Ketika Lisan Menyebut Allah
Tapi Hati Mulai Melihat Diri
SEBUAH PESAN
Wahai anakku..
Jika engkau telah melewati rasa kosong, dan tidak terhenti pada cahaya...
maka akan datang ujian yang lebih dalam.
Bukan lagi tentang dirimu saja.
Tetapi tentang orang lain.... yang mulai melihatmu.
Wahai anakku.....
Akan ada saat di mana kata-katamu didenga, . Nasihatmu diterima. Tulisanmu menyentuh hati.
Ucapanmu membuat orang menangis.
Dan tanpa engkau sadari.... engkau mulai merasa:
"Aku sedang membawa mereka kepada Allah."
Wahai anakku.....
Di sinilah jebakan itu dimulai.
Sangat halus, hingga banyak yang tidak menyadarinya. Padahal yang sebenarnya terjadi bukan engkau yang membawa, tetapi Allah yang menggerakkan hati mereka..
Wahai anakku..
Berhati-hatilah....
Ketika manusia mulai melihatmu sebagai orang baik, jangan sampai engkau ikut melihat dirimu seperti itu.
Karena saat engkau mulai merasa memiliki peran, di situlah keikhlasan mulai diuji.
Wahai anakku.....
Iblis tidak menggoda orang yang sudah jauh saja.
la juga menggoda orang yang sedang dekat, dengan cara yang lebih halus.la tidak lagi berkata: "tinggalkan ibadah."
Tetapi ia berbisik:
"engkau sudah menjadi jalan bagi orang lain."
Wahai anakku.....
Padahal hidayah bukan di tanganmu.
Sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada siapa yang engkau cintai, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Al-Qashash: 56)
Wahai anakku...
Jika engkau lupa ayat ini, maka engkau akan mulai merasa penting.
Engkau akan merasa ucapamu berpengaruh.
Engkau akan merasa dirimu dibutuhkan.
Dan di situlah....
engkau mulai terjatuh tanpa sadar.
Wahai anakku...
Jangan pernah merasa bahwa orang lain berubah karena dirimu.
Karena jika Allah tidak membuka hatinya.
seindah apa pun kata-katamu, tidak akan masuk.
Dan jika Allah membuka hatinya.....
meskipun hanya satu kalimat sederhana, itu cukup.
Wahai anakku...
Semakin banyak orang yang mendengarmu,
seharusnya semakin besar rasa takutmu.
Bukan bangga...
tetapi takut jika engkau menjadi hijab bagi mereka.
Takut jika mereka melihat dirimu,dan lupa kepada Allah.
Wahai anakku...
Jangan engkau ajak manusia kepada dirimu.
Jangan engkau ikat mereka pada jalanmu.
Jangan engkau buat mereka bergantung kepadamu.
Karena itu bukan jalan para nabi.
bukan kepada diri mereka.
Wahai anakku.....
Para nabi mengajak kepada Allah....
Jika suatu hari engkau mengajar, ingatlah ini baik-baik:
Engkau hanya menyampaikan.
Bukan yang memberi hidayah.
Engkau hanya menunjukkan.
Bukan yang menggerakkan hati.
Wahai anakku.....
Semakin tinggi posisi seseorang di mata manusia....
semakin besar bahaya di dalam hatinya.
Karena ia bisa saja terlihat membimbing..
tetapi sebenarnya sedang membangun dirinya
sendiri.
Wahai anakku......
Jika engkau ingin selamat....
maka sembunyikan dirimu di balik dakwahmu.
Biarkan orang mengenal Allah...
tanpa harus mengenal siapa engkau.
Penutup
Wahai anakku...
Di jalan ini...
bukan hanya dunia yang bisa menyesatkanmu.
Bukan hanya nafsu yang bisa menjatuhkanmu.
Tetapi juga amalmu....
jika engkau mulai melihatnya sebagai milikmu.
Maka teruslah berhati-hati...
Karena yang paling selamat bukan yang paling banyak diikuti...
tetapi yang paling sedikit melihat dirinya.
Sumber dari Andi Syarifuddien
THORIQAT NAQSYABANDIYAH

0 comments:
Catat Ulasan