"Sungguh Beruntung Orang Yang Menyucikan 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗻𝘆𝗮 dan Sungguh Rugi Orang Yang Mengotori Jiwa nya" ( 𝗤𝗦. 𝗔𝘀𝘆-𝗦𝘆𝗮𝗺 𝗮𝘆𝗮𝘁 9-10 )
di ajaran Makrifat Jawa Yang diajarkan Oleh Para Wali 𝗗alam Bertoriqoh Berfokus Pada Lelaku Batin/ Tirakat Batin.Tirakat ini memang Unik Tapi Semua Bertujuan Agar Jiwa Bersih dan Agar Tersambung dngan Sang Maha Bhatin.
Bertapa Atau Dzikir Sirr Adalah Bagian Dari Sembah Cipta Atau Thoriqoh. Bukan Tapa Raga Yg Di Utamakan Tapi Yg Di Utamakan Jiwa Yg Bertapa Untuk Meraih Kondisi Hati Yang Bening,Bersih, Pasrah, Sabar & Ber Kesadaran Rabbani.
𝗕𝗲𝗿𝗵𝗮𝗸𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗠𝗮𝗸𝗿𝗶𝗳𝗮𝘁 𝗜𝘁𝘂 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗞𝗶𝘁𝗮 𝗦𝗱𝗵 𝗧𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗠𝘂𝘁𝗺𝗮𝗶𝗻𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗞𝗲𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗬𝗮𝗶𝘁𝘂 𝗞𝗲𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗯𝗯𝗮𝗻𝗶. 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗡𝘆𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗹𝗮𝗺 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗙𝗮𝗻𝗮𝗯𝗶𝗹𝗹𝗮𝗵 𝗬𝗴 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿 𝗣𝗮𝗱𝗮 𝗧𝗮𝗷𝗮𝗹𝗶𝗹𝗹𝗮𝗵. 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗡𝘆𝗮 𝗗𝗶𝗮𝗺 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗮𝗸𝘀𝗶𝗮𝗻..
“LA MAUJUD BIHAQI ILLALLAH”
“Tidak ada yang maujud selain ALLAH ”
Atau “Yang Ada itu hanya ALLAH”
Yang Dzahir dan Bathin itu ALLAH
Awal Akhir itu ALLAH
Yang Menafi dan Yang diIsbatkan itu sesuatu yang sama ,AKU kata ALLAH
Keistimewaan Manusia adalah ia Mengenal siapa sebenarnya DIRInya
Kesempurnaan MANUSIA itu adalah dapat ISRA’ MIKRAJ, walau semua itu Hakikatnya AKU
MALAIKAT itu, sebenarnya tidak Mengenal Dirinya
Jika Malaikat mengenal DIRI, sudah tentu ia akan mengenal AKU
AKU lah Manusia itu, ketika AKU menjadi KHALIFAH
Dan sudah tentu Malaikat itu tidak sekali kali berkata,...
“Apakah Tuhan-KU ingin melihat Manusia berbunuhan dan saling menumpahkan darah”
Inilah tanda "Kalam Malaikat" itu tidak Ma’rifat
Sungguh AKU Allah yang mengetahui
Demikian juga cerita IBLIS
Jika Iblis Ma’rifat kenal dirinya, sudah tentu ketika Iblis melihat ADAM, akan terlihat itulah Wajah AKU
Sudah tentu Iblis bersujud kepada AKU dibalik ADAM
Kenapa Iblis tidak sujud Kepada ADAM ?
Karena Iblis tidak mempunyai RASA (perasaan), sesempurna Manusia yang "MENGENAL DIRI"
Maka, Puncak Ma’rifat itu sebenarnya pada DIRI Pribadi
Supaya WUJUD MUTLAK hanya SATU
Inilah AKU seadanya dengan ADAnya dan KETIADAANnya
DZAHIR Muhammad itulah Wajah KU
BATHIN Muhammad itulah Rupa AKU
“Kemana Saja AKU Menghadap, itulah AKU Nyata Dengan Wajah-Wajah KU.”
Pemutus MA’RIFAT itulah AKU
Namun ketentuan dan ketetapan AKU, tetap berlangsung seperti apa yang AKU tulis di AZALI, yang didzahirkan dan dinyatakan oleh RUH
RUH itu hanya melepaskan Gerak dan kelakuan KU
Bergeraknya RUH itu adalah gerak ketetapan dan ketentuan DI LAUH MAHFUZ-KU
RUH itu KITAB bagi JASAD
RUH lah yang menceritakan segalanya baik itu Kelakuan, Rezeki, Jodoh, Kematian jasad, Rupa jasad dan Warna kulit dan Pemikiran serta Bakat-bakat jasmani semuanya sedia pada RUH, yakni KITAB yang tidak akan berubah dan tidak boleh dihapus atau ditambah lagi tulisan-tulisan kitab ini
Kembali kepada KETETAPAN dan KETENTUAN (Qodo dan Qodar) itu, itulah yang dikatakan kembali kepada “SYARIAT" Allah
Setiap manusia itu ada ketentuan dan ketetapan baginya (kitab) yang sama, ada buruk atau baik, suka atau tidak suka
Maka dari itu IQRA’ (Bacalah)
1. MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU : Barang siapa mengenal nafs (diri) nya, maka dia mengenal Tuhan nya.
2. WA MAN AROFA ROBBAHU FAQOD JAHILAN NAFSAHU : Barang siapa mengenal Tuhannya maka dia merasa bodoh.
3. MAN TOLABAL MAOLANA BIGOERI NAFSI FAQODDOLA DOLALAN BAIDA : Barang siapa yang mencari Tuhan keluar dari dirinya sendiri maka dia akan tersesat semakin jauh.
4. ALLAHU BATHINUL INSAN, AL INSANU DHOHIRULLAAH : Allah itu batinnya manusia, manusia adalah zohirnya (kenyataannya) Allah.
5. AL INSANU SIRI WA ANA SIRUHU : Rahasia kalian adalah rahasia-Ku.
6. DALAM SETIAP RONGGA ANAK ADAM AKU CIPTAKAN SUATU MAHLIGAI YANG DISEBUT DADA, DI DALAM DADA ADA QOLBU, DALAM QOLBU ADA FUAD, DALAM FUAD ADA SYAGOFA, DI DALAM SYAGOFA ADA SIR, DALAM SIR ADA AKU, TEMPAT AKU MENYIMPAN RAHASIA.
7. LAA YARIFALLAAHU GHOIRULLAH : Yang mengenal Allah hanya Allah.
8. AROFTU ROBBI BI ROBBI : Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan.
9. MAA AROFNAKA HAQQO MA’RIFATAKA : Aku tidak mengenal Engkau, kecuali sampai sebatas pengetahuan yang Engkau perintahkan.
10. IQRO KITAB BAQO KAFA BINAFSIKA AL YAOMA ALAIKA HASBI : Bacalah kitab yang kekal yang berada di dalam diri kalian sendiri.
Salam Tauhid.
𝗛𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗗𝗴𝗻 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵, 𝗛𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴, 𝗧𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴, 𝗠𝘂𝘁𝗺𝗮𝗶𝗻𝗮𝗵 𝗬𝗴 𝗗𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝗶𝗹 𝗢𝗹𝗲𝗵 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵 ( 𝗤𝗔 𝗮𝗹-𝗙𝗮𝗷𝗿 27-30 ).
𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗜𝘁𝘂 𝗖𝗮𝗿𝗮 𝗡𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗴𝗮𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮..???
Banyak Cara Untuk Membersihkan Jiwa Kita, Salah Satu Nya Dgn Bermeditasi, Semedi Hening, Dzikir Rasa Sirul Asroll..Apakah Itu Semua Lari Dari Dunia..??? Tidak..!!!
𝗞𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 Bemeditasi 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗲𝗺𝗲𝗱𝗶 𝗛𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮. 𝗦𝗲𝗺𝘂𝗮 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮𝘄𝗶 𝗗𝗶 𝗟𝗲𝗻𝘆𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻,𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗔𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗡𝗮𝗳𝘀𝘂 𝗬𝗴 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗗𝗶 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗸𝗮𝗻.𝗕𝗶𝗹𝗮 𝗦𝗱𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶 𝗠𝗮𝗸𝗮 𝗣𝗶𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗜𝘁𝘂𝗹𝗮𝗵 𝗔𝘄𝗮𝗹 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗿𝗶.
𝗕𝗶𝗹𝗮 𝗦𝗱𝗵 𝗠𝗲𝗻𝗰𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗷𝗮𝘁𝗶 𝗠𝗮𝗸𝗮 𝗝𝗶𝘄𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 & 𝗦𝗮𝗯𝗮𝗿 𝗗𝗹𝗺 𝗕𝗲𝗿 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗵 𝗟𝗮𝗸𝘂.𝗕𝗲𝗿𝗯𝘂𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗸𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗟𝘂𝗵𝘂𝗿, 𝗔𝗻𝗱𝗮𝗽 𝗔𝘀𝗼𝗿 𝗥𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗛𝗮𝘁𝗶, 𝗧𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗦𝗼𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴 & 𝗦𝘂𝗸𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗼𝗹𝗼𝗻𝗴. 𝗜𝘁𝘂𝗹𝗮𝗵 𝗕𝘂𝗮𝗵 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗼𝗿𝗶𝗾𝗼𝗵.
Berhakikat Makrifat Tidak Bisa Lepas Dari Perjalanan Spiritual Shuluk, Yaitu Perjalanan Ruhaniah Membersihkan Jiwa Menuju Whusul Ilallah.Bila Ada Yg Mengaku Sdh Makrifat Tapi Qolbu Nya Masih Sombong.. Maaf Beribu Maaf Masih Belum..
𝗕𝗶𝗹𝗮 𝗧𝘂𝗷𝘂𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗜𝗻𝗶 𝗛𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵,𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗗𝗶 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗠𝗮𝘂𝗽𝘂𝗻 𝗗𝗶 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵..!!!
Yg Mengenal TUHAN hanya TUHAN ("Aroftu robbi bi robbi"
Sumber dari FB PangeranCahaya.

0 comments:
Catat Ulasan