RAHASIA UBUDIYAH ( JALAN KEHAMBAAN MENUJU MA'RIFATULLAH )

 

RAHASIA UBUDIYAH ( JALAN KEHAMBAAN MENUJU MA'RIFATULLAH )
Pendahuluan :
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah menciptakan manusia dengan tujuan yang agung, yaitu untuk menjadi hamba-Nya yang tunduk, dan patuh, dan agar dapat mengenal-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Di antara rahasia terbesar dalam kehidupan manusia adalah memahami hakikat dirinya sebagai seorang hamba. Banyak manusia berusaha mencari kebahagiaan, kemuliaan, dan ketenangan melalui dunia, padahal seluruh itu tidak akan ditemukan kecuali dalam penghambaan yang sempurna kepada Allah.
Dalam pandangan tasawuf, UBUDIYAH bukan sekedar melaksanakan ibadah lahiriah saja, tetapi merupakan keadaan hati yang selalu merasa membutuhkan Allah, tunduk kepada-Nya, dan menyaksikan kebesaran-Nya dalam setiap keadaan. Dari UBUDIYAH inilah lahir ma'rifatullah, yaitu pengenalan yang sempurna serta mendalam terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala.
📌 BAB I
...PENGERTIAN UBUDIYAH...
Kata "ubudiyah" berasal dari kata:
عَبَدَ – يَعْبُدُ – عِبَادَةً
yang berarti : menghambakan diri, tunduk, patuh, dan merendahkan diri.
Secara istilah:
"Ubudiyah adalah kesempurnaan, ketundukan, kepatuhan, cinta, dan pengagungan seorang hamba kepada Allah."
Seorang hamba disebut telah mencapai ubudiyah apabila seluruh hidupnya diarahkan hanya untuk Allah semata.
Sebagaimana firman Allah Ta'ala:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya:"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat ayat : 56)
Menurut sebagian ulama tafsir, makna ("liyabudun") juga diartikan:
لِيَعْرِفُونِ ➡️ "Agar mereka mengenal-Ku."
Dengan demikian, tujuan akhir dari ubudiyah adalah untuk menuju ma'rifatullah.
📌 BAB II
...HAQIQAT KEHAMBAAN...
Hakikat kehambaan adalah menyadari bahwa manusia tidak memiliki apa pun juga.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ
Artinya: "Wahai manusia, kalianlah yang membutuhkan Allah."( QS. Fathir ayat : 15)
Jadi semakin seseorang mengenal dirinya sebagai makhluk yang lemah, semakin ia mengenal kebesaran Allah.
Para arif billah berkata:
من عرف نفسه عرف ربه
Artinya: "Barang siapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya."
Mengenal dirinya maksudnya adalah semangkin mengenal kelemahan diri merupakan pintu menuju pengenalan terhadap kesempurnaan Allah.
📌 BAB III
...TINGKATAN UBUDIYAH...
❤️1. UBUDIYAH SYARI'AT
Tingkatan yang paling awal sekali adalah UBUDIYAH SYARI'AT, Dalam hal ini Penghambaan seseorang harus melalui pelaksanaan tentang hukum hukum syariat syariat seperti:
- Melaksanakan Sholat
- Melakukan Puasa pada bulan suci Ramadhan dan juga ditambah dengan puasa sunah.
- Membayar Zakat , baik zakat mall , zakat fitrah
- Melaksanakan ibadah Haji jika mampu.
- Membaca Al-Qur'an dan mentadaburinya.
- Menjauhi segala larangan Allah.
UBUDIYAH SYARI'AT Ini adalah merupakan pondasi yang paling awal dalam perjalanan seorang salik.
❤️2. UBUDIYAH THORIQAT
Pada Maqom UBUDIYAH THORIQAT ini penghambaan seorang salik melalui penyucian jiwa yang Meliputi:
- Dzikir
- Muraqabah
- Muhasabah
- Mujahadah
- Tazkiyatun nafs
Maka Pada tahap ini seorang salik mulai melawan hawa nafsunya.
❤️3. UBUDIYAH HAQIQAT
Pada tingkatan ubudiya haqiqat ini seorang salik mulai menyaksikan dan merasakan bahwa seluruh kekuatan berasal dari Allah.
Sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur'an
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ
Artinya: "Kalian tidak dapat menghendaki kecuali apabila Allah menghendaki."
(QS. Al-Insan ayat : 30)
❤️4. UBUDIYAH MA'RIFAT
Ubudiyah ma'rifat ini salah merupakan puncak dari segala ubudiyah.
Pada Maqom ini seorang salik akan merasakan dirinya selalu bersama Allah dalam muraqabah dan hudhur.
Ia beribadah bukan karena takut neraka atau mengharap masuk surga ,akan tetapi semua dilakukan ikhlas karena cinta kepada Allah.
📌 BAB IV
..SIFAT-SIFAT HAMBA YANG SEJATI..
Seorang hamba yang sejati adalah hamba yang menghiasi dirinya dengan akhlak dan sifat-sifat yang dicintai Allah. Sifat-sifat inilah yang menjadi perhiasan para nabi, shiddiqin, syuhada, shalihin, dan para wali Allah.
❤️1. IKHLAS (الإخلاص)
Pengertian: Melakukan segala amal ibadah semata-mata karena Allah dan mengharapkan ridha-Nya, bukan karena pujian manusia.
Dalil Al-Qur'an:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Artinya:
"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (QS. Al-Bayyinah ayat : 5)
Dalil dari Hadis nabi
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Artinya:
"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
❤️2. TAWADHU' (التواضع)
Pengertian: Rendah hati, tidak sombong, serta merasa diri sebagai hamba yang lemah di hadapan Allah.
Dalil Al-Qur'an:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا
Artinya:
"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati." (QS. Al-Furqan ayat : 63)
Dalil Hadis:
وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ
Artinya: "Tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya." (HR. Muslim)
❤️3. SABAR (الصبر)
Pengertian: Teguh dan tabah dalam menjalankan ketaatan, menjauhi maksiat, serta menghadapi ujian dan takdir Allah.
Dalil Al-Qur'an:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan disempurnakan pahalanya tanpa batas." (QS. Az-Zumar ayat : 10)
Dalil Lain:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 153)
❤️4. SYUKUR (الشكر)
Pengertian: Mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah dan menggunakan nikmat tersebut untuk taat kepada-Nya.
Dalil Al-Qur'an:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Artinya:
"Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu." (QS. Ibrahim ayat : 7)
Dalil Hadis:
أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا
Artinya:
"Tidakkah aku menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?" (HR. Bukhari dan Muslim)
Ucapan ini disampaikan Rasulullah ﷺ ketika beliau tetap memperbanyak ibadah malam meskipun dosa-dosanya telah diampuni.
❤️5. RIDHA (الرضا)
Pengertian: Menerima segala ketentuan Allah dengan hati yang tenang tanpa keluh kesah terhadap keputusan-Nya.
Dalil Al-Qur'an:
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
Artinya: Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya."
(QS. Al-Ma'idah ayat : 119)
Dalil Hadis:
ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا
Artinya: "Telah merasakan manisnya iman orang yang ridha Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasulnya." (HR. Muslim)
❤️6. TAWAKKAL (التوكل)
Pengertian: Bersandar kepada Allah setelah melakukan ikhtiar yang maksimal, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Dalil Al-Qur'an:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Artinya: .Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya."
(QS. At-Talaq ayat : 3)
Dalil Hadis:
لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ
Artinya:
"Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung; pagi hari keluar dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Tirmidzi)
Semakin sempurna enam sifat ini dalam diri seseorang, maka semakin dekat ia kepada maqam ubudiyah (kehambaan) yang sejati. Inilah jalan yang ditempuh oleh para kekasih Allah sebagaimana firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Artinya:
"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat ayat : 56)
Karena hakikat seorang hamba adalah selalu beribadah, tunduk, patuh, dan bergantung hanya kepada Allah سبحانه وتعالى.
📌 BAB V
.... UBUDIYAH RASULULLAH ﷺ...
Rasulullah ﷺ adalah sebagai contoh tertinggi dalam hal penghambaan kepada Allah.
Ketika Allah menyebut peristiwa Isra' Mi'raj, Allah berfirman:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ
Artinya: Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya."
(QS. Al-Isra' ayat : 1)
Dalam ayat ini Allah tidak menyebut beliau sebagai nabi atau rasul pada ayat tersebut, tetapi Allah menyebutkan sebagai "hamba-Nya".
Ayat Ini menunjukkan bahwa maqom kehambaan adalah maqom yang sangat mulia.
Jadi Semakin tinggi ma'rifat seseorang, maka semakin sempurna pula tingkat kehambaannya.
📌 BAB VI
HUBUNGAN UBUDIYAH DAN MA'RIFATULLAH
Sebahagian orang mengira bahwa ma'rifat adalah sesuatu yang terpisah dari ibadah.
Padahal ma'rifat merupakan buah dari ubudiyah.
- Semakin sempurna penghambaan seseorang:
- Semakin bersih hatinya.
-;Semakin kuat dzikirnya.
- Semakin hidup ruhnya.
- Semakin dekat dirinya kepada Allah.
Sebagaimana Firman Allah:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
Artinya: Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu al-yaqin." (QS. Al-Hijr ayat : 99)
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa perjalanan ubudiyah yang terus-menerus akan mengantarkan seorang hamba kepada keyakinan yang sempurna dan ma'rifatullah.
📌 BAB VII
...BUAH UBUDIYAH...
Buah dari ubudiyah yang benar adalah:
- Mendapatkan Ketenangan hati.
- Menjadikan Kelembutan jiwa.
- Menumbuhkan Kecintaan kepada Allah.
- Menambah Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
- Menambah Kedekatan dengan Allah.
- Menyampaikan kepada Ma'rifatullah.
- Mendapatkan Husnul khatimah
Firman Allah:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd ayat : 28)
Penutup
Ubudiyah adalah rahasia terbesar kehidupan manusia. Semakin seseorang merasa dirinya hamba, semakin Allah mengangkat derajatnya. Jalan menuju ma'rifatullah bukanlah jalan kesombongan, melainkan jalan kehambaan, kerendahan hati, dzikir, dan ketaatan.
Orang yang telah mencapai ma'rifat yang sejati akan semakin tunduk kepada Allah, semakin mencintai-Nya, dan semakin menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang senantiasa membutuhkan rahmat Tuhannya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas, yang mengenal-Nya, mencintai-Nya, dan senantiasa berada dalam naungan rahmat-Nya.

Sumber dari Haris Haris
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan