HIDUPKAN KALBU


HIDUPKAN KALBU, MESKI DALAM KEADAAN TIDUR

Berdzikir dan Berdoa
MENGINGAT ALLAH (BERDZIKIR) DAN BERDOA Seyogianya Anda membiasakan berdzikir kepada Allah yang jumlahnya dibatasi oleh waktu atau bilangan. Boleh saja Anda menggunakan tasbih untuk menentukan bilangan dzikir. Ketahuilah, sesungguhnya dzikir merupakan jalan dan kunci hakikat serta senjata orang yang hendak menuju jaalan Allah. Dzikir pun dapat menyebarkan kewalian. Dalam hal ini Allah berfirman:
"Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku supaya Aku ingat pula kepadamu." (QS. Al-Baqarah 2:152)
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalatmu, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring." (QS. An-Nisa 4:103)
"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama Allah zizkir yang sebanyak-banyaknya)." (QS. Al-Ahzab 33:41)
Rasulullah SAW pun bersabda bahwa Allah (dalam hadis qudsi-Nya) telah berfirman:
"Aku adalah seperti sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, niscaya Aku juga akan mengingat-nya dalam diri-Ku.
Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka." Juga di dalam hadis qudsi-Nya, Allah berfirman:
"Aku akan menemani duduk orang yang mengingat-Ku."
Rasulullah SAW bersabda:
8 "Maukah aku mengingatkanmu tentang amal yang paling baik, paling suci dihadapan Allah, paling tinggi derajaytnya, lebih baik dari pada menginfaqkan emas dan perak, dan lebih baik daripada membunuh dan terbunuh oleh musuh?"
"Ya"
jawab para sahabat,
"Amal itu adalah dzikir."





Dalam kitab Sirrul Asrar, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan bahwa jalan untuk wushul (sampai) kepada Allah adalah dengan menjaga amalan badan tetap berada di jalan yang benar dengan melakukan semua hukum syariat, baik di siang hari atau malam.
Menurut beliau, kita harus mendisiplinkan diri dengan berdzikir, baik secara jahr atau khafi (secara terang atau secara samar). Hukum berdzikir menurut Syekh adalah wajib dan harus dilakukan oleh semua manusia yang ingin dekat kepada Allah.
Allah SWT berfirman:
"Ingatlah Allah dalam keadaan berdiri atau duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. (QS Ali Imran (3): 191).
Dzikir harus disertai dengan kesucian lahir dan batin agar menghasilkan cahaya dzikir di dalam batin. Dzikir dilakukan dalam kesadaran yang terus menerus. Bahkan, saat kita dalam keadaan tidur. Karena itu, sebelum tidur pun kita diperintahkan berdoa, berdzikir, bertasbih, dan membaca ayat Al-Quran. Kita harus tetap menghidupkan kalbu setiap saat meskipun dalam keadaan tidur.
Menurut Syekh, sebagaimana kalbu yang hidup, ia tidak pernah tidur, maka janganlah mengira bahwa kalbu itu akan mati. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:
"Kedua mataku tidur, tapi hatiku tidak tidur,"(HR Al-Bukhari)
Maka, mari niatkan diri kita untuk berdzikir dalam setiap keadaan, selalu menghidupkan kalbu dengan kesadaran ruhani yang selalu merindukan pertemuaan dengan Rabb. Mari menghidupkan kalbu dengan tahlil, tasbih, tahmid, istighfar dan shalawat Nabi.
--Disarikan dari kitab Sirrul Asrar, karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.
(Sumber dari FB Tasawuf Underground )

Sesungguhnya pintu itu terbuka bagi orang yang menyendiri mengingati (berzikir) akan Allah Ta'ala.
Nabi s.a.w. bersabda: "Telah dahulu orang- orang yang menyendiri. "
Lalu beliau ditanyakan: "Siapakah orang-orang yang menyendiri itu, wahai Rasulu'llah?".
Nabi s.a.w. menjawab: "Orang- orang yang bersenang-senang mengingati Allah Ta'ala (berzikir). Zikir itu menghapuskan dosa mereka. Lalu mereka datang pada hari kiamat dalam keadaan ringan"
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan