LETAKKAN DUNIA DALAM GENGGAMANMU DAN AKHIRAT DI HATIMU
Pendahuluan
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, kita sering melihat terjadi ketimpangan ketimpangan yang terjadi.
Ada yang terlalu mencintai dunia sehingga melupakan akhirat,
dan ada pula yang meninggalkan dunia secara berlebihan hingga melalaikan kewajiban hidup.
Padahal Islam mengajarkan tentang keseimbangan antara dunia dan akhirat.
Tulisan ini membahas tentang
“Letakkan dunia dalam genggamanmu dan akhirat di hatimu”
Ini adalah hikmah yang selaras dengan ajaran Islam dan nilai dalam ajaran tasawuf.
Makalah ini akan membahas makna, dalil, dan haqiqat dari ungkapan tersebut agar dapat menyikapi dan menjalani kehidupan ini dengan lebih bijak.
- Dalil-Dalil dari Al-Qur’an dan Hadits.
- Jadikan Dunia sebagai Sarana, bukan Tujuan.
Allah ﷻ berfirman:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya: Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS.Ali Imron ayat 85 )
Dunia hanya alat, bukan tujuan akhir.
- Perintah untuk menyeimbangkan Dunia dan Akhirat
Allah ﷻ berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Artinya: Carilah pada apa yang telah Allah berikan kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.
(QS. Al qosos ayat 77 )
Ayat Ini adalah sebagai prinsip utama yang menyatakan bahwa:
Dunia adalah hanya sebagai sarana.dan akhirat sebagai tujuan.
- Makna Konseptual
1. Dunia dalam Genggaman
Artinya:
- Dunia boleh kita miliki, bukan dunia yang memiliki kita
- Harta digunakan untuk jalan kebaikan.
- Jabatan dipakai untuk menjalankan amanah.
2. Akhirat di Hati
Artinya: Selalu mengingat Allah
Selalu merasa diawasi (muraqabah)
Mengutamakan ridha Allah
Firman Allah ﷻ dalam Surah Asy-Syu’ara:
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: "(Yaitu) pada hari (kiamat) ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (qalbun salīm).(QS. Asy-Syu’ara: 88–89)
Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat:
- Makna Haqiqat (Tasawuf)
Dalam pandangan tasawuf, ungkapan ini memiliki makna yang sangat dalam:
1. Dunia = adalah Af‘al (Perbuatan Allah)
Segala yang terlihat adalah ciptaan Allah
Dalil: وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: Allah yang menjadikanmu dan menjadikan perbuatanmu
(QS. As-Saffat ayat : 96)
2. Hati = Tempat Tajalli Ilahi
Dalam ajaran tasawuf:
Hadits Qudsi
لَا يَسَعُنِي سَمَائِي وَلَا أَرْضِي، وَلَكِنْ يَسَعُنِي قَلْبُ عَبْدِيَ الْمُؤْمِنِ
Artinya : sesungguhnya Langit-Ku dan bumi-Ku tidak mampu meliputi-Ku, tetapi yang mampu meliputi-Ku adalah hati hamba-Ku yang beriman.
Karena hati hanya untuk Allah saja.
Bahaya Jika Terbalik
Jika:
Maka akibatnya:
Akan menjadikan Tamak dan serakah , Cinta dunia yang berlebihan, dan akan melalaikan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيئَةٍ
Artinya:“Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan.”(HR. Baihaqi)
- Contoh Penerapan dalam Kehidupan
1. Dalam masalah Harta
- Mencari dengan cara yang halal
- Menggunakan untuk tujuan ibadah
- Tidak menjadi sombong meskipun kaya raya.
2. Dalam hal Jabatan
- Amanah dalam memutuskan hukum
- Tidak berlaku zalim kepada bawahan
- Mengutamakan keadilan bagi ummat.
3. Dalam Ibadah
- Niat hanya karena mencari ridho Allah
- Tidak unsur riya
- Fokus akhirat
Jadi ungkapan:
“Letakkan dunia dalam genggamanmu dan akhirat di hatimu”
mengandung makna:
Inti Haqiqat:
Dunia tidak ditinggalkan, tetapi tidak dicintai
Akhirat tidak terlihat, tetapi menjadi tujuan utama
Wahai para pencari Allah…
Jangan engkau buang dunia,
tetapi jangan pula engkau cintai ia di hatimu.
Gunakan dunia untuk menuju Allah,
dan isi hatimu hanya dengan-Nya.
Karena kelak…
Yang ditanya bukan apa yang engkau miliki
tetapi siapa yang memenuhi hatimu.
Jawabnya: boleh...! bahkan dalam banyak keadaan dianjurkan, selama cara mendapatkan nya dan tujuannya sesuai dengan ajaran syariat.
Allah ﷻ berfirman:
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا
Artinya: Carilah dengan apa yang Allah berikan kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
(QS. Al-Qashash ayat : 77)
Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ
Artinya:
“Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang yang shalih.”(HR. Ahmad)
Jadi: menjadi Kaya itu baik, jika pemiliknya baik.
Namun ada Syarat untuk Mengejar Kekayaan itu:
- Harus dengan Cara yang Halal.
- Tidak diperoleh dari hasil riba
- Tidak dengan cara menipu
- Tidak berbuat zalim dalam mencapai tujuan.
Mengapa harus meletakkan Dunia di tangan, bukan di hati...?
Karena Allah berfirman dalam Al Qur'an:
كَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya: Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu bergembira terhadap apa yang diberikan kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri."
(QS. Al-Hadid ayat : 23)
Ayat ini adalah landasan utama dalam konsep zuhud dan keseimbangan hati.
Allah mengajarkan:
Jangan larut dalam kesedihan hanya karena kehilangan harta dunia, dan jangan berlebihan dalam kegembiraan karena mendapat kemewahan dunia.
Banyak orang salah dalam memahami arti zuhud berarti meninggalkan dunia, hidup miskin, atau menjauhi harta. Padahal dalam ajaran Islam, zuhud bukanlah soal banyak atau sedikitnya harta, melainkan bagaimana sikap hati terhadap harta.
- Pengertian Zuhud
Secara Istilah Menurut para ulama:
“Zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfa'at untuk akhirat.”
Imam Al-Ghazali berkata:
Zuhud bukan meninggalkan dunia, tetapi mengeluarkan dunia dari hatimu.
- Berikut Contoh Orang Kaya tapi hatinya Zuhud
1. Abdurrahman bin Auf
Seorang saudagar besar
Hartanya melimpah
Namun sangat dermawan
Beliau berkata:
“Aku tidak pernah melihat makanan lezat kecuali aku teringat bahwa aku akan dimintai pertanggungjawaban.
2. Utsman bin Affan
Membiayai pasukan Islam
Membeli sumur untuk umat
Sangat kaya, tetapi hatinya kepada Allah
Jadi Kesimpulan dari mereka:
Mereka kaya raya akan tetapi tidak menghalangi mereka untuk zuhud.
- Ciri-Ciri Orang Kaya yang Zuhud
Meletakkan Harta di Tangan, bukan di Hati
Tidak menjadi sombong
Tidak bergantung kepada hartanya
Tidak Sedih Jika Kehilangan
Ridha terhadap takdir
Tidak Gembira Berlebihan Saat Mendapatkan
Tidak menjadikannya lupa diri
Selalu Gemar Bersedekah
Harta menjadi jalan ibadah
Harta Tidak melalaikan dari Allah.
Jadi Cara Menjadi Kaya tapi Zuhud
1. Niat karena Allah
Mencari harta untuk ibadah
2. Selalu Mengingat Akhirat
Dunia hanya sementara
3. Perbanyak Sedekah
Membersihkan hati dari cinta dunia
4. Zikir dan Muraqabah
Menjaga hati tetap hidup
5. Muhasabah
Mengoreksi diri setiap hari
Memang kita tidak diperintahkan untuk lari dan meninggalkan dunia, tetapi untuk menjadikan dunia ini sebagai jembatan menuju Allah.
Oleh karena itu letakkan Dunia di tangan,
Dan letakkan Allah di hati.
Inilah rahasia perjalanan dari dunia menuju ma’rifatullah.
Harus diyakinkan bahwa Kehidupan Dunia adalah Sementara, dan kehidupan Akhirat itulah yang Kekal.
Allah ﷻ berfirman:
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya:
"Ketahuilah, bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu, serta berlomba-lomba dalam harta dan anak-anak; seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering, lalu engkau melihatnya menguning, kemudian hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."
(QS. Al-Ḥadīd ayat : 20)
Makna Umum Ayat
Allah ﷻ menjelaskan hakikat dunia dalam 5 sifat utama:
1. لَعِبٌ (Permainan)
2. لَهْوٌ (Senda Gurau)
3. زِينَةٌ (Perhiasan)
4. تَفَاخُرٌ (Saling Berbangga)
5. تَكَاثُرٌ (Berlomba-lomba)
Perumpamaan Dunia
Allah memberi contoh:
Dunia indah di awal Tapi tidak kekal
- Makna Haqiqat (Tasawuf)
Ayat ini adalah pembuka hijab bagi hati seorang salik:
1. Dunia hanyalah bayangan, bukan hakikat
2. Dunia adalah ujian, bukan tempat tinggal
Siapa yang tertipu
Siapa yang sadar.
3. Dua jalan akhir
Dalam ayat disebutkan:
Kaitan dengan Zuhud
Ayat ini adalah menjadi dasar untuk zuhud:
Tidak dilarang
Tapi jangan ditipu olehnya.
Melihat dunia apa adanya
Tidak terpedaya oleh keindahannya.
Hati Harus Terikat pada Allah.
Allah ﷻ berfirman:
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya: Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat,
kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (qalbun salīm)."
(QS. Asy-Syu‘arā ayat: 88–89)
Ayat ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat:
Para ulama menjelaskan
- Tahapan Zuhud dalam Perjalanan Salik
1. Zuhud orang Awam (Zuhud Syariat)
Meninggalkan segala yang haram
Menjaga diri dari maksiat
2. Zuhud orang Khawas (Zuhud Thariqat)
Mengurangi hal-hal mubah yang berlebihan
Menjaga hati dari cinta dunia
3. Zuhud Khawasul Khawas (Zuhud Haqiqat)
Tidak melihat dunia sebagai sesuatu yang bernilai, Hanya melihat Allah sebagai tujuan.
- Rahasia Terdalam Zuhud (Tasawuf)
Dunia adalah Tajalli Af‘al Allah
- Hati adalah Arsy Ma’rifat
Dalam tasawuf:
Jika hati dipenuhi dunia Maka terhijab dari Allah.
Jika hati kosong dari dunia Maka dipenuhi oleh Allah.
- Zuhud adalah Jalan Menuju Fana’
Ketika dunia keluar dari hati maka Ego melemah
Nafsu tunduk, Hati menjadi bersih.
Fana (lenyap dari selain Allah)
Baqa (hidup bersama Allah)
Perintah untuk menjaga hati (qalb) adalah inti dari ajaran Islam, karena hati adalah pusat iman, niat, dan hubungan seorang hamba dengan Allah.
Berikut dalil-dalil kuat dari Al-Qur’an dan hadits:
1. Perintah Menjaga Hati dari Penyakit
Firman Allah ﷻ:
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
(QS. Al-Baqarah: 168)
Maknanyab:
Jangan mengikuti langkah setan
Karena setan masuk melalui hati: was-was, iri, sombong, dll
2. Perintah untuk Membersihkan Hati.
Firman Allah ﷻ dalam Surah Asy-Syams:
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
Artinya: "Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."
Ini adalah perintah langsung untuk tazkiyatun nafs (mensucikan hati dan jiwa)
3. Larangan Hati yang Lalai
Firman Allah ﷻ dalam Surah Al-Kahfi:
وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا
Artinya: "Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingat Kami."
4. Perintah Khusyuk (Hati Hidup)
Firman Allah ﷻ dalam Surah Al-Hadid:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
Artinya: "Belumkah waktunya bagi orang beriman untuk tunduk (khusyuk) hati mereka mengingat Allah...?"
5. Hadits Nabi ﷺ tentang Hati
Dari Muhammad ﷺ:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
(HR. Bukhari & Muslim)
Artinya: "Ketahuilah, dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati."
Makna Tasawuf (Haqiqat)
Menjaga hati bukan hanya dari dosa lahir, tetapi juga:
Ikhlas, Mahabbah kepada Allah, Dzikir.dan
Muraqabah (merasa diawasi Allah)
Kesimpulan
Penutup
Wahai para pencari kebenaran...
Jagalah hatimu , sebelum engkau menjaga amalmu,
karena amal tanpa hati hanyalah gerakan tanpa ruh....
Jika dunia engkau letakkan di hatimu,
maka engkau akan tenggelam dalam kegelapan.
Namun jika dunia engkau letakkan di tanganmu,
dan Allah engkau letakkan di hatimu…
Maka engkau telah mencapai kemenangan
Dan engkau akan sampai kepada-Nya.
Sumber dari Haris Haris

0 comments:
Catat Ulasan