MENCAPAI TENAGA CAHAYA ILAHI.


· 

MENCAPAI TENAGA CAHAYA ILAHI. (Part 1)

Dengan nama ALLAH yang Maha Pemurah lagi Maha Pengasih.
Terbukanya pintu hijab dan sampai kepada wilayah Makrifat adalah dambaan para Salik sebagai puncak dalam pengabdian diri Hamba kepada Tuhannya.Namun pengetahuaan terhadap jalan-jalan ini sangat terbatas menyebabkan risiko tinggi tersesat sekaligus makin menjauh dari jalan sebenar...Akhirnya yang menentukan sampai atau tidak bergantung bagaimana mereka memahami panduan yang diberi ALLAH melalui ketetapannya pada setiap hukum alam semesta.
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang belayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang ALLAH turunkan dari langit berupa air hujan lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati dan Dia sebarkan di bumi segala macam jenis haiwan dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi sungguh terdapat tanda-tanda (panduan) bagi kaum yang mahu menggunakan AKAL". (Q.S. Al Baqarah ayat 164)
Sudah di ketahui umum kehidupan manusia dengan alam termasuk manusia saling terhubung dengan sangat erat kerana terjadinya perambatan energi dari aktiviti yang sentiasa saling mengeluarkan dan menyerap energi antara satu sama lain...di yakini bahawa dari tubuh manusia mengeluarkan gelombang eletromagnetik yang berubah terus menerus sesuai dengan keadaan emosi dan jiwa seseorang..dalam bahasa mudah, perasaan atau jiwa mampu menghasilkan energi yang dapat disalurkan atau di pindahkan dan dalam pada sama menyerap energi apa yang ada disekitarnya..kerana apa yang ada di sekeliling kita sentiasa saling mempengaruhi medan energi kita..(jiwa kita).
Terbukti kita akan merasa sedih bila bersama dengan orang yang sedang sedih..kita akan gembira dengan orang sedang gembira..kita menjadi baik bersama dengan orang baik..kita menjadi jahat bersama dengan orang jahat...atau..kita akan merasa senang dengan kesedihan orang lain..rasa marah melihat orang lain bahgia..mengambil kesempatan pada kebaikan orang lain..atau sentiasa berbuat baik pada orang yang buat jahat pada kita..semua bergantung pada bagaimana kita mengolah setiap energi positif dan negatif yang menyerap dalam jiwa kita...
Melalui definasi hukum energi itu sendiri..sama ada kita sedar atau tidak bahawa alam yang diciptakan oleh ALLAH ini 'hidup' melalui energi yang sentiasa mempengaruhi satu sama lain. Setiap energi yang meresap ke dalam jiwa akan menimbulkan perasaan..dari perasaan ini lahirnya keinginan (nafsu)..dan seterusnya menentukan kelakuannya (akhlak). Ertinya kita memang tidak mampu menahan atau musnahkan setiap energi dari mempengaruhi jiwa kita namun ALLAH mendidik hambanya melalui ajaran Islam supaya dapat sampai pada peringkat kemampuan mengubah setiap bentuk energi negatif menjadi bentuk energi yang positif..banyak ayat dari Al-Quran menerangkan tentang ini antaranya..
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu dengan beransur ansur. Maka berSabarlah kamu untuk menerima (Redha) ketetapan Tuhanmu. (Q.S. Al Insaan ayat 23)
"Dan sungguh Kami benar-benar akan menguji kalian sehingga Kami mengetahui orang-orang yang bersungguh dalam agama ALLAH dan orang-orang yang berSabar di antara kalian." (Q.S. Muhammad ayat 31)
"Dan orang yang Sabar kerana mencari keRedhaan Tuhannya, mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik.(Q.S. Ar Ra'd ayat 22)
"Wahai orang-orang yang beriman, berSabarlah kamu dan kuatkanlah keSabaran kamu dan tetaplah bersiap sedia dan terapkanlah cara meningkatkan iman dan taqwa kepada ALLAH supaya kamu beruntung." (Q.S. Ali Imran ayat 200)
"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati ALLAH. Ingatlah hanya dengan mengingati ALLAH hati menjadi tenteram." (Q.S. Ar Ra'd ayat 28)
Melalui panduan dari firmannya dapat kita fahami Sabar itu merujuk kepada keupayaan mengawal energi negatif dari mempengaruhi jiwa kita..dan itulah yang ALLAH kehendaki yang patut kita lakukan dalam hidup kita. Oleh itu seluruh kehidupan kita sangat berkaitan dengan Sabar..dari kecil hingga ke bangku sekolah..sampai ke alam bekerja seterusnya alam perkhawinan sehingga berkeluarga ke anak cucu semuanya terpaksa di lalui dengan jalan Sabar. Puncaknya sama ada rela atau tidak kita di paksa menerima segala yang berlaku dalam hidup kita dengan Redha. Jika Sabar itu keupayaan mengawal energi negatif dari mempengaruhi jiwa maka Redha adalah kekuatan mengolah energi negatif menjadi positif.
Renungkan...semua yang berlaku dalam hidup kita adalah proses yang ALLAH tetapkan untuk kita dapat mengusai diri dengan sempurna..
"Sesungguhnya Aku hendak menciptakan Khalifah di atas muka bumi". (Q.S. Al Baqarah ayat 30)
Dari 1993 hingga 2000 serangkaian eksperimen telah menyingkap keberadaan satu jaringan energi yang dapat menghubungkan segala sesuatu di alam semesta (matriks) yang hasilnya menyedarkan orang ramai bahawa bahawa kita mampu berkominasi langsung kepada sumber utama energi alam (Energi Tuhan) walaupun hingga kini ilmuan masih belum mampu menjelaskan bagaimana sebuah benda mampu berinteraksi atau berhubung walau pun pada jarak jauhnya jutaan tahun cahaya.
Jiwa yang sudah kuat..utuh..iaitu jiwa yang sudah tidak di pengaruhi oleh energi negatif (jahat) adalah jiwa yang sudah siap atau mampu untuk menyerap Energi Tuhan.
"Wahai jiwa yang tenang..kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan Redha dan kamu di Redhai. Maka masuklah dalam golongan Hamba-hambaku dan masuklah ke dalam Syurgaku." (Q.S. Al Fajr ayat 27-30)
Dasarnya umum mengetahui yang kehidupan kita bergantung pada sumber energi yang berada di sekeliling kita sehingga kita sedar energi yang berada di sekeliling kita tidak akan kekal selamanya (termasuk diri kita) kerana semuanya bergantung pada sumber utama energi itu sendiri.(ENERGI TUHAN). Jadi Islam adalah agama yang mengajarkan supaya kita tidak bergantung pada energi yang akan musnah (kiamat) sebaliknya hanya bergantung pada energi yang tetap kekal selamanya..yaitu ENERGI TUHAN.
Melalui firmannya ALLAH menerangkan kepada kita tentang energinya melalui perumpamaan Cahaya.
"ALLAH cahaya langit dan bumi.Perumpamaan cahaya ALLAH adalah seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca seakan bintang seperti mutiara yang di nyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya iaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan pula di sebelah barat yang minyaknya hampir menerangi walaupun tidak di sentuh api. Cahaya di atas cahaya, ALLAH membimbing kepada cahaya nya pada sesiapa yang Dia kehendaki dan ALLAH membuat perumpamaan bagi manusia dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu". (Q.S. An Nur ayat 35)
"Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, dan telah Kami turunkan kepadamu Cahaya yang terang benderang ." (Q.S. An Nissa ayat 174)
"Alif, Lam, Raa. Kitab (panduan dari Al Quran) yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada Cahaya terang benderang dengan izin ALLAH, mereka menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji." (Q.S. Ibrahim ayat 14)
"Wahai orang yang beriman bertaubatlah kepada ALLAH dengan taubat yang semurni murninya mudahan Tuhan kamu menghapuskan kesalahan dan masukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai pada hari ketika ALLAH tidak menghinakan para Nabi dan orang yang beriman bersamanya, sedang Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka sambil mereka mengatakan "ya Tuhan kami sempurnakanlah bagi kami Cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas sesuatu". (Q.S. At Tahriim ayat 66)
Sebelum masuk pada proses mencapai Cahaya Ilahi ..elok kita rumuskan apa yang telah di sebutkan..
1. Islam itu sebuah ajaran yang sudah sempurna untuk kita sampai kepada ALLAH malah ALLAH sudah pun membuat untuk kita contoh terbaik untuk kita ikuti iaitu jungjungan besar Nabi Muhammad saw.
2. Peka pada yang di sekeliling kita. Apa yang kita lihat, dengar dan rasa menghasilkan energi yang mampu mempengaruhi jiwa kita.
Di riwayat dari Abu Hurairah Abdirrahman bin Syahrin Rasullulah saw bersabda "sesungguhnya ALLAH tidak melihat pada tubuh dan rupa kalian, tetapi Dia melihat pada apa yang ada didalam Hati kalian".(hadis muslim)
3.Ibadat (mengingati ALLAH) adalah jalan untuk kita dapat Sabar (mengawal energi) dan Redha (mengolah energi).
"Sesungguhnya Sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar".(Q.S. Al Ankabut ayat 45)
4. Setiap yang berlaku maupun apa yang ada di sekitar dan dalam hidup kita adalah Energi. Dan semua energi datang dari ALLAH. Kitalah yang mengolah atau mengawal energi itu menjadi negatif atau positif. Contohnya kaya boleh jadi kita bersyukur (positif) atau kita sombong (negatif). Begitu juga miskin boleh jad kita kufur (negatif) atau kita merendah diri (positif). Maka itu ALLAH tidak pernah menciptakan setan (energi negatif) walaupun tiap energi itu memang datang dari ALLAH.
5. Ujian adalah cara ALLAH membimbing kita dengan menyatakan atau memperlihatkan energi negatif (kejahatan) yang kita sembunyikan dalam hati kita supaya kita dapat memperbaiki atau membuangnya.
"Patutkah manusia menyangka bahawa mereka akan di biar dengan hanya berkata "kami beriman" sedangkan mereka tidak di uji". Dan demi sesungguhnya kami telah menguji orang yang terdahulu daripada mereka, hingga NYATA apa yang di ketahui ALLAH tentang orang yang benar beriman dan NYATA apa yang di ketahui ALLAH tentang orang yang berdusta".(Q.S. An Kabut ayat 2-3)
6. Proses untuk sampai pada Cahaya Ilahi (Makrifat) adalah proses yang lama. Proses itu adalah perjalanan hidup (Tarekat) kita sendiri. Tidak ada jalan singkat.
7. Semoga kefahaman ini dapat membantu melegakan sedikit kesakitan mereka yang sedang menempuhi kehidupan yang sukar..ujian yang berat adalah jemputan vvip ALLAH untuk kita layak ke Syurganya..tinggal kita mahu menerima jemputan itu atau tidak..terpulang kepada kita.
Dan semoga kita sentiasa di permudahkan ALLAH dalam perjalanan menuju kepadanya...
Bersambung dalam MENCAPAI ENERGI CAHAYA ILAHI part 2....insyaALLAH.
( Qaseh Laduni )

 
Share on Google Plus

About Tv Tarekat

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Catat Komen