KAITAN PUASA RAMADAN DENGAN LAILATUL QADAR bhg 1

 


KAITAN PUASA RAMADAN DENGAN LAILATUL QADAR
Puasa yang sebenarnya ialah mengesakan zat Allah yang meliputi, diri manusia. Apabila manusia dapat SE pada zat Allah maka akan zahir lah Afaal Allah.
Salah satu dari Afaal Allah ialah tidak makan dan minum, Nyatanya manusia yang sebenar-benar puasa itu adalah manusia yang kodim hakiki yang tuhan jadikan untuk menzahirkan Afaal Allah.
Inilah pengertian puasa yang haq yang menyatakan haq Allah dan melenyapkan haq manusia. Dalam 12 bulan Allah minta manusia yang bertakwa dan beriman supaya MENZAHIRKAN AFA'ALNYA selama satu bulan diwaktu siang hari.
Untuk menzahirkan Afa'alnya maka Allah suruh tauhidkan dirinya. Bila manusia dapat MENGESAKAN atau MENTAUHIDKAN diri ZAT maka terasalah kenyang, hati pun senang.
Nyatalah makanan itu sebagai alat atau barang yang melindungi zat dalam diri kerana manusia boleh hidup tanpa makan minum asalkan ianya SE pada ZAT dan Sifat Allah.
Peristiwa diturunkan Al-Qur’an juga terjadi pada malam ramadhan. (Al-Quran diturunkan kepada orang yang telah berpuasa) Allah Azza wa Jalla menurunkannya untuk menerangi kegelapan hati! Menelusuri arti Al-Qur’an dalam kehidupan umat manusia memerlukan petunjuk Allah Yang Maha Mengetahui. Untuk itulah, pada malam Al-Qadar diturunkan (pertama kali) Al-Qur’an, dan (secara berulang diturunkan setiap tahun) oleh Allah Azza wa Jalla, sebagai Hudan (Petunjuk) bagi manusia!
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (Q.S. Al-Baqarah : 185).
Pengetahuan kita mengenai Al-Qur’an diturunkan pada malam Al-Qadar (kemuliaan) sudah ditegaskan oleh Allah dalam surat Al-Qadr berikut:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan” (Q.S. Al-Qadr : 1).
Sebagai petunjuk untuk menerangi kegelapan, Al-Qur’an sangat diperlukan oleh umat manusia! Pada saat diturunkan untuk pertama kali kepada Rasulullah saw yang mulia, Al-Qur’an diturunkan melalui Jibril a.s. ke dalam hati beliau. Sebelum diturunkan, hati Nabi Saw pun belum mengetahui apa dan bagaimana beliau seharusnya,
“Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman” (Q.S. Al-Baqarah : 97).
“Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)” (Q.S. Al-Baqarah : 269).

Tuan Guru Dr. Hj Jahid Sidek Al - Khalidi

SIAPAKAH ULIL ALBAB (ORANG YANG BERAKAL) DAN BAGAIMANA CARA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK MENJADI ULIL ALBAB
3.Surah 'Āli `Imrān ayat 190
‎إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ
Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi
orang-orang yang berakal; (Ulil Albab)
3.Surah 'Āli `Imrān ayat 191
(Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): "Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.
Proses pengajaran pengetahuan Al-Qur’an ke dalam hati disebut sebagai karunia Allah yang diturunkan (ilham)! Indikasi yang menyebutkan adanya karunia yang diturunkan (ilham) adalah berbuat tidak atas dasar keinginan sendiri, melainkan berdasarkan kehendak-Nya! Jika akan berbuat sesuatu (ambil barang orang, misalnya), tiba-tiba tangan tidak dapat digerakkan oleh kendali akal, selain di dalam hatinya ada suara menjelaskan begini dan begitu!
Cahaya Al-Qur’an Pada Malam Al-Qadar
Keyakinan akan datangnya malam Al-Qadar yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an relatif tidak sama di antara para ulama mazhab! Kebanyakan kaum mukmin yang berharap turunnya keberkahan pada malam Al-Qadar, mereka sangat mengharapkan Allah menurunkannya ke dalam jiwanya kemuliaan, keberkahan dan kualiti keimanannya!
Bagi Allah, petunjuk yang menerangi kegelapan yang dipancarkan ke dalam jiwa kaum mukmin, bukanlah perkara yang sulit! Apa pun yang telah ditetapkan di dalam kehendak-Nya, maka tak akan ada yang dapat menghalangi-Nya!
Allah Azza wa Jalla telah menetapkan bahwa Al-Qadar adalah kemuliaan bagi diri-Nya untuk menurunkan Al-Qur’an yang penuh keberkahan dan cahaya-Nya. Maka, bagi kaum mukmin yang sangat mengharapkan dengan penuh keikhlasan dan keyakinan yang sangat kuat, tidak ada kata musykil akan dikaruniakan Al-Hikmah (kebijaksanaan Allah)!
DENGAN MELAKSANAKAN PERINTAH ALLAH YANG TERKANDUNG DIDALAM
7.Surah Al-'A`rāf ayat 180
Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan.
17.Surah Al-'Isrā' ayat 110
Katakanlah (wahai Muhammad): "Serulah nama "Allah" atau nama "Ar-Rahman", yang mana sahaja kamu serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka); kerana Allah mempunyai banyak nama-nama yang baik serta mulia". Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau solatmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.
87.Surah Al-'A`lá ayat 15
Dan menyebut-nyebut dengan lidah dan hatinya akan nama Tuhannya serta mangerjakan sembahyang (dengan khusyuk).
CARA UNTUK MENYEBUT ALLAH BOLEH DILAKUKAN MENGIKUT SEPERTI FIRMAN ALLAH PADA
73.Surah Al-Muzzammil ayat 8
Dan sebutlah akan nama Tuhanmu, serta tumpukanlah kepadaNya dengan sebulat-bulat tumpuan
Ini adalah cara untuk menyebut Allah dengan lisan lidah ...
Untuk melaksanakan perintah Allah
7.Surah Al-'A`rāf ayat 180
Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah (dan berdoalah) kepadaNya dengan menyebut nama-nama itu, dan pulaukanlah orang-orang yang berpaling dari kebenaran dalam masa menggunakan nama-namaNya. Mereka akan mendapat balasan mengenai apa yang mereka telah kerjakan.
17.Surah Al-'Isrā' ayat 110
Katakanlah (wahai Muhammad): "Serulah nama "Allah" atau nama "Ar-Rahman", yang mana sahaja kamu serukan (dari kedua-dua nama itu adalah baik belaka); kerana Allah mempunyai banyak nama-nama yang baik serta mulia". Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau solatmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.
ini seseorang itu boleh juga melaksana mengikut sepertimana sabda Nabi Muhammad saw...
Saidina Ali Rodziallah hu'an hu Bertanya kepada Rasulullah bagaimana aku nak hampir dengan Allah ya Rasulullah. Rasulullah menjawab mari dekat dengan aku ya Ali hingga bertemu lutut.
- Pejamkan mata mu,
- Tongkat kan lidah mu ke langit2,
- sebutlah nama Allah sebanyak2nya
Ini adalah cara untuk menyebut Allah secara tersembunyi didalam hati ...
FADZILAT ZIKIR YANG TERSEMBUNYI
Rasulullah saw pernah bersabda ,
“Zikir (dengan tidak bersuara) lebih unggul dari pada zikir (dengan suara) selisih tujuh puluh kali lipat.
Jika tiba saatnya hari kiamat maka Allah akan mengembalikan semua perhitungan amal semua makhluk-makhluknya sesuai amalnya.
Para malaikat pencatat amal datang dengan membawa tulisan-tulisan mereka.
Allah berkata pada mereka , lihatlah apakah ada amalan yang tersisa pada hamba-Ku ini ?
Para malaikat itu menjawab , kami tidak meninggalkan sedikit pun amalan yang kami ketahui kecuali kami mencatat dan menulisnya.
Allah lalu berkata lagi (pada hamba-Nya itu), kamu mempunyai amal kebaikan yang hanya Aku yang mengetahuinya.
Aku akan membalas amal kebaikanmu itu.
Kebaikanmu itu berupa zikir dengan sembunyi (tak bersuara).”
( Hadis Riwayat Al-Baihaqi )

( Sumber dari ISLAM SUDAH KEMBALI DAGANG )

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen