MENGHANCURKAN EGO DALAM DIRI

 

MENGHANCURKAN EGO DALAM DIRI
PENDAHULUAN
Dalam perjalanan untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat , penghalang terbesar bukanlah musuh dan sainganmu, bukan manusia lain, tetapi ego yang ada di dalam diri manusia itu sendiri.
Para ulama tasawuf menyebut ego ini dengan beberapa istilah:
Nafs ,Ananiyah (aku-isme), Hawa nafsuUjub
Takabbur , Riya dll.
Selama egomu masih kuat, maka engkau akan sulit menerima kebenaran dan selama itu pula hatimu sulit untuk menerima cahaya ma‘rifat.
- PENGERTIAN EGO
Ego adalah: Perasaan keakuan yang menjadikan manusia melihat dirinya sebagai pusat segala sesuatu.
- Merasa diri lebih baik dari orang lain
- ingin selalu dipuji
- Ingin selalu dihormati
- Tidak suka dikritik
- Merasa amalnya besar
- Menganggap dirinya pemilik kekuatan.
Di dalam ajaran tasawuf, ego ini disebut juga nafs ammārah.
Sebagaimana Allah berfirman:
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ
Artinya:“Sesungguhnya nafsu itu benar-benar selalu menyuruh kepada kejahatan.”
(QS Yusuf ayat : 53)
- DALIL TENTANG BAHAYA EGO
1. Dalil Al-Qur'an
Allah berfirman:
فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى
Artinya:“Janganlah kamu menganggap dirimu suci. Allah lebih mengetahui siapa yang bertakwa.”( QS An-Najm ayat : 32)
Ayat ini melarang manusia membanggakan dirinya.
Allah juga berfirman:
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا
Artinya: “Janganlah kamu berjalan di bumi dengan kesombongan.”
(QS Al-Isra ayat : 37)
2. Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar zarrah.” (HR Muslim)
- CONTOH EGO PERTAMA DALAM SEJARAH
Makhluk pertama yang jatuh karena ego adalah Iblis.
Allah berfirman:
أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ
Artinya: “Aku lebih baik darinya.”
(QS Al-A’raf ayat : 12)
Kalimat ( “Aku lebih baik” ) adalah inti dari ego.
Iblis melihat:
dirinya di ciptakan dari api,. sedangkan Adam tercipta dari tanah.
Padahal Allah melihat ketaatan, bukan asal penciptaan.
- APA TANDA TANDA EGO MASIH MENGUASAI HATI MANUSIA ...?
(Dalam Pandangan Ulama Tasawuf)
Dalam perjalanan menuju Allah, musuh terbesar manusia bukanlah dunia, tetapi ego dalam dirinya sendiri. Ego membuat manusia merasa “aku lebih penting, aku lebih benar, aku lebih baik.”
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa selama ego masih kuat, hati akan sulit menerima cahaya ma‘rifatullah.
Allah berfirman:
فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَى
Artinya: “Janganlah kamu menganggap dirimu suci. Allah lebih mengetahui siapa yang bertakwa.” (QS. An-Najm ayat : 32)
Berikut ada 10 tanda ego masih menguasai hati manusia.
1. Merasa Diri Lebih Baik dari Orang Lain.
Ini adalah tanda ego yang paling jelas.
Seperti ucapan Iblis ketika menolak sujud kepada Nabi Adam:
أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ
Artinya: “Aku lebih baik darinya.”
(QS. Al-A'raf ayat : 12)
Kalimat “aku lebih baik” adalah inti dari ego.
2. Sulit Menerima Nasihat.
Orang yang egonya besar biasanya:
tidak suka dinasihati
mudah tersinggung
merasa dirinya paling benar
Padahal Allah memerintahkan manusia menerima peringatan.
3. Ingin Selalu Dipuji.
Ego senang ketika dipuji dan gelisah ketika tidak dihargai.
Allah berfirman:
وَيُحِبُّونَ أَن يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا
Artinya: Mereka suka dipuji atas apa yang tidak mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran : 188)
Ini termasuk penyakit riya dan ujub.
4. Mudah Marah Ketika Direndahkan.
Ego tidak tahan ketika harga dirinya disentuh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang mampu menahan marah.” (HR Bukhari dan Muslim)
5. Tidak Mau Mengakui Kesalahan.
Orang yang dikuasai ego sulit mengatakan:
“Saya salah.”
Padahal mengakui kesalahan adalah tanda kerendahan hati.
6. Suka Meremehkan Orang Lain.
Ego sering membuat manusia melihat orang lain lebih rendah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ
Artinya:
“Cukuplah seseorang dianggap buruk jika ia meremehkan saudaranya sesama Muslim.”
(HR Muslim)
7. Iri terhadap Keberhasilan Orang Lain.
Ego tidak suka melihat orang lain lebih sukses.
Ini melahirkan penyakit hasad (iri hati).
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hasad itu memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”
(HR Abu Dawud)
8. Selalu Ingin Menang dalam Perdebatan.
Ego ingin selalu terlihat benar.
Walaupun sebenarnya ia tahu bahwa dirinya salah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku menjamin rumah di surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar.”
(HR Abu Dawud)
9. Amal Dilakukan Agar Dilihat Orang.
Ini adalah tanda riya.
Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ
الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
Artinya:
“Maka celakalah orang yang shalat, yaitu mereka yang lalai dari shalatnya dan berbuat riya.”
(QS. Al-Ma’un : 4–6)
10. Tidak Mau Merendahkan Diri
Ego membuat manusia tidak mau:
meminta maaf
meminta pertolongan
melayani orang lain
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
Artinya:
“Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.”
(HR Muslim)
Jadi kesimpulannya
Sepuluh tanda ego masih menguasai hati adalah:
- merasa diri lebih baik
- sulit menerima nasihat
- ingin selalu dipuji
- mudah marah
- tidak mau mengakui kesalahan
- meremehkan orang lain
- iri terhadap orang lain
- ingin menang dalam perdebatan
- beramal untuk dipuji
- tidak mau merendahkan diri
Karena itu para sufi berkata:
“Perjalanan menuju Allah dimulai dengan menghancurkan ego dalam diri.”
- APA MANFA'AT DAN KEUNTUNGAN MENGHANCURKAN EGO DALAM KEHIDUPAN ..?
Dalam ilmu tasawuf, menghancurkan ego bukan hanya untuk mendapatkan manfaat di dalam akhirat, namun juga kita merasakan manfaat nya di dunia ini.
Menghancurkan ego adalah langkah penting untuk membersihkan hati agar dapat menerima kebenaran dan cahaya ma‘rifatullah. Ego yang kuat membuat manusia terikat pada kesombongan, riya, ujub, dan cinta dunia, sedangkan ketika ego dihancurkan, hati menjadi tenang, ikhlas, dan dekat dengan Allah.
Allah telah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
Artinya: “Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams ayat : 9–10)
Ayat ini menjelaskan bahwa kebahagiaan sejati manusia bergantung pada keberhasilan untuk membersihkan ego dalam dirinya.
Berikut manfaat menghancurkan ego
1. Hati Menjadi Tenang (Sakinah)
Ketika ego hilang, manusia tidak lagi terikat pada pujian atau hinaan manusia.
Allah berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d : 28)
Orang yang egonya telah lemah biasanya memiliki ciri:
tidak mudah marah
tidak mudah tersinggung
tidak iri kepada orang lain
Hatinya menjadi tenang dan damai.
2. Amal Menjadi Ikhlas
Ego sering membuat manusia:
ingin dipuji
ingin dihormati
ingin dianggap saleh
Ketika ego dihancurkan, maka amal menjadi ikhlas karena Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Artinya:
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Ikhlas adalah kunci diterimanya amal di sisi Allah.
3. Menghilangkan Kesombongan
Kesombongan adalah penyakit hati terbesar yang lahir dari ego.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar zarrah.”
(HR Muslim)
Dengan menghancurkan ego, manusia menjadi tawadhu (rendah hati).
4. Mendekatkan Diri kepada Allah
Ego adalah hijab (tabir) antara manusia dan Allah.
Para sufi mengatakan:
“Selama engkau masih melihat dirimu, engkau belum melihat Tuhanmu.”
Ketika ego hilang, hati menjadi lebih mudah merasakan:
kehadiran Allah
muraqabah
kedekatan dengan Allah
5. Menghilangkan Penyakit Hati
Ego adalah sumber banyak penyakit hati seperti:
iri (hasad)
riya
ujub
dendam
sombong
Ketika ego dihancurkan, penyakit hati juga ikut hilang.
Allah berfirman:
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Artinya:
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS. Asy-Syu’ara : 88–89)
6. Mudah Menerima Kebenaran
Orang yang memiliki ego besar biasanya sulit menerima nasihat.
Sebaliknya orang yang egonya kecil:
mudah menerima kritik
mudah menerima kebenaran
tidak keras kepala
Ini adalah tanda kedewasaan ruhani.
7. Hubungan Sosial Menjadi Lebih Baik
Orang yang egonya kecil biasanya:
mudah memaafkan
tidak suka bertengkar
tidak merasa paling benar
Karena itu ia lebih disukai oleh manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR Ahmad)
8. Membuka Jalan Ma‘rifatullah
Para sufi menjelaskan bahwa ma‘rifatullah tidak masuk ke hati yang penuh ego.
Ketika ego dihancurkan, hati menjadi seperti cermin yang bersih.
Cermin itu kemudian memantulkan cahaya Allah.
Allah berfirman:
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
Artinya:
“Allah adalah cahaya langit dan bumi.”
(QS. An-Nur : 35)
9. Hidup Menjadi Lebih Bahagia
Orang yang egonya kecil biasanya:
tidak terlalu ambisi terhadap dunia
tidak iri terhadap orang lain
tidak stres terhadap kedudukan
Ia hidup dengan hati yang tenang dan bersyukur.
10. Mendapat Derajat Tinggi di Sisi Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
Artinya:
“Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan meninggikan derajatnya.”
(HR Muslim)
Artinya:
Semakin seseorang rendah hati, semakin tinggi kedudukannya di sisi Allah.
- BAGAIMANA CARA LATIHAN UNTUK MENGHANCURKAN EGO DALAM DIRI...?
Dalam ilmu tasawuf, ego biasanya disebut dengan nafs (النفس), yaitu sifat keakuan yang membuat manusia merasa dirinya penting, merasa benar, ingin dipuji, dan ingin menguasai.
Para sufi besar seperti Imam Al-Ghazali, Imam Junaid Al-Baghdadi, dan Imam Ibn ‘Athaillah menjelaskan bahwa perjalanan menuju ma‘rifatullah tidak akan terbuka sebelum ego (nafs) dilemahkan.
Allah berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا • وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy-Syams: 9-10)
Artinya: keberuntungan seorang salik terletak pada tazkiyatun nafs (membersihkan ego).
Berikut Cara dan Latihan untuk Menghilangkan Ego dalam Diri.
1. Mujahadah (Melawan Hawa Nafsu)
Ini adalah latihan paling utama.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ
“Pejuang sejati adalah orang yang berjuang melawan hawa nafsunya untuk taat kepada Allah.”
(HR. Tirmidzi)
Contoh latihan:
Menahan amarah
Tidak membalas hinaan
Melakukan kebaikan walau hati tidak suka
Latihan ini disebut jihadun nafs.
2. Banyak Dzikir (Mengikis Keakuan)
Ego hidup dari kelalaian kepada Allah.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya:
“Wahai orang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang banyak.”
(QS. Al-Ahzab ayat : 41)
Semakin banyak dzikir, ego semakin lemah.
3. Menerima Kehinaan Tanpa Membela Diri.
Ini latihan yang sangat berat.
Imam Junaid berkata:
“Jalan menuju Allah tertutup bagi orang yang masih mempertahankan harga dirinya.”
Latihan:
Jika dihina → diam
Jika diremehkan → bersabar
Jika tidak dihargai → tetap berbuat baik
Ini menghancurkan ego ingin dihormati.
4. Menyembunyikan Amal.
Ego sangat suka dipuji manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal tergantung niatnya.”
(HR. Bukhari Muslim)
Latihan:
sedekah diam-diam
ibadah tanpa diketahui orang
tidak menceritakan amal baik
Ini menghancurkan ego ingin dipuji.
5. Melihat Semua Kebaikan dari Allah.
Ego berkata: “Aku hebat.”
Padahal Allah berfirman:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
Artinya:
“Semua nikmat yang ada pada kalian berasal dari Allah.” (QS. An-Nahl ayat : 53)
Latihan hati:
Jika berhasil → katakan ini karunia Allah.
Jika dipuji → kembalikan kepada Allah.
Jika gagal → introspeksi diri.
Ini semua akan menghancurkan ego kesombongan.
6. Bergaul dengan Orang yang Lebih Soleh.
Ego sering tumbuh karena merasa lebih baik dari orang lain.
Para sufi berkata:
“Barang siapa duduk bersama orang saleh, hatinya akan hidup.”
Latihan:
duduk di majelis dzikir
belajar dari guru ruhani / mursyid
Selalu sowan dengan orang orang saleh
Ini melemahkan ego merasa paling benar.
7. Mengingat Mati
Tidak ada yang lebih menghancurkan ego daripada mengingat kematian.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan (kematian).”
(HR. Tirmidzi)
Ketika seseorang sadar:
tubuh akan menjadi tanah
jabatan akan hilang
pujian manusia tidak berarti
Maka ego akan runtuh.
- APA TANDA TANDA EGO DALAM DIRI MULAI HANCUR...?
Para ulama sufi menjelaskan bahwa ada beberapa tanda seseorang mulai berhasil menundukkan egonya.
1. Mudah Menerima Nasihat
Ketika ego masih kuat, seseorang sulit menerima kritik.
Namun ketika ego mulai hancur, ia senang menerima nasihat karena melihatnya sebagai jalan memperbaiki diri.
Allah berfirman:
فَذَكِّرْ إِنَّ الذِّكْرَى تَنفَعُ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya:
“Maka berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman.”
(QS. Adz-Dzariyat ayat : 55)
2. Tidak Merasa Lebih Baik dari Orang Lain
Orang yang egonya mulai hancur selalu merasa bahwa orang lain mungkin lebih baik di sisi Allah.
Ia tidak mudah meremehkan siapa pun.
3. Tidak lagi Mencari Pujian Manusia
Ia melakukan amal karena Allah, bukan untuk dipuji.
Allah berfirman:
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ
لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Artinya:
“Kami memberi makan kepada kalian hanya karena mengharap wajah Allah, kami tidak menghendaki balasan ataupun ucapan terima kasih dari kalian.”
(QS. Al-Insan : 9)
4. Mudah Mengakui Kesalahan
Ego membuat manusia keras kepala.
Namun ketika ego mulai hancur, seseorang tidak malu lagi untuk mengatakan: “Saya bersalah.”
Ini tanda kerendahan hati yang sejati.
5. Mudah Mema'afkan Orang Lain
Orang yang egonya lemah tidak suka menyimpan dendam dan selalu memaafkan orang lain.
Allah berfirman:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
Artinya: Orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia.”
(QS. Ali Imran ayat : 134)
6. Hatinya Tidak Iri kepada Orang Lain
Ketika ego melemah, hati menjadi bersih dari hasad.
Ia justru merasa senang melihat orang lain mendapatkan kebaikan.
Ini tanda kebersihan hati.
7. Senang Berbuat Baik Tanpa Diketahui
Salik yang egonya mulai hancur lebih suka melakukan kebaikan secara diam-diam.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa salah satu golongan yang mendapat naungan Allah adalah:
“Orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya.”
(HR Bukhari dan Muslim)
8. Tidak Mudah Marah
Ketika ego melemah, seseorang tidak mudah tersinggung.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang menang dalam bergulat, tetapi yang mampu menahan amarah.”
(HR Bukhari dan Muslim)
9. Merasa Semua Kebaikan dari Allah
Salik yang egonya mulai hancur tidak lagi merasa bangga terhadap amalnya.
Ia sadar bahwa semua kebaikan berasal dari Allah.
Allah berfirman:
وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
Artinya:
“Segala nikmat yang ada pada kalian berasal dari Allah.”
(QS. An-Nahl ayat : 53)
10. Hatinya Selalu Merasa Butuh kepada Allah
Inilah tanda paling tinggi.
Ia selalu merasa:
lemah tanpa Allah
fakir di hadapan Allah
butuh pertolongan Allah
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ
Artinya:
“Wahai manusia, kalian adalah orang-orang yang membutuhkan Allah.”(QS. Fatir ayat 15)
Kesimpulannya
“Ketika ego hancur, hati menjadi cermin yang memantulkan cahaya Tuhan.”
Dalam keadaan ini seorang salik mulai merasakan:
- kedekatan dengan Allah
-;ketenangan batin
- cahaya ma‘rifat
- Mudah menerima nasihat
- Tidak merasa lebih baik dari orang lain
- Tidak mencari pujian
- Mudah mengakui kesalahan
- Mudah memaafkan
- Tidak iri
- Senang berbuat baik secara tersembunyi
- Tidak mudah marah
- Menyadari semua kebaikan dari Allah
- Selalu merasa butuh kepada Allah.
Akhirnya marilah kita berdoa Semoga kita semua menjadi orang orang yang dapat mengalahkan ego , sehingga ego jadi melemah, hati menjadi bersih dan semakin dekat kepada Allah.
Wallahu alam bissowab

Sumber dari Hatis Haris
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan