PERJALANAN MENUJU CAHAYA





 Imam Junaid al-Baghdadi berkata:

“Kita tidak mengambil tasawwuf dengan banyak berbicara, kita mengambil tasawwuf dengan banyak lapar, bangun malam dan meninggalkan segala kenikmatan-kenikmatan.”


PERJALANAN MENUJU CAHAYA
"Kebeningan hati sebagai cerminnya"

Jika kotor segumpal daging itu maka akan kotor pula perilaku kita, jika bersih segumpal daging itu maka akan bersih pula pulang rusuk kita tersembunyi tapi mudah nampak akibatnya dalam bentuk perilaku kita.

Perjalanan hati merupakan perjalanan lintas ruang dan waktu, penjelajahannya meliputi setiap rasa yang dimiliki menebus alam semesta dan menembus alam terdalam pada diri manusia. Setiap hati mengalami perjalanan Ruhani dalam bimbingan hati guru yang memantau kerahasiaan yang terjadi dalam perjalanan tersebut. Hati yang bersih akan dapat melihat cerminan dari hati yang lain sehingga tampaklah jelas perjalanan itu sebagai Rahmat Tuhan yang diberikan kepada hambanya, maka akan tumbuh keyakinan yang semakin kuat seperti pohon yang menghujam akarnya kedalam bumi dan seperti pohon yang tumbuh cabang-cabangnya menghasilkan daun dan buah yang manis rasanya.

Jika kebeningan hati yang kita miliki kemudian kita hadapkan kepada pribadi manusia yang berhati kotor, maka akan nampaklah jelas kekotoran pikiran dan perilaku orang tersebut bahkan akan menularkan kekotoran hatinya kepada kebeningan hati yang kita miliki sehingga akhirnya kita pun akan terjebak dalam kegelapan Ruhani. Betapa pentingnya menjaga kebeningan hati agar bisa terpelihara dalam kemuliaan cahaya keimanan sehingga sampailah kepada pintu kemenangan yang hakiki.

Perjalanan menuju cahaya merupakan perjalanan yang penuh dengan rahasia, maka seyogyanya perjalanan itu jangan diumbar di muka umum karena akan menimbulkan fitnah ketika dikaji oleh manusia-manusia yang tidak memiliki keilmuannya. Setiap rahasia yang ada hanya bisa dipahami oleh para pemilik rahasia, karena semua yang menjadi rahasia ketuhanan hanya diketahui oleh mereka-mereka yang telah diselimuti cahaya ketuhanan.

Tidaklah mungkin pada diri mereka yang memelihara kekotoran hatinya dapat melihat kilapan cahaya ketuhanan, bagaikan wajah yang menatap cermin yang telah rusak maka yang tampak hanyalah keburukan rupa semata tanpa terlihat keindahan wajah yang sempurna. Begitulah hati berbicara kepada hati yang mau mendengar, begitulah hati bercermin kepada hati yang mau bersih, begitulah hati memancarkan cahayanya kepada hati yang mau disinari, begitulah hati membawa ketuhanan kepada hati yang mau bertuhan, begituerilaku kita. Begitulah segumpal daging menunjuk kepada isi hati kita yang berada dibalik badan kita dengan perlindungan tlah hati membawa kebahagiaan kepada hati yang mau bahagia, begitulah hati membawa ketenangan kepada hati yang mau tenang, begitulah hati membawa penglihatan kepada hati yang mau diperlihatkan, begitulah hati membawa kemenangan kepada hati yang mau dimenangkan..

ke ( Mengenal HAKIKAT INSAN (Diri )



Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen