TENGGELAM DALAM LAUTAN KEHIDUPAN


 TENGGELAM DALAM LAUTAN KEHIDUPAN

"Berani dalam memegang prinsip"

Kehidupan yang telah kita dapatkan merupakan anugerah terbesar bagi kita, karena fungsi akal pikiran kita bisa menjelajah mengenali dan memahami setiap bentuk-bentuk yang terekam oleh alat indera kita. Fungsi hidup kita sesungguhnya bukan sekedar menunggu waktu ajal kita tiba, lebih dari itu untuk digunakan sebagai pencarian value diri kita akan perannya dalam menjalani kehidupan kita.

Seorang individu manusia tidak dapat menemukan seberapa pentingnya status pekerjaan yang didapatkannya, sebelum tahu seberapa hebatnya pergolakan bathin seseorang ketika menghadapi kenyataan harus keluar dari pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan penghasilannya.

Begitu juga seorang anak manusia tidak dapat menemukan betapa pentingnya sosok ibu atau pun ayah dalam kehidupan ini, sebelum anak manusia tersebut berubah peran menjadi seorang ibu atau ayah bagi anak-anaknya atau mungkin saat mereka mengalami kehilangan sosok ibunya atau ayahnya disaat mereka masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya.

Bahkan saat seorang mahasiswa dalam upaya pencarian jati dirinya untuk menemukan fungsi dirinya bagi keluarga maupun masyarakat luas tidak dapat menemukan betapa pentingnya pengakuan keluarga maupun masyarakat luas terhadap dirinya, sebelum mahasiswa tersebut merasakan menjadi panutan di keluarganya maupun masyarakatnya ketika mereka memiliki peran misalkan sebagai tokoh masyarakat atau pejabat atau mungkin saat mereka kesulitan meraih impian yang diharapkannya.

'Berani berbuat berani bertanggung jawab atas perbuatannya' prinsip seperti ini seharusnya menjadi serbuk mesiu untuk meledakkan kesadaran diri kita bahwa pentingnya kita dalam menjalani hidup untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru yang harus kita lakukan sebagai motivasi bagi diri kita sampai akhirnya kita pun memahami dan menyadari bahwa keberhasilan dan kegagalan yang kita peroleh hanyalah sebuah perjalanan hidup semata bukan suatu tujuan akhir dalam kehidupan kita.

'Cogito Ergo sum' menyadarkan kita bahwa keberadaan kita harus memiliki nilai penting bagi diri kita sendiri, maka itu menenggelamkan diri kita dalam setiap persoalan kehidupan ini akan menunjukan kedewasaan pribadi seseorang dalam menemukan solusi kehidupannya. Individu manusia yang mengalami kehidupan yang kompleks dalam perjalanan hidup dirinya akan memiliki kematangan mental yang lebih baik dibanding dengan individu manusia yang selalu memproteksi diri terhadap persoalan kehidupan.

Siapa yang memiliki prinsip dalam kehidupannya, siapa yang memiliki falsafah dalam kehidupannya, dan siapa yang memiliki tekad yang kuat dalam kehidupannya maka pribadi-pribadi yang seperti ini akan menjadi nakhoda handal dalam mengarungi dan menyelami samudera kehidupan. Bukan seberapa terhormatnya sosok pribadi kita di sudut pandang orang lain tetapi lebih jauh dari itu seberapa pentingkah diri kita bagi pribadi kita dan orang lain. Menjadi orang baik itu penting, tetapi jauh lebih penting kita faham seperti apa kebaikan di mata kita dan di mata orang lain.

By: MZM, 12112020.

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen