KEMANA RUH KITA PERGI DISAAT KITA TIDUR


KEMANA RUH KITA PERGI DISAAT KITA TIDUR

"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""”"""""""""""
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم ....
Saudara-saudariku hamba الله yang saya hormati .....
Ketahuilah sekalian semua....
Salah satu aktivitas yang membuat badan kita bisa istirahat tenang adalah dengan cara tidur
Dan tidur merupakan kematian sementara namun kita tetap sadar dan bernafas ....
Ruh merupakan salah satu unsur terhalus yang tidak kelihatan seperti jasad kita
Kalau memang seperti itu terus kemanakah Ruh kita itu perginya ketika kita sedang Tidur ????
Persoalan inilah yang sering dipetanyakan oleh saudara-saudariku sekalian ataupun orang lain, yang ingin tahu kemana ruh itu perginya disaat ia sedang mengistirahatkan tubuh dengan cara tidur...
Mari kita sama-sama meneliti hal perkara yang menjadi polemik oleh saudara-saudari kita.
Allah berfirman didalam kitab Al- Qur'an tentang jiwa yang dalam genggaman-Nya dalam Surah Az-Zumar. Ayat : 42
بسم الله الرحمن الرحيم
الله بتوفير الأنفس حين موتها والتي لم تمت مناخها ° فيمسك التي قضى عليها الموت الأخرى إلى أجل مسمى° ان في ذلك لاءيات لقوم يتفكرون
Artinya :
" Allah memegang jiwa manusia ketika matinya. Dan (memegang) jiwa (manusia) yang belum mati diwaktu tidurnya. Maka Dia- tahankan Jiwa (orang) yang telah Dia- tetapkan kematiannya. Dan Dia melepaskan Jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian ini, terdapat tanda-tanda kekuasaan الله bagi kaum yang berfikir."
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Jadi saudara-saudariku sekalan .....
Dalam Ayat ini....
Terdapat dalil bahwa :
Ruh berkumpul ditempat yang tertinggi.
Dalam hadits Marfu' yang diriwayatkan oleh Ibnu Mandah.
Dalam kitab shahihnya Bukhari Muslim diriwayatkan Ubaidillah bin Umar dari Sa'id bin Ubai dari Ayahnya dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda :
" Jika kalian ingin beranjak ketempat tidur, maka kibas-kibaskanlah Sarung kalian (sprey). Sebab tidak tahu ada apa didalam lipatannya. Kemudian hendaklah ia mengatakan :
باسمك رب وضة جنب و بك ترفعه أن أمسكت نفس فرحمهاو أن ارسلتها فهفضها بما تخفض به عبدك الصالحين
BISMIKA RABBI WADHATU JANBII WA BIKA ARFA'UHU IN NAFSI AMSAKTA FARHAMHAA WA IN ARSALTAHAA FAH FADHHAA BIMAA TAHFADHU BIHI 'IBADIKASH- SHAALIHIIN
" Dengan menyebut nama-Mu Wahai Tuhan-Ku...
Sesungguhnya saya meletakkan kedua sisiku. Dan dengan Nama-nama-Mu jua saya mengatakannya.
Jika Engkau menggenggam jiwaku, maka berikanlah Rahmat-Mu. Dan jika Engkau ingin mengutusnya , maka jagalah ia seperti hal itu Engkau menjaga orang-orang shaleh."
(Bukhari Jilid 8/87 dan Muslim- Jilid 8/77)
Ada juga para ulama berpendapat bahwa :
Arwah. Orang yang meninggal, dan orang sedang dalam keadaan tidur berada ditangan الله (kekuasaan الله).
Hanya mereka saling berkenalan satu sama lain sebagaimana dalam firman الله diatas tadi saya sebutkan :
" Maka Dia- tahankan jiwa (orang) yang telah Dia- tetapkan kematiannya."
Masalah ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan Ayat diatas ialah :
Arwah yang sudah meninggal dunia, kemudian الله melepaskan arwah yang lain hingga pada waktu yang ditentukan.
Allah melepaskan Arwah hingga sisa waktu,
Dan الله memegang jiwa orang yang yang sudah meninggal dan melepaskan jiwa orang yang masih hidup dan tidak ada kesalahan.
Maha Suci الله ....
Dia - sendiri.....
Dan atas segala sesuatu apapun, Dia- Maha Mampu."
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
Saudara-saudariku sekalian.....
Penjelasan diatas yang saya uraikan, bisa saya katakan bahwa :
Pertemuan antara seseorang dengan orang lain yang sama-sama telah meninggal atau pertemuan Ruh secara Ruh, hal ini juga memberi makna bahwa :
" Manusia ketika tidur, maka Ruh nya berada disuatu tempat yang khusus ditempatkan oleh Allah, satu sama lain. Saling bertemu dan berkenalan."
Perkara ini saudara-saudariku sekalian.....
Telah tersebut dalam hadits Nabi saw :
" Arwah adalah suatu kumpulan yang terkumpul. Dan Memiliki berbagai macam bentuk, maka siapa yang berkenalan dari bagian tersebut, maka ia akan rusak, dan barangsiapa yang mengingkarinya, maka akan berselisih."
Hadits ini terdapat dalam Kitab Shahih Bukhari.
Dan makna dari hadits ini adalah :
Ketika Arwah itu berkumpul di alam Arwah, baik itu ruh orang yang sudah meninggal, maupun ruh yang masih hidup. Maka yang terjadi adalah :
" Perbedaan-perbedaan dan bisa terjadi pertentangan."
Oleh karena itu >
Bagi Arwah yang baik, ia berkumpul dengan yang baik dan tidak yang buruk berkumpul dengan yang baik.
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
KESIMPULANNYA ADALAH :
Ketika seseorang sedang berada dalam keadaan tidurnya, maka ruhnya naik ketempat berkumpulnya para Ruh-Ruh.
Dan disana ia bisa melihat pancaran Cahaya terang- dari الله عز وجل.
Namun :
" Apakah hakikat sebenarnya keanehan yang sering terjadi di alam mimpi kita ???
Untuk menjawab pertanyaan ini...
Marilah kita meneliti Sabda Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu'Alaihi Wa Sallam, melihat beberapa penafsiran itu :
Muhammad bin Umar al-Maliki pernah menceritakan kepada kami, Abdul Wahab Ats- Tsaqafi menceritakan kepada kami dari Ayah As- Sakhtiyani, dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam, Beliau bersabda :
" Mimpi seorang Mukmin tidak menipu, namun mimpi' kalian yang paling benar adalah yang paling jujur menceritakannya. Mimpinya seorang Mukmin adalah bagian dari 45 mimpi sebagai tanda kenabian.
Mimpi ada tiga :
Mimpi yang baik adalah Khabar gembira dari الله. Mimpi menyedihkan datang dari setan. Dan mimpi yang terjadi pada seseorang jika salah satu diantara kalian bermimpi sesuatu yang kalian Benci, maka " Bangunlah dan shalatlah "
Kemudian, jangan menceritakan kepada manusia."
Imam An-Nawawi berkata dalam penafsiran hadist ini, Imam Al- Maziri berkata :
" Aliran Ahlussunah berkeyakinan bahwa : الله Menciptakan satu keyakinan dihati orang yang sedang dalam keadaan Tidur, sebagaimaa Dia- Menciptakan hal itu dalam hati mereka yang tidak tidur. Dia- Maha Suci yang telah mengerjakan segala sesuatu sesuai yang dikehendaki-Nya.
Dia- tidak tercegah karena adanya manusia yang tidur atau yang bangun "
" Jika الله benar-benar menciptakan keyakinan pada orang yang sedang tidur, maka Dia- juga berarti menciptakan ilmu atau isyarat untuk selain alam manusia, sebagaimana الله Menciptakan mendung sebagai Sebagai sebuah ilmu atau isyarat bahwa hujan akan datang segera turun."
Semua yang diciptakan oleh Allah yang Maha Satu, Maka terciptalah....
Mimpi dan keyakinan yang diciptakan oleh Allah adalah sebagai ilmu dan isyarat terhadap hal-hal yang tersembunyi tanpa harus mendatangkan Setan. Kemudian Dia- Menciptakan ilmu yang membahayakan dengan kehadiran setan.
Lalu Dia- menisbatkan hanya kepada setan saja. Maka ia pun akan hadir disisinya
Adapun pada hakikatnya ia tidak melakukan apa-apa.
Inilah makna dari Sabda Rasululllah Shallallahu'Alaihi Wa Sallam.
" Mimpi yang baik dari الله. Dan mimpi yang buruk dari setan."
Hal ini bukan berarti karena setan mengerjakan sesuatu.
( Ilmu jati diri )
Share on Google Plus

About Tv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen