WIRID DAN WARID
PENDAHULUAN
WIRID DAN WARID adalah dua konsep yang sangat penting dalam ajaran tasawuf (spiritualitas Islam) dan memiliki peran yang sangat besar dalam memperkuat hubungan seorang hamba kepada Allah.
Keduanya saling berkaitan dengan usaha seorang salik (penempuh jalan spiritual) dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah.
Berikut ini pengertian nya :
1.PENGERTIAN WIRID
WIRID adalah : Amalan amalan sunat yang dilakukan oleh seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti berdzikir, membaca wirid, dan sholawat atau ibadah tertentu yang dilakukan secara rutin oleh seorang salik. Tujuan dari wirid adalah untuk men sucikan hati dari segala sifat sifat yang tercela dan juga untuk memperoleh kedekatan kepada Allah.
Wirid juga bisa menjadi sarana untuk menjaga hati kita agar tetap fokus pada Allah, serta menjauhkan diri dari segala godaan duniawi.
Dalil perintah tentang Wirid:
Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّـهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah (ingatlah) Allah dengan ingatan yang sebanyak-banyaknya."
(QS Al ahzab ayat : 41)
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya:
"Dan bertasbihlah pagi dan petang.
(Surah Al-Ahzab ayat : 42)
Ayat-ayat ini adalah perintah langsung dari Allah kepada semua orang yang beriman untuk selalu berzikir dan bertasbih.
Serta mengajarkan kepada kita pentingnya untuk selalu zikir mengingat Allah dengan bilangan yang sebanyak banyaknya berzikir dan perintah untuk bertasbih kepada-Nya pada waktu-waktu yang teratur, yaitu pagi dan petang.
Hadist nabi tentang perintah wirid :
Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّـهِ وَبِحَمْدِهِ مِئَةَ مَرَّةٍ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya:
"Barang siapa yang mengucapkan 'Subhanallah wa bihamdi' (Maha Suci Allah dengan segala pujian-Nya) seratus kali, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan."
(Hadis Riwayat Muslim)
Hadis ini juga menunjukkan betapa besar manfa'at dzikir kepada Allah, yaitu dengan mengucapkan kalimat yang penuh dengan pujian kepada-Nya.
Ini adalah merupakan bentuk wirid wirid yang sering diamalkan oleh umat Islam sebagai upaya untuk membersihkan diri dari dosa serta mendekatkan diri kepada Allah.
2.PENGERTIAN WARID
WARID (الْوَارِد) secara bahasa adalah sesuatu yang “datang” ke dalam hati seorang hamba dari sisi Allah, yaitu berupa pencerahan, atau berupa ilham, rasa halus, dorongan spiritual, atau cahaya maknawi yang meneguhkan iman dalam mendekatkan hati kepada-Nya.
WARID ( Dalam Pengertian umum )
Warid adalah suatu efek energi positif yang dihasilkan dari sebab hasil berzikir.
Jadi menurut hadist Rasulullah, sebenarnya : setiap huruf huruf Hijaiyah mulai dari Alif ( ا )sampai ya ( ي ) semua itu ada khodam penjaga nya.
Berikut hadist Rasulullah:
"لَا يَحْتَسِي حَرْفٌ مِنَ الْقُرْآنِ إِلَّا وَلَهُ مَلَائِكَةٌ مُّوَكَّلَةٌ بِهِ"
Artinya:
Tidaklah satu huruf Al Qur'an melainkan ada khodam penjaga nya.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Jadi pengertian nya takkala seseorang berzikir menyebut nama (Allah...allah ... Allah) الله، الله ، الله Atau zikir menyebut ( LAA ILAHA ILALLAH ) لا اله الا الله maka kalimah kalimah zikir itulah yang menjadi satu energi positif ( Energi inilah yang disebut Warid ).
Jadi energi Warid seseorang itu berbeda beda kekuatan dan besarnya , hal ini tentu sesuai Maqom kedudukan seseorang di sisi Allah.
Ada yang energi Warid nya memancar ke seluruh tubuhnya, ada yang memancar hingga keluar satu jengkal mengelilingi tubuh nya , ada yang satu meter dan bahkan ada yang tak terhingga. Bahkan cahaya Warid rasulullah memenuhi seluruh jama'ah alam semesta di ibaratkan cahaya nya seperti cahaya matahari dan bulan (anta Syamsun anta Badrun )
WARID ( Dalam pandangan tasawuf )
wārid berarti: Berupa hadiah langsung dari Allah sebab melakukan wirid wirid yaitu berupa segala sesuatu yang Allah masukkan ke dalam hati seorang hamba-Nya berupa cahaya, rasa, pengetahuan, ilham, atau dorongan spiritual.”
Jadi Warid bukanlah hasil usaha manusia , tetapi karunia langsung dari Allah akibat kesucian hati, efek dari dzikir, muraqabah, dan ibadah yang lainnya.
KAPAN WARID ITU DATANG , DAN APA CIRI CIRINYA...?
(a) Warid itu Datang secara tiba-tiba
Wārid tidak dipaksa. Tidak dapat dibuat-buat.
Terkadang ia turun seperti kilatan cahaya yang menembus dada , lembut sebagai refleksi dari kekuatan wirid.
(b) akan menguatkan iman
Wārid akan membuat seseorang:
- Akan lebih yakin kepada Allah,
- Akan lebih takut untuk berbuat maksiat,
- Akan Lebih cinta kepada akhirat.
(c) Membawa ketenangan hati
Ahli sufi berkata:
“Setiap sesuatu yang datang ke hatimu lalu menambah ketenangan maka itulah wārid.”
(d) Tidak bertentangan dengan syariat
Jika datang rasa atau ilham tetapi bertentangan atau melanggar hukum syariat, maka itu bukan wārid ,melainkan bisikan hawa nafsu atau syaitan.
BAGAIMANA WARID ITU BEKERJA...?
Telah diterangkan bahwa Warid itu adalah efek atau refleksi yang dihasilkan oleh kekuatan zikir atau wirid yang dilakukan seseorang.
Bagaiman kerja reaksi Warid itu...?
Ini yang sering terjadi pada seseorang yang mula mula melakukan zikir. Terkadang kenapa seseorang yang sedang melakukan zikir terkadang ada rasa merinding dan timbul rasa takut dan ingin berhenti zikir ...?
Itu pengertian nya begini :
Jadi takkala seseorang mulai khusuk dalam berzikir atau melakukan wiridnya maka zikir yang dia lakukan akan menjadi suatu energi positif. Maka semangkin khusuk dia berzikir energi itu pun semangkin membesar dan semakin kuat. Jadi energi itu semangkin memancar , dan mungkin di sekitar tempat kita berzikir itu ada penghuni mahluk ghaib ( jin ). maka takkala energi zikir kuat sampai kepada jin itu maka terjadilah benturan antara energi positif ( Warid ) dengan energi negatif dari jin itu ,(karena jin di ciptakan dari api)
Energi Warid inilah yang membuat jin tersebut merasa terusik dan terganggu.
Maka jin tersebut mencoba mengadakan perlawanan dengan cara dia mendatangi kita dan menggoda kita agar kita berhenti berzikir.
Itulah sebabnya kita merasa merinding dan merasa takut.
Jadi penentuannya jika kalau kita kalah maka kita langsung berhenti zikir dan menyudahinya. Ini berarti jin tadi telah mengalahkan kita. Namun jika kita terus kuatkan berzikir dan lebih konsentrasi kepada Allah untuk melawan rasa takut itu maka jin itu tak punya pilihan lain dialah yang harus pergi meninggalkan kita.
jika jin itu tetap bertahan maka ia akan terbakar.
Dan jin itu tak punya pilihan harus pergi menjauh, nanti setelah kita siap berzikir baru jin itu akan kembali lagi.
CONTOH CONTOH WARID YANG DIRASAKAN KETIKA HADIR
ada contoh contoh Warid yang nyata yang di alami seseorang saat berzikir.
- Tiba tiba datang rasa haru dan rasa sedih yang luar biasa , sehingga tanpa kita sadari air mata jatuh menetes dan tidak tertahan lagi, padahal kita sendiri tidak tahu kenapa bisa terjadi begitu.
- Tiba-tiba hati merasa rindu yang luar biasa takkala berzikir kepada Allah , sehingga hati ingin terus memperbanyak zikir dan ingin berlama lama dalam dzikir.
- Takkala berzikir tiba tiba merasakan satu pemandangan atau fenomena yang sangat indah , seperti berada dalam lautan cahaya.
Jadi kekuatan warid itulah yang membawa ruh kita kepada cahaya itu. Itulah salah satu karunia pemberian langsung dari Allah takkala kita berzikir.
- Tiba tiba ada rasa takut kepada Allah atau perasaan malu untuk melakukan maksiat , meski sebelumnya selama ini merasa biasa saja jika melakukan dosa dan maksiat.
- Hati merasa bahagia dan senang ketika mendengar ayat ayat Allah di bacakan , tanpa sebab duniawi.
- Tiba-tiba muncul pemahaman yang mendalam dalam hati , tentang pemahaman ayat ayat Allah atau diberikan pemahaman dalam arti hakikat tentang ibadah.
Jadi semua itu adalah contoh tanda tanda yang dirasakan seseorang takkala Warid itu datang dalam dirinya.
HUBUNGAN WIRID DENGAN WARID
Wirid: adalah amal yang kita lakukan menuju Allah (dzikir pagi petang, wirid, doa).
Wārid: adalah balasan atau datangnya karunia dari Allah ke dalam hati seorang hamba takkala melakukan wirid.
Para ulama mengatakan:
«مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وِرْدٌ، فَلا وَارِدَ لَهُ»
Artinya:
“Siapa yang tidak memiliki wirid, maka ia tidak akan mendapatkan wārid.”
Barangsiapa tidak membiasakan diri dengan wirid (dzikir harian), maka ia tidak akan memperoleh wārid (ilham dan cahaya dari Allah).
Artinya:
Jika seorang hamba malas berdzikir, maka bagaimana cahaya Allah akan turun ke hatinya?
KEDUDUKAN WARID DALAM PERJALANAN RUHANI
Wārid adalah suatu tanda bahwa hati seseorang sudah mulai hidup dan perjalanan spiritual sedang berbuah.
Dalam kitab al-Hikam, Ibn ‘Aṭā’illah mengatakan:
“Wārid adalah tamu. Maka persiapkanlah rumah hatimu agar layak dikunjungi.”
Artinya:
Jika hati disucikan, dijaga dari dosa, dan dipenuhi dzikir maka wārid pun akan datang.
BAGAIMANA CARA UNTUK MENDAPATKAN WARID ...?
Berikut cara menyiapkan hati agar layak menerima wārid sesuai penjelasan para ulama tasawuf seperti Imam al-Ghazali, Ibn ‘Aṭā’illah, al-Qusyairi, dan ulama tasawuf lainnya.
1.Mensucikan Hati dari Dosa dan Sifat Buruk
Wārid tidak akan turun ke hati yang kotor.
Para ulama mengatakan:
“Wārid turun di hati yang suci sebagaimana cahaya turun di cermin yang bersih.”
Maka yang paling awal:
tinggalkan dosa kecil maupun besar,
jaga lisan, jaga niat, bersihkan diri dari sifat hasad, riya’, sombong, cinta pujian.
Sebab Dosa adalah penghalang terbesar datangnya wārid.
2. ISTIQOMAH MENJAGA WIRID HARIAN
Tidak ada wārid tanpa wirid.
Oleh karena itu Teruslah menjaga:
- Terus melakukan dzikir pagi dan petang,
- Memperbanyak istighfar,
- Memperbanyak sholawat,
-Membaca tahmid, tahlil, takbir,
- Membaca Al-Qur’an harian meski sedikit,
Yang penting istiqamah.
Ibn ‘Aṭā’illah berkata:
“Jangan kau tinggalkan wiridmu, hanya karena Dia belum membuka bagimu pintu wārid.”
3. MEMPERBANYAK KHALWAT
(menyepi bersama Allah)
Khalwat tidak mesti harus pergi ke gua.
Artinya menyendiri beberapa menit setiap hari, memutuskan gangguan, dan menghadapkan hati kepada Allah.
Misalnya:
10 menit setelah Subuh, duduk diam sambil hati berdzikir.
Mula mula tarik napas, konsentrasi dan hadirkan kesadaran dalam hati bahwa Allah sedang melihat kita.
Dalam khalwat, hati akan lebih mudah disinari.
4. MENJAGA MURAQABAH
Muraqabah yaitu merasa diawasi oleh Allah setiap saat.
Jadi Wārid akan turun ketika hati kita :
hadir kepada Allah , lembut, sadar,
penuh rasa tawadhu.
Latihannya :
“Allah melihatku, Allah dekat, Allah hadir.”
Latihan ini akan membuat hati menjadi bersih dan lembut.
5. IKHLAS DALAM SEGALA AMAL
Wārid tidak akan turun kepada hati yang riya’.
Hati yang ikhlas adalah:
tidak mengharap pujian,
tidak mencari sanjungan,
tidak ingin dipuji sebagai ahli ibadah.
Dan wārid adalah hadiah untuk amal yang ikhlas.
6. MENJAGA ADAB DAN AHLAK
Para sufi menekankan:
Akhlak adalah wadah wārid.
Siapa yang akhlaknya rusak, wāridnya akan terputus.
Maka Perbaikilah:
Melatih hati agar lebih sabar,
Berusaha rendah hati,
Memiliki Sifat mema'afkan,
Berlaku dan berkata jujur,
Sopan santun dalam perbuatan .
Akhlak yang baik membuka pintu cahaya.
7. MENGEKALKAN AIR WHUDUK
(Hadast Lahir dan Batin)
Bukan hanya tubuh, hati pun harus suci.
Sufi berkata:
“Wudhu adalah cahaya yang memantulkan cahaya wārid.”
Usahakan:
selalu mengenalkan air berwudhu
ulangi wudhu ketika hati terasa berat atau gelap
8. MENJAGA MAKANAN DAN MINUMAN YANG HALAL LAGI BERKAH
Hati yang makan sesuatu dari hasil yang haram akan sulit menerima cahaya dan kebenaran.
Nabi ﷺ bersabda bahwa daging yang tumbuh dari yang haram lebih layak dibakar api neraka, bukan menerima wārid.
Maka berusahalah untuk Makanan Yang halal,
dari usaha yang berkah dan tidak berlebihan.
9. MEMPERBANYAK TAFAKKUR
Luangkan waktu untuk merenung:
- Tentang diri :
apa saja dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan , atau apakah ada hak orang lain yang telah engkau ambil
- Tentang Allah :
Apakah sudah melakukan segala yang di perintahkan dan apakah sudah meninggalkan segala larangannya.
- Tentang akhirat :
Seberapa banyak amal yang sudah engkau persiapkan.
- Tentang nikmat-Nya :
Apakah semua nikmat dan semua karunia nya sudah engkau syukuri...?
- Tentang kematian :
Apakah engkau sudah mempersiapkan untuk kematian yang kita tidak tau kapan datangnya.
Tafakkur adalah pintu ilham.
Ilham adalah bentuk awal dari datangnya wārid.
10. BERSAHABAT DENGAN ORANG ORANG SOLEH
Hati akan mudah dipengaruhi oleh keadaan lingkungan kita.
Jika kita selalu kumpul dengan ahli maksiat → maka hati akan mudah gelap.
Jika kita kumpul dengan ahli dzikir → maka hati akan mudah bercahaya dan mendapatkan petunjuk.
Para sufi berkata:
“Wārid turun di majelis dzikir, bukan di majelis yang lalai.”
PENUTUP
"Saudaraku yang se iman....
marilah kita terus istiqomah dalam melaksanakan wirid-wirid yang telah diajarkan oleh Rasulullah atau yang diberikan oleh guru kita dengan penuh ketulusan dan kesabaran. Ingatlah bahwa setiap dzikir yang kita lantunkan, setiap amalan yang kita lakukan, meski tampak kecil, memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Semoga dengan istiqomah kita, Allah memberikan wārid-Nya, cahaya-Nya yang menerangi hati kita, dan petunjuk-Nya yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya.
Jangan pernah berhenti berharap pada rahmat-Nya, karena setiap langkah kita menuju-Nya tidak pernah sia-sia.
Semoga Allah selalu membimbing kita dalam setiap perjalanan spiritual ini, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang tetap teguh di jalan yang penuh berkah.
Aamiin ya rabbal alamin.
Sumber dari Pena Aswaja

0 comments:
Catat Ulasan