SYAREAT YANG SEBENARNYA


SYAREAT YANG SEBENARNYA.

Apa itu syariat..?
Yang kita tau selama ini syareat itu ketika kita...
1. Sholat dg gerakan berdiri, rukuk, sujud duduk saja.
2. Menahan lapar dalam berpuasa ramadhan, puasa sunah saja.
3. Melaksanakan Qurban dg menyembelih kambing/sapi saja.
4. Berhaji atau umroh kemekah saja.
4. Melaksanakan sholat idul fitri, idul adha saja.
5. Melaksanakan akiqoh saja.
Apakah itu saja yang kita sebut syareat, yg selama ini di gembar gemborkan hakikat tanpa syareat adalah batil..?
Apakah dengan berhakikat dan tidak melaksanakan syareat yg telah di sebut di atas itu di namakan batil ?
Jika jawabannya, "YA" , artinya kita telah keliru dan gagal faham mengartikan syareat itu sendiri.
Lantas apa sebenarnya syareat itu?
Mari kita fahami bersama...!!!
Syareat adalah, gerak tubuh/jasad dalam menjalankan aktifitas ini yang di sebut dg syareat.
* Mandi, syareat.
* Tidur, syareat.
* Makan ,syareat.
* Bekerja, syareat.
* Ibadah dg gerakan, syareat.
* Berkebun, syareat.
* Maaf, melakukan hubungan pasutri, syareat.
* Berjalan, duduk, diam, maaf buang air dan lain sebagainya yg berhubungan dg aktifitas tubuh/jasad itu yg di namakan syareat yang sebenarnya, terkecuali jika jasad ini sudah mati hilanglah syareat itu.
Apa mungkin seorang yg berhakikat meninggalkan syareat? Jika kita telah meninggalkan syareat berarti kita telah mati jasad.
Lantas apa yg di maksud hakikat tanpa syareat batal..? Adalah ketika sudah mengetahui hakikat dan menjalankan syareat/ atau aktifitas lahiriyah hatinya atau Ruhnya tidak menghadap kepada Allah, hati atau Ruh tidak hadir bersama Allah, melainkan hatinya menghadap selain Allah yaitu menghadap kepada syahwatudduniah, ini yg di sebut dengan HAKIKAT TANPA SYAREAT BATAL.
Jika sudah mengetahui ini berarti syareatnya...
* Bisa sambil sholat dalam gerakan,
* Bisa sambil kerja di pasar, di kantor, nyangkul di sawah,
* Bisa sambil makan, sambil tidurpun bisa
* Dan lain sebaginya dalam 24 jam kita bisa bersyareat.
Jadi ketika jasadnya melakukan itu semua, tapi hatinya atau Ruhnya tidak menghadap atau tidak hadir bersama Allah, ini tidak bisa di katakan dg NILAI SHOLAT.
Tetapi ketika jasadnya melakukan itu semua, tapi hatinya atau Ruhnya selalu menghadap atau selalu hadir bersama Allah, ini yg di namakan SEJATINYA NILAI SHOLAT.
Padahal sholat itu sendiri adalah perjalanan satu jiwa bertemu Allah, jadi bisa sambil melakukan apa saja, senyamanya, seenaknya yg terpenting bisa bertemu Allah.
Nah...jika jasad melakukan sholat dg gerakan tapi hatinya atau Ruhnya tidak hadir, dalam arti masih membawa sifat kemahlukan yg berupa masih merasa dirinya yang melakukan, padahal kita tahu sifat mahluk mati, tidak bisa melakukan apa2 dan yg hidup hanya Allah, artinya kita masih menyekutukan Allah dg pengakuan mahluk itu sendiri, dan ini jelas tidak bisa di katakan dg NILAI SHOLAT.
jika jasadnya melakukan aktifitas di luar gerakan dalam sholat tapi hatinya atau Ruhnya hadir dalam arti total ikhlas tidak membawa sifat mahluk dg tidak merasa bahwa dirinya yg melakukan dan sejatinya Allah sendiri yg melakukan dg RASA yg ada dalam dirinya, ini yg di sebut NILAI SHOLAT yg sesungguh.
Dan jika NILAI SHOLAT ini di terapkan melalui sholat dalam gerakan itu akan lebih baik.
kesimpulannya,
Apapun aktifitas jasad yg kita kerjakan itulah SYAREAT.
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, hal ini semata hanya untuk membuang dogma yg melekat tentang arti syareat yg hanya dalam bentuk aktifitas ibadah fisik yg selama ini kita ketahui.
Semoga bermanfaat, dan mendapat kefahaman.
( Ilmu jati diri )ke
 
Share on Google Plus

About Tv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen