HATI HATI MEMAKNAI GURU PEMBIMBING ITU ADA DIDALAM HATI...


 ke

 

HATI HATI MEMAKNAI GURU PEMBIMBING ITU ADA DIDALAM HATI...

ALLAH JUGA ADA DIDALAM HATI
(jika belum sampai maqomnya).

Kalimat diatas itu BENAR. tetapi itu adalah kalimat DIMENSIONAL, artinya kalimat itu Berlaku hanya SESUAI DENGAN SUATU KONDISI KHUSUS. dan tidak berlaku bagi semua orang.

Jangan tetkecoh dengan kalimat, teori, pendapat yang tidak pernah dibuktikan.
Kalimat2 DIMENSIONAL itu banyak sekali diuraikan dalam mushaf Al-Qur'an. Dikarenakan sulitnya FIRMAN dibahasakan dalam ahasa manusia.

Ayat Allah ada didalam diri atau guru pembimbing itu ada di dalam diri hanya berlaku bagi orang2 khusus yang TELAH KETEMU METODOLOGINYA.
Yaitu orang2 yang berizki ketemu dimensi alam KERUHANIANNYA.
Sedangkan batas ilmu Ruhani dan akal itu adalah DALAM HIDUP NYA AKAN DIMATIKAN DAN DIHIDUPKAN. barulah manusia BENAR2 masuk ke dimensi alam keruhanian.

Sabda nabi adalah;
Ilmu Ruhani adalah ilmu yang dipelajari sesudah mati. Ketemu mati didalam hidupnya dan ketemu kehidupan setalah kematiannya.

Sedangkan dimatikan ya BENAR2 DIMATIKAN...( dimensinya) bukan sebuah kias berandai 2 tirakat mati2an melawan akal kesadarannya.
Dengan Tirakat, Semedhi, Tapa Brata atau apapun lakunya, jika manusianya BELUM MELEWATI PORTAL KEMATIANNYA itu artinya masih sebatas alam sadarnya saja.
Artinya belumlah BENAR2 MATI, APALAGI HIDUP DI DIMENSI RUHANINYA...

JADI BATAS TENTANG ITU SANGATLAH JELAS DAN TIDAK BISA DIREKA2.
YAITU MESTI MELEWATI ALAM KEMATIANNYA.

Silahkan cek dari babad cerita keilmuwan Walisongo. Bagaimana proses Sunan Kalijogo setelah laku Semedhi mati2an di pinggir kali, dibangunkan sunan Bonang pertanda tapanya telah selesai.
Setelah selesai BERTAPA, barulah SUNAN KALIJOGO DI AJARKAN ILMU KERUHANIAN. yang dalam film tersebut prosesnya lewat SUNAN KALIJOGO DIKUBUR HIDUP2... dengan dijaga oleh majelis wali.

Barulah paginya selesai proses dan. Disambut dengan sholawat atas kebesaran ilmu Rasululloh...

Pasti sudah banyak orang yang melihat filmnya.. nyai ceritanya, tapi mungkin belum tau ilmunya.

Jadi mestinya pada laku Hindu atau Budha, atau kejawen yang masih terikat laku tirakat, Semedhi atau tapa Brata, MESTINYA SELANJUTNYA ADALAH MELEWATI BAIAT TAREKATULLAH....

Benar2 memasuki portal dimensi keruhanian.

Karena sekalipun ahli tirakat, laku, Semedhi atau tapa Brata,. Itu semuanya MASIH DIKERJAKAN DI ALAM SADARNYA,... DAN ITU MASIH MENUNDUKKAN JASMANINYA SAJA. DAN BELUM SAMPAI RUHANINYA HIDUP ATAU HIDUP DI ALAM RUHANINYA

Silahkan baca sejarah, SUNAN PRAPEN saat mencari ilmu keruhanian ini juga beliau dikafani dan dilarung ke laut.....
Atau SUNAN GOSONG yang jasadnya dibakar hidup-hidup di dalam hutan.

Orang tau ceritanya tetapi TIDAK TAU ILMUNYA....

Jadi jangan terkecoh seolah2 merasa sudah menemukan ALLAH DAN PEMBIMBING DARI DALAM DIRI SENDIRI, SELAMA KITA BELUM PERNAH DIBANGKITKAN RUHANI NYA...

SEMUANYA MASIH SEBATAS MASIH ILMU AKAL DAN KESADARAN DUNIA SAJA.

Sayangnya cerita nabi Muhammad membaiat sahabat tidak banyak diungkapkan dalam kitab.
Sehingga seolah2 ini adalah ilmu Bid'ah bahkan banyak yang menganggap sesat.

Selama masih hidup akalnya maka Ruhani seseorang itu TERHENTI atau TERPAUSED. Didunia ini, sifat jasmani dan rohani adalah saling berlawanan.
Ibarat jika ada siang maka tidak ada malam. Dan jika ada malam maka tidak ada siang.

Makanya MANUSIA YANG AKAN BERIMAN MESTI DIBAIAT TERLEBIH DAHULU... Yaitu dihidupkan sisi ruhaninya. Baru kemudian ditanamkan lagi dalam jasmaninya lagi.

Maka SELANJUTNYA JASMANI DAN RUHANI AKAN BERDAMPINGAN DALAM WADAH MANUSIA (jadi mesti lewat PORTAL BAIAT terlebih dahulu).

Maka itulah yang disebut KAAFFAH... BARU BISA TERJADI (jasmani dan Ruhani)

tanpa lewat proses itu, MUSTAHIL MANUSIA AKAN BISA MUNAJAT MENUJU ALLAH DALAM ALAM DIRINYA... sekalipun teori ilmunya. Bahwa Allah ada dalam dirinya

( ILMU WEDARING JATI DIRI SANGKAN PARAN DUMADI / SPD )

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen