7 NAFSU DALAM DIRI

 


7 NAFSU DALAM DIRI
Al-Imam Al-Ghazali mengibaratkan nafsu itu seperti anjing, yang apabila dibiarkan maka dia akan liar ,galak dan beringas namun apabila dilatih dan di didik maka akan dapat menjadi baik.
Berikut tujuh peringkat nafsu dalam diri.
1. NAFSU AMARAH
Nafsu amarah adalah dorongan untuk melakukan pelanggaran, kejahatan dan kemaksiatan. Karena itu tidak ada manusia yang steril dari dosa.Nafsu amarah meliputi sifat-sifat seperti banyak makan, banyak tidur, banyak kawin, yang diistilahkan nafsu kebinatangan manusia, niscaya gerak hidupnya seperti binatang, sifat-sifatnya selaku cenderung berbuat maksiat baik lahir maupun batin. Maksiat batin adalah kekejian yang tersembunyi di dalam jiwa.
Allah berfirman :
وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ .
Artinya :
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”
(Q.S. Yusuf ayat : 53).
2. NAFSU LAUWAMAH
Nafsu lauwamah Tak lain dan tak bukan adalah nafsu setan yang mendekam pada diri manusia. Ia selalu membisikkan dan mengajak untuk berbuat keji. Ciri-ciri yang jiwanya dikuasai nafsu lawwamah ialah watak dan jiwanya dikuasai kefasikan, yaitu nafsu yang suka mengoreksi ketika ia melakukan dosa atau kemaksiatan tapi berkhianat atau berbohong pada dirinya sendiri. Misalnya, mengetahui dan menyesali perbuatannya salah tapi masih mengulangi lagi perbuatan salahnya itu. Siapa yang pertama kali mengingatkan bahwa perbuatan itu salah..? Tentunya diri kita sendiri.
وَلَآ أُقْسِمُ بِٱلنَّفْسِ ٱللَّوَّامَةِ
“Dan Aku bersumpah dengan jiwa (nafsu) yang amat menyesali (dirinya).”
(QS Al-Qiyamah ayat 2).
3 NAFSU MULHIMAH
Seseorang yang berada pada tingkat nafsu Mulhimah yaitu inilah fase yang masih sangat harus di perangi kadang kala hatinya sudah mulai tetap pada jalan kebajikan , dan kadangkala Apabila hendak berbuat amal kebajikan terasa berat. Dalam keadaan bermujahadah dia berbuat kebaikan karena sudah mulai takut akan kemurkaan Allah SWT dan neraka. Bila berhadapan dengan kemaksiatan, hatinya masih rindu dengan maksiat, tetapi hatinya dapat melawan dengan mengenangkan nikmat surga.
Yaitu berupa murah hati, suka terima adanya takdir ilahi, ramah, beradab (sopan santun), tobat, sabar (tahan uji), suka menanggung beban berat pada suatu kepentingan agama.
Firman Allah SWT:
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu, jalan kejahatan dan ketakwaannya.”
(QS Asy-Syams ayat : .
Dalam hatinya masih banyak sifat-sifat mazmumah. Dia sudah dapat mengenali penyakit yang ada dalam dirinya. Cuma tidak dapat dilawan. Di mencoba beribadah dengan sabar.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepada orang ini yang artinya: “Beribadahlah kepada Allah dalam dirinya, Cuma tidak boleh rasa syukur dengan rasa sabar.”
4. NAFSU MUTHMA'INNAH
Nafsu Muthma'innah adalah nafsu pada tingkatan yang tenang , Mutmainah artinya tenang, seseorang pada tingkatan nafsu ini selalu memiliki dorongan untuk berbuat kebaikan. Jiwa merasa tenang dan tentram kalau melaksanakan aturan-aturan Allah SWT dan berbuat berbagai kebajikan. . Hakikatnya manusia itu hanif (cenderung pada kebaikan), karena itu manusia akan merasa tenang, tentram dan bangga kalau sudah berbuat kebaikan. Sebaliknya ia merasa gelisah dan menyesal bila melakukan pelanggaran dan dosa.
Sebagaimana Allah berfirman
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Wahai jiwa yang tenang!
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,
وَادْخُلِيْ جَنَّتي
dan masuklah ke dalam surga-Ku.
(QS Al Fajr : ayat 27-30).
5. NAFSU RHODIYAH
Nafsu Rhodiyah adalah tingkatan nafsu seseorang yang mana dia telah ridho atas apa apa yang telah ditetapkan Allah pada dirinya. Dirinya selalu berbanding k sangka kepada Allah atas segala sesuatu yang Allah berikan padanya sekalipun itu berupa cobaan dan musibah.sifatnya Bijaksana, zuhud, ikhlas, wara’ (menjaga dari haram, makruh), bersemangat (pantang menyerah) dalam beribadah, menunaikan kewajiban. Sifatnya Nafsu Radhiah, walau sekecil apapun lara ngan, ia akan tinggalkan sungguh-sungguh. Bila dia makruh, dia anggap macam haram, yang sunat dia anggap macam wajib. Kalau tidak buat yang sunnat seolah-olah rasa berdosa. Mereka akan (rasa) menderita bila sahabatnya terjerumus kepada maksiat. Mereka akan doakan khusus untuk sahabatnya itu di malam hari agar terselamatkan dari maksiat.
Mereka ini banyak mendapat pertolongan dari Allah, di antaranya firasat yang Allah berikan, mereka mudah kenal dengan orang yang berbuat maksiat atau tidak. Mereka mudah memimpin masyarakat, sebab mengenali sifat-sifat hati. Orang yang dia didik nasihat-nasihatnya tepat. Bila mereka dihalau dari masyarakat, tunggulah bala Allah SWT akan turun. Banyak lahir karamah-karamah dari mereka. Mulutnya masin, apa yang disebut insya Allah akan terjadi.
6. NAFSU MARDIYAH
Maqom nafsu mardhiyah ini adalah Maqom dimana seseorang yang telah ridho kepada Allah maka Allah pun juga sudah ridho kepadanya. Segala kelakuan mereka sudah diridhai Allah SWT. Jiwa mereka, perasaan mereka, lintasan hati mereka, gerak gerik mereka, penglihatan, pendengaran,pancaindra, mereka, kesemuanya diridhai-Nya.
Mereka yang tel ah sampai ke peringkat Nafsu Mardhiah kelihatan lebih tenang dan tentram. Hati dan jiwanya benar-benar merasakan kenikmatan dalam segala ibadah dan kehidupan mereka selalu dengan Allah SWT.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: “Apabila kamu sekalian melihat seseorang mukmin itu pendiam dan tenang, maka dekatilah dia. Sesungguhnya dia akan mengajar kamu hikmat.” (HR Ibnu Majah).
Orang yang berada di peringkat nafsu ini apa saja yang mereka lakukan mendapat keridhaan Allah SWT. Mereka inilah yang disebut dalam hadist Qudsi: “Mereka melihat dengan pandangan Allah, mendengar dengan pendengaran Allah, berkata-kata dengan kata-kata Allah.”
Perilakunya, kata-katanya, diamnya semua dengan keridhaan dan keizinan Allah SWT belaka. Af’al diri mereka sudah dinafi dan dinisbahkan secara langsung kepada af’al Allah semata. Jiwa mereka betul-betul sebati. Ingatan mereka terhadap Allah SWT tidak sesaat pun berpisah dari-Nya.
Peringkat ini sudah tenggelam dalam fana baqabillah. Pada peringkat inilah suka mengasingkan diri, tidak suka bergaul lagi dengan makhluk. Namun begitu ia mempunyai kesadaran dua alam sekaligus. Zahir dan batin. Dia akan kembali normal seperti biasa.
Zikirnya adalah zikir rahasia, tidak ada lagi lafaz dengan lidah dan hati, tapi seluruh anggota zahir dan batin mengucapkan dengan zikir rahasia yang didengar oleh telinga batin di maqam tanaf fas. Zikirnya tidak pernah terganggu dengan alam zahir walaupun dia tengah bercakap.
Dari segi ilmu, mereka sudah memperoleh ilmu semua peringkat sebelum ini yaitu nur, tajalli, sir, sirussir dan dengan cara tawasul.
7. NAFSU KAMILAH
Nafsu Kamilah adalah jiwa yang sempurna. Inilah tingkatan tertinggi dari nafsu dan membawa manusia pada tingkatan tertinggi melampaui para malaikat Allah. Inilah jiwa para Nabi dan Rasul Allah. Jiwa ini tidak lagi mengenal dirinya karena sesuatu yang diadakan (maujud) akan kembali kepada yang mengadakan (wujud) sehingga jiwa ini adalah cermin dari yang Maha Wujud. Inilah jiwa para Rasul atau utusan yang merubah akhlak manusia menuju akhlak yang diridhai Allah SWT. Jiwa ini telah mencapai tingkatan baqo atau kekal akan hadirat Allah dalam mensifati diri dan perbutannya.
UNTUK meraih nafsu dari level/tingkatan yang paing bawah hingga level di atasnya dibutuhkan waktu bertahun-tahun, hingga Allah SWT yakin dengan usahanya. Dalam kitab Qotrul Ghaist disebutkan titik-titik nafsu pada tubuh manusia.
- 1 NAFSU AMARAH
Pasukan nya :
1. Al-Bukhlu artinya kikir atau pelit
2. Al-Hirsh artinya tamak atau rakus
3. Al-Hasad artinya hasud
4. Al-Jahl artinya bodoh
5. Al-Kibr artinya sombong
6. Asy-Syahwat artinya keinginan duniawi
- 2 NAFSU LAUWAMAH
1 Al-Laum artinya mencela
2. Al-Hawa artinya bersenang-senang
3. Al-Makr artinya menipu
4. Al-Ujb artinya bangga diri
5. Al-Ghibah artinya mengupat
6. Ar-Riya’ artinya pamer amal
7. Az-Zulm artinya zalim
8. Al-Kidzb artinya dusta
9. Al-ghoflah artinya lupa.
- NAFSU MULHIMAH
pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. As-Sakhowah artinya murah hati
2. Al-Qona’ah artinya merasa cukup
3. Al-Hilm artinya murah hati
4. At-Tawadhu’ artinya rendah hati
5. At-Taubat artinya taubat atau kembali kepada Alloh
6. As-Shobr artinya sabar
7. At-Tahammul artinya bertanggung jawab.
- 4 NAFSU MUTHMAINNAH
pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Al-Juud artinya dermawan
2. At-tawakkul artinya berserah diri
3. Al-Ibadah artinya ibadah
4. Asy-Syukr artinya syukur atau berterima kasih
5. Ar-Ridho artinya rido
6. Al-Khosyah artinya takut akan melanggar larangan.
- 5 NAFSU RODHIYAH
Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Al-Karom artinya
2. Az-Zuhd artinya zuhud atau meninggalkan keduniawian
3. Al-Ikhlas artinya ikhlas atau tanpa pamrih
4. Al-Waro’ artinya meninggalkan syubhat
5. Ar-Riyadhoh artinya latihan diri
6. Al-Wafa’ artinya tepat janji.
-6 NAFSU MARDHIYAH
pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Husnul Khuluq artinya baik akhlak
2. Tarku maa siwalloh artinya meninggalkan selain Alloh
3. Al-Luthfu bil kholqi artinya lembut kepada makhluk
4. Hamluhum ‘ala sholah artinya mengurus makhluk pada kebaikan
5. Shofhu ‘an dzunubihim artinya mema’afkan kesalahan makhluk
- NAFSU KAMILAH
pasukan-pasukannya sebagai berikut :
1. Ilmu Al’Yaqiin
2. Ainul Yaqiin
3. Haqqul Yaqiin

Sahabatku... demikian lah tentang tingkatan nafsu dalam diri... semoga bermanfaat
( Sumber dari FB )
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Ulasan