QOLBU MUKMIN BAITULLOH

 


TANPA HURUF TANPA SUARA

Sama tengah hati itu perhimpunan tubuh, hati, nyawa, rahasia. Semua itu berhimpun pada Ruh Qudus. Ini rahasia Yang Mahakuasa. Ini yang berkuasa pada diri manusia.

Kalau kita tafakur dan semua berhimpun pada sama tengah hati, berkhidmatlah seluruh zahir-batin. Lenyap pada sama tengah hati. Di sini kita akan mendapat pelajaran. Yang berkata-kata itu wa fi sirri Ana. Pelajaran yang kita dapat ini tanpa huruf-tanpa suara. Kita dapat paham dengan sendirinya. Yang bisa memperoleh ini ahli hakikat dan makrifat

QOLBU MUKMIN BAITULLOH

Bagi umat Islam sebagai bahan rujukan untuk mencari dan mengenal Allah adalah melalui firman-firman Allah di dalam Al Qur’an dan Sunah Rosulullah. Allah menciptakan jin dan manusia agar beribadah kepadaNya. Allah menciptakan manusia dengan cara yang sempurna sebagaimana Firman-Nya:

Aku ciptakan manusia dengan cara yang sempurna ( AT-TIN 95 : 4 ).
Berarti bahan dasarnya juga harus sempurna yaitu Dzat Yang Maha Sempurna.

Setelah Aku sempurnakan kejadiannya Aku tiupkan Ruh-KU kedalamnya ( AL HIJR 15 : 29 dan ASH SHAAD 38 : 72 )

Berarti Dzat Allah berada di dalam diri setiap manusia, baik kulit hitam, putih, coklat maupun kuning.
Dan Zzat Allah berada di dalam semua mahluk ciptaanNYA. Misalnya di dalam bunga yang berwarna-warni, Dzat Ilahiah menjadi tersembunyi didalam semua mahluk ciptaanNya, seperti halnya biji gandum, setelah menjadi roti, biji gandumnya tidak nampak lagi, namun dzat gandumnya tetap ada, tersembunyi di dalam roti.

Dzat Allah meliputi segala sesuatu, berarti alam semesta termasuk planet bumi ini berada di dalam “Jubah” Allah. Kita semua tenggelam atau baqa dalam Tuhan. Bila Jubah Allah itu bulat seperti bola maka kita semua seperti berada di dalam bola yang kemanapun kita menghadap baik kekiri, ke kanan, ke atas maupun kebawah disanalah Wajah Allah. "DIA" ada dimana-mana namun dalam ke-Esa-an-NYA, DIA tidak kemana-mana.

Kenyataannya memang mencari dan mengenal Allah bukan perjalanan ke mekah, melainkan perjalanan melalui penelusuran tanda-tandaNYA kedalam diri kita sendiri untuk menuju kepadaNYA.
Mulai dari alam lahiriyah ke alam bathiniah.. Karena Allah adalah AL BATHIN… Rumahnya di dalam bathin. Kitabnya juga berada di dalam bathin.. KITAB SEJATI dan GURU SEJATI ada didalam diri

Perhatikan Firman Allah :
Dialah Jibril yang telah menurunkan Al Qur’an ke dalam qolbumu atas izin Allah ( AL BAQARAH 2:97)

( Al Qur’an ) ini adalah ayat-ayat yang nyata di dalam hati orang-orang yang diberi ilmu dan hanya orang-orang durjana yang mengingkari ayat-ayat Kami
(AL ANKABUT 29 : 49)

Dia (Allah) akan memberi petunjuk kepada Hatinya (AT-TAGABUN 64 : 11)

Sesungguhnya Al Qur’an yang mulia berada pada kitab yang terpelihara dan tidak tersentuh kecuali oleh mereka yang di sucikan ( AL WAQI’AH 56 77-78-79 )

Sabda Rosulullah saw : "Bacalah kitab yag kekal yang berada di dalam diri kalian"

Qolbu mukmin itulah baitullah yang hakiki, yang harus dibersihkan melalui dzikir dan tafakur serta mujahadah agar tidak menjadi sarang syetan dan iblis. Bila hati kita bersih jalan menuju Tuhan terbuka lebar, bebas hambatan. Dzikir adalah jalan menuju kepada Allah.. Dzikirullah itu dilakukan setiap saat, dimana saja dan kapan saja. Dzikir itulah sholat yang kekal, dzikir itulah sholat bathin…

Allah adalah Al Bathin, Rumahnya dan KitabNya ada di dalam bathin, sholatnya pun sholat bathin dan wudunya adalah wudu perbuatan. Rosulullah berkata, kita harus bisa mati sebelum mati, agar kesadaran Ruhnya bangkit untuk berkomunikasi dengan Allah.. Karena Ruh berasal dari Dzat Allah Yang Maha Suci.

Semoga bermanfaat..

( Sumber dari Rusda Indah ke Satu Hati /Satu Huu )


Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen