"Hati sumber dari segala hasrat"


"Hati sumber dari segala hasrat"

JANGAN SALAH MENEMPATKAN HATI

Setiap pribadi manusia terlahir dalam keadaan suci tanpa dosa dan kekhilafan yang membebaninya. Menjadi seorang umat Islam ataupun umat Nasrani ataupun umat Yahudi ataupun Majusi ataupun yang lainnya tergantung orang tuanya tempat manusia dilahirkan. Lingkungan tempat tinggalnya menjadi tempat tumbuhnya fisik mereka dan berkembangnya psikis mereka, mulai dari lingkungan terkecilnya yaitu keluarga inti sampai lingkungan terbesar masyarakat luar dari keluarganya.

Seiring waktu berjalan manusia yang tadinya suci bersih hati, jiwa, pikiran, dan nuraninya lambat laun mulai tercemari oleh doktrin-doktrin dan motif-motif yang mempengaruhi perkembangan dirinya. Yang dulu hatinya penuh dengan kelembutan humanisnya berubah menjadi hatinya yang keras dominan arogan, yang dulunya jiwanya tenang damai berubah menjadi jiwanya yang resah berambisi, yang dulunya pikirannya jernih penuh kreatifitas berubah menjadi pikiran negatif penuh dengan motivasi kotor terhadap yang lain, dan yang dulu nuraninya subur penuh cinta kasih berubah menjadi nurani yang gersang haus akan penguasaan kepada yang lain.

Perubahan perilaku ini terjadi diakibatkan pengaruh dominan dari lingkungan sekitar yang manusia tempati, dari waktu ke waktu perubahan itu mengalami kecenderungan yang berubah-ubah kadang cenderung berperilaku positif lain waktu cenderung berperilaku negatif. Karena hati begitu mudahnya berubah-ubah tergantung kecenderungannya yang akhirnya mempengaruhi sisi psikis lainnya baik jiwanya, baik pikirannya, baik nuraninya maka kita jangan salah menempatkan hati kita 'dimana'..pada 'siapa'.. untuk 'apa'..harus 'bagaimana'..dst..

Jika hati kita lepaskan untuk cenderung mengikuti hawa nafsu hewani maka perilaku kita akan mudah untuk menjadi predator bagi manusia yang lain, begitu juga jika hati kita lepaskan untuk cenderung mengikuti ajaran syariat agama kita maka perilaku kita akan mudah untuk menunjukan sisi humanis dan kesemestaannya. Maka itu agama mengajarkan kita akhlak yang baik sebagai acuan perilaku hidup yang lebih tertata penuh Rahmat dan kemaslahatan bagi dirinya serta orang lain.

Hanya hati yang dilepaskan untuk memiliki kecenderungan kepada Allah SWT yang akan menyelamatkan dirinya di dunia dan akhirat, karena Allah SWT akan mengumpulkan hati setiap pribadi manusia dan menakar kepatuhan cinta kasihnya kepada Allah SWT. Hati kita inilah yang akan menunjukan seberapa besar kecintaan kita kepada Allah SWT dibanding kecintaan kita kepada makhluk ciptaannya. Jangan jebakkan hati kita kepada wanita..jangan jebakkan hati kita kepada keturunan..jangan jebakan hati kita kepada harta..jangan jebakan hati kita kepada tahta kekuasaan..jangan jebakan hati kita kepada yang sifatnya fana sementara waktu saja..ajaklah hati kita untuk mengenal dirinya, untuk mengenal ciptaan Tuhannya, untuk mengenal Tuhannya..hingga hati ini menemukan muara akhir tambatannya lautan cinta kasih yang tiada batas dari penciptanya Allah SWT.

( Sumber dari HAKIKAT INSAN (Mengenal Diri )

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen