Kisah Surah Al-‘Alaq Turun di Bulan Ramadhan

 


Kisah Surah Al-‘Alaq Turun di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan yang Allah pilih untuk menurunkan cahaya pertama bagi umat manusia. Di bulan inilah, ketika langit malam begitu hening dan hati seorang hamba sedang tenggelam dalam pencarian kebenaran, wahyu pertama turun.
Peristiwa itu terjadi di kota Mekkah, tepatnya di sebuah gua kecil di Jabal Nur yang dikenal sebagai Gua Hira.
Di sanalah Nabi Muhammad ﷺ sering menyendiri.
________________________________________
•> Ramadhan Sebelum Kenabian
Sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi ﷺ terbiasa berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira setiap bulan Ramadhan. Beliau membawa bekal makanan secukupnya, lalu beribadah dan merenungi keadaan masyarakat Quraisy yang tenggelam dalam penyembahan berhala.
Ramadhan saat itu sudah dikenal sebagai bulan yang mulia di kalangan orang Arab, namun belum ada syariat puasa seperti yang diwajibkan setelah Islam.
Beliau mencari ketenangan.
Beliau mencari kebenaran.
Beliau mencari Tuhan yang sejati.
Dan di bulan itulah Allah memilih untuk berbicara kepadanya.
________________________________________
•> Malam yang Mengubah Dunia
Pada suatu malam di bulan Ramadhan, ketika usia beliau genap 40 tahun, Malaikat Jibril ‘alaihis salam datang secara tiba-tiba.
Malaikat itu memeluk beliau dan berkata:
“Iqra’!” (Bacalah!)
Beliau menjawab dalam keadaan gemetar,
“Aku tidak bisa membaca.”
Untuk kedua dan ketiga kalinya Jibril memeluk beliau, lalu membacakan lima ayat pertama dari Al-Alaq:
> Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
Yang mengajar manusia dengan pena.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Itulah wahyu pertama.
Itulah awal kenabian.
Itulah cahaya pertama yang turun di bulan Ramadhan.
________________________________________
•> Mengapa Ramadhan?
Allah sendiri berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Surah Al-‘Alaq menjadi bukti awal turunnya wahyu tersebut.
Ramadhan adalah bulan:
• Bulan ketenangan hati
• Bulan perenungan
• Bulan pembersihan jiwa
Bulan turunnya rahmat
Allah memilih Ramadhan karena bulan ini adalah musim cahaya.
________________________________________
•> Ketakutan yang Manusiawi
Setelah menerima wahyu itu, Nabi ﷺ turun dari Gua Hira dengan tubuh gemetar. Peristiwa itu begitu dahsyat bagi manusia yang belum pernah mengalami wahyu.
Beliau pulang kepada istri tercinta, Khadijah bint Khuwaylid, dan berkata:
“Selimuti aku, selimuti aku.”
Khadijah menenangkan beliau dan meyakinkan bahwa Allah tidak mungkin menyia-nyiakan orang yang sebaik beliau.
Kemudian beliau dibawa menemui Waraqah ibn Nawfal, yang memahami kitab-kitab terdahulu. Waraqah membenarkan bahwa yang datang adalah Malaikat yang juga diutus kepada Nabi Musa.
Sejak saat itu, kehidupan beliau tidak pernah sama lagi.
________________________________________
•> Dari “Iqra’” Lahir Peradaban
Menariknya, wahyu pertama bukan tentang larangan, bukan tentang hukum, bukan tentang peperangan.
Tetapi tentang membaca.
Tentang ilmu.
Tentang pena.
Tentang belajar.
Ramadhan bukan hanya bulan ibadah fisik, tetapi bulan ilmu dan Al-Qur’an.
Dari satu kata: Iqra’, lahirlah peradaban Islam yang menerangi dunia dengan ilmu, keadilan, dan tauhid.
________________________________________
•> Makna Besar untuk Umat
Turunnya Surah Al-‘Alaq di bulan Ramadhan mengajarkan kita:
• Ramadhan adalah bulan perubahan.
• Kesunyian bisa melahirkan revolusi besar.
• Ilmu adalah fondasi kebangkitan umat.
• Wahyu adalah cahaya bagi hati yang
mencari.
Gua kecil itu sunyi.
Namun dari sanalah sejarah dunia berubah.
Dan setiap kali Ramadhan datang, seakan-akan langit kembali mengingatkan kita pada malam pertama ketika cahaya itu turun.
Semoga Ramadhan kita juga menjadi awal perubahan besar dalam hidup kita — sebagaimana Ramadhan pertama mengubah dunia.

Sumber dari Kisah Islami
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan