Dzikir ALLAH... ALLAH... ALLAH



Dzikir ALLAH... ALLAH... ALLAH

Semoga sampai kepada Nikmat dan RahmatNya.
Sampai kepada RASA (Dzauk).

* Hilangkan Syirik Jali dan Syirik Khafi.
Matikan Dirimu, Hanya ALLAH yang Nyata.

"Hai orang-orang beriman BERZIKIRLAH (dengan menyebut nama tuhanmu) ALLAH, dengan sebutan yang banyak".

"Dan bertasbihlah kepadaNYA di waktu pagi dan petang".
(AL Ahzab : 41-42)

Allah Ta’ala berfirman,

إنَّ في خَلْقِ السَّماوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.”
(QS. Ali Imran : 190-191)



                                                           Tuan Guru Dr. Hj. Jahid Sidek


"D Z I K I R"

Didalam dzikirmu engkau harus mengenal Allah, janganlah sebatas mengenal dari ilmu" kalam yg engkau pelajari, harus dg Rahasia Qalbu mu yg terdalam.

Ibadah itu harus dibangun atas dasar tauhid dan takwa, bukan mendambakan ganjarannya, tetapi harus berada dalam maqam ikhlas.

Jika engkau tidak mengenal Allah melalui Rahasia Qalbu mu, maka dzikirmu itu akan bertindak atas kemauan nafsumu.

Kekhilafan seseorang beribadah itu kebanyakan bergantung pada amal, tidak disertai rahmat kasih-sayang Allah dan menganggap dzikirnya merupakan usahanya sendiri bukan dari karunia-Nya.

Janganlah engkau beranggap dzikirmu itu engkau yg berdzikir, tetapi dzikirmu itulah yg mengingat Allah, serahkanlah dzikirmu itu pada-Nya, sebab engkau adalah fakir, membutuhkan sifat tawakkal dan keridhaan Allah SWT. Dekatnya seseorang hamba kepada Allah itu ialah berserah diri bukan atas kemauan sendiri.

Sebenarnya dzikirmu itu adalah Allah yg berdzikir, bukan kemauanmu melainkan Allah yg berkehendak berdzikir dan memuji Diri-Nya.

Kita hanyalah alat penzahiran yg diadakan sifatnya semata".
Suaramu yg engkau lantunkan melalui lisanmu itu hanyalah alat, tetapi suaramu itu hakikatnya adalah suara Allah. Lisanmu hanya sekedar bergerak dalam berdzikir. Sedangkan Qalbumu itulah pedzikir hakiki yg takluk kepada sifat kalamnya Allah.

Gema dzikrullah di dalam alam bathinmu sebenarnya kalamullah.
Engkau sadari itu, itulah ma'rifat dzikrullah.

Dia- lah dibalik rahasia Qalbu mu itu.
Janganlah engkau berdzikir dg tujuan dzikir saja, nanti engkau akan terjebak dalam pesona maqam keajaiban. Ini akan menghambat perjalananmu menuju pengenalan pada Allah.

Jauhkan pesona itu, sebab keajaiban" dzikir itu akan mendatangkan pujian.
Berdzikirlah yg sebenar dzikir yaitu karena Allah, bersama Allah dan untuk Allah.

Tutuplah pintu bibirmu rapat" agar dzikirmu itu tidak didengar oleh siapapun, bahkan malaikat pun yg mencatat amalmu, itupun tidak mengetahuinya dimana munculnya dzikir itu.

Biarkan Allah saja yg tahu dzikir itu berada didalam " sirr mu " yakni di kamar yg Jibril sendiripun dilarang memasukinya


( Sumber dari FB )

Share on Google Plus

About roslanTv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen