, mengatur, mengendalikan, dan merasa menjadi pusat kehidupan melebur.
Yang hilang bukan keberadaan manusia,
tetapi rasa ke-aku-an nya.
Apa Itu Fana Secara Bahasa dan Hakikat..?
Secara bahasa, fana berarti, Lenyap, sirna, hilang, musnah.
Namun dalam hakikat spiritual, fana berarti..
Sirnanya sifat-sifat kemanusiaan yang menutupi cahaya ketuhanan di dalam diri.
Artinya, Tubuh masih ada. Pikiran masih bekerja. Kita tetap hidup di dunia.
Tetapi batin tidak lagi diperbudak oleh ➮ ego, nafsu, ambisi berlebihan, keakuan, kesombongan, rasa memiliki yang mutlak.
keinginan untuk diakui.
Seseorang yang fana tetap makan, bekerja, berbicara, berkeluarga.
Namun di dalam batin nya telah terjadi perubahan besar.
Ia tidak lagi hidup dari AKU, tetapi hidup dari kesadaran..
Semua karena Allah, milik Allah, kembali kepada Allah.
Ini berkaitan dengan kesadaran atas Ego Death dalam banyak tradisi spiritual, meski dalam makrifat Islam maknanya berakar pada tauhid.
Hakikat fana adalah ketika hijab antara hamba dan Tuhannya menipis.
Hijab terbesar manusia bukan dunia.
Hijab terbesar adalah ➭ dirinya sendiri.
Aku inilah tirai paling tebal.
Selama seseorang masih dipenuhi ➮ aku lebih baik. aku lebih tahu, aku lebih suci, aku sudah sampai, aku hebat.
maka ia belum fana.
Karena selama AKU masih mendominasi,
maka cahaya hakikat sulit memancar.
Fana adalah saat kesadaran batin menyaksikan.
Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari-Nya.
Pada titik ini, seseorang tidak lagi sibuk mempertahankan citra dirinya.
Ia menjadi hening, Lapang, Tidak mudah tersinggung, Tidak haus pujian, Tidak hancur oleh hinaan.
Karena pusat identitasnya telah berpindah dari ego menuju kesadaran Ilahi.
Ada Berapa Macam Fana...?
Dalam perjalanan makrifat, fana memiliki beberapa tingkatan.
1● Fana Anil Ma’shiyah.
(Fana dari kemaksiatan)
Ini tahap awal.
Seseorang mulai LENYAP, dari kebiasaan buruknya.
Yang mulai hilang, ◖kecenderungan maksiat.
◖kenikmatan berbuat dosa.
◖kebiasa'an negatif.
◖dorongan destruktif.
◖Di tahap ini, hati mulai jijik terhadap dosa.
Jika dulu maksiat terasa nikmat, kini terasa berat.
Ini tanda cahaya kesadaran mulai masuk.
2● Fana Anisy Syahwat.
(Fana dari syahwat duniawi)
Pada tahap ini seseorang mulai lepas dari keterikatan. berlebihan terhadap.. pujian, harta, pengakuan, status, popularitas, validasi manusia.
Bukan berarti ia membenci dunia.
Tetapi dunia tidak lagi menguasai hatinya.
Ia memakai dunia,
bukan dipakai dunia.
3.● Fana Anin Nafs.
(Fana dari ego diri)
Ini maqam yang lebih dalam.
Di sini mulai lenyap rasa..
Aku yang melakukan.
Ketika berhasil, ia tidak sombong.
Ketika gagal, ia tidak hancur.
Karena ia sadar dirinya hanya perantara.
Kesadaran ini melahirkan tawadhu yang sejati.
Bukan pura-pura rendah hati.
Tetapi memang sudah tidak menemukan alasan untuk membanggakan diri.
4.● Fana Fil Af’al.
(Lenyap dalam menyaksikan perbuatan Allah)
Pada tahap ini seseorang mulai menyaksikan bahwa seluruh kejadian adalah dalam kehendak-Nya.
Ia melihat bahwa..
pertemuan terjadi karena izin-Nya.
perpisahan terjadi karena hikmah-Nya.
kehilangan mengandung pelajaran-Nya
ujian adalah bentuk tarbiyah-Nya
Ia berhenti menyalahkan takdir.
Ia mulai melihat makna di balik setiap peristiwa.
5● Fana Fis Sifat.
(Lenyap dalam sifat-sifat Allah)
Di maqam ini sifat ego manusia semakin pudar.
Yang tampak dalam dirinya adalah pantulan sifat Ilahi seperti ➮ kasih sayang.
kelembutan, kebijaksanaan, kesabaran, keadilan
Bukan berarti menjadi Tuhan.
Tetapi akhlaknya memantulkan cahaya ketuhanan.
Seperti cermin yang bersih memantulkan cahaya matahari.
6● Fana Fidz Dzat.
(Lenyap dalam penyaksian keagungan Dzat).
Ini maqam sangat tinggi dalam dunia Makrifat.
Di sini kesadaran akan AKU nyaris sepenuhnya sirna dalam penyaksian terhadap kehadiran Allah.
Bukan berarti menyatu secara fisik.
Bukan berarti manusia menjadi Tuhan.
Melainkan..
Kesadaran dirinya tenggelam dalam kebesaran-Nya.
Yang ada hanya penyaksian Hening, Takjub, Cinta, Pasrah total.
●Tanda-Tanda Orang yang Mulai Fana...
Orang yang mulai mengalami fana biasanya ➮
1.Tidak mudah tersinggung.
Karena egonya tidak lagi dominan.
2.Tidak haus pengakuan.
Ia tidak butuh validasi untuk merasa bernilai.
3.Menerima takdir dengan lapang.
Bukan pasrah lemah, tetapi sadar ada hikmah.
4.Semakin sederhana
Ia tidak tertarik menunjukkan spiritualitas nya.
5.Diamnya penuh makna.
Ia berbicara seperlunya.
6.Cintanya tulus.Tanpa banyak menuntut.
➮Bahaya Salah Memahami Fana.
Banyak orang mengira fana berarti..
◖bebas syariat
◖tidak perlu ibadah
◖boleh semaunya
merasa sudah menyatu dengan Tuhan.
Ini kekeliruan..
Fana sejati justru membuat seseorang semakin.. tunduk, rendah hati, menjaga adab.
menjaga syariat.
Semakin tinggi maqam, semakin halus akhlaknya.
Kalau seseorang mengaku fana tetapi..
sombong, meremehkan orang, merasa paling tercerahkan.
maka kemungkinan ia belum fana, melainkan sedang diperdaya ego spiritual.
۞Setelah Fana ➮ Baqa.
Sesudah fana ada maqam Baqa.
Kalau fana adalah lenyapnya ego,
maka baqa adalah..
Tetap hidup dalam kesadaran Allah.
Di sinilah seseorang kembali ke dunia.
Tetap menjalani kehidupan seperti biasa nya...
bekerja, berkeluarga, bermasyarakat.
Tetapi batinnya stabil dalam kesadaran Ilahi.
Ia hadir di bumi, namun hatinya tertambat ke langit.
Fana bukan menghilang dari dunia..
Fana adalah Hilangnya AKU palsu, agar tampak AKU SEJATI.
Aku palsu adalah ego.
Aku sejati adalah ruh yang mengenal asalnya.
Saat fana terjadi, seseorang sadar.
Aku ini bukan pemilik apa pun.
Aku hanya titipan.
Semua dari-Nya, dengan-Nya, untuk-Nya, kembali kepada-Nya.
Di situlah lahir kedamaian terdalam.
Karena penderitaan terbesar manusia sesungguhnya berasal dari mempertahankan AKU yang semu.
Dan kebebasan sejati dimulai ketika AKU itu luluh dalam cahaya-Nya.

Sumber dari FB
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan