SUCI MENSUCIKAN*



SUCI MENSUCIKAN*


"Wahai orang orang yang beriman"
Yakni orang-orang yang telah meng-Amankan hati mereka daripada apapun yang selain Allah swt.
Kata "Amanu" ini satu akar dengan "Amana" dan "Amina".
Seolah Allah swt hendak menunjukkan bahawa orang-orang yang telah meng-Amankan hatiNya dari selain Allah swt, membuang segala sesuatu yang bukan Allah swt, maka ia dipastikan mendapatkan cahaya iman. Keyakinan yang Haqq.
Sedangkan mereka yang sudah di limpahi cahaya iman, maka bagiNya kesejahteraan berupa "Amina".
Siapapun yang bersamaNya, maka pasti akan sejahtera dan aman.
Sebagaimana sabda baginda Nabi Muhammad saw;
"Orang-orang beriman adalah mereka yang dapat menjamin keamanan harta saudaraNya, darah saudaraNya, dan juga kehormatan saudaraNya"
Kalau sudah menyentuh saudara, maka siapa di antara kita yang tidak bersaudara???...
Semua satu dan saling terhubung,
SesungguhNya kita semua memang bersaudara.
Namun kemudian Allah swt menjelaskan;
"SesungguhNya orang-orang yang syirik (musyrikun) itu najis"
Yaitu mereka yang menyekutukan Allah dalam hal apapun.
Di zaman ini memang tak banyak,
Bahkan tak ada patung-patung (layakNya zaman jahiliah dahulu) yang disembah. Namun bukan bererti tidak ada yang menyembah patung dan berhala. Berhala-berhala dan patung-patung itu justru kebanyakan berada di dalam hati masing-masing pelakuNya.
Kemudian ditegaskan bahawa "Orang musyrik itu najis"
Mari kita masuk lagi ke dalam makna najis.
"Najis itu merupakan apa-apa yang mencampuri sesuatu yang suci, sehingga kesucian itu menjadi pudar nilaiNya"
Setelah itu mari kita berkaca, mari kita tengok ke dalam diri dan hati kita masing-masing kita. Apakah kesucian kita sudah menempel macam-macam hal, ataukan masih suci???...
Kalau masih menempel bermacam-macam hal, mari kita sucikan segera. Ingat!... Di dalam kaidah fiqh, sesuatu yang paling afdhol untuk bersuci adalah air suci yang mensucikan.
Namun berhubung dengan ini yang hendak disucikan adalah hati dan sejatiNya diri kita, maka kita perlu mendalami makna;
"Air suci yang mensucikan"
Dalam suatu hadist dikatakan bahawa 'arsy Allah, di bawahNya adalah air yang sangat jernih, namun tidak dijelaskan seberapa luasNya. Yang dapat kita ketahui dari khabar lain adalah bahawa arsy Allah swt lebih luas dari 7 petala langit dan 7 petala bumi.
Dengan memanfaatkan "Air suci" inilah kita akan bersuci.
SesungguhNya air ini terhubung pada diri manusia,
LetakNya pada darah dan cairan-cairan tubuh yang lain.
Selama ini mungkin darah kita belum benar-benar bersih ataupun jernih,
Maka diperlukan pemprosesan yang benar,
Yakni dengan duduk didalam martabatNya.
SelanjutNya diperlukan juga proses pembersihan serta penjernihan dari dalam, Yakni dengan dorongan keluar masukNya nafas, yang juga mengikut darah.
Baginda Nabi Muhammad saw bersabda;
"SesungguhNya syaitan bergerak berjalan-jalan pada aliran darah manusia"
Dalam hadits lain beliau juga mengkhabrkan bahawa syaitan akan menjadi lemah jika kita senantiasa berdzikir atau berpuasa.
Inilah salah satu kunci bersuci untuk diri kita,
Satu-satuNya yang konsisten menyertai darah adalah oksigen. Maka kita buat oksigen yang kita hirup untuk turut berdzikir sehingga apa yang ada (Kotoran) di dalam darah (Hawa nafsu) dapat dilemahkan. Dan semoga diri kita benar-benar tersucikan. Jika kita dapati diri sudah bersih dari apa-apa selain Allah swt, atau sudah disucikan, maka kita harus senantiasa berwaspada.
Sebagaimana firmanNya;
"Maka janganlah mereka mendekati masjidil haram"
Masjid adalah tempat sujud atau tempat menyembah,
Masjidil haram adalah suatu wilayah atau tempat bersujud, yang mana tidak boleh (Haram) ada apa-apa di sana selain yang menyembah dan yang disembah.
Ini bukan masjidil haram yang di tanah arab sana. Melainkan masjidil haram yang ada di dalam diri yakni hati (Qolbu), atau lebih dalam lagi dan terserah untuk penyebutanNya.
Yang jelas masjidil haram adalah wilayahNya,
Penyembahan yang tidak boleh ada sesuatu apa pun di dalamNya selain yang menyembah dan yang disembah.
Maka di ingatkan oleh Allah swt;
"Janganlah mereka mendekati masjidil"
Yakni kemusyrikan-kemusyrikan itu tadi,
Segala sesuatu yang selain Allah swt tidak diperkenankan ada di sana
Dan juga bermakna;
"Janganlah biarkan orang-orang yang masih penuh dengan prasangka dan apa-apa selain Allah swt mempengaruhi keimananmu. Membuatmu kembali ragu dan kemudian dirimu menjadi tak suci lagi. Janganlah najis itu sampai menguasai kesucian. Jika itu terjadi, bersucilah Lagi... Lagi... Dan Lagi..."
Kebanyakan kemusyrikan itu masuk melalui Harta-Benda-Kekayaan.
Maka Allah swt kembali menegur kita;
"Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari kurniaNya"
Bahagian ini sudah sangat jelas, apabila kita khawatir akan kemiskinan,
Maka sepatutNya kita menyedari bahawa Rahmat, Kasih sayang dan ke-Agungan serta Kekayaan Allah swt akan mencukupi tiap-tiap urusan insanNya. Jangan sampai kemusyrikan-kemusyrikan itu merasuki dan meracuni lagi melalui jalan Harta-Benda dan Kekayaan.
Tinggal kita yakin atau tidakNya yang akan mempengaruhi tersambungNya limpahan Rahmat Allah swt tersebut.
Sesungguhnya Allah swt Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana...
" SEBUTIR BENIH YANG DISEMAI, AKAN DILIPAT GANDAKAN 
# Syeh Haqtullah
Share on Google Plus

About Tv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 komentar:

Posting Komentar