Bicara sendiri ......


 Bicara sendiri ......

Bantah sendiri .....
Nangis sendiri ....
Ketawa sendiri .....
Mencak mencak sendiri .....
Marah sendiri,dan lain lain sendiri .....
Adakah yang lebih gendeng daripada dalang??
Jadi,siapa yang sebenarnya lebih gendeng??
Bagi mereka yang hanyut dalam alur cerita sang Dalang akan terbawa cerita
Tapi bagi mereka yang Benar Berkesadaran bahwa Wayang itu hanyalah lakonan Dalang
Pasti akan tersenyum dan menikmati setiap fase dari alurnya
Dan sesungguhnya banyak Hikmah dari lakonan wayang dan Dalang ini
Bagi mereka yang berpikir.

RAHSIA MA'KRIFAT DAN ILMU LADUNI*
Tuhan mentajallikan Cahaya-Nya,
Cahaya Tuhan itu bernama Nur.
Jadi...
Nur itu Cahaya Tuhan,
Itulah Rahasia Tuhan.
Rahasia Tuhan itulah juga dinamakan Muhammad yang Awal dan Nur Muhammad itu juga dinamai titik Nur yang Awal.
Nur Muhammad sudah “Lahir”, baru bersuara. Inilah suara Allah langsung pada Muhammad.
Dari mana awal suara dari mulut dan lidah kita ini ?
- Tentulah dari HATI
Dari mana awal suara dari hati ini ?
- Tentulah dari SIRR'
Dari mana awal suara dari Sirr' hati ini ?
- Tentulah dari DZAT
Dari mana awal suara dari Dzat ini ?
- Tentulah dari ALLAH
"Dari Allah ⇒ Dzat (Rahasia Allah) ⇒ Sirr' ⇒ Hati ⇒ Lisan"
Renungkanlah perjalanan suara ini. Dengan Sirr' ini kita dapat membezakan mana suara dari syaitan dan mana suara yang dari Allah swt.
Tuhan menjadikan kita mempunyai Zahir dan Batin. Yang Batin itu Roh dan yang Zahir itu Jasad. Roh ini Dzat manakala Jasad ini Sifat.
Kelakuan Zahir ini kelakuan dari mana ?
- Dari BATIN
Kelakuan Batin itu kelakuan siapa ?
- Kelakuan DZAT
Siapa yang berkelakuan pada Dzat itu ?
- Tentulah DZAT-Nya
Maka ilham Allah swt kepada Roh yang Musyahadah pastinya Benar. Namun bukan Dzat Allah bersatu didalam Roh, kerana Roh adalah makhluk sedangkan Allah adalah Qadim : "Laisa kamislihi syaik".
Maka ketika AHLI TAUHID sudah mengetahui jalan ini, dirasakan semuanya dari Allah (Minallah'). Kalau sudah dirasakan oleh Batinnya semuanya dari Allah, bererti Batinnya sudah karam Musyahadahnya kepada Allah swt dan ketika melihat Zahirnya itu, dirasakannya Rasa Isbat saja.
Pengetahuan Usul ini penting diketahui dan difahami, kerana Usul itu Kesempurnaan. Kalau tidak ada Usul, bagaimana kita akan mendapatkan Kesempurnaan ?
Jadi, belajar itu hendaklah sampai pada Pemahaman yang tidak dimakan oleh Usul.
(Tidak tertolak atau bertentangan dengan Usul)
Ketahuilah bahawa Dzat itu Diri Ma'krifat. Diri Ma'krifat itu menghimpunkan semua Af`al, semua Asma, semua Sifat, dan semua Diri.
Diri Ma'krifat itu menghimpunkan semua Tubuh - Hati - Nyawa - Rahasia.
Diri Ma'krifat itulah yang menggerakkan Dzat - Sifat - Asma - Af`al.
Diri Ma'krifat ini Rahasia Tuhan yang ada pada Adam (Kita). Kalau sudah dapat memahami ini, bagaimana lagi kita mahu menyangkal bahawa tiada perbuatan Baharu lagi ?
“Jika bukan kerana engkau Muhammad, tiada Ku-ciptakan alam ini.”
Apakah Hikmah perkataan (Hadis qudsi) ini dari sisi Hakiki ?
"Kalau tidak ada engkau Diri Ma'krifat, tidak akan ada pergerakan Jasad."
Inilah ISYARAT dua KALIMAH SYAHADAH !
Jadi Diri Ma'krifat itu Sifat Tuhan, juga Rahasia Tuhan. Jadi diri Ma'krifat itu jadi apa pada kita ini ?
"Jadi Roh."
Cahaya Diri Ma'krifat inilah yang menjadi Firasat, sedangkan Nur Muhammad itu menjadi PERINGATAN !
Mengapa Nabi Khidr as dapat mengetahui semuanya dan perbuatannya bertentangan dengan Syarak ?
Kerana Nabi Khidr as mengetahui Diri Ma'krifat itu Firasat. Sedangkan Diri Ma'krifat itu mustahil BERBOHONG.
Maka AHLI TAUHID HAKIKI (Khusus) tidak menjadi bingung dengan kelakuan Nabi Khidr as sebagaimana kisah didalam QS. al-Kahfi, kerana Ahli Tauhid Hakiki mengetahui soal Firasat dan PER-INGATAN ini.
Dari sini diketahui Nabi Khidr as itu bahawa Allah swt telah mengurniakan Firasat yang tinggi (Ilmu Hikmah).
Sebenarnya Ilmu Firasat ini menggunakan Bahasa Cahaya, "Cahaya Ilahi."
Timbulnya Ingatan itu dari Firasat, timbulnya Firasat itu dari Tuhan.
Ciri bahasa Cahaya Ilahi itu,
"Laa raiba fiihi hudan lil muttaqiin "
(QS. Al-Baqarah : 2)
"Tidak ada keraguan satu zarah pun"
Nabi Khidr as itu adalah Ahli Bahasa Cahaya ini. Jadi, tidak perlulah hairan jikalau Para Wali Allah itu banyak mengetahui hal-hal yang tidak diketahui oleh orang awam, kerana Para Wali Allah itu belajar dan menguasai Ilmu Firasat Bahasa Cahaya Ilahi ini dari Nabi Khidr as (Sang Murabbi).
"Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki."
(QS. Nur : 35)
"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak dapat mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan (perkara syariat), jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan kebaikan, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta kepada-Ku, pasti Kuberi dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, pasti Ku-lindungi. Dan Aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya.”
(HR. Bukhari : 6021)
( Sumber dari Syed haqtullah )
Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen