Hati dan sakit

 


Ada satu kenyataan sunyi dalam kehidupan manusia yg sering terlewatkan
kerana kita terlalu sibuk menilai orang
dari apa yg tampak dipermukaan.
Kita melihat wajah, sikap, kata²,
lalu dgn cepat membentuk & membuat penilaian.
Kita merasa tahu siapa yg pantas dihormati
& siapa yg bisa diabaikan.
Dari penilaian yg terburu-buru itu,
kekadang lahir sikap yg melukai hati orang lain.
Padahal disebalik setiap hati manusia
ada ruang rahsia yg tidak pernah benar² kita fahami.
Disana tersimpan DOA yg tidak pernah kita dengar, luka yg tidak pernah diceritakan,
serta hubungan batin dgn Tuhan
yg tidak pernah kita saksikan.
Manusia sering lupa bahwa nilai seseorang dihadapan Tuhan tidak selalu terlihat
dari cara dunia memandangnya.
Ada orang yg tampak biasa saja dimata manusia, TETAPI memiliki kedudukan yg sangat mulia
disisi-Nya.
Ada pula orang yg tampak kuat & disegani,
TETAPI hatinya rapuh & penuh kegelisahan.
Kerana itu, melukai hati manusia
BUKAN sekadar persoalan sosial.
Ia menyentuh dimensi yg jauh lebih dalam.
Kita tidak pernah benar² tahu apakah hati
yg kita sakiti adalah hati yg sangat dicintai
oleh Allah.
Dan jika kita benar² menyedari kemungkinan itu, mungkin kita akan berjalan didunia ini
dgn jauh lebih hati².
1. SETIAP HATI Manusia Memiliki Hubungan Rahsia Dgn Allah:
TIDAK ada manusia yg sepenuhnya kita fahami.
Seseorang yg terlihat diam,
bisa jadi sedang membawa DOA yg sangat panjang didalam hatinya.
Seseorang yg tampak sederhana,
mungkin memiliki kedekatan dgn Allah
yg tidak pernah diketahui siapapun.
Hubungan antara seorang hamba & Tuhannya adalah wilayah yg sangat pribadi.
Ia TIDAK selalu tampak dalam bentuk ibadah
yg terlihat, TETAPI sering kali hadir dalam kesabaran yg TIDAK DIPAMERKAN, dalam airmata
yg jatuh di waktu² sunyi, atau dalam kebaikan kecil yg dilakukan, TANPA ingin diketahui siapapun.
Ketika kita menyedari bahwa Setiap Hati menyimpan rahsia seperti ini,
kita akan mulai melihat manusia dgn rasa hormat yg lebih dalam.
2. Melukai Hati Manusia Sering Kali Lebih Berat drpd yg Kita Bayangkan:
Banyak orang berfikir bahwa melukai hati
hanyalah persoalan perasaan yg akan berlalu seiring waktu.
Padahal luka batin memiliki gema yg jauh
lebih panjang drpd yg terlihat.
Kata² yg diucapkan dgn emosi bisa menetap dalam ingatan seseorang selama bertahun-tahun.
Sikap meremehkan bisa menggores harga diri
yg memerlukan waktu lama utk pulih.
Dalam dimensi spiritual,
Luka yg kita sebabkan kpd orang lain juga meninggalkan jejak dalam perjalanan batin kita sendiri.
Hati yg menyakiti perlahan kehilangan Kelembutannya.
Dan ketika Kelembutan itu hilang,
manusia mulai jauh dari cahaya yg menenangkan jiwanya.
3. Orang yg Tampak Lemah, Bisa Jadi Memiliki Kekuatan DOA yg Sangat Besar:
Sejarah kehidupan manusia sering menunjukkan satu kenyataan yg mengejutkan.
Banyak orang yg dianggap tidak penting
oleh dunia justru memiliki kekuatan batin
yg luar biasa.
Mereka mungkin tidak memiliki kekuasaan,
tidak memiliki pengaruh sosial yg besar,
tetapi memiliki satu hal yg sangat kuat,
iaitu; DOA yg TULUS.
DOA dari hati yg terluka sering kali memiliki daya yg tidak terlihat tetapi sangat nyata.
Ketika seseorang menyakiti hati seperti itu,
Ia sebenarnya sedang berhadapan dgn sesuatu
yg tidak ia fahami sepenuhnya.
BUKAN kerana orang itu ingin membalas,
TETAPI kerana Allah melihat luka
yg ditanggung oleh hamba-Nya.
4. Hati yg Lembut Adalah Tanda Kedewasaan Jiwa:
Ada orang yg merasa kuat ketika mampu membalas kata² dgn kata² yg lebih tajam.
Ada pula yg merasa menang ketika berhasil
merendahkan orang lain.
Namun Kedewasaan Batin berjalan
diarah yg berbeda.
Ia membuat seseorang semakin berhati-hati terhadap perasaan manusia lain.
Ia tahu bahwa satu kalimat bisa menjadi cahaya bagi seseorang,
TETAPI juga bisa menjadi luka yg sulit dilupakan.
Kerana itu,
hati yg lembut BUKANLAH tanda kelemahan.
Ia justru tanda bahwa seseorang telah memahami betapa berharganya jiwa manusia.
5. Menghormati Hati Manusia Adalah Bentuk Penghormatan kpd Allah:
Ketika seseorang menjaga perasaan orang lain,
ia sebenarnya sedang menjaga sesuatu
yg sangat suci.
SETIAP HATI manusia adalah ciptaan Tuhan
yg ditiupkan dgn ruh-Nya.
Menyakiti hati bererti merusak ruang batin
yg sangat berharga.
Sebaliknya, memuliakan hati manusia, bererti; menghormati karya Tuhan dalam bentuk
yg paling halus.
Orang yg memahami hal ini akan berjalan didunia dgn sikap yg berbeda.
Ia tidak mudah meremehkan,
tidak tergesa menyakiti,
& tidak merasa berhak merendahkan siapapun.
Sebab ia sedar bahwa ia tidak pernah tahu siapa sebenarnya yg sedang berdiri dihadapannya.
Ada satu KESEDARAN yg sering datang terlambat dalam hidup manusia.
Kita baru memahami betapa berharganya hati seseorang setelah kita menyakitinya.
Kita baru mengerti betapa besar luka yg kita sebabkan setelah hubungan itu tidak lagi sama.
Padahal mungkin saja hati yg pernah kita lukai adalah hati yg sangat dicintai oleh Tuhan.
*** Dan jika suatu hari nanti kita benar² mengetahui bahwa hati yg pernah kita sakiti ternyata adalah hati yg sangat dekat dgn Allah,
Apakah kita masih akan mampu memaafkan diri kita sendiri?
DOA orang yg teraniaya SANGAT MUSTAJAB
& TIADA HIJAB antara mereka dgn Allah SWT.
🤲 Antara DOA yg diamalkan ialah:
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakil.
Allahumma inni mazlumun fantasir.
Ya Qawiyyu ya Matinu ya Muntaqimu,
khuz li haqqiy mimman zalamani".
("Cukuplah Allah sebagai penolong,
ya Allah aku dizalimi, tolonglah aku").
🤲 DOA & AMALAN:
1. Doa Umum Saat Dizalimi
"Hasbiyallahu wa ni'mal wakil"
("Cukuplah Allah sebagai penolongku,
& Allah adalah sebaik-baik pelindung").
"Allahumma inni mazlumun fantasir"
("Ya Allah, sesungguhnya aku teraniaya,
maka tolonglah aku").
"Ya Qawiyyu ya Matinu ya Muntaqimu,
khuz li haqqiy mimman zalamani"
("Ya Allah Yang Maha Kuat, Maha Teguh,
Maha Membalas, ambillah hakku
drpd orang yg menzalimiku").
2. Doa Nabi Yunus a.s.
dari Surah Al-Anbiya' ayat 87:
(diamalkan ketika dalam kesempitan):
"La ilaha illa anta subhanaka
inni kuntu minazzalimin."
( "Sesungguhnya tiada Tuhan (yg dapat menolong)
melainkan Engkau (ya Allah)!Maha Suci Engkau (drpd melakukan aniaya,
tolonglah daku)!
Sesungguhnya aku adalah dari orang²
yg menganiaya diri sendiri").
3. Amalan & Adab
▪️ Sabar & Yakin:
Allah berjanji membalas kezaliman,
& menolong orang teraniaya.
▪️ Mengadu kpd Allah:
Orang teraniaya berhak memohon keadilan,
namun DISARANKAN BERDOA,
agar hati tenang, diberikan petunjuk,
& keadilan ditegakkan,
bukan sekadar membalas dendam.
▪️ Hindari Menzalimi:
Janganlah kita pula melakukan penganiayaan keatas orang lain.
DOA orang yg teraniaya diangkat kelangit walaupun mereka BUKAN beragama Islam.

Sumber dari Muhammad Amran SulaimanSHARING ILMU AGAMA DAN MOTIVASI
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan