Akulah Jalan Itu


                                                   Akulah Jalan Itu


'''Janganlah menjadi keranda yang membebani pundak orang lain'''
Bahwasanya inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah jalan ini, dan jangan kalian ikuti jalan-jalan yang banyak, yang akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan ALLAH kepada kalian, agar kalian bertaqwa.“) (Al An’aam:153)
“Inilah jalanku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku menyeru kepada ALLAH dengan keterangan yang nyata. Maha Suci ALLAH dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.”) (Yusuf: 108)
(Dari Abdullah bin Mas’ud –radhiallahu anhu-, berkata: Rasulullah –Shallallahu alaihi wa sallam– telah menggambarkan bagi kami sebuah garis dengan tangannya, kemudian berkata,”Inilah jalan-ALLAH yang lurus.” Dan kemudian beliau membuatkan garis-garis lain di sebelah kiri dan kanan garis tadi, kemudian berkata, “Inilah As-Subul (jalan-jalan yang banyak). Tidak satupun dari jalan-jalan itu kecuali ada syaithan yang menyeru kepadanya.” Kemudian beliau membaca –(Dan bahwasanya inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah jalan ini, dan jangan kalian ikuti jalan-jalan yang banyak, yang akan menceraiberaikan kalian dari jalan-Nya.)-
Akulah jalan itu,
Apalah artinya kekayaan tanpa pengemis?…
Kemurahan tanpa tamu,…
Jadilah pengemis dan tamu;…
Karena kecantikan mencari cermin;…
Air merintih bagi orang yang kehausan.
Keputusasaan dan kefakiran adalah pengikat yang lazat bagi batu permata rubi itu.
Kefakiranmu adalah buraq;…
Janganlah menjadi keranda yang membebani pundak orang lain.
Syukurlah engkau tidak memiliki sarana apa pun;…
jika tidak demikian engkau akan bersikap seperti seorang Fir’aun.
Doa Musa adalah: “Rabbi inni limaa anzalta ilayya min khairi fakiir.”
Jalan yang ditempuh Musa penuh dengan keputusasaan dan kefakiran dan itu adalah satu-satunya jalan menuju Tuhan.
Dari semenjak engkau masih bayi bilakah keputusasaan pernah mengecewakanmu?…
Jalan yang ditempuh Yusuf membawanya masuk ke dalam sumur,…
Janganlah melarikan diri meninggalkan papan catur dunia ini,…
Karena ini adalah papan-Nya, dan kita mati langkah!… mati langkah.
Lapar membuat roti keras lebih lazat daripada halvah.
Kegelisahanmu adalah kesalahan cerna makan bagi nafsmu;
Carilah kelaparan, kerinduan, dan kefakiran!…
Tikus itu seekor pengerat.
Tuhan memberinya akal yang sesuai dengan kefakirannya.
Tanpa kefakiran, Tuhan tidak melimpahkan sesuatu pun.
Bagaimana caranya engkau akan membuat-Nya terkesan,
bukankah hutangmu kepada-Nya tidak terhitung?…
Seorang pengemis akan memperlihatkan kebutaan dan kustanya, tidaklah ia berkata: “Berilah aku roti, wahai kawan!… Aku seorang kaya pemilik lombong dan istana!…”
Persembahkanlah seratus kantung emas,…
Dan Tuhan akan berfirman: “Persembahkanlah qalbmu!…”
Dan jika engkau mempersembahkan qalb (hati) yang mati,
Bagaikan keranda di atas pundakmu,…
Tuhan akan bersabda,..
“Persembahkanlah qalb yang hidup!…
Persembahkanlah qalb yang hidup!…”
Jika engkau tidak mempunyai ‘ilm dan hanya pesangkaan,
Milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Itulah jalannya!…
Jika engkau hanya mampu merangkak, merangkaklah kepada-Nya!…
Jika engkau tidak mampu berdoa dengan khusyu’,…
Persembahkanlah doamu yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;…
Karena Tuhan dalam rahmat-Nya menerima mata wangmu yang palsu.
Jika engkau mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan,…
Kurangilah jadi sembilan puluh saja. Itulah jalannya!…
Wahai pejalan!…
Walaupun telah seratus kali engkau ingkar janji,..
Datang dan datanglah lagi!…
Karena Tuhan telah berfirman,..
“Ketika engkau mengangkasa ataupun terperosok dalam jurang,…
Ingatlah kepada-Ku, karena Akulah Jalan itu.”
Jalalludin Rumi ra.
"AKU AKAN MEMBELIMU; MASAMU; NAFASMU; HARTAMU; HIDUPMU. HABISKAN SEMUA ITU KEPADA-KU. PALINGKAN SEMUA ITU KEPADA-KU, DAN - KU-BAYAR DENGAN KEBEBASAN, KEAGUNGAN, DAN KEARIFAN ILLAHIAH. ITULAH HARGAMU DI MATA-KU.
[PETIKAN PUISI MAULANA JALALUDDIN RUMI, 1207-1273]"
"Tentang ahwal (keadaan-keadaan) dan maqamat (tahap-tahap), tahap-tahap sebagai hasil usaha si pencari. Sebaliknya, keadaan-keadaan datang sendiri ke hati; si penerima tidak berniat mendapatkannya. “Keadaan-keadaan diberikan (oleh Tuhan).
Kembalilah Kepada Allah Larilah MenujuNya ,Bertaubatlah dengan kadar segera dan perbanyakkanlah berselawat kepada junjungan AnNabi Sayyidina Rasulullah Muhammad S.A.W.
( Sumber dari Hizbun AnNabi wa AaliBaitihi wa Ashabihi )
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen