AWALUDDIN MA'RIFATULLAH
أَوَلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ
Perlu di garis bawahi bahwa ini bukanlah hadist nabi , ini adalah sebuah ungkapan yang sering dikaitkan dengan perkataan ulama.
Meskipun secara eksplisit perkataan ini tidak terdapat dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ. Namun ungkapan أَوَلُ الدِّيْنِ مَعْرِفَةُ اللهِ
Artinya adalah ("awal dari agama adalah mengenal Allah.") Namun Ini merujuk pada pentingnya mengenal Allah sebagai dasar dari seluruh ajaran agama dalam agama Islam.
Terkait dengan Ma'rifatullah (mengenal Allah) dan cara mengenalnya menurut ahli tasawuf,
Berikut ini adalah beberapa penjelasannya.
1
DEFINISI MA'RIFATULLAH
Kata "ma'rifatullah" berasal dari dua kata dalam bahasa Arab:
Ma'rifah (مَعْرِفَة):
Kata ini berarti pengetahuan atau pengenalan. Dari segi bahasa, ma'rifah menunjukkan tingkat pengetahuan yang mendalam dan jelas tentang sesuatu, lebih dari sekadar pengetahuan umum. Dalam konteks spiritual, ma'rifah merujuk pada pengenalan yang mendalam dan menyeluruh, terutama pengenalan terhadap Allah.
Allah (اللّه):
Ini adalah nama Tuhan dalam agama Islam, yang merujuk kepada Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta seluruh alam semesta.
Allah merupakan nama yang tidak berubah dan tetap digunakan dalam Al-Qur'an dan ajaran Islam.
Jadi, "ma'rifatullah" (مَعْرِفَةُ ٱللَّهِ) berarti pengenalan atau pengetahuan tentang Allah, yang mencakup pemahaman mendalam dan kesadaran spiritual akan keberadaan, kebesaran, dan keesaan-Nya. Ini adalah tahap pengenalan yang lebih tinggi, yang melibatkan hati dan jiwa, bukan sekadar pengetahuan intelektual.
Ma'rifatullah secara harfiah berarti "mengenal Allah." Dalam konteks spiritual dan tasawuf, ma'rifatullah merujuk pada tingkat pengenalan yang mendalam terhadap Allah, yang tidak hanya berdasarkan pengetahuan intelektual, tetapi juga pengalaman hati dan jiwa.
Ini adalah bentuk pengenalan yang melampaui pemahaman biasa, yang melibatkan pemahaman batin, kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan, dan merasakan kedekatan yang nyata dengan-Nya.
Beberapa elemen penting dalam ma'rifatullah adalah:
A.Pengalaman Batin yang Mendalam: Pengenalan terhadap Allah bukan hanya melalui akal, tetapi juga melalui hati yang terbuka dan spiritualitas yang dalam.
Kesadaran tentang Keberadaan Allah: Pengenalan ini melibatkan kesadaran bahwa Allah selalu ada, mengatur segala sesuatu, dan berada dekat dengan setiap hamba-Nya.
B.Keikhlasan dan Tawadhu' (Kerendahan Hati): Orang yang mencapai ma'rifatullah akan merasakan kedekatannya dengan Allah, yang memotivasi mereka untuk selalu rendah hati, tidak membanggakan diri, dan sepenuhnya berserah kepada-Nya.
C.Dzikir dan Ibadah yang Mendalam:
Proses mengenal Allah juga melibatkan dzikir (mengingat Allah) secara terus-menerus dan menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan penghayatan
D.Ma'rifatullah adalah tujuan tertinggi dalam perjalanan spiritual seorang Muslim, dan sering kali dianggap sebagai bentuk pencapaian yang lebih tinggi setelah 'ilm (pengetahuan) dan yakin (keyakinan).
2
MA'RIFATULLAH DALAM PANDANGAN TASAWUF
Menurut ahli tasawuf, mengenal Allah (ma'rifatullah) adalah tujuan tertinggi dalam spiritualitas Islam. Para sufi memahami bahwa pengenalan ini bukan hanya terbatas pada pengetahuan tentang Allah, tetapi juga melalui pengalaman spiritual yang mendalam.
(Meleburkan Diri)
Salah satu cara mengenal Allah menurut tasawuf adalah melalui konsep fana, yaitu melepaskan segala ego dan keakuan untuk mencapai kesadaran akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan. Fana adalah proses spiritual yang membawa seseorang kepada kesatuan dengan Allah.
Dzikir (mengingat Allah) adalah jalan lain yang dianjurkan oleh ahli tasawuf untuk mengenal Allah. Dengan dzikir, seorang hamba bisa merasakan kedekatan dengan Allah dan mengalami kesadaran spiritual yang mendalam. Dzikir yang dilakukan dengan hati yang khusyuk dan penuh rasa cinta akan membawa pada pengenalan yang lebih dalam terhadap Allah.
Para ahli tasawuf juga mengajarkan bahwa untuk mengenal Allah, seorang hamba harus berdiam diri, merenung, dan menyingkirkan gangguan duniawi. Dalam keheningan, seseorang dapat merasakan kehadiran Tuhan yang lebih nyata.
III. Dalil-Dalil yang Mendukung Ma'rifatullah.
3
AYAT AYAT AL QUR'AN DAN HADIST YANG MENDUKUNG MA'RIFATULLAH .
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi ﷺ yang mendukung pentingnya mengenal Allah dalam agama Islam.
A. Dalil dari Ayat Al-Qur'an:
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۚ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا ۚ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
Wa izh akhazha rabbuka min bani Adam min zuhurihim dhurriyyatahum wa ashhadahum 'ala anfusihim alastu birabbikum? Qaloo bala shahidna an taqooloo yawma al-qiyamati inna kunna 'an hadha ghafilin.
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (dengan berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu?' Mereka menjawab, 'Betul, Engkau Tuhan kami.'"
(QS Al A'raf ayat 172)
Ayat ini berbicara tentang perjanjian atau kesaksian yang Allah ambil dari keturunan anak-anak Adam sebelum mereka dilahirkan ke dunia.
Berikut penjelasan mengenai ayat tersebut:
إِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka..."
Pada ayat ini, Allah mengingatkan kita bahwa sebelum manusia dilahirkan ke dunia, Allah telah mengeluarkan semua jiwa manusia dari sulbi (tulang belakang) Nabi Adam AS dan mengumpulkan mereka.
وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ
"dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (dengan berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhanmu...?'"
Di sini, Allah mengajukan pertanyaan langsung kepada setiap jiwa yang ada pada saat itu, yaitu: "Bukankah Aku adalah Tuhanmu...?"
Ini adalah pengakuan fitrah, di mana setiap jiwa manusia mengakui keesaan Allah sebelum mereka lahir ke dunia.
قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا
"Mereka menjawab, 'Betul, Engkau Tuhan kami.
Setiap jiwa yang ada pada saat itu menjawab dengan jujur bahwa Allah adalah Tuhan mereka, yang menunjukkan bahwa pengetahuan tentang Tuhan sudah ada dalam fitrah manusia.
أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ
"Agar kamu tidak mengatakan pada hari kiamat, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalai terhadap ini.'
Allah mengingatkan kita agar kita tidak bisa berdalih nanti ketika pada Hari Kiamat bahwa kita tidak tahu atau lalai akan pengakuan kita terhadap Allah sebagai Tuhan.
Ini adalah pengingat bagi manusia untuk tidak melupakan pengakuan terhadap Allah yang sudah tercatat dalam fitrah mereka.
Ayat ini juga mengungkapkan konsep bahwa setiap manusia telah membawa pengakuan terhadap Tuhan sejak sebelum dilahirkan ke dunia, yaitu di alam roh. Allah memberi kesaksian ini agar ketika manusia dilahirkan dan menjalani kehidupan, mereka tidak akan bisa mengingkari atau menyangkal bahwa Allah adalah Tuhan mereka. Ayat ini mengandung pesan untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, karena kita sudah memiliki pengetahuan tentang-Nya sejak awal penciptaan kita.
Hal ini juga mengingatkan kita bahwa dalam perjalanan hidup, kita bisa saja lupa atau teralihkan, namun pada dasarnya setiap jiwa telah memiliki fitrah untuk mengenal dan mengakui Tuhan.
Dan lagi firman Allah dalam Al Qur'an
فَعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
Artinya :"Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan untuk orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, dan Allah mengetahui tempat pergianmu dan tempat kediamanmu."
(QS Muhammad ayat : 19)
Ayat ini juga menegaskan pentingnya mengenal dan meyakini keesaan Allah serta mendorong umat Islam untuk memohon ampunan atas dosa mereka, baik bagi diri sendiri maupun bagi sesama orang beriman.
.
B. Dalil dari Hadis Nabi ﷺ:
Berikut adalah hadis dari Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Muslim:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَىٰ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبَرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ".
Artinya: "Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin al-Muthanna, telah mengabarkan kepada kami Yahya, telah mengabarkan kepada kami Sa'id bin Abi Sa'id al-Maqbari dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya."
( HR Muslim)
Hadis ini juga menunjukkan bahwa pengenalan terhadap diri sendiri adalah jalan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, yang merupakan inti ajaran tasawuf dan spiritualitas Islam.
Dari Ali bin Abi Talib, beliau berkata: "Tidak ada yang lebih sulit bagi seorang hamba selain mengenal dirinya, dan tidak ada yang lebih bermanfaat daripada mengenal Allah." (Hadis Riwayat Al-Kabir)
5
CARA MA'RIFATULLAH (Mengenal Allah) MENURUT AHLI TASAWUF
Para sufi mengajarkan beberapa jalan untuk mengenal Allah, antara lain:
1 Thoriqah (Jalan Spiritual):
Dengan memasuki jalan Thoriqat maka engkau akan melatih setiap Maqom Maqom Al ahwal dalam Pengamalan dan mendapatkan cara cara hidup tertentu yang mengarah pada pencapaian ma'rifatullah.
2 Muraqabah: Yaitu Melakukan pengawasan batin untuk mengingat Allah setiap saat dan mencapai kesadaran spiritual.
Serta menyadari bahwa setiap gerak gerikmu tetap dalam pengawasan Allah.
3 Tafakkur dan Istighfar: Melakukan tafakkur (merenung) dan memperbanyak istighfar untuk mendekatkan diri pada Allah.
Berikut hadist nabi :
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِرَاشٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ."
Artinya: "Telah mengabarkan kepada kami Qutaybah bin Sa'id, telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Sa'id bin Abi Hirash, dari Ali bin Abi Talib, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Kenalilah Allah pada masa lapangmu, maka Dia akan mengenalmu pada masa kesulitanmu.'"( HR Muslim)
Hadis ini mengajarkan kita untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah pada saat kita dalam keadaan mudah dan lapang, agar ketika kita menghadapi kesulitan, Allah akan memberi pertolongan dan mengenal kita dengan kasih sayang-Nya.
6
APA TANDA TANDA SESEORANG YANG SUDAH MENGENAL ALLAH...?
Tanda-tanda seseorang yang telah mencapai ma'rifat kepada Allah (mengenal Allah dengan segenap hati dan jiwa) sangat erat kaitannya dengan kedalaman spiritual dan perubahan dalam kehidupan rohani mereka.
Ma'rifat bukanlah sekadar pengetahuan intelektual, melainkan sebuah pengalaman spiritual yang mendalam yang membawa seseorang lebih dekat dengan Allah.
Berikut adalah beberapa tanda orang yang sudah ma'rifat kepada Allah:
Berikut adalah tanda-tanda seseorang yang telah mencapai ma'rifat kepada Allah.
1. Kehidupan yang Penuh Ketundukan (Tawadhu)'
Orang yang telah mencapai ma'rifat kepada Allah akan lebih rendah hati dan tidak membanggakan dirinya. Mereka menyadari bahwa segala yang ada adalah milik Allah.
Dalil:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَىٰ الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا حَادَتْهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلاَمًا
Artinya: Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih (adalah) mereka yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang yang bodoh menyapa mereka, mereka mengatakan, 'Salam.'"
(Surah Al-Furqan (25:63))
2. Meninggalkan Keinginan Duniawi.
Seseorang yang ma'rifat tidak terlalu terikat pada kenikmatan duniawi dan lebih memilih kehidupan akhirat.
Dalilnnya :
وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡءَاخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلۡفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ
Artinya: Dan carilah pada apa yang telah diberikan Allah kepadamu (kebahagiaan) di akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Berbuat baiklah, sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."
(Surah Al-Qasas ayat :77)
3. Selalu Merasa Dekat dengan Allah.
Orang yang ma'rifat akan selalu merasakan kedekatan dengan Allah dalam setiap detik kehidupannya.
Dalilnya
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۚ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِي وَيُؤْمِنُوا۟ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
( Surah Al-Baqarah ayat :186):
4. Selalu menghiasi dengan Dzikir dan Ingatan kepada Allah.
Orang yang ma'rifat akan selalu berzikir dan mengingat Allah dengan penuh ketenangan dalam setiap keadaan.
Dalil:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
Artinya: Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram."
( Surah Ar-Ra'd ayat :28)
5. Ketaatan yang Tak Terbatas.
Orang yang ma'rifat selalu taat kepada Allah dimana saja berada dan dengan penuh keikhlasan.
Dalil:
حَافِظُوا۟ عَلَىٰ ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ
Artinya:
"Peliharalah semua Sholatmu dan sholat wustha, dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk.
(Surah Al-Baqarah ayat :238)
6. Kehidupannya dipenuhi dengan rasa Sabar dan Syukur.
Orang yang sudah ma'rifat kepada Allah maka akan selalu sabar dan bersyukur dalam setiap ujian yang dihadapi.
Dalil:
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلْخَوۡفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقۡصٍۢ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۖ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٦ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتْهُمْ مُّصِيبَةٌۢ قَالُوا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
Artinya:
"Dan sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, 'Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepada-Nya lah kami akan kembali.'"
(Surah Al-Baqarah ayat 155-156)
7. Rasa Cinta yang Mendalam kepada Allah.
Orang yang sudah ma'rifat kepada Allah maka mereka akan mencintai Allah lebih dari apapun.
Dan lebih mencintai Allah daripada dirinya sendiri.
Dalil:
قُلۡ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَٰؤُكُمۡ وَإِخۡوَٰنُكُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ وَعَشِيرَتُكُمۡ وَأَمۡوَٰلٌۭ اقۡتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَٰتٌۭ تَخْشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَآ أَحَبَّ إِلَيۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍۢ فِى سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۚ وَٱللَّهُ لَا يَحْدِى ٱلۡقَوْمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ
Artinya:
"Katakanlah, 'Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta benda yang kalian usahakan, perdagangan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah yang kalian sukai, lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.' Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."
( Surah At-Tawbah ayat :24)
8. Mata Hati selalu Terbuka untuk Melihat Tanda-Tanda Kebesaran Allah.
Orang yang telah ma'rifat akan melihat kebesaran Allah dalam segala ciptaan-Nya dan dalam setiap kejadian yang disaksikan.
Dalil:
إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلۡلَيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَٰٓيَٰتٍ لّٰٓيَٰتٍ لّٰٓىٰيَٰتٍ لَّلۡأُلِىٰٓلْبَٰبِ ١٩١ *ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًۭا وَقُعُودًۭا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Artinya:
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, serta mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.'
(Surah Ali Imran ayat :190-191)
9. Merasa Kehadiran Allah dalam Setiap Waktu.
Orang yang sudah mencapai Maqom ma'rifat biasanya mereka akan merasakan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupannya.
Dalil:
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلۡأَرْضِ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ فِى كِتَٰبٍۢ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَىٰٓ ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ
Artinya:
"Apakah kamu tidak tahu bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Sesungguhnya hal itu ada dalam kitab (Lauḥ al-Mahfūẓ), dan itu mudah bagi Allah."
(Surah Al-Mujadilah ayat :7)
10. Akan Istiqomah menjaga segala amal ibadah nya.
Orang yang sudah berada pada Maqom ma'rifatullah akan selalu menjaga Ibadah mereka baik itu berupa zikir zikir harian dan ibadah sunah yang selalu mereka kerjakan maka akan tetapi mereka jaga dengan Istiqomah.
Dalilnya.dalam Al Qur'an:
وَخَلَفَ مِنۡ بَعۡدِهِمْ خَلۡفٌۭ أَضَٰعُوا۟ ٱلصَّلَوةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّۭا
Artinya: "Kemudian datanglah sesudah mereka generasi yang menyia-nyiakan sholat dan mengikuti hawa nafsu. Maka mereka kelak akan menemui kebinasaan."
(Surah Al-A'raf ayat :169)
7
KESIMPULAN
MA'RIFATULLAH (Ma'rifat kepada Allah) adalah suatu tingkat kedalaman spiritual yang tinggi, di mana seseorang merasa sangat dekat dengan Allah dan benar-benar mengenal-Nya. Tanda-tanda ini bukanlah hal yang terlihat secara langsung dalam perilaku fisik, tetapi lebih kepada kondisi hati dan hubungan spiritual dengan Allah. Seseorang yang telah mencapai ma'rifat akan selalu berusaha menjaga keimanan dan ketakwaannya, hidup dengan penuh kedamaian, dan berusaha untuk mendapatkan ridha Allah dalam setiap aspek kehidupannya.
Wahai hamba yang sedang Belajar Ma'rifatullah..
ketahuilah bahwa tujuan hidup yang sejati adalah mengenal Allah dengan segenap hati dan jiwa. Ma'rifatullah bukanlah sekadar pengetahuan yang datang dari kata-kata, tetapi sebuah pengalaman yang mendalam yang akan membawa ketenangan dan kebahagiaan yang abadi. Cobalah untuk membuka hatimu dan melihat dunia dengan mata hati yang penuh ketulusan.
Ingatlah bahwa Allah selalu dekat dengan kita, lebih dekat dari urat leher kita. Setiap detik hidupmu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jangan biarkan dunia ini melalaikanmu, karena di dalam dzikir dan penghambaan kepada Allah, hati akan merasa tenang.
Jangan takut untuk merendahkan diri dan merasakan ketergantunganmu kepada-Nya. Hanya dengan mengenal Allah, hidupmu akan penuh dengan cahaya dan ketenangan yang tidak dapat ditemukan di tempat lain.
Setiap kesulitan akan terasa ringan, dan setiap nikmat akan membawa rasa syukur yang mendalam.
Mulailah dengan langkah kecil, tetapi penuh kesungguhan. Jadikan setiap ibadah sebagai jembatan yang menghubungkan dirimu dengan Allah. Belajarlah untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah bagian dari takdir-Nya yang penuh hikmah.
Wahai saudaraku, Allah berfirman, 'Kenalilah Aku, maka engkau akan mengenal dirimu sendiri.' Jadi, mulailah perjalananmu untuk mengenal Allah dengan hati yang terbuka dan penuh cinta. Karena dengan mengenal Allah, kita akan menemukan hakikat hidup yang sejati dan kedamaian yang tiada bandingannya."
"Ingatlah, ma'rifatullah adalah kunci menuju kedamaian hati, kebahagiaan sejati, dan keberkahan hidup."
Wassalam
Sumber dari Haris Haris

0 comments:
Catat Ulasan