APA ITU MATA BATHIN...?

 


APA ITU MATA BATHIN...?
Mata batin adalah istilah yang biasa dipakai untuk menggambarkan kemampuan hati seseorang yang dapat melihat dan menangkap sesuatu di balik yang tampak.
Dalam istilah Islam, yang mendekati makna ini adalah bashirah (بصيرة), yaitu penglihatan hati.
Allah berfirman:
ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
Artinya:
Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada." (QS. Al-Hajj ayat : 46)
Ayat ini menunjukkan bahwa hati juga memiliki “penglihatan”, yaitu kemampuan memahami kebenaran.
👁️ Hakikat Mata Bathin
Hakikatnya bukan seperti mata yang benar-benar melihat seperti kedua mata yang ada sibkepala, tetapi:
Kemampuan memahami hikmah Seseorang dapat melihat pelajaran di balik peristiwa, tidak hanya kejadian lahiriahnya.
Kepekaan hati terhadap kebenaran Hati mudah tersentuh oleh nasihat, ayat Al-Qur’an, dan tanda-tanda kebesaran Allah.
Nur atau cahaya iman Para ulama sering mengatakan bahwa bashirah lahir dari cahaya iman dan kebersihan hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اِتَّقُوا فِرَاسَةَ الْمُؤْمِنِ فَإِنَّهُ يَنْظُرُ بِنُورِ اللَّهِ
Artinya:
“Takutlah kalian terhadap firasat orang mukmin, karena ia melihat dengan cahaya Allah.”
(HR. Tirmidzi)
Ini sering dipahami sebagai ketajaman hati orang yang beriman, bukan kemampuan ghaib yang bebas sesuka hati.
📌Apa yang Bukan Mata Bathin...?
Perlu dibedakan agar tidak keliru:
❌Mata batin bukan berarti dapat mengetahui hal ghaib secara mutlak, karena yang mengetahui ghaib hanyalah Allah.
❌ Mata batin juga bukan sekadar dapat melihat makhluk halus atau hal aneh; itu bukan ukuran kedekatan kepada Allah.
Yang paling utama justru kejernihan hati, kebijaksanaan, dan ketakwaan.
Para ulama mengatakan:
👉“Hakikat bashirah adalah mengenal kebenaran dan mengikuti kebenaran.”
📌 Bagaimana cara menjernihkan mata bathin...?
Menurut para ulama, bashirah hati menjadi hidup dan tajam karena:
✅Dzikir dan mengingat Allah
✅Membaca dan merenungi Al-Qur’an
✅Menjaga diri dari dosa
✅Ikhlas dan membersihkan niat
✅Banyak tafakkur (merenung)
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa hati itu seperti cermin:
Jika bersih, ia memantulkan cahaya.
Jika kotor oleh dosa, ia menjadi gelap.
Mata kepala hanya melihat dunia,
tetapi mata batin melihat arah kehidupan.
Orang yang tajam mata batinnya bukan yang melihat perkara gaib,
tetapi yang mampu melihat akhirat di balik dunia, melihat akibat di balik perbuatan, dan melihat Allah dalam setiap tanda-tanda-Nya.
📌 Perbedaan Mata Zahir dan Mata Batin
Dalam pemahaman para ulama, manusia memiliki penglihatan lahir dan penglihatan batin. Keduanya berbeda pada alatnya, cara melihatnya, dan apa yang dapat dilihat.
1. Mata Zahir (mata kepala)
Mata zahir adalah kedua mata fisik yang ada di kepala.
Ciri-cirinya:
Melihat benda yang tampak: manusia, alam, warna, bentuk.
Terbatas oleh jarak, cahaya, dan arah.
Hanya menangkap yang lahiriah, bukan makna di baliknya.
Contoh:
👉Mata zahir melihat seseorang bersedekah.
Tetapi mata zahir tidak bisa melihat niat di dalam hatinya.
2. Mata Bathin (bashirah – penglihatan hati)
Mata batin adalah kemampuan hati memahami makna, hikmah, dan kebenaran.
Ciri-cirinya:
Melihat makna di balik peristiwa.
Menangkap hikmah, pelajaran, dan tanda-tanda Allah.
Bergantung pada iman, kebersihan hati, dan cahaya ilmu.
Contoh:
👉Mata batin melihat sedekah sebagai keikhlasan, pahala, dan rahmat Allah, bukan sekadar uang yang diberikan.
3. Hakikat yang diajarkan para ulama
Para ulama sering memberi perumpamaan:
Mata zahir seperti melihat permukaan laut.
Mata batin seperti mengetahui kedalaman laut
Orang bisa memiliki mata zahir yang tajam, tetapi jika hati lalai, ia tidak melihat kebenaran. Sebaliknya, orang yang hatinya hidup dapat melihat hikmah meskipun pandangannya sederhana.
4. Tanda Mata Batin Mulai Hidup
Ulama menyebut beberapa tanda:
✅Mudah tersentuh oleh nasihat dan ayat Allah.
✅Cepat menyadari kesalahan diri.
✅Lebih melihat aib diri daripada kesalahan orang lain.
✅Dunia terasa sementara, akhirat terasa dekat.
Kesimpulan
Mata zahir membantu kita menjalani kehidupan dunia,
sedangkan mata batin menuntun kita menuju keselamatan akhirat.
👁️ Apa yang Merusak Mata Batin dan Apa yang Menghidupkannya...?
Para ulama salaf menjelaskan bahwa mata batin (bashirah) itu seperti cermin. Ia bisa menjadi jernih dan bercahaya, tetapi juga bisa tertutup dan gelap.
Allah berfirman:
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya:
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka."
(QS. Al-Muthaffifin ayat : 14)
Ayat ini menunjukkan bahwa hati bisa tertutup, sehingga sulit melihat kebenaran.
📌1. Hal-hal yang Merusak Mata Batin
a. Dosa yang terus dilakukan
Dosa adalah sebab utama gelapnya hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba jika berbuat dosa, ditorehkan satu titik hitam di hatinya…”
(HR. Tirmidzi)
Jika dosa terus dilakukan tanpa taubat, titik itu menutupi hati.
Contoh dosa yang sangat berpengaruh:
Dusta, Ghibah,Memandang yang haram, Memakan yang haram
b. Cinta dunia yang berlebihan
Bukan dunia yang tercela, tetapi ketergantungan hati kepada dunia.
Ulama mengatakan:
“Cinta dunia adalah pangkal kelalaian.”
Hati yang penuh dunia menjadi berat untuk mengingat akhirat.
c. Lalai dari dzikir
Hati yang jarang mengingat Allah menjadi keras.
Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.”
(QS. Al-Hasyr: 19)
d. Terlalu banyak bicara dan terlalu banyak melihat yang tidak bermanfaat.
Para ulama salaf sangat menjaga lisan dan pandangan, karena:
Lisan mempengaruhi hati
Pandangan adalah pintu masuk ke hati
📌 2. Hal-hal yang Menghidupkan Mata Batin.
a. Taubat yang sungguh-sungguh
Taubat itu seperti mencuci hati.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat.”
(QS. Al-Baqarah ayat : 222)
Taubat yang tulus membuat hati kembali lembut.
b. Dzikir dan mengingat Allah
Dzikir adalah makanan bagi hati.
Allah berfirman:
“Ingatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
c. Membaca dan merenungi Al-Qur’an
Al-Qur’an bukan hanya dibaca, tetapi direnungi.
Ulama mengatakan:
“Al-Qur’an adalah cahaya, dan hati adalah tempat cahaya itu.”
d. Duduk bersama orang shalih dan orang berilmu
Hati manusia mudah terpengaruh oleh lingkungan.
Para salaf mengatakan:
“Melihat wajah orang shalih dapat mengingatkan kepada Allah.”
e. Tafakkur (merenung)
Merenungi:
Kematian, Akhirat,Nikmat Allah, Kelemahan diri
Ini sangat menghidupkan hati.
3. Tanda Mata Batin Mulai Hidup.
Para ulama menyebut tanda-tandanya:
✅Mudah menangis atau tersentuh oleh ayat Allah.
✅Hati cepat sadar ketika berbuat salah.
✅Dunia terasa sementara, Akhirat terasa dekat.
🌹Nasehat Ulama Salaf
Sebagian ulama berkata:
“Bukanlah kebutaan itu butanya mata, tetapi kebutaan adalah ketika hati tidak bisa membedakan jalan menuju Allah.”
Dan mereka juga berkata:
“Jika hati hidup, sedikit nasihat sudah cukup. Jika hati mati, seribu nasihat tidak bermanfaat.”
Penutup Renungan
❌Mata zahir melihat dunia yang fana,
✅Mata bathin melihat perjalanan menuju Allah
❌Mata Zahir dapat melihat sesuatu dengan jelas,
✅Mata Bathin dapat melihat sesuatu dengan benar.
Wassalam..

Sumber dari Haris Haris
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan