MENYEMPURNAKAN IMAN KITA KEPADA ALLAH SWT*


MENYEMPURNAKAN IMAN KITA KEPADA ALLAH SWT*

Sempurnakan KALIMAH SYAHADAH,
Sempurnakan ISLAM, IMAN DAN EHSAN.
"ILMU TAUHID AQOI'DUL IMAN"
PENDAHULUAN...
Untuk menjalankan ILMU TAUHID itu dibahagi kepada tiga pembahagian menurut Akal yang Khawas, yang ada lima (Pancaindra) yaitu;
1) Pendengaran.
2) Penglihatan.
3) Penciuman.
4) Perasa.
5) Lidah.
Menurut Hadist (Khobar) yang Mutawatir, yaitu khobar yang turun menurun dari Rasulullah saw.
* Adapun penjelasan Khobar Mutawatir itu ada dua bahagian;
1) Khobar Mutawatir yang datang dari Lidah orang banyak.
2) Khobar Mutawatir yang datang dari Lidah Rasul-Rasul.
* Akal, yaitu Hukum yang mengatur sesuatu hal yang ADA atau TIDAK ADA, dan pemahaman Akal itu dibahagi menjadi dua bahagian;
1) Akal Nadzori,
Yaitu Akal yang memerlukan pemikiran dan keterangan (Dalil).
2) Akal Dzoruri,
Yaitu Akal yang tidak memerlukan pemikiran dan keterangan.
* Adapun Hukum Akal itu dibahagi kepada tiga bahagian;
1) Wajib Akal,
Yaitu perkara yang tidak boleh diterima oleh Akal akan tidak Adanya maka Wajib Adanya (Dzat, Sifat dan Af'al Allah swt)
2) Mustahil Akal,
Yaitu perkara yang tidak boleh diterima oleh Akal akan Adanya maka mustahil Adanya (Segala kebalikan dari sifat yang wajib, sekutu)
3) Harus Akal,
Yaitu perkara yang boleh diterima oleh Akal akan Adanya atau Tiadanya (Alam dan segala isinya yang baru, diciptakan)
* Adapun Aqo'idul Iman itu dibahagi menjadi lima pembahagian;
1) AQO'IDUL IMAN 50 :
Yaitu dengan singkat untuk menjelaskan IMAN kita dan Wajib diketahui bagi semua orang islam yang baligh lagi berakal (Mukallaf) laki-laki atau perempuan yang mulai ingin mengerjakan ibadah kepada Allah swt, jikalau kita tidak mengetahui tentang Aqo'idul Iman yang singkat ini maka belum dikatakan SAH ibadah kita kepada Allah swt.
Kerana didalam Akidah Islamiyah itu diatur dengan aturan Mengenal ALLAH swt dan Sifat-SifatNya secara terperinci, kerana tidak mungkin kita Mengimani (Percaya) dengan Yakin jika kita tidak mengetahui Akidah IMAN kita pada ALLAH swt.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ
Dari Abu Hurairah: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, Beliau bersabda;
"Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang, dan malu adalah bahagian dari iman"
مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ وَبِشْرُ بْنُ الْحَكَمِ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيُّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ الْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
Muhammad bin Yahya bin Abu Umar al-Makki dan Bisyr bin al-Hakam keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz -yaitu Ibnu Muhammad ad-Darawardi- dari Yazid bin al-Had dari Muhammad bin Ibrahim dari Amir bin Sa'ad dari al-Abbas bin Abdul Muththalib bahawa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda;
"Orang yang redha dengan Allah sebagai Rabb dan Islam sebagai agama serta Muhammad sebagai Rasul, maka dia telah merasakan nikmatnya iman.
(HR. Muslim No.4057)
* Adapun AQO'IDUL IMAN itu adalah;
20 Sifat yang Wajib dan 20 Sifat yang Mustahil dan 1 Sifat yang Harus maka dijumlahkannya menjadi 41,
dan 4 Sifat yang Wajib bagi Rasul dan 4 Sifat yang Mustahil bagi Rasul dan 1 Sifat yang Harus pada Rasul maka menjadi 9, maka dijumlahkannya dengan 41, jadilah 50 Aqo'id.
2) AQO'IDUL IMAN 60
3) AQO'IDUL IMAN 64
4) AQO'IDUL IMAN 66
5) AQO'IDUL IMAN 68
* Adapun Aqo'idul Iman yang empat ini untuk Ma'krifat;
Yaitu untuk membezakan Dzat Allah Ta'ala yang QODIM (Dahulu) dan Baqo' (Kekal) dengan Dzat yang Hudus (Baharu) yaitu Makhluk, dan membezakan Sifat Allah swt dengan sifat yang Baharu dan membezakan Perbuatan Allah swt dengan perbuatan yang Baharu.
Maka semuanya itu Benar, hanya perselisihannya pada Rukun Iman sahaja,
Sebahagiannya tidak dimasukkan didalam Rukun Iman yang empat perkara, maka jadilah 60,
Setengahnya dimasukkan Rukun Iman tetapi tidak dimasukkan lawannya, maka jadilah 64,
Dan setengahnya dimasukkan Rukun Iman yang empat perkara dan lawannya, maka jadilah 68,
Dan yang 66 itu tidak masyhur kerana tidak dimasukkan satu Sifat yang Wajib bagi Rasul dan lawannya maka inilah sebab menjadi 66.
* Maka barulah menjadi SYAHADAH itu dua bahagian;
1) Syahadah Tauhid,
Yaitu "Ashadu Anllaa Ilaha Ilallah"
2) Syahadah Rasul,
Yaitu "Ashadu Ana Muhammadarrasuulullaah"
* Adapun Fardhu SYAHADAH itu dua perkara;
1) Di ikrarkan dua Kalimah itu dengan Lidah.
2) Ditasdiqkan makna itu kedalam Hati.
* Adapun Syarat BERSYAHADAH itu empat perkara;
1) Di ketahui apa isi didalam Dua Kalimah itu.
2) Mengiqrarkan dua Kalimah itu dengan Lidah bagi yang mampu.
3) Ditasdiqkan maknanya itu kedalam Hati.
4) Diyakinkan sungguh-sungguh didalam Hati.
* Rukun SYAHADAH itu ada empat perkara;
1) Mengisbatkan (Menetapkan) Dzat Allah Ta'ala adalah Dzat yang Wajibul Wujud.
2) Mengisbatkan Sifat Allah swt adalah Sifat yang Kamaalaat' atau Sifat yang Kesempurnaan.
3) Mengisbatkan Af'al Allah swt memberi bekas dan yang terjadi dalam alam ini semua PerbuatanNya.
4) Mengisbatkan Kebenaran Muhammad Rasulullah itu Benar, Yakin atau Membenarkan Kebenarannya tanpa ada Syak, Zan dan Waham.
* Adapun Kesempurnaan SYAHADAH itu empat perkara;
1) Diketahui.
2) Di iqrarkan dengan Lidah.
3) Ditashdiqkan dengan Hati.
4) Dilakukan dari dalam Hati sampai kepada keseluruh anggota (Amaliyyah').
* Yang membinasakan SYAHADAH itu empat perkara;
1) Keraguan Hatinya kepada Allah swt.
2) Menduakan (Syirik) kepada Allah swt.
3) Menyangkal bahawa dirinya dijadikan oleh Allah swt.
4) Tidak ada Mengisbatkan Dzat, Sifat dan Af'al Allah swt dan kebenaran Rasulullah 

( Sumber dari TASAWUF FALSAFI )


Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan